Kesan Pertama

Ini hari keempat kami di Chiang Mai, kesan pertama yang didapat adalah:

– kota ini sepi (lalu lintas lancar)

– kota ini lebih bersih dari Bandung

– Makanan di kota ini enak dan murah (tapi bagi rekan kami yang Muslim, mereka agak kesulitan mencari makan)

– Bensin dan Listrik mahal (karena nggak disubsidi seperti di Indonesia)

Kalung Salib dan Orang Batak

Banyak yang mengecam gue karena pernah menuliskan di blog ini kalau pesta batak itu ribet dsb dst. Kali ini gue bukan ingin membahas hal-hal yang ribet dari orang batak, tapi yang asik-asik saja. Cerita pengalaman hari ini ketika mobil kami gembos ban dan hampir membuat kami telat ke gereja. Di dekat rumah ada tukang tambal ban, maka kami berhenti di sana dengan niat jelas menambal ban, tapi ternyata dia tidak bisa menambal ban mobil, bisanya ban sepeda doang jangan-jangan :P. Nah, akhirnya terpaksa ganti ban dengan ban serep.

Awalnya, dari beberapa orang yang ada di sana, hanya melihat dari kejauhan bahwa kami sedang kesulitan dalam mengganti ban (ga ada yang terbiasa ganti ban sih). Beberapa menit kemudian, datang seorang bapak yang berbaik hati mendekat dan bertanya begini ke gue: “Orang Medan ya dek?” umm … saya bingung, aduh … muka gue batak banget apa yah:P, setelah gue menjawab iya, pertanyaan berikutnya ya jelas nanya boru apa. Ternyata bapak itu orang batak juga. Masih dengan keheranan gue melanjutkan perkenalan dengan bapak tersebut.

Karena penasaran, gue nanya: “Pak, tau darimana kalau saya orang batak?”. Terus jawabannya: “Itu saya lihat kalung salib yang dipakai, jadi kemungkinan besar orang Bataklah kalau Kristen.” Umm .. sebenarnya sih, ga semua orang Batak itu Kristen dan anehnya, bapak itu ngambil kesimpulan gue batak justru karena kalung salib, padahal ga semua orang Kristen batak kan :P, apalagi mengingat gue ditemani 2 pria yang jelas-jelas wajahnya jawa banget :p. Anyway, sejujurnya gue baru sekarang ini punya kalung salib, itupun hadiah waktu nikahan dari adiknya bapak. Dari dulu gue takut make kalung salib. Bukan karena malu mengakui gue orang Kristen, tapi karena beban mental aja rasanya kalau gue pake kalung salib tapi kelakukan gue malu-maluin. Gue takut kalau orang jadi ngambil kesimpulan yang salah tentang orang Kristen gara -gara gue. Gue suka sedih ngeliat orang – orang yang make kalung salib (atau aksesoris salib) tapi kelakuannya malu -maluin. Ya… gitu -gitu deh. Tapi hari ini kalung salib jadi membuat orang menolong kami. Well, diambil positipnya sajah. Kalau pake kalung salib jangan sampe malu-maluin, dan jangan malu memakai kalung salib.

Semoga tidak ada yang salah ngambil kesimpulan dari tulisan gue ini.