Joshua, Huruf dan Angka

Sejak berumur 2,5 tahun, Joshua sudah tertarik dengan huruf-huruf dan angka. Dia sudah berusaha menulis ABC di white board, dan menyanyikan lagu ABC sebelum tertidur. Sekarang ini di umur 3 tahun 8 bulan, dia sudah bisa menuliskan alphabet dengan lancar dan menyebutkan namanya dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Dia juga menghapal 44 huruf Thai dan ingat urutannya (saya aja belum bisa). Selain huruf, dia juga menghapal angka dan bisa menghitung 1 sampai 100 (dan sekarang tertarik meneruskan menghitung sampai beberapa ratus).

Saya dan Joe tidak pernah secara khusus mengajari dia untuk mengenal huruf dan angka, menulis ataupun membaca. Tapi karena dia menunjukkan ketertarikan dan selalu bertanya dan meminta kami memberi contoh, ya tentunya kami menjawab keingintahuannya. Metode belajar Joshua biasanya dia akan meminta kami berkali-kali menyebutkan nama dari huruf dan urutannya, meminta diputarkan lagunya, dan tau-tau dia akan berusaha menuliskannya sambil meminta konfirmasi apakah yang dia lakukan sudah benar.

Selain menuliskannya, dia juga suka sekali membentuk huruf dan angka dari benda-benda di sekitarnya. Awalnya, untuk mengalihkan perhatiannya ketika menunggu makanan di restoran, Joe membuat huruf dan angka dengan sumpit. Lalu berikutnya menggunakan toothpick. Belakangan ini, pensil warna juga bukannya di pakai buat mewarnai, tapi dia bentuk jadi huruf dan angka. Ketika bermain lego, dia juga lebih suka membentuk huruf dan angka daripada membangun sesuatu.

Kemarin, waktu bermain di mall, dia ketemu mainan yang memang berupa shape combination puzzle untuk menyusun huruf dan angka. Mainan ini terbuat dari kayu dan cocok juga sekalian melatih motorik halusnya. Sejak dibeli sampai sekarang, entah sudah berapa kali Joshua menyusun huruf A sampai Z dan angka 0 – 9. Kemarin dia sampai susah diajak tidur untuk menghentikannya bermain. Tadi pagi bangun tidur juga langsung cari mainan ini.

Awalnya dia bermain tanpa mengikuti contoh yang ada, jadi agak lambat. Setelah mengikuti contoh yang ada, dia bisa menyusun huruf-hurufnya dengan lebih cepat. Setelah beberapa kali mengikuti contoh, dia menyusun sendiri tanpa contoh dan mulai berimajinasi juga membentuk huruf dengan tangannya.

Entah sampai kapan dia akan suka dengan huruf-huruf dan angka dan mainan sejenis ini. Tapi biasanya setiap ada mainan baru seperti ini, dia bisa asik main cukup lama, sampai akhirnya saya capek beresin dan simpan agak jauh hahahaha.

Joshua dan Piano

Joshua sekarang ini berumur 3 tahun 8 bulan. Sejak dulu keliatan punya ketertarikan dengan alat musik. Tapi karena dia belum lancar komunikasinya jadi belum bisa juga dikursusin piano. Beberapa waktu lalu saya iseng ngajarin dia lagu dari buku piano waktu awal belajar piano, cuma pakai 3 key hitam doang. Nah ternyata, dia bisa ingat dan mengulang-ulang lagu itu walaupun masih pake 1 jari saja.

Gaya serius kayak udah jagoan main piano

Setelah dia berkali-kali mainkan lagu yang sama, saya iseng lagi, kenalin dia untuk bisa do-re-mi-fa-so-la-si-do terus dari situ mundur lagi do-si-la-sol-fa-mi-re-do. Nah gak pake lama, dia bisa ingat juga. Kadang-kadang dia suka main asal-asal, terus mulai secara random dan setelah ketemu nada do, dia tau untuk nerusin sampai do tinggi dan kembali lagi ke do tersebut.

Jadi dalam waktu beberapa hari, kalau saya lagi mau latihan piano, dia pasti ikutan. Dia selalu memulai dengan lagu yang pertama saya ajarkan, dan kemudian do-re-mi berkali-kali. Saya perhatikan, dia masih belum ingat di mana letak do itu sebenarnya, tapi dia pencet random sampai dia ketemu do. Joshua sepertinya sudah mengenali nada.

Kemarin, saya iseng lagi, saya pikir daripada dia bosan cuma bisa 2 lagu, saya ajarin lagu dari buku piano juga, nadanya seperti lagu Mary had a little lamb. Nah, kemarin waktu saya ajarin dia masih insist mau lagu yang dia udah tau aja dan do-re-mi. Saya berusaha kasih tau berkali-kali dia gak mau dengar. Tau-tau hari ini, waktu dia lagi merebut main piano dari saya, setelah dia pencet asal-asalan, eh tau-tau dia main Mary Had a Little Lamb ini. Saya kaget tapi seneng juga, karena ternyata dia bisa ingat hahaha.

Awalnya dia sempat salah, tapi setelah beberapa kali, dia seperti bisa mengoreksi diri sendiri dan mengingat tuts mana yang harus di tekan. Karena gak berhasil upload video, kalau mau liat Joshua main piano klik link ini ya: Mary Had a Little Lamb . Lagu ini juga menggunakan 3 tuts hitam saja.

Tadi saya iseng lagi deh, ajarin dia mainkan lagu ABC, dia seneng banget nyanyi ABC soalnya. Nah ini dia gak menolak tangannya saya arahkan supaya bikin lagu ABC, malahan kalau udah selesai dia ngomong let’s sing it again. Tapi tadi sih dia belum bisa ingat semuanya, kalau dia besok-besok bisa lagu ABC saya pastikan akan mengenalkan bermain lagu baru lagi hahaha.

Selain main piano, dia juga suka sekali menyanyi. Lagu yang selalu dia nyanyikan setiap hari ya lagu ABC. Tapi belakangan ini dia bisa cepat menirukan lagu walaupun kemungkinan dia ga ngerti artinya. Waktu ada mama saya, kami berhasil mengajarkan dia lagu bahasa Indonesia. Maksudnya ya supaya dia punya lagu lain selain lagu ABC heehehehe. Untuk lagunya sejauh ini tapi belum berhasil merekam, setiap merekam dia suka rebut HP nya, jadi belum bisa di share gimana contoh Joshua lagi nyanyi bahasa Indonesia.

Cerita Homeschooling Kami

Salah satu manfaat dari homeshooling yang kami rasakan adalah, anak-anak bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Seperti sekolah biasa, saya menetapkan jam sekolah setiap harinya dan ada jadwal mingguan. Jam sekolah kami setiap hari selesai sarapan lalu mandi, sekolah dimulai sampai jam 12 siang. Kalaupun belum selesai, bisa dilanjutkan sampai jam 1.30 lalu tidur siang. Dalam prakteknya, ada hari-hari di mana bangun kesiangan lalu tidak bisa menyelesaikan target harian sebelum makan siang. Saya juga menetapkan jadwal hari libur, tapi ya hari libur inipun bisa digeser kalau memang ada keperluannya.

Chiang Mai sekarang ini sedang dingin terutama di pagi hari. Sore hari udaranya cukup enak, matahari bersinar tapi suhu udara tidak terlalu panas. Cuaca yang sangat bagus untuk lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah. Biasanya, kalau memang ada janji main bareng temen di playground, jadwal belajar bisa digeser ke sore dan malam hari, atau ya diliburkan saja hari itu.

Anak-anak lebih suka belajar tanpa meja

Jonathan biasanya saya suruh mengerjakan pekerjaanya di meja makan (yang tentunya sudah dibersihkan selesai sarapan). Dulunya saya siapkan meja belajar di ruang terpisah, tapi karena Joshua juga sering pengen ikut-ikutan sama Jonathan, meja makan menjadi solusi karena lebih besar dan bisa duduk sama-sama. Tapi kadang-kadang mereka juga lebih senang menulis sambil tiduran, atau menulis di atas sofa. Karena Joshua sebenarya belum mulai kegiatan sekolah formal, saya bebaskan saja Joshua menulis di mana dia mau, tapi belakangan Jonathan juga ikutan maunya nulis bukan di meja yang disarankan.

Hari ini, suhu udara di pagi hari berkisar 17 – 19 derajat Celcius. Bangun pagi merupakan tantangan tersendiri hahaha. Udara yang dingin juga membuat daya tahan tubuh menurun. Enaknya ya bangun jangan pagi-pagi banget. Hari ini, Jonathan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sekolahnya sesuai jadwal. Karena tidur siang lebih penting, pekerjaan sekolah dilanjutkan setelah bangun tidur.

Sebelum melanjutkan pelajaran, anak-anak main di trampolin dan perosotan dulu. Setelah puas bermain, saya ambil meja untuk Jonathan mengerjakan pekerjaanya di luar rumah. Joshua ga mau kalah, dia juga mau ikut-ikutan belajar menulis.

Joshua gak butuh meja untuk menulis, dia lebih suka tiduran di lantai. Saking asiknya menulis, dia bergeser dari arah perosotan sampai arah trampolin. Jonathan bisa mengerjakan pekerjaan sekolahnya lebih cepat dari biasanya walau di luar banyak gangguan. Mungkin besok-besok bisa di coba untuk lebih sering belajar di luar seperti ini hehehe.

Kalau di kirim ke sekolah, mungkin kesempatan untuk belajar di luar seperti ini tidak banyak, dan ada kecenderungan anaknya bakal main doang dan ga mau disuruh ngerjain pelajarannya. Kalau berdua doang begini, tadi bisa main cukup lama tapi tidak lama banget, dan waktu saya suruh menyelesaikan pekerjaan sekolah yang ditinggal tidur siang, Jonathan langsung mengerjakan tanpa tawar menawar karena sudah puas bermain.

Kegiatan Homeschooling kami sekarang ini sudah berjalan dengan speed seperti biasa. Kalau semester lalu kami mengikuti co-op di hari Senin, semester ini kami mengikuti kegiatan group homeschool yang diadakan setiap hari Selasa. Bedanya, semester ini group homeschoolnya ada gurunya, jadi saya bisa meninggalkan anak-anak di sana dan harapannya saya jadi bisa punya me-time.

Hari Selasa lalu, Joshua masih nangis-nangis waktu saya tinggal walaupun ada Jonathan juga di sana. Tapi ya akhirnya dia diam juga walaupun belum mau mengikuti kegiatan yang dilakukan bersama. Sebenarnya, memang Joshua belum perlu diberikan kegiatan belajar terstruktur, karena dia itu super rajin belajar sendiri hehehe. Saya mengirim dia ke grup homeschool supaya dia punya teman bermain dan mengasah kemampuan sosialnya. Besok hari Selasa lagi, semoga saja Joshua sudah lebih enjoy dan gak nangis-nangis waktu saya tinggalkan.

Kalau cuaca lagi bagus seperti sekarang, dan anak-anak akur bermain dan gak susah waktu di suruh mengerjakan pekerjaan sekolah, rasanya kegiatan homeschool terasa jauh lebih menyenangkan. Semoga saja ada lebih banyak hari-hari seperti ini daripada hari-hari di mana anak sulit konsentrasi dan saya harus bawel baru kerjaan selesai hehehehe.

Pilot Frixion Ballpoint dan Marker

Pilot Frixion ini merupakan jenis pulpen dan marker yang bisa dihapus. Awalnya tahu jenis pulpen ini waktu membeli Elfin Book (buku yang bisa dilap pakai lap basah berkali-kali). Setelah sekian lama, akhirnya menemukan kalau bisa beli ballpoint dan markernya di Lazada Thailand. Ada juga pilihan kalau mau membeli isinya saja.

ballpoint dan markers Pilot Frixion

Bedanya pulpen yang dibeli sekarang dengan yang sudah pernah dibeli sebelumnya hanya soal tutupnya saja. Kalau sebelumnya ketika memakai pulpen sering sekali mencari-cari tutupnya di mana, nah karena yang ini ballpoint yang sistem click, jadi tidak ada tutup yang hilang. Untuk menghapusnya juga bisa langsung gunakan bagian belakang pulpen, atau ya kalau ditulisnya di ElfinBook bisa langsung dilap basah seperti biasa.

Pilot Frixion Marker dan Ballpoint

Untuk markernya, tutupnya masih model di lepas seperti sebelumnya. Tujuan dibeli marker, supaya nulis di Elfin Book bisa lebih banyak pilihan warna. Selain itu tujuan utamanya tentu saja untuk dipakai Joshua. Selama ini, setiap kali Joshua dikasih buku baru, dia akan mengisi 1 halaman dengan 1 huruf besar dan 1 huruf kecil, dilengkapi dengan gambarnya dan dia mulai mewarnai juga. Dalam waktu singkat, seluruh halaman sudah diisi.

Rencananya dengan memberikan ElfinBook plus marker, kalaupun bukunya penuh, nantinya bisa dengan mudah dihapus saja. Sebelumnya dicobakan memakai pulpennya, tapi karena cara memegang pulpen belum benar, Joshua selalu susah untuk menulis dengan pulpen Pilot Frixion. Dengan dibelinya marker ini, Joshua jadi lebih mudah menulis di Elfin Book. Dengan menulis di buku yang bisa dihapus, tentunya gak buang-buang buku lagi kan. Ujung-ujungnya hemat di kantong juga ramah lingkungan karena ga buang-buang kertas.

Pegang pulpennya belum bisa dikoreksi, jadi lebih mudah menulis pakai marker

Sebenarnya ada banyak warna marker dan juga pulpennya. Tergoda mau beli segala warna, tapi dipikir-pikir lebih baik beli secukupnya. Awalnya mau beli dari aliexpress atau dari situs yang mengirim dari luar Thailand. Tanpa sengaja, ketemu iklan shopee di FB. Karena belum pernah belanja di Shopee, kami mencari dari Lazada Thailand saja. Cuma menunggu beberapa hari, pulpennya sudah sampai di rumah. Kadang-kadang iklan yang muncul di FB ada gunanya juga hehehe.

Mungkin bertanya-tanya berapa harganya? Kemarin ada banyak variasi harga. Tapi yang kami beli untuk marker 6 warna harganya 300 baht, untuk ballpoint 3 warna harganya 285 baht. Ada lagi selain pulpen dan marker, yaitu highlighter, tapi saya gak beli karena ga merasa butuh.

Saya kurang tahu, apakah pemakai pilot Frixion ini aware dengan kemampuan menghilangnya tulisan dengan produk ini apabila kepanasan selain basah. Kalau buat saya, utamanya ya untuk menulis di ElfinBook saja. Kalau misalnya untuk menulis diary, bisa-bisa kalau salah nyimpan bukunya, lalu bukunya kepanasan, daaan kita ga bisa baca lagi pas mau membaca ulang tulisan kita.

Mungkin akan ada yang bertanya-tanya: jadi pilot Frixion ini cuma berguna kalau mau menulis di buku yang tahan basah? Jawabnya tidak, bisa saja kita pakai untuk dibuku mana saja, asal kita aware kalau bukunya kepanasan ada kemungkinan tulisannya suatu hari akan menghilang. Kalau tujuan kita memang ingin membuat catatan sementara dan justru berkeinginan supaya tulisan itu akan hilang setelah beberapa waktu, penggunaan pulpen ini akan sangat berguna. Setelah kita ingin menghapus isinya, kita bisa biarkan bukunya di mobil kepanasan. Biasanya panasnya mobil itu cukup panas untuk membuat tulisan menggunakan pilot Frixion dari buku biasa menghilang.

Oh ya, kenapa beli pulpen banyak kalau Joshua pakai marker? karena ballpoint merahnya buat saya koreksi kerjaan homeschool Jonathan. Yang biru dan yang hitam buat saya dan Jonathan pakai. Jonathan menulis jurnalnya juga menggunakan pulpen Pilot Frixion.

Awalnya waktu dia mau nulis, dia ga menemukan pinsilnya, jadi saya kasihlah pulpen yang ada di dekat saya yang kebetulan adanya pulpen Pilot Frixion. Nah ternyata karena ujung pulpennya cukup kecil, tulisan Jonathan bisa lumayan rapih, selain itu kalau dia salah menulisnya masih bisa dihapus dan ditulis ulang dengan cukup bersih. Tentunya saya ga boleh lupa untuk memfoto tulisan Jonathan di jurnalnya secara berkala, buat jaga-jaga kalau bukunya tiba-tiba kena panas matahari dan isinya hilang.

Kembali ke Rutinitas

Hari Senin kami mulai hari sekolah di rumah kami setelah liburan hampir 1 bulan di Indonesia. Berbeda dengan kegiatan sekolah biasanya, saya memberi tugas sekolah 1 pelajaran saja pada hari pertama dan 2 pelajaran pada hari ke-2. Rencananya baru minggu depan kami akan melakukan kegiatan homeschool secara penuh.

Kegiatan belajar di luar rumah juga sudah dimulai, tadi Jonathan sudah pergi ke kelas Kumon, tapi rencananya kelas Art baru dimulai minggu depan. Mengembalikan kegiatan ke rutin sebelumya bisa saja langsung semuanya sekaligus seperti halnya kalau belajar di sekolah, tapi saya ingin membangun mood sedikit demi sedikit supaya suasana belajarnya bisa tetap menyenangkan buat Jonathan.

Joshua tracing tulisan Thai

Joshua gak mau kalah, walau ga disuruh dia kembali sibuk dengan menulis di white board, menyanyikan berbagai math fact ataupun alphabet. Dia juga ingin mewarnai dan melatih kemampuan tracing huruf Thai selain huruf biasa. Untuk Joshua, saya tetap belum berikan pelajaran khusus, biasanya saya bebaskan dia mau mengerjakan apa dan malahan saya ajakin main mainannnya daripada belajar terus menerus.

Setelah berlibur lama di Indonesia, Joshua bisa menghitung dalam bahasa Indonesia sampai dengan 30 (tiga puluh), kadang-kadang masih gak mengerti cara Joshua mengenai pola urutan dari angka ataupun bagaimana dia menghapalkan berbagai fakta matematika. Sekarang ini Joshua menghapalkan tabel perkalian sampai perkalian 5 dalam bahasa Inggris dan mulai berusaha untuk mengucapkannya juga dalam bahasa Indonesia.

Ngomong-ngomong, waktu kami tiba di Chiang Mai beberapa hari lalu, udara tidak sedingin musim dingin, malahan cenderung panas. Eh tau-tau hari ini dari pagi udaranya dingin dan hujan. Belakangan ini memang cuaca di Chiang Mai agak aneh, ada hujan di musim dingin dan kadang juga ada hujan di musim panas. Untungnya musim hujan jadinya tidak selalu hujan dan sehari-harinya matahari selalu ada walau di musim hujan.

Kalau udara lagi dingin dan hujan rasanya agak enggan untuk melakukan kegiatan keluar rumah. Mudah-mudahan musim dinginnya kembali normal dalam arti hawa dingin dengan matahari yang cerah sehingga bisa enak jalan-jalan keluar rumah.

Sekarang ini saya harus menuliskan lagi jadwal harian kegiatan sekolah Jonathan yang baru. Ada beberapa hal yang ingin dipindahkan harinya untuk menambahkan kegiatan yang baru. Rasanya setelah terbiasa dengan beberapa hal di hari yang sama, untuk memindahkan kegiatan ke hari lain kadang-kadang gak mudah juga, apalagi kalau kegiatan itu mempengaruhi pengerjaan pelajaran sekolah.

Kadang saya terpikir, jam homeschooling kami yang udah sangat singkat saja masih bikin saya bingung atur jadwal untuk pelajaran di luar rumah seperti art, piano, bahasa Thai dan taekwondo, gimana ya dulu kami mengatur jadwalnya Jonathan waktu masih ke sekolah Senin sampai Jumat dari pagi sampai sore. Gak heran dulu setiap Sabtu dan Minggu, waktu kami tersita untuk mengantar Jonathan ke berbagai kegiatannya. Sekarang ini setiap Sabtu dan Minggu kami bisa berekreasi bersama-sama atau sekedar bermalas-malasan di rumah (family time).

Ternyata, memiliki rutin itu lebih menyenangkan dan lebih mudah untuk mengatur anak-anak di bandingkan mode liburan yang kegiatannya berbeda setiap harinya. Dengan adanya rutin yang sama, lebih mudah juga menyuruh anak tidur siang (sekalian ikutan tidur siang kalau perlu).

Salah satu kelebihan dari sekolah di rumah yang di rasakan saat ini, ada fleksibilitas untuk mengubah rutin yang ada kalau dibutuhkan, dan kalau misalnya terasa jenuh atau ada kegiatan khusus, jadwal bisa disesuaikan sewaktu-waktu hehehe. Misalnya seperti sekarang ini, lagi ada oppung yang datang ke Chiang Mai, kami bisa saja sewaktu-waktu meliburkan kegiatan sekolah dan menggantikannya di hari lain hehehe. Kalau ke sekolah mana bisa seperti itu.

Kalau anak punya rutin tertentu, otomatis saya juga rutinnya makin jelas. Kalau anak bisa tidur lebih awal, saya juga jadi bisa punya waktu buat menuliskan blog asalkan idenya sudah ada hehehe.

Review Homeschooling Grade 3 Term 1

Mulai besok, saya memutuskan untuk meliburkan kegiatan homeschooling Jonathan. Pelajaran kelas 3 yang sudah dimulai sejak bulan Juli dengan jadwal mengerjakan workbook 4 hari seminggu berhasil menyelesaikan lebih dari target materi yang direncanakan semula. Rencananya term ke-2 akan dimulai setelah kembali dari Indonesia. Liburan panjang dulu kayak sekolah-sekolah juga kan ada liburan panjang hehehe.

Kegiatan homeschool grade 3 ini lebih banyak dikerjakan Jonathan secara mandiri. Kegiatannya masih seperti sebelumnya dimulai jam 9 pagi dan selesai sebelum jam 12 siang. Hari tertentu bisa selesai jam 1.30 karena paginya ada kegiatan les piano 1 jam di luar rumah. Dibandingkan tahun sebelumnya, sekarang ini jadwalnya sudah semakin jelas dan saya juga berusaha mencetak jadwal mingguan untuk Jonathan. Kami masih cukup fleksibel, tapi biasanya saya upayakan kalau tidak terpaksa kami tetap kerjakan semuanya dipagi hari.

Kenapa dipagi hari? biar siang hari bisa istirahat atau main-main atau kalau ada kegiatan luar rumah gak harus mikirin harus segera pulang supaya menyelesaikan pekerjaan sekolah. Kadang kalau terpaksa ya bisa juga diliburkan dadakan hahaha. Dengan kegiatan 4 hari sekolah 1 minggu dan rata-rata 3 jam sehari, rasanya Jonathan punya banyak waktu untuk membaca dan beristirahat. 

Dari target kurikulum yang kami pakai, berikut ini jumlah pelajaran yang sudah selesai:

  • Math 5 buku dari 10 buku
  • Reading 5 buku dari 10 buku
  • Language Arts 5 buku dari 10 buku
  • Bible 3 buku dari 5 buku
  • Science 5 buku dari 10 buku
  • Social Studies 4 buku dari 6 buku

Pelajaran Bible dan Social Studies semester depan bisa lebih cepat selesai. Tapi ada juga beberapa rencana yang tidak berlanjut. Awalnya kami ingin juga melakukan pelajaran ekstra dengan papa di malam hari, pelajaran story of the world dan science in the beginning. Tapi karena papanya lagi banyak kerjaan, dan basically pelajaran dari CLE sudah ada social studies dan science, maka kami putuskan menunda melanjutkan 2 buku itu. Rencananya nanti kalau ada waktu di term ke-2 kami akan lanjutkan pelajaran dengan 2 buku tersebut.

Bagaimana dengan nilai akademiknya? Dari hasil test yang dilakukan setiap pelajaran ke-5, ke-10 dan ke-16 (dalam 1 buku ada 16 pelajaran), rata-rata nilainya masih diatas 90. Walau nilai akademik masih bagus, masalah fokus belajar Jonathan masih kurang bagus. Kadang-kadang saya masih harus selalu mengingatkan dia supaya ga bengong, terutama di hari-hari di mana ada libur kejepit, pasti deh fokusnya bubar jalan lagi.

Tulisan Jonathan masih kurang bagus dibandingkan dengan anak seumurnya. Walau begitu, secara umum tulisannya sudah semakin baik, terutama kalau dia ga buru-buru menuliskannya. Mengikuti instruksi kadang masih suka terlewat, misalnya beberapa problem matematika dia masih skip kerjakan. Pengerjaan latihan speed drill matematika untuk persoalan pengurangan juga masih kurang baik. 

Pelajaran yang paling dia sukai sekarang ini Reading, Bible dan Social Studies karena bisa dikerjakan dengan sangat cepat. Untuk pelajaran math dia bisa mengerti konsep baru dengan cepat. Sejauh ini dia sudah mempelajari tabel perkalian sampai perkalian 12 dan mulai dikenalkan dengan konsep pembagian. 

Pelajaran diluar buku CLE, dia masih ikut kelas piano, taekwondo, kumon bahasa Thai dan kelas menggambar di Global Art. Term 1 ini juga kami mengikuti co-op selama 3 bulan dan dia belajar Beginning Gymnastic, What’s in the Bible dan Fun Science. Pelajaran yang paling dia suka di co-op itu Fun Science, karena setiap kali mereka mengadakan percobaan yang buat dia sangat menarik.

Dipikir-pikir, dengan jadwal homeschooling sekarang ini, Jonathan belajar cukup banyak. Yang kurang itu teman hahaha. Rencananya untuk tahun depan, saya akan masukkan Jonathan ke sebuah program di mana dia bisa bertemu dengan orang yang sama setiap minggunya. 

Kehidupan homeschooling kami juga sekarang ini masih sangat santai. Bangun tidak buru-buru, tidur malam tetap tidak lebih dari jam 10. Siang bisa istirahat. Setiap jumat sore bisa jalan-jalan ke park. Sabtu atau minggu masih bisa ke zoo atau jalan ke tempat lain sama papa. Rencana untuk menambah jadwal berenang belum juga dilaksanakan karena di tempat Jonathan dulu belajar berenang sedang tidak ada guru bahasa Inggrisnya. Saya mencoba mengajar sendiri, tapi dia lebih suka main-main kalau berenang dibandingkan belajar berenang.

Secara berkala kami masih tanyakan ke Jonathan apakah dia mau kembali ke sekolah supaya punya banyak teman (dengan jadwal harus bangun pagi, tidur awal, kemungkinan ada banyak PR). Tapi sejauh ini jawabannya masih sama: mau sekolah di rumah saja. Ah senangnya besok liburan homeschooling, artinya sayanya juga libur mengajar dan ingetin dia kerjain kerjaan sekolahnya hehehee.

Review Buku Space Taxi: Archie Takes Flight

Buku ini salah satu yang saya beli di Big Bad Wolf kemarin. Saya belum pernah membaca tentang seri ini, sekilas dari judulnya sepertinya menarik, Space Taxi. Buku yang saya beli bundle 4 buku jadi 1 seharga 140 baht, tergolong sangat murah mengingat harga buku baru untuk chapter books biasanya sekitar 200-350 baht di toko buku Asiabooks. Judulnya Space Taxi, dibagian belakang bukunya ada klaim menyertakan fakta ilmiah juga. Saya pikir, karena Jonathan cukup suka membaca mengenai hal-hal yang terkait mengenai luar angkasa, buku ini akan menarik minatnya untuk membacanya.  

4 buku jadi 1 seharga 140 baht

Satu hal yang bikin saya suka dengan buku ini adalah: tulisan di dalamnya menggunakan font yang cukup besar. Saya tidak perlu kacamata saya untuk membacanya haha. Di dalamnya juga ada beberapa ilustrasi yang cukup membantu imajinasi untuk menikmati buku ini. Cerita dalam buku ini mengenai seorang anak bernama Archie Morningstar yang berumur 8 tahun 8 bulan 8 hari yang untuk pertama kalinya ikut papanya bekerja di malam hari. Papanya bekerja sebagai supir taxi dan jam kerjanya berbeda dengan jam kerja biasa, jadi ini seperti pengalaman pertamanya juga untuk boleh bergadang di malam hari hahaha.

Lanjutkan membaca “Review Buku Space Taxi: Archie Takes Flight”