Jangan ada dusta di antara kita

Judul posting kali ini memang mengambil judul lagu (semoga ga ada yang menuntut karena kesamaan judul). Waktu baca-baca e-mail, tiba-tiba terpikir dengan obrolan kemarin dengan sepupu gue yang baru saja menghapus semua isi inboxnya yang setelah kurang lebih 2,5 tahun disimpan tapi tidak dibaca dengan alasan yang sangat sentimentil (sms dari kekasih masa lalu bow). Pertanyaanya adalah: apa hubungannya dengan judul posting? Aih..masa ga bisa nebak sih? yah sudahlah tak usah main tebak-tebakan, lanjutkan saja membaca posting ini.

Begini, saya mau bertanya dulu, kalau Anda punya pasangan (entah kekasih entah sudah resmi jad suami/istri), apakah menurut Anda masih ada rahasia diantara berdua? apakah handphone masih menjadi milik pribadi yang tidak boleh dipegang, diangkat waktu kita lagi away dari handphone, dibaca smsnya, atau boleh-boleh saja? Apakah password ataupun pin ATM Anda diberitahukan kepada si dia? Apakah teman Anda adalah teman dia juga dan sebaliknya?

Jawabnya bisa berbeda-beda, biasanya tergantung dari kebiasaan dan kadar relationship dengan pasangan. Mungkin kalau pacar sih ya…masih adalah yang dirahasiakan, tidak semua diceritakan, ada orang yang berpendapat namanya juga baru pacar, belum tentu juga jadi. Ada yang berpendapat: ah..masih pacaran masih boleh dong mencari kemungkinan lain. Ada yang berpendapat: pacaran itu harus serius sama satu orang dan tidak boleh lirik kanan kiri. Ada yang berpendapat: kita harus punya kepercayaan penuh dan dipercayai sama sang pacar, jadi ya..jangan ada rahasia dong, sah-sah aja baca sms atau mengetahui semua password dan pin kita. Ada yang berpendapat: harus tetep ada privacy (misalnya diary ga boleh dibaca, karena biasanya isinya curhatan dan keluhan tentang sang pacar). Lalu bagaimana dengan yang sudah menikah? apakah masih ada rahasia atau bagaimana?

Dulu..pernah ngebahas dengan beberapa teman. Katanya kalau kita mau menceritakan rahasia dengan orang yang sudah berpasangan (entah itu pacar entah itu suami/istri), pastikan rahasia itu rela Anda bagi dengan pasangan orang itu juga, karena biasanya orang (terutama wanita) akan cepat membagikan cerita apapun dengan pasangannya. Well, sebenarnya ini tidak berlaku sepenuhnya, tapi ya..pada umumnya begitu. Lalu, kalau semua rahasia orang aja dibagikan ke pasangan, masa di antara pasangan masih ada rahasia?

Kalau menurut saya pribadi, sah-sah saja kita punya hal yang dirahasiakan dari pasangan (selama hal itu bukan berkaitan dengan usaha perselingkuhan), sah-sah saja kita tidak selalu menceritakan semua yang kita tau (apalagi kalau ada teman yang bercerita sudah terlebih dahulu bilang jangan bilang siapa-siapa). Sah-sah saja kita melarang pasangan kita mengangkat HP kita saat kita tidak ada (terutama dari nomer yang tidak terdaftar). Tapi…akan menjadi aneh kalau kita dilarang-larang ga boleh pegang HP, ga boleh liat gambar2nya (jangan-jangan menyimpan gambar2 selingkuhan), ga boleh baca sms, ga boleh liat isi message friendsternya. Aneh, tapi ya tetep semuanya kembali pada kesepakatan berdua. Yang jelas, saya tidak punya diary, jadi ga ada juga yang mau dilarang membacanya :).

Ah ya, intinya, boleh saja kita punya rahasia (terutama rahasia orang yang dipercayakan ke kita agar tetap menjadi rahasia), tapi walaupun demikian, jangan sampai ada dusta di antara pasangan. Berdusta itu sangat berbeda dengan menyimpan rahasia. Menyimpan rahasia masih diijinkan, tapi kalau sampai ada yang berdusta, rasanya akan sulit mempercayainya lagi. Dan kalau sudah tidak ada kepercayaan penuh kepada pasangan, bisa dibilang hubungan itu terancam dalam bahaya.

Lalu kalau kita punya pasangan yang masih menyimpan sms/email/foto mantan gimana? Hemm..kalau dia masih menyimpannya dengan sengaja untuk dipandang dan dikenang sih rasanya ga etis ya (atau kalaupun kita yang melakukannya itu hal yang ga adil untuk pasangan kita). Tapi kalau ternyata hal-hal tersebut ada karena emang ga diurusin aja dari dulu ya lain cerita. Nah kembali pada kasus sepupu saya itu, memang sih dia tidak menghapus sms dalam waktu yang cukup lama itu karena yah..sebagai orang melankolis akut, dia punya terlalu banyak alasan untuk disebutkan dalam bentuk angka di sini yang membuat dia tidak menghapusnya (walaupun katanya dia sudah tidak pernah membaca sms itu lagi). Nah..lalu kenapa baru sekarang dihapus? Yah..jawabannya karena dia sekarang punya pasangan baru, dan menurut dia sangat tidak etis kalau dia masih menyimpan sms itu karena diapun tidak rela kalau sang pasangan itu masih menyimpan kenangan secara sengaja terhadap mantannya. (atau mungkin karena dia ga pengen sms masa lalu itu kebaca pasangan yang sekarang ya? hehe). Lalu bagaimana dengan benda-benda pemberian mantan? masih boleh dipake atau tidak? atau seharusnya dikembalikan? Ah itu sih udah pernah jadi postingan deh (entah di blog yang mana tapi pernah dan tidak akan kutuliskan lagi, terserah sajalah mau diapain juga, kalau menurut saya sih itu kembali lagi pada kesepakatan berdua saja hehehe).

Ah..jadi serius gini, udah ah, maap maap saja kalau kalimatnya rada menceracau, tulisan ini ditulis disaat seharusnya saya sudah terlelap (akhirnya setelah mau tidur, baru nemu topik menarik buat ditulis, yeah…tidur larut lagi deh)

Pesan di perlintasan kereta api

Para pengguna Jalan raya, saat ini Anda berada di perlintasan kereta api. Perlu Anda ketahui bahwa palang pintu perlintasan bukan alat pengamanan utama tetapi hanyalah alat bantu peringatan, bahwa Anda akan melewati perlintasan kereta api.
Di tempat lain masih banyak perlintasan yang tidak dijaga dan tidak berpintu, untuk itu berhati-hatilah setiap akan melewati perlintasan kereta api, patuhilah rambu-rambu lalu lintas yang ada.

Sampai saat ini telah banyak korban meninggal dunia sia-sia karena kelalaian dan ketidak displinan ketika melalui perlintasan kereta api.

Terima kasih atas kedisiplinan Anda dalam berlalu lintas.
Semoga selamat sampai tujuan.
Pesan ini disampaikan oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung.

Mana yang lebih menyedihkan?

Cerita dari adikku

Dalam sebuah sidang skripsi di sebuah Universitas di Jakarta.
Sekjur: ‘Kamu tahu situs 17tahun.com?’
Mahasiswa: ‘nggak tahu pak’ (padahal dia cowok)
Sekjur: ‘bener nggak tau?’
Mahasiswa: ‘nggak tau pak’
Sekjur: ‘Nanti kamu cari tahu ya setelah sidang ini. Tulisan di 17tahun.com itu jauh lebih bagus dari tulisan kamu, titik komanya jelas, jadi saya bisa enak bacanya. Tulisan kamu ini parah cara penulisannya, tanda bacanya nggak karuan, apalagi cara penyampaian idenya.’

Mana yang lebih menyedihkan? bahwa tulisan mahasiswa itu jelek, atau sekjur yang suka baca 17tahun.com?

Long Weekend, Long Story.

Weekend panjang ini bermula dari tanggal 17Agustus sampai tanggal 21 Agustus. Sebagai seorang yang mengalami libur setiap hari, gue tidak memiliki rencana khusus untuk berlibur atau traveling kemanapun. Weekend panjang biasanya dinikmati oleh pekerja-pekerja yang biasa stress setiap hari dari jam 9 – 5 sore. Tetapi ternyata, beberapa sepupu dari ibukota datang ke Bandung. Walaupun gue ga tau jalan, gue terpilih sebagai penunjuk jalan untuk tour outlet dan memburu makanan (untungnya bukan memburu hantu heheh).

Ada banyak cerita yang terlintas di kepala melihat kegilaan orang-orang yang berbelanja di outlet. Melihat mereka yang kalap membeli ini itu. Melihat begitu banyaknya orang berada di outlet, di tempat makan, di jalan yang juga macet dengan mobil-mobil berplat B selain D (mungkin mengantar tamu yang berkunjung), melihat begitu banyak orang yang memanfaatkan kedatangan turis domestik dengan berjualan makanan yang menjadi oleh-oleh Bandung. Lanjutkan membaca “Long Weekend, Long Story.”

Beres-beres

Satu langkah itu sudah dilakukan, sebenernya belum bener-bener selesai, ada beberapa hal yang masih harus dibenahi. Tapi…setidaknya badai besarnya sudah berlalu. Sekarang tinggal beres-beres sisa badai 😀

Udah tau sih rasanya pasti menyenangkan, tapi tetep aja mau bilang: Jadi gini toh rasanya, hehehhee….

Next question: setelah ini apa? banyak lah, ga usah skrg di jawab. 🙂 Mendingan beresin semuanya dengan tenang dan mulai melakukan to do list yg dari dulu terhambat. 😀

Evaluasi lagi…

Barusan teringat untuk melihat lagi situs evaluasi yang saya sebutkan dalam posting sebelumnya. Ternyata ada banyak sekali orang yang komentar/memberi masukan untuk tidak menampilkan IPK maupun IP Semester detail setiap mahasiswa. Mungkin karena saran tersebut atau mungkin juga yang kemarin itu memang kesalahan teknis. Sekarang jika kita melihat informasi di sana tanpa login nilai IPK maupun IPSemester sudah tidak bisa dilihat lagi. Entahlah jika melihatnya setelah login, saya tidak punya username untuk login sih.

Tinggal selangkah lagi

Kemarin akhirnya kaki ini maju selangkah, setelah selama ini berlari ditempat ataupun terseok-seok berusaha mengangkat kaki untuk melangkah. Sekarang tinggal 1 langkah lagi untuk mencapai garis finish. Untuk mencapainya harus bisa melangkahkan kaki ini dengan mantap dan tanpa keragu-raguan maupun merasa berat untuk melangkahkannya. Satu langkah berarti setelah itu memulai lintasan yang baru. Kalau dipikir-pikir, kok hidup ini jadi kayak lintasan lari yang tidak ada habis-habisnya. Ada aja lintasan yang harus ditempuh disaat kita menyelesaikan lintasan sebelumnya. Ya iyalah ya, itu namanya hidup, kalau lintasan hidupnya abis itu namanya ga hidup lagi. Ah jadi ngelantur…Selangkah lagi, langkah yang menentukan untuk menyelesaikan lintasan yang satu ini.