Pilot Frixion Ballpoint dan Marker

Pilot Frixion ini merupakan jenis pulpen dan marker yang bisa dihapus. Awalnya tahu jenis pulpen ini waktu membeli Elfin Book (buku yang bisa dilap pakai lap basah berkali-kali). Setelah sekian lama, akhirnya menemukan kalau bisa beli ballpoint dan markernya di Lazada Thailand. Ada juga pilihan kalau mau membeli isinya saja.

ballpoint dan markers Pilot Frixion

Bedanya pulpen yang dibeli sekarang dengan yang sudah pernah dibeli sebelumnya hanya soal tutupnya saja. Kalau sebelumnya ketika memakai pulpen sering sekali mencari-cari tutupnya di mana, nah karena yang ini ballpoint yang sistem click, jadi tidak ada tutup yang hilang. Untuk menghapusnya juga bisa langsung gunakan bagian belakang pulpen, atau ya kalau ditulisnya di ElfinBook bisa langsung dilap basah seperti biasa.

Lanjutkan membaca “Pilot Frixion Ballpoint dan Marker”

Penjelasan DNS Flag Day

Tanggal 1 Februari nanti akan ada perubahan bersangkutan dengan DNS (Domain Name System). Secara singkat: berbagai domain yang terdaftar di berbagai DNS server yang tidak compliant dengan standar EDNS akan bermasalah sejak tanggal itu. Sebagai user: kemungkinan beberapa domain menjadi tidak bisa diakses sejak tanggal tersebut (atau beberapa hari/minggu setelahnya).

Sayangnya penjelasan singkat tersebuttidak cukup dan bikin penasaran banyak orang: sebenarnya apa sih yang akan terjadi? Saya coba cari sekilas belum ada penjelasan dalam bahasa Indonesia yang mudah dimengerti, jadi saya akan mencoba menjelaskannya di sini. Sebelum masuk ke penjelasan flag day ini, saya akan mulai dulu dengan penjelasan singkat tentang DNS dan sedikit sejarahnya karena ini ada hubungannya dengan masalah saat ini.

Apa itu DNS?

Pada Internet Protocol (IP) ketika sebuah program melakukan koneksi ke sebuah server berdasarkan nama, maka diperlukan proses translasi dari nama menjadi alamat IP. Proses translasi ini dulunya hanya memakai file teks (hosts.txt) ketika internet belum besar. Sampai sekarang pun ini masih didukung berbagai sistem operasi dengan file hosts.

Lanjutkan membaca “Penjelasan DNS Flag Day”

Pengalaman Pemilu di Luar Negeri

Hari ini dapat surat dari panitia pemilu luar negeri perwakilan Bangkok berisi bukti pendaftaran pemilih untuk pemilu 2019. Tahun ini merupakan kali ke-3 kami mengikuti pemilu di Thailand. Kalau diperhatikan, dari masa ke masa sepertinya kegiatan sosialisasi untuk pemilu bagi kami yang merantau ini makin lama semakin baik.

Bukti sudah terdaftar ikut pemilu 2019

Karena kami jauh dari Bangkok, kami memilih lewat surat suara yang dikirimkan melalui kantor pos. Biasanya di dalamnya selain surat suara juga disediakan amplop yang sudah berisi perangko untuk mengembalikan surat suara kembali ke Bangkok. Gak ada alasan deh untuk tidak bisa ikut pemilu karena tidak berdomisili di Indonesia.

Sosialisasi pemilu yang paling banyak informasinya itu tahun ini. Sebelumnya juga sudah cukup banyak, tapi mungkin dengan semakin mudahnya akses informasi melalui HP, panitia pemilu juga berusaha untuk memanfaatkan internet untuk penyebaran informasi dan juga mengontak per orang. Buat kami yang jauh dari kedutaan, panitia pemilu juga mendatangi kami untuk memberikan informasi secara langsung (siapa tau pada malas baca website hehehe).

Awalnya biasanya dihimbau untuk mendaftarkan diri secara online. Lalu kemudian kalau ada yang tadinya ragu-ragu mau daftar atau kelewat daftar, masih ada lagi pendaftaran susulan. Panitia pemilu juga secara aktif berusaha menanyakan keberadaan warga yang punya hak pilih untuk memastikan semua orang bisa menggunakan hak pilihnya.

Pemilu tahun ini akan diadakan serentak 17 April 2019 di wilayah Indonesia, tapi untuk masyarakat Indonesia yang di luar negeri, biasanya pemilu di kedutaan di adakan lebih awal dari jadwal di Indonesia. Yang dikirimkan via pos, menerima surat suara lebih awal lagi dari jadwal pemilihan di kedutaan. Jadwal penghitungan surat suara biasanya akan disamakan dengan penghitungan surat suara di Indonesia.

Seingat saya, selain memilih presiden, kami yang di luar negeri ini juga mendapat surat suara untuk anggota DPR Pusat. Saya juga ingat, pemilu 5 tahun lalu, karena ada serombongan mahasiswa sedang mengunjungi Chiang Mai, KBRI mengatur supaya mereka tidak kehilangan hak suara dan mengirimkan panitia pemilu dari Bangkok untuk datang membawa kotak suara dan jadilah kegiatan pemilihan dengan bukti mereka menunjukkan kartu identitasnya. Buat warga Indonesia yang di Chiang Mai waktu itu juga bisa memasukkan surat suara yang sudah mereka pilih ke kotak suara yang di bawa khusus tersebut, jadi tidak perlu dikirimkan lewat pos lagi.

Warga Indonesia di Chiang Mai tidak terlalu banyak, tapi ketika beberapa waktu lalu diadakan pertemuan untuk sosialisasi menghindari terdaftar sebagai pemilih ganda, yang datang kira-kira lebih 20 orang. Belum cukup banyak untuk membuat panitia pemilu mengirimkan petugasnya datang ke Chiang Mai membawa kotak suara.

Memilih dengan mengirimkan kembali via Pos sebenarnya lebih enak. Kita bisa dengan santai melihat surat suara lalu menimbang-nimbang siapa yang mau dipilih. Untuk memilih presiden mungkin gak butuh waktu lama untuk menimbangnya. Kebanyakan orang sudah bisa langsung menentukan pilihannya di masa kampanye ketika mendengarkan visi misi dan juga argumen dalam acara debat. Memilih wakil rakyat di DPR lebih sulit karena ga semua orang bisa ditemukan informasinya di google. Tapi sepertinya untuk tahun ini banyak juga caleg yang menyediakan banyak informasi melalui website ataupun media sosialnya.

Semoga acara pemilihan umum bulan April nanti berjalan dengan lancar dan siapapun yang terpilih bisa menepati janjinya dan membawa Indonesia lebih baik lagi dari sekarang, jadi kalau mudik ke Indonesia rasanya bisa lebih nyaman lagi deh. Ayo yang udah terdaftar sebagai pemilih, jangan sampai hak pilihnya gak dipakai ya.

Nonton TV Indonesia Online

Sebenarnya kami bukan orang yang sering menonton TV, terutama acara TV yang banyak iklannya. Sejak tinggal di Chiang Mai kami sudah terbiasa tidak menonton TV, apalagi siaran TV Indonesia. Tapi setiap kali baru pulang dari Indonesia, karena di sana biasanya selalu ada TV menyala, Jonathan jadi ikutan nonton dan kamipun terpikir untuk mencari tahu bagaimana supaya bisa menonton siaran TV Indonesia.

Waktu pertama kali mengetahui siaran TV Indonesia bisa ditonton dari internet (sekitar tahun 2008), rasanya senang sekali. Tapi setelah tahu, ya akhirnya tetap saja gak ditonton. Waktu itu masalahnya selain kami tidak terlalu merasa ingin menonton, juga nontonnya sering ada buffering dan terputus-putus. Daripada menonton acara terputus-putus, kami memilih menonton TV Series yang sudah di download hehehe.

Beberapa tahun lalu, kami juga memasang parabola di rumah atas permintaan eyang yang berkunjung ke Chiang Mai. Karena hiburan eyang ya nonton TV dan eyang tidak mengerti nonton acara TV Thailand, ya kami pun memasang parabola yang menghadap ke satelit yang menyiarkan siaran TV Indonesia. Seperti biasa, setelah eyang pulang, kami tidak lagi menonton acara TV Indonesia.

Beberapa kali setelah itu, setiap eyang datang, Joe harus mensetting ulang untuk mencari stasiun TV yang biasa di tonton eyang. Masalahnya, tidak semua siaran TV Indonesia berada dalam satelit yang sama, jadi hanya sebagian stasiun TV yang bisa kami tonton. Pernah juga kami merekam beberapa film Paw Patrol berbahasa Indonesia yang disiarkan di TV Indonesia, lalu Joe akan mengedit menghilangkan iklannya untuk ditonton anak-anak supaya mereka juga bertambah kosa kata bahasa Indonesianya.

Waktu pulang terakhir kemarin, Jonathan mengikuti beberapa film anak-anak yang diputar di AnTV dan juga menonton acara Killer Karaoke Indonesia. Waktu sampai di Chiang Mai, Jonathan meminta ke papanya supaya TV di sini bisa menonton siaran AnTV juga. Waktu Joe mencari tahu, eh ternyata siaran ANTV sudah pindah satelit, dan kami harus menggeser arah parabola kalau mau bisa menonton ANTV. Tapi ternyata, kami jadi menemukan kalau ternyata TV Indonesia sekarang ini sudah banyak live stremingnya di Internet dan bisa diakses secara gratis, jadi kami ga perlu susah payah lagi deh sekarang kalau mau nonton TV Indonesia.

hasil pencarian tv online Indonesia di google

Waktu saya memasukkan kata kunci tv online Indonesia ke Google, saya menemukan ada lebih dari 5 situs yang menyediakan jasa streaming TV Indonesia. Saya mencoba beberapa situs yang katanya nonton tanpa buffering. Pada dasarnya, nonton TV Streaming tergantung dengan kecepatan internet juga. Tapi yang saya heran, beberapa situs yang bilang sama-sama live streaming, tapi beda tayangannya bisa sampai lebih dari 2 menit. Karena saya mencobanya sudah tidak di Indonesia lagi, saya tidak tahu situs mana yang benar-benar live streamingnya sama persis dengan siaran TV dengan antena biasa. Kalau lagi nonton pertandingan siaran langsung sepak bola, bisa-bisa dengar tetangga bilang GOL duluan nih hehehe.

Dari berbagai situs yang dicoba, ada 1 situs yang cukup lancar di akses dan juga antar mukanya cukup gampang. Mereka juga membedakan antar muka untuk akses dari komputer atau dari handphone.

vidio dot com diakses dari handphone

Karena sekarang ini TV kami sudah terhubung dengan mini komputer untuk menonton Netflix, adanya layanan streaming TV Online ini juga mempermudah kami mengakses menonton TV Indonesia jika dibutuhkan. Parabolanya mungkin bisa diarahkan ke satelit mengakses siaran TV Thailand hehehe.

Mudah-mudahan situs-situs TV Online ini bisa bertahan lama. Saya lihat, selain menyediakan konten streaming TV Online, mereka juga menyediakan layanan mengupload video untuk subscribernya. Ada juga layanan berbayar untuk menonton channel TV/film tertentu. Kalau untuk kebutuhan menonton streaming saja, untungnya kita ga harus repot-repot login atau bayar dan semoga tetap seperti itu.

Review Brain Quest Deck (Flash Card)

Kali ini saya mau mereview flash card dari Brain Quest. Pertama membeli produk brain quest ini waktu Jonathan masih 2 tahun. Kami menggunakannya tidak terlalu rutin, tapi biasanya sebagai salah satu aktivitas sebelum siap-siap tidur. Flash card brain quest pertama yang kami punya tentunya untuk umur 2-3 tahun, dengan 350 pertanyaan yang berguna membangun vocabulary dari anak usia tersebut. 

Sebagian dari koleksi BrainQuest kami

Jonathan tergolong cepat berbicara dan mengerti banyak hal, dia senang sekali bermain dengan kartu-kartu brain quest ini. Biasanya dalam 1 box ada 2 set kartu, dan terbagi berbagai topik seperti topik bangun tidur, berpakaian, siap-siap berangkat sekolah, kegiatan di sekolah, ke taman, ke playground, di rumah bahkan sampai topik liburan. 

Brain quest ini memang menggunakan bahasa Inggris, tapi karena memang kami dari awal menggunakan 2 bahasa, Inggris dan Indonesia, Jonathan tidak ada masalah dan memang menambah banyak perbendaharaan kata-katanya dia. Setelah agak lama, Jonathan sempat bosan dan kami jadi lupa dengan kegiatan bermain dengan kartu Brain Quest ini.

Setelah Jonathan masuk sekolah, dia ingat dengan kartu Brain Quest yang dia punya dan minta dibelikan seri umur berikutnya. Waktu itu, ga selalu ada urutan umur berikut dari 2-3 tahun, jadi kami sempat skip membeli umur berikutnya 4-5 tahun dan 5-6 tahun. Setelah Jonathan bisa membaca, dia sering membaca sendiri pertanyaan dan jawaban yang ada di kartu. Kadang-kadang dia minta kami bacakan, dan semua pertanyaan yang ada dia bisa ingat jawabannya. Sekali bermain kami ga selalu membaca dari awal sampai akhir, paling ya 5 – 10 kartu saja.

Sejak Joshua mengenal huruf a,b,c dan tertarik dengan membaca, Joshua juga senang diajak bermain dengan Brain Quest. Perkembangan bicara Joshua berbeda dengan Jonathan, Joshua lebih memilih berbahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Setelah beberpa kali diajak tanya jawab dengan kartu brainquest, dia malah sering main sendiri dengan kartu-kartu yang ada. Dia seperti bisa membaca pertanyaan dan jawabannya sehingga kadang saya bertanya-tanya Joshua beneran bisa baca atau dia memang mampu menghapal tanpa pengertian 100 persen?

Karena Joshua suka juga bermain dengan kartu Brain Quest, kami melengkapi seri umur 3-4 tahun. Tapi sejak beberapa waktu lalu, Joshua ga berhenti dengan brainquest yang diperuntukkan sesuai umurnya, dia malah pengen baca juga punya Jonathan untuk kelas 1 dan kelas 2 (tapi kosakatanya sudah terlalu sulit, jadi dia sering minta kami bacakan saja).

Contoh pertanyaan dan jawaban kartu BrainQuest

Selain flash card, brain quest juga ada workbook, app di nintendo dan seri write&erase. Untuk workbook, kami tidak beli semuanya, kami beli hanya kalau Jonathan berjanji untuk mengerjakannya. App nya juga ada untuk grade tertentu saja. Untuk write&erase nya saya belum pernah menemukan di Chiang Mai, padahal kalau ada, pasti Joshua akan senang sekali hehehe.

Kami suka Brain Quest ini karena ukurannya kecil bisa dengan mudah dibawa-bawa di mobil. Pertanyaan dan jawabannya juga dikategorikan berdasarkan umur dan bisa dimainkan sedikit demi sedikit. Untuk anak yang tertarik baca seperti Joshua, kartu-kartu ini juga bisa dipakai untuk dia berusaha baca. Mungkin awalnya dia menghapalkan pertanyaan dan jawabannya, tapi sekarang saya perhatikan dia mulai mengerti dan berusaha merangkai huruf di mana saja untuk dia baca.

Kami menggunakan kartu-kartu ini bukan untuk mendrill anak dan harus hapal, tapi mengikuti apakah anaknya mau bermain atau tidak. Kalau misalnya mereka sedang tidak ingin tanya jawab ya kami bacakan buku yang lain saja. Tapi melihat bagaimana Jonathan dan Joshua bermain menggunakan kartu-kartu dan workbook dari Brain Quest, kami cukup senang karena mereka menganggap belajar itu bukan beban dan seperti menjawab teka-teki silang saja hehehe. Kartu dan workbook dari Brain Quest ini seperti investasi buku. Membantu anak untuk suka belajar tanpa beban dan tetap fun.

Review Mainan Tupperware Shape – O Ball

Saya baru tahu Tupperware memproduksi mainan juga setelah membeli bola yang berisikan puzzle bentuk-bentuk geometri ini. Waktu Jonathan masih 2 tahun, saya pernah melihat mainan seperti ini ketika sedang playdate di gereja, tapi saya tidak memperhatikan kalau bola biru merah ini merk tupperware.

Waktu Joshua masih bayi, saya gak sengaja menemukan mainan ini di sebuah toko barang bekas dari Jepang yang jualnya kiloan. Sempat pesimis kalau bentuk-bentuknya masih lengkap, tapi ternyata masih lengkap 10 puzzle bentuk di dalamnya. Serasa nemu harta karun deh.

Sejak Joshua masih belum bisa jalan, sekitar 1 tahunan dia sudah senang main dengan puzzle bola ini. Dia bisa main cukup lama dan berkali-kali walau sudah berhasil dia minta main lagi dan lagi.

Setelah agak lama saya perhatikan, baru saya melihat ada tulisan Tupperware di bola nya. Lalu saya juga baru mengamati, di dalam bentuk geometrinya ada angka dan titik-titik sejumlah angkanya. Kalau diperhatikan mereka berusaha membuat angka yang tercetak di dalamnya sejumlah sisi dari bentuk geometrinya. Mulai 1 untuk lingkaran dan 10 untuk bentuk bintang.

Selain bermain memasukkan puzzle ke dalam bolanya, Joshua juga berusaha menyebutkan nama bentuknya setiap kali sebelum memasukkan bentuk ke dalam bola.  Setelah dia mengenal angka, dia juga suka mengurutkan objeknya berdasarkan angka di dalamnya.

Barusan saya iseng membaca review benda ini, ternyata mainan ini merupakan mainan klasik dari puluhan tahun silam. Ada yang anaknya sudah berumur 30 tahunan dan mainan ini diwariskan ke cucuya. Kalau melihat dari material plastiknya memang cukup kuat, asalkan jumlah shapesnya nggak hilang, mainan ini memang bisa bertahan cukup lama.

Tapi sepertinya, daripada disimpan puluhan tahun, mainan ini akan saya donasikan atau dijual lagi saja. Lumayan kan bisa untuk beli mainan lainnya hehehe. Tapi untuk sekarang ini, walau mainan ini sudah terlalu gampang untuk Joshua mainkan, dia masih suka memainkannya cukup lama. 

Mainan ini selain mengenalkan bentuk dan angka, juga bisa dipakai untuk mengajarkan kata-kata buka, keluarkan, masukkan, urutkan. Ukurannya juga cukup besar dan tidak perlu kuatir di masukkan ke mulut, tapi juga tidak terlalu besar sehingga anak susah memegangnya. 

Kalau ada yang punya anak toddler dan bingung mau beliin mainan lagi, saya merekomendasikan mainan ini. Kalau bisa beli bekas saja, soalnya harganya barunya sepertinya cukup mahal. Asal bentuk-bentuknya masih lengkap, mainan ini masih cukup fun untuk dimainkan

Review Flo (Period Tracker)

Hari ini saya mau mereview aplikasi Period Tracker Flo, Pregnancy & ovulation Calendar yang saya gunakan untuk mencatat siklus tamu bulanan para wanita, kalau Anda pria dan belum menikah silakan skip post ini hehehe. Kalau Anda sudah menikah, silakan baca siapa tahu bisa berguna untuk pasangan Anda. Ada banyak aplikasi untuk mencatat siklus menstruasi di HP, awalnya saya ga sengaja menemukan aplikasi ini dan ternyata cukup akurat dan tentunya gratis tanpa iklan. Aplikasinya tersedia untuk android maupun iPhone.

Flo di Google Play

Saya pertama kali mencari tracker period ini sejak selesai menyapih anak pertama. Dulu saya tidak tahu kalau kita bisa membuat login profil dan datanya bisa tetap tercatat asalkan kita login dan sinkronisasi data kita ke servernya, Saya selalu instal aplikasi ini walau pindah HP beberapa kali. Selain mencatat siklus bulanan, aplikasi ini juga bisa mencatat banyak hal terkait kesehatan kita wanita. Saya juga sempat menggunakannya untuk mencatat progress kehamilan anak ke-2, sayangnya data yang itu hilang karena saya belum tahu mengenai fitur login pada waktu itu.

Lanjutkan membaca “Review Flo (Period Tracker)”