Vokal Bahasa Thai (bagian 4 )

Tulisan kali ini membahas 8 huruf vokal bahasa Thai yang dibagi menjadi 4 huruf vokal pendek dan 4 huruf vokal panjang. Kelompok vokal ini merupakan kelompok vokal yang bunyinya agak sulit untuk diucapkan dan perlu latihan untuk membedakan bunyinya. Bentuk penulisannya juga butuh konsentrasi buat mengingatnya karena selain mengapit konsonan masih ada lagi tambahan simbol di atas konsonan.

vokal pendekbunyivokal panjangbunyi
อัวะuaอัวuaa
เอียะiyaเอียiyaa
เอือะeuaเอือeuaa
เออะe (kencang)เออee

Bunyi อัวะ dan อัว dalam bahasa Indonesia seperti bunyi ua ketika mengucapkan kata tua. Untuk vokal pendek tentunya diucapkan dengan singkat dan untuk vokal panjang bunyi a nya bisa lebih panjang terdengar. Untuk aturan nada mengikuti aturan vokal panjang dan pendek seperti yang pernah dipelajari sebelumnya. Tentunya masih ingatkan, kalau tidak ingat bisa dilihat di posting ini.

KataNada Baca
ผัวะphua (nada rendah)
ผลัวะphlua (nada rendah)
ตัวtuaa (nada tengah)
บัวbuaa (nada tengah)
วัวwuaa (nada tengah)
มัวmuaa (nada tengah)
ถัวthuaa (nada menaik)

Bunyi เอียะ dan เอีย dalam bahasa Indonesia seperti kita menjawab iya, bedanya vokal pendek kita sebutkan dengan huruf a lebih pendek dan vokal panjang kita bisa mendengar bunyi huruf a diakhir lebih lama menjadi iyaa.

Contoh kata yang menggunakan vokal ini sebagai berikut:

เผียะphiya (nada rendah)
เตียงtiyaang (nada tengah)
เบียร์ biyaa (nada tengah)
เลียliyaa (nada tengah)
เสียsiyaa (nada menaik)

Bunyi เอือะ dan เอือ dalam bahasa indonesia seperti kita menyebutkan huruf e lalu u dan a dengan cepat. Saya belum bisa menemukan kata dalam bahasa Indonesia yang menghasilkan bunyi ini. Untuk contohnya bisa dilihat dari daftar kata berikut ini.

เอือะeua (nada rendah)
เรือreuaa (nada datar)
เลือนleuaan (nada datar)
เนืองneuaang (nada datar)
เถือtheuaa (nada menaik)
เสือseuaa (nada menaik)

Bunyi เออะ dan เออะ dalam bahasa Indonesia seperti bunyi e dalam kata “seperti”, “kencang”, “benang”. Kalau diperhatikan, penulisannya mirip sekali dengan vokal sebelumnya. Perbedaanya, kalau vokal sebelumnya ada simbol tambahan di atas konsonannya, untuk huruf ini hanya ada simbol di kiri dan kanan konsonan.

Berikut ini beberapa kata bahasa Thai yang menggunakan vokal ini:

เจอะje (nada rendah)
เถอะthe (nada rendah)
เยอะ ye (nada tinggi)
เจอjee (nada tengah)
เขอเคอkhee-khee (nada naik – tengah)
เยอyee (nada tengah)

Oke, sekarang sudah semua grup bunyi vokal saya tuliskan. Apakah sekarang sudah bisa baca bahasa Thai? ya bisa sebagian, karena masih ada beberapa aturan lainnya yang belum dituliskan untuk menentukan nada bacanya.

Jangan lupa untuk berlatih mengingat konsonan, kelas konsonan, vokal dan bagaimana cara menuliskan dan membunyikan masing-masing huruf dan silabel yang dibentuk dari kombinasi konsonan dan vokal.

Oh ya, saya tidak bisa menuliskan bahasa Thai setiap hari, supaya ada waktu untuk mengulang-ulang apa yang sudah diketahui. Selamat berlatih! Sampai bertemu ditulisan berikutnya mengenai bahasa Thai.

Matematika SD: Kurikulum Cambridge VS Kurikulum Nasional

Hari ini istirahat dulu dari belajar bahasa Thai. Saya mau cerita pengalaman ikutan KulWAP (Kuliah WhatsApp) dengan topik Matematika SD Kurikulum Cambridge VS Kurikulum Nasional yang diadakan oleh komunitas #emak berbagi.

Beberapa waktu lalu, saya dapat informasi mengenai kulwap ini dari salah satu teman yang saya tahu menghomeschool anaknya sejak dulu. Kami sendiri tidak memakai kurikulum Cambridge ataupun kurikulum Nasional, tapi saya merasa perlu tahu untuk membandingkan dengan kurikulum yang kami pakai.

Sebelum kulwap dimulai, materi sudah diberikan beberapa hari sebelumnya untuk dipelajari. Narasumbernya merupakan guru-guru yang memang berpengalaman mengajar dengan menggunakan kurikulum Cambridge dan juga mempersiapkan murid-murid menghadapi ujian Cambridge, Ujian Nasional maupun untuk homeschooler yang akan mengikuti ujian kejar Paket A.

Mengikuti kulwap begini, saya jadi belajar banyak hal-hal baru juga dan menyadari kalau di Indonesia ada sekolah yang memakai kurikulum lain selain kurikulum nasional. Sebagai ibu homeschooler, saya memilih membeli kurikulum yang sudah jadi karena rasanya tidak sanggup untuk menyusun kurikulum sendiri dan sering ada kekuatiran ada bagian yang terlewat. Setelah membaca garis besar kurikulum Cambridge maupun kurikulum nasional untuk pelajaran Matematika, saya bisa lihat kalau kami masih di jalur yang benar karena pada akhirnya bukan kurikulumnya yang penting, tapi meletakkan fondasi belajar Matematika yang benar supaya anak bisa mengerti dan tidak masalah dengan soal-soal yang lebih kompleks nantinya.

Dalam materi yang diberikan di awal, ada contoh soal untuk ujian akhir Cambridge maupun Kurikulum Nasional. Ada 1 soal yang bikin saya sempat berpikir lama dan bingung hahaha, karena saya tidak bisa langsung melihat relasi dari 2 buah angka dengan pasangan 2 angka lainnya. Tapi sebelum panik karena merasa “loh masa saya ga bisa ujian anak SD!”, saya udah bisa menemukan jawabannya dan jadi teringat inilah pentingnya untuk memberikan variasi contoh soal dari kurikulum lain ke anak, karena bisa saja notasi yang diberikan berbeda dengan yang dia sudah biasa pelajari.

Jonathan sekarang ini masih akan naik kelas 4 SD, masih ada 2 tahun lagi sebelum ujian akhir untuk ke tingkat SMP. Kemarin saya sudah memberikan sedikit contoh soal ujian matematika dalam bahasa Indonesia yang saya dapatkan dari pinjeman di ipusnas. Masalah paling besar bukan dia tidak bisa mengerjakan karena tidak mengerti konsepnya, tapi lebih karena dia tidak mengerti kosakata yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Di dalam kulwap ada juga dibahas, kalau anak perlu dibiasakan dengan kosakata yang digunakan di kumpulan soal matematika baik itu berbahasa Inggris maupun bahasa Indonesia.

Peserta kulwap Matematika ini bukan hanya kalangan homeschooler saja, tapi kebanyakan ya homeschooler. Dari pengalaman hari ini saya jadi kepikiran, kira-kira kalau kami tidak homeschool, saya akan mikirin gak ya kurikulum yang dipakai itu garis besarnya seperti apa? atau saya akan terima beres saja apapun metode yang diajarkan sekolah? Hebatnya, ada beberapa peserta itu anaknya bahkan belum mulai homeschool karena anaknya masih kecil tapi sudah merencanakan akan homeschool.

Dari tanya jawab yang ada selama 3 jam, walaupun saya gak bisa menyimak 100 persen di saat kulwap berlangsung, saya mendapatkan beberapa masukan baru juga untuk cara mengenalkan konsep matematika ke Jonathan dan Joshua. Ada 1 link yang dibagikan yang bisa dicoba dikerjakan bareng anak, tentang melipat dan gunting kertas untuk belajar tentang luas bidang. Nah biar tidak lupa, linknya akan saya sertakan di sini.

Setelah kulwap utama bubar, seperti biasa grupnya belum langsung dibubarkan. Nah kesempatan ini saya pakai untuk mencari teman sesama homeschooler yang anaknya seumuran. Hasilnya? saya dapat banyak teman baru dan komunitas baru. Ternyata memang di Indonesia sudah semakin banyak orang yang memilih Homeschool daripada jalur sekolah formal. Senang rasanya karena punya banyak teman untuk bertanya terutama seputar kurikulum Nasional dan ujian persamaan.

Vokal bahasa Thai bagian 2

Melanjutkan tulisan kemarin, hari ini saya akan mengenalkan lebih lanjut huruf vokal dalam bahasa Thai. Selain 8 vokal di bagian pertama, ada 4 vokal yang disebut sebagai ekstra vokal dalam bahasa Thai. Huruf vokal ini walau ada 4 simbol, tapi hanya ada 3 bunyi . Silabel yang menggunakan ekstra vokal tidak bisa punya konsonan akhir.

Kombinasi dari konsonan dengan ekstra vowel ini dibaca mengikuti aturan vokal panjang. Dari penulisan simbol vokal dalam tabel, konsonan อ bisa digantikan dengan konsonan lain.

อำambunyi gabungan dari a dan m
ไอaiai maai malay
ใอaiai maii muan
เอาawbunyi gabungan dari a dan w

Ada 2 cara menuliskan vokal yang dibaca ai, perbedaan dalam pemakaiannya adalah: hanya ada 20 kata dalam bahasa Thai yang menggunakan ใอ (dan harus dihapalkan), sisanya semua kata lain dengan bunyi ai akan menggunakan ไอ.

Berikut ini 20 kata yang menggunakan ai maai muan ใอ:

Thaidibacaarti
ใหญ่yai (nada rendah)besar
ใหม่mai (nada rendah)baru
สะใภ้sa-pai (rendah-tinggi)ipar perempuan
ใช้chai (nada tinggi)menggunakan
ใฝ่fai (nada rendah)memberi perhatian
ใจjai (nada tengah)hati
ใส่sai (nada rendah)menggunakan
หลง-ใหลlong-lai (tengah-menaik)terobsesi
ใครkrai (nada tengah)siapa?
ใคร่kai (nada menurun)keinginan
ใบbai (nada tengah)daun
ใสsai (nada menaik)bening, transparan
ใดdai (nada tengah)yang mana
ในnai (nada tengah)di dalam
ใช่chai (nada menurun)ya
ใต้tai (nada menurun)di bawah
ใบ้bai (nada menurun)tuli
ใยyai (nada tengah)serat
ใกล้glai (nada menurun)dekat
ให้hai (nada menurun)untuk, memberikan

Contoh lain untuk penggunaan ekstra vokal ini adalah sebagai berikut:

Thaidibacaarti
อำam (nada tengah)berbohong
จำjam (nada tengah)mengingat
คำkham (nada tengah)kata
ขำkham (nada menaik)terhibur
ไอai (nada tengah)gas, uap
ไวwai (nada tengah)dengan cepat
ไขkhai (nada menaik)buka
เอาaw (nada tengah)menginginkan
เมาmaw (nada tengah)mabuk
เสาsaw (nada menaik)tiang, pilar

Dari 12 vokal dan konsonan yang sudah diperkenalkan, semoga sudah mulai bisa membaca tulisan Thai sedikit demi sedikit ya.

Kalau mau berlatih membaca bahasa thai, bisa mencoba mendownload buku pelajaran yang digunakan anak SD di sini. Bisa di cek di link ini. Buku ini bukan saya yang menguploadnya, merupakan buku lama dan sekarang sudah tidak dipakai di sekolah lagi tapi masih sangat berguna untuk berlatih membaca Thai.

Mengenal 5 Nada dalam Bahasa Thai

Mungkin ada yang sudah tidak sabar untuk mengenal lebih lanjut dengan huruf Thai. Tapi sebelum kenalan dengan huruf vokal, sambil mengulang-ulang mengingat konsonan dan kelas-kelasnya ada baiknya kita kenalan dengan 5 nada/tone yang dikenal dalam huruf Thai. Semoga pembaca tidak kecewa karena tertunggu-tunggu ya. Harap maklum, ada begitu banyak informasi penting soal belajar bahasa Thai ini, tapi juga menuliskannya butuh waktu ekstra, jadi kadang butuh dipilih dan dipilah supaya tidak makin membingungkan.

Mengenal perbedaan nada ini penting, karena setelah konsonan, pada saat kenalan dengan vokal kita bisa sekalian belajar aturan menentukan nada dari kombinasi konsonan dan vokal tersebut. Nada ini seperti nada ketika bernyanyi. Kalau nadanya salah, bisa-bisa orang gak tau kita lagi nyanyi apa. Perbedaan pengucapan nada bisa menyebabkan perbedaan arti dari sebuah kata yang sekilas sama ditelinga (penulisannya sudah pasti berbeda). Tapi ada kalanya juga penulisan yang berbeda menghasilkan bunyi yang sama, tapi hal ini sangat jarang terjadi dan dari konteksnya bisa diketahui mana kata yang digunakan.

Contoh kata yang mirip tapi berbeda arti karena perbedaan nada adalah klai dan klai. Kata klai dengan nada menurun dalam bahasa Thai dituliskan ใกล้ artinya dekat, sedangkan kata klai dengan nada datar ditulis dalam bahasa Thai ไกล artinya jauh. Nah ini konteksnya tidak bisa ditebak karena sama-sama mengenai jarak. Kalau bertanya rumahnya di mana? kita bisa-bisa tidak mengerti apakah jawabannya jauh dari sini atau dekat dari sini. Kalau diperhatikan tulisan Thainya juga sekilas mirip, cuma ada 1 tanda baca yang berbeda yang membuat makna kata jadi berbeda.

Seperti sudah beberapa kali saya sebutkan, ada 5 nada yang perlu dikenal dalam bahasa Thai. Nah ketika awal belajar bahasa Thai, saya merasa sulit sekali mengingat bagaimana mengucapkan nada tersebut. Tapi dengan latihan dan mengingat 1 kata yang kita yakin pengucapannya, kita bisa menirukan dan mengingat nada dari setiap kata. Ya, kita harus mengingat nada dari setiap kata. Jadi belajar kosa kata Thai bukan cuma mengingat katanya tapi juga mengingat bunyi nada dari kata tersebut.

Belajar membaca termasuk belajar mengingat bagaimana ejaannya dan otomatis akan ingat nadanya. Tulisan transliterasi bisa saja kita baca sebagai berikut: mai mai mai mai mai. Sekilas kita pikir itu adalah kata yang sama, tapi ketika kita berikan informasi tambahan untuk nadanya menjadi: mai ไม้ (nada tinggi) mai ใหม่ (nada rendah) mai ไม่ (nada menurun) mai ไหม้ (nada menurun) mai ไหม (nada menaik). Dalam tulisan thai menjadi sebagai berikut:ไม้ใหม่ไม่ไหม้ไหม dan artinya kayu yang baru tidak terbakar bukan?

Nah di atas itu sudah ada 4 nada yang kalau kita tuliskan dalam tulisan biasa sama-sama mai. Nada satu lagi apa? Yang satu lagi nada tengah atau nada datar. Contoh katanya ini: มาย dibaca mai juga, tapi nadanya datar, artinya: diukur/dihitung.

Penjelasan teknis dari nada bahasa Thai ini kira-kira bisa dilihat di gambar berikut ini.

Sumber: http://www.thai-language.com/ref/tones
  • Nada tengah dan datar/ Mid tone: silabel diucapkan tanpa mengubah frekuensi suara. Nada tengah ini menjadi patokan untuk naik turunnya nada yang lain. Setiap orang nada tengahnya bisa saja berbeda, tapi ketika mengucapkan nada lain otomatis mengikut sesuai nada tengah.
  • Nada tinggi / High tone: silabel diucapkan lebih tinggi dari nada datar dan semakin menaik
  • Nada rendah/ Low tone: silabel diucapkan dengan nada lebih rendah daripada nada tengah dan semakin rendah
  • Nada menurun/ Falling tone: silabel diucapkan awalnya sedikit lebih tinggi dari nada tengah lalu meninggi dan menurun di bawah dari nada tengah
  • Nada menaik/ Rising tone: silabel diucapkan awalnya sedikit lebih rendah dari nada tengah, lalu semakin rendah dan menaik lebih tinggi nada tengah

Kalau belum jelas, bisa coba cari di YouTube deh penjelasan membedakan 5 tones dalam bahasa Thai, contohnya video ini dan ini . Seperti biasa, penjelasannya dalam bahasa Inggris, tapi cukup mudah kok untuk diikuti. Cara satu-satunya untuk mengenal nada dalam bahasa Thai ya tidak lain dan tidak bukan berlatih dan berlatih. Berlatih membedakan dan berlatih mengucapkan.

Tips dari saya: untuk di awal, ketika latihan mengucapkan nada, mungkin kita tidak usah langsung ingin tahu arti dari setiap kata. Yang terpenting kita bisa membedakan dan mengucapkan nadanya dengan benar. Berikutnya kalau kita sudah mendapatkan kunci dari membunyikan tiap nada, barulah kita mulai mencari arti kata dan mengingat arti dari kata tersebut dan bunyi nadanya. Salah satu yang saya gunakan untuk mengingat nada itu adalah mengingat angka. Kalau kita bisa mengingat semua nada dari angka, kita bisa mengasosiasikan tiap bertemu nada tersebut dengan angka dan membunyikan kata tersebut meniru nada dari angka untuk kata yang baru.

Berikut ini contoh mengingat tone dari tiap angka dalam bahasa Thai bukan dengan mengingat tone nya saja tapi dengan mengingat bagaimana memproduksi bunyi ketika mengucapkan angka tersebut bisa dilihat di video ini.

Udah makin bingung? gak usah bingung dulu, yang penting latihan dan latihan. Belajar bahasa baru kita perlu banyak memorisasi hal baru, dan untuk bahasa Thai kebetulan lebih banyak yang harus diingat hehehe.

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa saya tidak mengikuti penulisan transliterasi dengan menambahkan tanda baca penanda tinggi rendah nada, ya jawabnya karena menuliskan tanda tersebut tidak mudah dan lebih baik ke depannya kita langsung membaca thai scriptnya saja.

Mungkin ada lagi yang bertanya kenapa saya tidak membuat video sendiri atau merekam contoh suaranya sendiri. Nah ini doakan saja saya punya waktu lebih dan kesempatan untuk merekam dan mengedit suara untuk lebih gampang mendengar contohnya ya.

Sampai ketemu di tulisan berikut mengenai pelajaran bahasa Thai.

Bunyi konsonan Thai di akhir

Hari ini kita lanjutkan berkenalan dengan tulisan Thai. Dari 44 konsonan, jika berada di awal silabel akan menghasilkan 21 bunyi, tapi jika diletakkan di akhir silabel, bunyi yang dihasilkan hanya ada 8. Hal ini kenapa orang Thai tidak bisa menyebutkan nama saya dengan benar, karena buat mereka silabel ris- itu akan dibaca menjadi rit, tidak ada bunyi akhir ‘s’. Oh ya tidak semua 44 konsonan ini bisa digunakan untuk akhir dari silabel.

Silabel yang mempunyai bunyi akhir biasanya disebut dengan silabel tertutup. Silabel tertutup dalam bahasa Thai mempunyai 8 bunyi yang dikelompokkan menjadi 2. Pengelompokkan ini berguna untuk aturan tinggi rendahnya silabel tersebut di baca. Selain kelas konsonan, jenis bunyi akhir juga akan menentukan nada dari sebuah silabel.

  • bunyi akhir mati: plosive/stop consonant, bunyi plosive ini dihasilkan ketika bagian dari mulut (lidah, bibir atau tenggorokan) memberhentikan udara yang lewat sehingga suaranya berhenti. Dalam bahasa Thai, konsonan plosive yang dikenali hanya ada 3 bunyi yaitu /-p/, /-t/, dan /-k/
  • bunyi akhir hidup: sonorant/resonant, bunyi akhir dengan menggunakan konsonan sonorant. Bunyi sonorant ini cenderung dapat di dengungkan dan beresonansi. Bunyi ini dihasilkan dari hidung. Dalam bahasa Thai silabel tertutup dengan bunyi akhir sonorant yang dikenali adalah bunyi /-n/, /-ng/ , atau /-m/. Selain bunyi sonorant, bunyi dipthong /-y/ dan/-w/ juga menghasilkan bunyi akhir hidup.
BunyiMCHCLCcatatan
-kข, ฃค,ฅ,ฆmati
-tจ,ฎ,ฏ,ด,ตฐ,ถ,ส,ศ,ษท,ฒ,ฑ ,ธ,ช,ฌmati
-pบ,ปพ,ภ,ฟmati
-nghidup
-nน,ณ,ญ,ร,ล,ฬhidup
-mhidup
-yhidup
-whidup

Huruf-huruf berikut tidak pernah digunakan sebagai bunyi akhir dari silabel tertutup: ฉ,ผ,ฝ,ห,ฮ.

Kesannya ribet banget ya bahasa Thai ini, mengingat 44 huruf konsonan nya aja belum bisa, eh udah harus ingat kelasnya, harus ingat bunyinya kalau di awal dan di akhir, terus kapan bisa bacanya? Gak usah panik dulu, sekarang yang penting tau dulu, lancar kaji karena diulang, kalau sering-sering disebutkan lama-lama akan hapal kok.

Perkenalan dengan konsonan sudah cukup, berikutnya akan dibahas mengenai vokal. Setelah vokal ada lagi namanya tanda baca penentu bunyi (tone mark). Setelah tone mark baru deh kita ngomongin aturan lengkapnya. Sampai ketemu di tulisan berikutnya.

Bunyi Awal Konsonan Thai

Hari ini saya akan melanjutkan tulisan mengenai konsonan dari huruf Thai. Seperti disebutkan ditulisan sebelumnya, ada 44 konsonan dalam bahasa Thai, akan tetapi bunyi yang dihasilkan dari 44 konsonan ini hanya 21 jika huruf tersebut diletakkan di awal suku kata, dan ada 8 bunyi jika konsonan tersebut diletakkan di akhir suku kata.

Untuk 21 bunyi yang dihasilkan dari 44 konsonan, dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan cara membunyikannya: plain, aspirate dan sonorant.

  • Plain ini maksudnya bunyinya ketika diucapkan tidak terasa bunyi napas ‘h’ ataupun resonansi. Semua kelas konsonan tengah diucapkan dengan jenis plain.
  • Aspirate in maksudnya ketika membunyikannya ada terdengar bunyi h nya, contohnya khayalan atau kharisma. Konsonan yang menghasilkan bunyi jenis aspirate ini ada dari kelas rendah maupun tinggi.
  • Sonorant/resonansi maksudnya ketika membunyikannya ada dengung yang dihasilkan misalnya bunyi kata nyanyi, nguping, makan, bunyi ini hanya dihasilkan oleh konsonan kelas rendah.
Bunyi MCHCLCcatatan
kplain
khข, ฃค,ฅ,ฆaspirate
jplain
chช, ฌaspirate
dฎ, ดplain
tฏ, ตplain
thฐ, ถฑ, ฒ, ท, ธaspirate
bplain
pplain
istimewa
phพ, ภ aspirate
faspirate
sศ, ษ, สซ aspirate
haspirate
ngง sonorant
nณ, นsonorant
msonorant
yญ , ยsonorant
wsonorant
rsonorant
lล, ฬsonorant

Ada 1 huruf Thai yang istimewa, dia berperan sebagai konsonan sekaligus sebagai vokal. Huruf อ sebagai konsonan tidak memiliki bunyi, dan biasanya digunakan untuk menemani vokal. Oh ya, huruf vokal di dalam bahasa Thai tidak bisa dituliskan tanpa ditemani konsonan. Nah ketika membunyikan vokal tersebut, biasanya konsonan yang digunakan ya konsonan ini. Sebagai vokal, bunyinya seperti huruf oo. Seperti halnya vokal, untuk membentuk silabel, konsonan juga harus ditemani oleh vokal, vokal yang dipakai juga si อ ini. Makanya ketika membunyikan konsonan apapun, sering kali dituliskan bersama dengan huruf ini.

Jadi kalau dituliskan กอ dibaca koo, sedangkan kalau ditulis อก akan di baca ook. Gimana untuk menuliskan bunyi oo saja? apakah 1 huruf cukup? tentu tidak, tapi kita tuliskan ออ (dibaca oo).

Jika diletakaan di akhir silabel, konsonan Thai hanya punya 8 bunyi. Tidak semua 44 konsonan boleh digunakan untuk menjadi final konsonan. Tapi sebelum bikin tambah bingung sepertinya tulisan hari ini cukup dulu ya.

Berkenalan dengan Tulisan Thai

Dari beberapa tulisan lalu, saya selalu menyertakan tulisan Thai untuk kata-kata yang digunakan. Mungkin sudah ada yang penasaran, itu kok kayak cacing begitu dan gimana sih membacanya. Sabar ya, kalau ada buku yang bilang fasih membaca dan berbahasa Thai dalam waktu 24 jam, saya jamin itu buku bohong hehehe. Butuh waktu dan latihan yang tekun dengan konsentrasi penuh untuk bisa lancar berbicara dan membaca tulis. Bisa membaca tulisan saja tidak menjamin pasti bisa menulis dengan cepat. Tapi jangan langsung mundur teratur, ada pepatah bilang: Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Seperti saya sebutkan sebelumnya, aksara Thai untuk konsonan ada 44 huruf/bentuk yang merepresentasikan 21 bunyi. Loh kok bunyinya lebih sedikit daripada hurufnya? Ya memang begitu, kadang-kadang untuk bunyi yang sama kita bisa pakai huruf yang berbeda. Bedanya apa? tunggu sabar saya jelaskan hehehe.

Dari 44 konsonan Thai, ada pembagiannya menjadi 3 kelas yang nantinya akan menentukan tinggi rendahnya sebuah silabel/ suku kata dibunyikan. Kelasnya dibagi sebagai berikut:

Kelas menengah (กลาง, klang): ada 9 konsonan

Kelas tinggi (สูง, sung): ada 11 konsonan, tapi 1 konsonan sudah tidak dipakai lagi

Kelas rendah (ต่ำ, tam): ada 24 konsonan, tapi ada 1 konsonan yang sudah tidak dipakai lagi

Jadi dari 44 huruf Thai, yang masih dipakai itu hanya 42 huruf. Konsonan yang sudah tidak dipakai itu masih tetap dihitung karena untuk teks lama ada beberapa kata yang masih menggunakan huruf tersebut.

Terus dari masing-masing kelas itu akan ada huruf dengan bunyi yang sama. Bahkan dari dalam kelas yang sama saja bisa ada beberapa huruf yang merepresentasikan huruf yang sama. Ini kapan-kapan akan dibahas lebih lanjut, tapi untuk sekarang ini contohnya untuk bunyi s kita bisa pakai: ซ ศ ษ ส, huruf pertama ada dalam kelas konsonan rendah sedangkan 3 huruf terakhir itu ada dalam kelas konsonan tinggi. Terus memakainya gimana? ya diingat saja ejaan setiap kata, makanya saya bilang bisa membaca tidak selalu bisa menulis hehehe.

Berikut ini video singkat untuk melihat sekilas 44 konsonan Thai:

Saya sengaja capture bagian awal dari video tersebut untuk bisa melihat lebih jelas 44 konsonan dan pembagian kelasnya.

sumber: capture dari video Youtube di atas

Coba perhatikan huruf-huruf Thai ini, hampir semua huruf ada bagian lingkarannya. Nah penulisan huruf Thai juga ada aturannya, selalu mulai dari titik yang ada lingkarannya. Untuk huruf pertama tidak ada lingkarannya, tapi selalu mulai dari bawah sebelah kiri lalu tanpa mengangkat alat tulis sampe selesai menuliskan gambar kaki kanannya. Jadi bisa saja kita bilang lah kan yang penting hasil akhirnya sama terlihatnya, tapi bukankah lebih baik belajar dengan cara yang benar. Kalau gurunya lihat kita salah menuliskannya, pasti disuruh ulang deh hehehe. Ini saya kasih link ke video cara menuliskan huruf Thai yang di dapat di YouTube juga.

sumber Youtube ThaiPod101.com

Kalau kita belajar bahasa Inggris, kita belajar A is for Apple, atau dalam bahasa Indonesia, kita belajar A itu Ayam. Dalam bahasa Indonesia dan Inggris, ketika mempelajari bunyi huruf, kita bisa menggantikan kata-katanya dengan kata apa saja yang memiliki bunyi huruf tersebut.

Dalam bahasa Thai setiap konsonan punya nama dan ketika mempelajarinya, huruf itu akan selalu punya nama yang sama. Huruf ก selalu untuk ko kai (ก กอ ไก่). Anak-anak Thai menghapalkan 44 hurufnya dengan menyanyikanya. Bisa dilihat di video berikut:

sumber Youtube HappyKid

Saya sekian tahun belajar huruf Thai, gak berhasil hapal urutannya. Waktu Joshua mulai menghapalkan urutan huruf Thai, akhirnya saya ikut hapal hahaha. Iya Joshua sudah hapal semua huruf thai sebelum dia 4 tahun. Jonathan juga sepertinya semakin lancar menghapalnya setelah Joshua hapal :).

Nah karena ini judulnya perkenalan, biar gak keburu pusing duluan sepertinya hari ini cukup dulu informasi mengenai konsonan Thai.

Di YouTube ada banyak sekali video-video yang menjelaskan huruf Thai ini, tapi umumnya ya penjelasannya dalam bahasa Inggris. Tapi kalau diperhatikan videonya dengan seksama, kita gak perlu jagoan bahasa Inggris untuk mengertinya kok hehehe. Video yang saya sertakan di sini juga dari hasil mencari cepat, jadi mungkin bukan yang terbaik, tapi cukup menjelaskan dan saya cari yang paling singkat. Silakan dilihat-lihat dan mulai diingat-ingat. Belajar bahasa Thai ini harus banyak mengingat dan berlatih bicara hehehe.