Aplikasi Toko Online dengan Google AppEngine

Ceritanya Risna dan temennya mau buka toko online (needleyarn.com). Risna dah mencoba-coba aneka shopping cart, baik yang populer ataupun yang nggak. Selama beberapa minggu Risna mencoba memakai dan mengkustomisasi Joomla + Virtuemart. Fiturnya memang sip, tapi ada beberapa kelemahannya. Kelemahan pertama loadingnya berat (ketika loading, total ukuran halaman utama saja sudah 1.5 mb), kelemahan berikutnya adalah proses pembelian tidak seperti yang diharapkan (harus ada registrasi dsb). Proses managemennya juga sulit dan kadang membingungkan (misalnya untuk insert video youtube saja harus menginstall modul tertentu).

needleyarn

Sebenarnya banyak sekali orang Indonesia yang membuat situs belanja (online shop) kecil di multiply dan blogspot, dan cara belanja yang sederhana itu cukup diminati banyak orang. Biasanya toko di multiply/blogspot itu hanya sekedar etalase. Setelah melihat gambar dan deskripsinya, orang bisa memesan via email dengan menyebutkan produknya. Karena tokonya kecil, maka belum tentu produk tersedia, dan ongkos kirim juga belum bisa dihitung. Untuk produk handmade, pemilik toko belum tentu sempat membuatkan pesanan. Pemilik toko akan mengkonfirmasi mengenai ketersediaan dan harga. Jika sudah, maka transfer melalui rekening bank akan dilakukan (mengingat banyak yang belum punya paypal dan kartu kredit, serta banyak yang tidak yakin memakai kartu kredit di Internet). Tidak ada proses registrasi, jadi sifat tokonya semi manual.
Lanjutkan membaca “Aplikasi Toko Online dengan Google AppEngine”

Bandung Malaysia

Sekarang ini penerbangan Air Asia dari Kuala Lumpur ke Bandung tersedia 3 kali sehari. Agak bertanya-tanya mengingat Bandung bukanlah kota besar. Ternyata, orang Malaysia gemar berbelanja ke Bandung. Dengan duit yang tidak seberapa mereka merasa tiba-tiba kaya begitu sampai di Bandung demikian yang di sebutkan oleh orang-orang Malaysia di forum internet.

Teringat beberapa tahun yang lalu, waktu itu saya masih tinggal di Bandung. Dalam perjalanan menuju Airport Cengkareng saya bertemu dengan seorang ibu dan 2 anak asal Malaysia. Masa itu penerbangan ke Bandung belum seperti sekarang darI KL. Waktu saya bertanya apa yang dia suka dari Bandung, dia jawab: oh saya senang berbelanja ke Bandung, setahun saya bisa 3 kali datang ke Bandung untuk belanja. Di Bandung baju-baju bisa di beli murah dan saya jual dengan lumayan harganya di Malaysia. Saya rasa ibu itu bisa-bisa pergi pagi pulang petang kalau sekarang dapat tiket murah Air Asia.

Fakta bahwa orang Malaysia gemar belanja ke Bandung membuat saya bertanya-tanya kenapa orang Indonesia sepertinya selalu ingin belanja ke Malaysia, Singapore atau bahkan ke Bangkok?. Mata uang Indonesia nilai tukarnya lebih rendah dari mata uang negara tetangga. Kalau warga negara tetangga datang ke Indonesia mereka bisa merasa tiba-tiba kaya, artinya kalau rupiah di bawa belanja ke negara tetangga semua akan terasa mahal. Semakin tidak ada alasan untuk shopping ke negara lain selain Indonesia.

Ah jadi kangen Bandung. Seandainya saja ada penerbangan Chiang Mai – Bandung atau bahkan Chiang Mai – Jakarta sekalipun, pasti rasanya menyenangkan sekali bisa pulang ke Bandung dengan mudah. Kapan ya bisa ke Bandung lagi….

Flickr di Facebook dan Ravelry

Sebenarnya dari dulu Joe udah mengusulkan untuk menggunakan fasilitas flickr berbayar sebagai tempat penyimpanan foto kami, tapi karena saya orangnya agak pelit saya selalu kasih alasan untuk tidak bayar flickr. Setelah akhirnya dengan berbagai cara Joe meyakinkan saya bahwa flickr bisa di share dengan mudah dan kita tidak perlu berulang kali mengupload foto untuk berbagai situs yang kami punya, selain sebagai tempat back-up semua foto-foto kami,  akhirnya saya setuju. Kami sepakat untuk menggunakan 1 account flickr bersama, karena sudah tentu Joe yang akan mengurus upload foto yang sangat banyak terlebih dahulu.

Setelah Joe mengupload semua foto yang pernah ada, bagian berikutnya yang cukup menyita waktu adalah mengorganisasikan foto. Mengupload foto dilakukan secara otomatis, jadi Joe emang agak curang melakukan bagiannya. Sedangkan mengorganisasikan foto harus dilakukan manual karena perlu dipilih mana yang cukup bagus buat di published dan mana yang kurang oke buat disimpan saja.

Selain memilih-memilih yang mana yang perlu dipublished, bagian lain yang cukup memakan waktu adalah mengelompokkan foto-foto. Kelebihan memakai flickr berbayar sudah tentu bisa memiliki set dan koleksi yang lebih banyak daripada yang gratisan. Jadinya saya bisa menyimpan hasil kerajinan tangan saya ataupun hasil eksperimen saya di dapur secara terpisah. Kami juga bisa mengelompokkan foto jalan-jalan kami baik yang di Indonesia maupun setelah tinggal di Chiang Mai.

Setelah hampir sekian persen beres-beres, sekarang saya malah kesenangan mengorganisasikan flickr ini. Kebetulan saya join komunitas rajut ravelry.com, saya bisa langsung sharing foto saya dari flickr dan tidak perlu mengupload ulang lagi. Lalu di facebook juga ada aplikasi untuk berbagi foto flickr langsung dari dalam facebook: Flickr Photosets, sehingga saya lagi-lagi ga harus upload foto berulang-ulang ke facebook.

Lalu, ada lagi flickr badge yang bisa di filter berdasarkan set ataupun tag, atau hanya foto tertentu, sehingga bisa menjadi widget seperti yang ada di sidebar blog ini. Dan yang tidak kalah penting adalah, dari Windows Live Writer (software yang saya gunakan untuk posting blog), ada plug-in untuk menyisipkan Flikcr Image, sehingga saya bisa tinggal pilih-pilih dan voila, saya ga perlu upload foto lagi buat ngeblog (termasuk di blog saya yang lain).

Sebenarnya, buat yang tertarik menyimpan foto di flickr tapi masih tidak mau bayar, fasilitas-fasilitas yang saya sebutkan diatas bisa saja dinikmati, akan tetapi akan ada batasan besarnya foto yang bisa di upload, batasan jumlah foto yg bisa di upload sebulan, batasan jumlah set dan tidak adanya collection. Intinya, kalau gratis ya sudah pasti ada batasan. Sedangkan Joe dan saya orangnya mau praktis, jadi kami memilih untuk mengupload filenya seukuran hasil foto tanpa diedit terlebih dahulu. Dipikir-pikir, sayang sih punya kamera sekian megapixel kalau kemudian yang di upload di kecilin jadi ukuran 640×480 :P.

Duh kok saya kesannya jadi jualan flickr, nggak kok ini cuma bagi-bagi pengalaman aja, saya tidak dibayar sepeserpun buat promo flickr, malahan bayar tuh biar punya account pro di flickr :). Yuk ngeflickr.

Ngeplurk via Instant Messenger

Buat yang belum tahu apa itu plurk, silahkan melihat contoh-contoh plurk yang ada. Misalnya punya saya di sini. Buat Anda yang sudah tahu apa itu plurk, sudah tahukan Anda kalau sekarang kita bisa ngeplurk via Instant Messsenger?. Saat ini IM yang bisa memposting isi plurk kita masih Google Talk/Jabber saja, tapi mungkin ke depannya siapa yang tahu apalagi kejutan dari Plurk.

Saya tidak tahu sudah berapa lama fasilitas ini ada, tapi saya baru tahu hari ini. Caranya mudah, dari bagian My Account, anda bisa pilih Instant Messenger. Masukkan id gtalk Anda.

1 myaccount
Di sudut kanan atas pilih My Account
2 instantmessaging
Pilih tab Instant messaging, masukkan id gtalk Anda.
3 readytoplurk
Anda akan menerima konfirmasi seperti ini jika sudah memasukkan id gmail Anda.
4 followfriendplurkviagtalk 
Jika ingin mengikuti teman via plurk, pilih My Friends, lalu ubah IM follow menjadi on (defaultnya off).

Pertama kali kita harus menuliskan id plurk kita di id gtalk bot plurk. Selanjutnya apapun yang kita ketikkan di window chat dengan Bot, hasilnya akan muncul di posting plurk kita. Berikut ini contoh saya memposting plurk dari gtalk.

botplurk testplurk
gtalk dengan bot plurk hasil yang tampil di plurk saya

Kalau kita mengikuti plurk seseorang via IM, maka kita akan menerima semua balasan terhadap thread posting orang tersebut. Saat ini saya tidak tahu bagaimana mereply posting plurk via gtalk. Ada yang tahu bagaimana?

Ternyata saat saya menulis posting ini, Joe coba-coba dan nemu cara reply via gtalk. Begini caranya, perhatikan gambar berikut

replyplurk replyplurk2
#8ceos adalah id msg plurk  

ketika kita menerima post plurk, post tersebut disertai dengan tanda dash – dan ada # dan angka. Itu adalah id posting plurk. Untuk membalasnya, ketikkan saja id tersebut dan pesan balasan kita. Voila, maka ketika saya mengetik #8ceos sip sip, lalu pesan saya itu muncul sebagai balasan di thread testing saya sebelumnya. Ah ngeplurk jadi tambah asik dong sekarang 🙂

Yuk ngeplurk 🙂