Piala Dunia (Fifa World Cup)

Buat para pencinta bola …. (saya sih gak suka bola)

Kalau ingin mengunjungi web site resmi piala dunia: http://fifaworldcup.yahoo.com/

Kalau ingin mengecek score dan aneka info lain via HP, kunjungi saja http://mini.opera.com/goal/ atau http://wap.livescore.com, dan situs mobile resmi adalah http://www.fifa.com (bisa dikunjungi siapa saja, tapi konten hanya bisa didownload oleh pemakai XL).

Kalau punya iPod, dan ingin punya aneka info mengenai piala dunia, silakan download notes dari http://www.coolgorilla.com.

Kalau punya Windows asli (original), silakan download Microsoft Soccer Scoreboard

Sayangnya saya belum menemukan Widget dashboard untuk Mac OS X.

Dan saatnya beriklan 😛

Bagi yang butuh TV untuk menyaksikan piala dunia, mbak Risna mau jual TV-nya, merk Konka 14″, Front AV stereo, lengkap dengan remote dan kotak Rp. 375.000 (tidak diberi antena Internal original, diganti dengan antena internal biasa).

Sekalian saya mau jual TV Tuner Gadmei External (untuk disambungkan langsung ke Monitor Komputer/tidak via USB), harga Rp 125.000 saja.

Registrasi Nomor Telepon Seluler Prabayar

Sejak pemerintah menetapkan aturan registrasi nomor telepon seluler prabayar, penipuan sms berhadiah sudah mulai berkurang (walaupun masih ada juga yang usaha menipu). Tapi belakangan ada jenis penipuan baru yang saya juga belum mengerti modus operandinya. Beberapa waktu lalu, ada orang yang menelpon ke nomor pascabayar saya dan langsung bilang begini: “Halo, tolong kembalikan hp dan nomor ini, teman saya kehilangan nomor yang saya telepon ini.” Saya yang tidak mengerti dengan siapa saya bicara dan merasa kemungkinan beliau salah sambung bertanya baik-baik: “Maaf pak, bapak menghubungi nomor berapa?”, lalu dia jawab: “Ya ini nomor teman saya yang hilang, hp nya hilang berikut nomor ini, tolong dikembalikan yah”. Lanjutkan membaca “Registrasi Nomor Telepon Seluler Prabayar”

Pesan Berantai : teliti sebelum meneruskan!

Kemarin beberapa kali saya menerima forward message di Yahoo Mesengger mengenai kabar (yang katanya dari CNN) bahwa lempeng australia bergerak ke arah Asia dan akan mengakibatkan adanya Tsunami pada tanggal 7 Juni di selatan Pulau Jawa. Forward message tersebut disertai dengan pesan: “teruskan ke semua orang dan jangan berhenti di tangan Anda”. (belakangan saya tahu kalau pesan tersebut ada yang memforward via e-mail dan sms juga). Reflek pertama saya adalah berpikir: Apakah berita ini benar? lalu saya mencoba mencari segala kombinasi kata kunci di situs CNN untuk mencari bagaimana kabar yang tertulis di sana. Sejujurnya 99% saya tidak ada keinginan meneruskan pesan berantai, tapi…sehubungan dengan adanya bencana yang tak habis-habisnya di negeri ini, tak ada salahnya untuk waspada dan mencari tahu kebenaran sebuah berita. Tidak lama kemudian, setelah gagal mencari di CNN, saya coba googling, dan hasilnya, dari detik.com saya mendapat kabar kalau berita itu ulah orang “jahat”. Argh…teganya orang itu, ditengah kegalauan suasana akibat bencana, ada saja yang memancing di air keruh :(. Lanjutkan membaca “Pesan Berantai : teliti sebelum meneruskan!”

Internet vs Listrik: Mengajari yang tak mau belajar

Aku lagi bingung, mengenai kebodohan orang dan kesoktahuan orang, terutama orang yang iri. Ceritanya begini: Di kost mbak Risna akhir-akhir ini mulai sering listrik mati lagi. Dengan daya 2200 watt yang dibagi 19 orang (lebih dari setengah punya komputer, dan hampir semua punya TV), maka sebenarnya dayanya tidak cukup. Mereka masih beruntung sampai sekarang ini karena selalu ada yang pergi, jadi pemakaian daya tidak pernah penuh. Namun sekarang hampir semua orang ada di kost.

Mbak Risna sedang dituduh menyebabkan listrik mati di rumah, karena menggunakan *Internet* via koneksi wireless ke ISP. Mereka menyangka demikian karena adanya antena di luar yang mereka pikir tentunya membutuhkan daya yang besar.

Di kost mereka, menurut peraturan, mbak Risna boleh membawa komputer. Namun sebagian orang menyatakan bahwa mbak Risna tidak boleh “menyalakan” Internet. Dengan menggunakan analogi yang sangat aneh (analogi telepon seluler), salah seorang lulusan S1 elektro bahkan menyatakan bahwa ketika mendownload akan dibutuhkan daya yang sangat besar karena membutuhkan transmisi radio yang kuat. Padahal, Wifi card yang dipakai mbak Risna adalah versi PCI, yang menurut spesifikasi PC, hanya bisa memberikan tegangan maksimum 5 volt pada arus 5 ampere (25 watt, namun biasanya PCI card hanya akan memakai 5-15 watt).

Tadi mbak risna dan anggota kost lain mengadakan rapat untuk menjelaskan duduk masalah, dan dalam rapat tersebut mbak Risna merekam semua percakapan mereka dengan MP3 Player. Setelah saya dengarkan, saya gak percaya dengan kekeraskepalaan satu group yang bodoh, padahal ada yang sudah lulus S2! (group yg lain pro Mbak Risna). Sebelum dengan berani mengatakan mereka bodoh, perlu dicatat bahwa mbak Risna juga sudah memprint aneka artikel dan meresumekan fakta pemakaian listrik di kost (yang tidak mau mereka baca dan mengerti).

Jadi menurut mereka: mbak Risna boleh memakai PC (tadinya hanya laptop), tapi tidak boleh memakai Internet, karena menambah daya yang besar. Sedangkan ada anak baru yang memakai komputer dengan daya total > 250 watt tidak apa-apa. Sebagai catatan. PC mbak Risna sudah saya set sangat hemat enegergi, termasuk memakai monitor LCD yang membutuhkan daya 1/3 monitor CRT.

Dengan sejuta penjelasan, mereka tetap berpikir bahwa Internet pasti butuh listrik. Saya jadi inget iklan Internet Goes to Schoolnya telkom, salah satu pernyataan orang awam adalah “Ati-ati jangan lupa pake sendal, nanti Internetnya nyetrum”. Ternyata bukan cuma orang awam yang masih buta Internet.

*Duh, kalo gak memperatikan privasi, mau posting audio/MP3-nya, lucu*

Catatan: Sebelum ada yang protes mengenai penggunaan daya: memang akan ada perbedaan pemakaian listrik ketika komputer beroperasi (misalnya jika disk berputar untuk menyimpan download, atau ketika cdrom digunakan), namun perbedaan tersebut tidak cukup signifikan untuk membuat perbedaan > 50 watt yang membuat listrik padam.

Yah, mungkin pernyataan ini benar:
Never argue with an idiot. They drag you down to their level then beat you with experience.

Electronic Mail

Coba hitung, berapa alamat e-mail yang Anda punya? Mari menghitung alamat mail saya. Yahoo Mail 1, Gmail 2, Vfemail 1, Mail dari kampus 2, Mail dari domain 1, Mail dari ISP 1, Mail yang terlupakan….ada lebih dari 5, lupa di mana saja daftarnya, dan juga lupa bagaimana cara loginnya, lupa apa passwordnya dan sudah tentu yang terlupakan tidak pernah diperiksa lagi. Lanjutkan membaca “Electronic Mail”