Liburan Songkran 2018

Songkran merupakan tahun baru Thailand, dan merupakan hari yang sangat dirayakan di Thailand, seperti Lebaran di Indonesia atau Natal di negara mayoritas Kristen.  Libur utama Songkran sendiri hanya 3 hari, tapi seperti Natal/Lebaran, biasanya kantor akan libur sekitar seminggu.

Selama 11 tahun di sini, kami lebih sering pulang ketika Songkran, karena selain libur panjang, polusi udara di Chiang Mai biasanya sedang buruk. Polusi ini dikarenakan pembakaran ladang dari Thailand (sedikit, kurang dari 200 titik api) dan dari negara sekitar (banyak, ribuan titik api). Tapi sesekali kami tinggal di Chiang Mai. Dan tahun ini kami tinggal di Chiang Mai.

Menurut cerita dari penduduk Chiang Mai, dulu perayaan utama Songkran hanyalah memercik air sebagai simbol pensucian dan menghapus nasib sial, tapi sekarang dirayakan dengan festival saling siram air (dengan ember dan pistol air). Sebagai anak kecil, Jonathan sangat menyukai perang air ini, dan tahun lalu dia kecewa karena harus pulang ke Indonesia di masa Songkran. Lanjutkan membaca “Liburan Songkran 2018”

14 Tahun Blogging Bareng

Hari ini tepat 14 tahun sejak saya dan Risna ngeblog bareng. Sebelumnya kami pernah punya blog juga, tapi yang masih rajin diupdate sampai sekarang hanya blog ini. Kenapa masih ngeblog sampai sekarang? dan sebenarnya buat apa sih ngeblog?

Kami di tahun 2004
Kami di tahun 2004

Dulu awalnya isi blog ini kebanyakan hanya pengalaman sehari-hari, dan penuh dengan komplain terhadap berbagai hal. Sekarang ini berbagai komplain kecil biasanya masuk ke media sosial. Sebagai pengingat, waktu blog ini dibuat, Facebook belum terbuka umum (baru 2006 Facebook dibuka untuk dunia), Twitter juga belum ada (Twitter baru diciptakan 2006 juga). Lanjutkan membaca “14 Tahun Blogging Bareng”

Retrogaming

Salah satu minat saya kalau lagi iseng adalah retrogaming. sederhananya main game console lama (baik itu di device asli maupun emulator). Ini cuma sekedar cerita, bukan posting teknis yang serius.

Saat ini saya punya beberapa Game Boy: Game Boy biasa, Game Boy Color, Game Boy Advance, dan juga clone Game Boy Color yang layarnya memiliki backlight (namanya GB Color). Saya juga punya Link Cable, kamera dan juga printer Gameboy. Koleksi saya ini tidak seberapa dibandingkan dengan koleksi banyak orang lain. Adik saya di Indonesia juga punya hobi yang sama, dan bahkan punya lapak online di Instagram yang menjual retro console. Hobinya membeli berbagai console bekas, lalu menukar isinya, mengganti komponennya atau mengakali supaya jalan lagi (adik saya ini dosen elektro). Lanjutkan membaca “Retrogaming”

11 Tahun Menikah

Hari ini 11 tahun yang lalu, kami menikah setelah mengenal satu sama lain sekitar 3 tahun. Dan selama 14 tahun kami masih selalu menjadi pengguna aplikasi messenger. Mulai dari Yahoo Messenger, Agile messenger di handphone dengan OS Symbian, Google Talk /Google Hangout, BBM, dan sekarang pake Telegram. Dari jaman internet masih mahal dengan paket GPRS, sampai sekarang jaman 4G dengan harga relatif lebih murah.

Joshua belajar mengetik, berikutnya belajar pake app messenger

Kami gak pernah long distance relationship, waktu pacaran kami tinggal 1 kota (bahkan 1 kantor dan kuliah bareng), tapi kami sering chat sampe sekarang. Beberapa temen saya sampe terheran – heran ngapain sih masih chat, kenapa ga telpon saja langsung atau ya kan nanti bisa ngobrol di rumah. Alasannya sih karena ga semua yang kami bicarakan itu penting banget sampe perlu di telpon. Ya saya bersyukur punya pasangan yang mau mendengar semua cerita saya bahkan yang ga penting sekalipun. Kadang-kadang, jadi perempuan itu cuma pengen didengar, jadi misalnya saya baca berita yang aneh, reflek pertama bukan share di FB tapi share ke Joe. Lanjutkan membaca “11 Tahun Menikah”

Natal 2017 dan Tahun baru 2018 di Chiangmai

Ini tulisan sudah lewat 15 hari dari tahun baru, eh tahun baru itu bukan cuma tanggal 1 January kan ya, hehehe. Supaya tetap bisa mengingat kembali Natal tahun 2017 dan Tahun Baru 2018, kami tetap akan post ini walau terlambat.

Natal 2017 jatuh hari Senin, karena sore hari tanggal 24 Desember sudah ada kebaktian di gereja, malamnya kami tidak mengikuti candlelight service seperti biasa, alasan lain mengurangi kemungkinan Joshua yang masih akan bangun dan bernyanyi ABC dengan suara keras. Tanggal 25 Desember 2017 kami mengikuti gereja pagi di CMCChurch seperti biasa. Papa Jona ijin kerja setengah hari dan lanjut ngantor. Ya di Thailand 25 Desember bukan hari libur, kalau kerjaan kantor ga terlalu sibuk bisa ijin sehari tapi karena kantornya lagi banyak kerjaan ya ijin setengah hari aja.

Tanggal 31 Desember 2017, kami makan malam bareng teman2 Indonesia di Chiangmai, acara barbequean dan rame2 biasa aja. Sayangnya ga ada yang beli kembang api, jadi ya ga pake acara countdown bersama.

Tanggal 1 Januari, kami jalan-jalan ke Rabbit Union lalu ke Ratchapruek  (dulu tempat diadakannya Royal Flora Ratchapruek). Oh ya, kami juga baru tahu ternyata bisa bikin kartu anggota juga untuk tempat ini, kami sudah bikin tanggal 30 Desember 2017 dan kartu anggota berlaku 1 tahun seharga 400 baht (Joshua masih gratis masuk).

Rencananya, tahun ini mau lebih banyak jalan ke Ratchapruek, sekalian olahraga, nemenin anak main dan ya nantinya mau ajarin Jona naik sepeda biar bisa sepedaan juga. Ratchapruek ini mengingatkan kami Horizon Village yang dulu sempat jadi tempat favorit Jona, bedanya di Ratchpruek ga ada makanan buffet dan lokasinya lebih deket ke rumah. Semoga tahun 2018 bisa lebih sehat dan bisa mengeksplorasi lebih banyak kota Chiangmai.

Ke Belanda

Dari RHME2 tahun lalu saya mendapatkan hadiah mengikuti kursus security gratis di Riscure Delft, Belanda. Karena ini bukan perjalanan dinas dari kantor, jadi saya perlu mengurus segala sesuatu sendiri, dan saya bisa bebas menceritakan perjalanannya.

Visa

Di Chiang Mai tidak ada kedutaan Belanda, jadi untuk mengurus Visa saya perlu ke Bangkok. Sebenarnya mengurus Visa bisa dilakukan di kedutaan Belanda atau di VFSGlobal. Saya memilih menggunakan VFSGlobal karena mereka punya jasa kirim balik visa via EMS (menghemat uang dan waktu, tidak perlu kembali ke Bangkok lagi).

Website VFSGlobal sudah sangat bagus, ada checklist mengenai berbagai dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan jenis Visa-nya. Karena saya ke sini untuk training, saya menggunakan Visa bisnis. Sebagai catatan, bidang security ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan tempat saya bekerja sekarang, tapi tetap butuh surat pengantar dari tempat bekerja.

Tidak ada proses wawancara ketika menyerahkan dokumen. Saya hanya menyerahkan semuanya, diminta scan sidik jari, mengisi alamat pengiriman kembali paspor setelah selesai. Visa saya dapatkan sekitar seminggu, saya masukkan alamat kantor supaya yakin ada selalu orang yang menerima. Karena proses VISA sangat singkat, saya sempat makan siang dengan Pak Kief, alumni Informatika ITB yang saat ini bertugas di KBRI.

Perjalanan

Ada pesawat KLM dari Bangkok langsung ke Belanda. Perjalanannya 11 jam. Karena tidak ada connecting KLM dari Chiang Mai, jadi saya naik airline lain, dengan menyisakan waktu 4 jam. Ternyata 4 jam ini cukup pas, karena butuh menunggu bagasi, antri memasukkan bagasi, antri imigrasi, antri scan.

Di dalam pesawat ada Entertainment System. Kalo saya membawa peralatan yang lengkap, sistemnya sepertinya bisa dijebol. Sistemnya menerima input USB, dan biasanya sistem seperti ini rentan terhadap berbagai macam file yang corrupt. Sistemnya sendiri memakai HTML untuk user interfacenya, ini bisa terlihat dari sifatnya, misalnya file yang memiliki nama &lt; akan muncul sebagai tanda kurang dari (<).

 

Mengunjungi Keluarga Dea

Dulu banget dalam kisah pacaran kami ada Dea, saudara sepupu Risna yang meyakinkan Risna supaya mau pacaran dengan saya. Beberapa tahun kemudian Risna membantu Dea menulis surat ke calon suami Dea (yang sekarang jadi suami Dea saat ini). Karena Delf tidak terlalu jauh, jadi saya bisa mampir ke rumah mereka. Saya menginap semalam, dijamu jalan-jalan, dan diantarkan ke penginapan. Senang rasanya bisa ngobrol dan bertanya-tanya banyak hal mengenai Belanda.

(Catatan: untuk privasi, foto-foto orang lain tampak depan biasanya tidak akan ditampilkan tanpa ijin orangnya, dan foto-foto seperti itu biasanya saya share di Facebook untuk “Friends” saja)

Kebetulan sedang ada Pasar Raya Indonesia, jadi saya bisa beli makan malam sebelum diantar ke hotel.

Transportasi

Tempat pelatihan dan hotel jaraknya hanya 4 km, jadi saya punya beberapa opsi: jalan kaki, naik sepeda, taksi, dan Uber. Di hari pertama saya sudah menyewa sepeda, tapi tiba-tiba hujan yang agak deras dan tidak terlihat akan berhenti, jadi akhirnya manggil Uber. Padahal saya sudah susah payah mempelajari gimana cara mengamankan sepeda, cara membuka dan menutup kunci (dari Youtube), juga membaca seksama aturan dari hotel (misalnya hotel tidak bertanggung jawab kalo ban kempes, pompa aja sendiri).

Ternyata saya beruntung sekali di hari pertama bisa mendapatkan uber, karena di kota Delft ini saat ini uber sangat sedikit, sampai-sampai Uber akan memberikan bonus untuk driver yang melakukan 5 perjalanan di Delft. Pagi itu saya beruntung karena ada driver yang kebetulan baru mengantarkan salah satu peserta training yang sama ke Riscure. Benar saja pulangnya nggak  dapet uber, jadi saya mencoba jalan dan ternyata rasanya cukup menyenangkan.

Di Belanda rasanya aneh kalo tidak mencoba naik sepeda, jadi saya akhirnya mencoba menyewa sepeda lagi. Untuk memandu perjalanan, saya set tujuan di Google Maps, saya kantongi HP-nya dan mendengarkan petunjuknya dengan earphone. Perjalanan dengan sepeda lebih menyenangkan dari jalan kaki. Pulang dari pelatihan, saya sempat berkelana menyusuri suasana pedesaan walau sebenarnya itu nyasar, karena Google Maps/HP saya ngaco.

Kincir Angin

Pelatihan

Materi training yang saya ambil adalah “Embedded Systems Security“. Dalam banyak hal, materinya sebenarnya terlalu dasar buat saya. Tapi saya mengambil ini karena ingin menstrukturkan segala macam pengetahuan yang sudah saya miliki (dan menambal lubang dalam pengetahuan saya). Pelajaran terbanyak justru saya dapatkan dari ngobrol dengan pelatih dan peserta lain.

Dalam bidang lain (misalnya pemrograman), saya bisa dengan percaya diri menyusun materi pengajaran dengan struktur yang baik, tapi di bidang embedded security saya merasa masih bingung jika harus mengajarkan ilmunya ke orang lain. Ternyata belajar mereview semua hal dasar sangat berguna, dan bahkan orang-orang dari Riscure sendiri kadang diikutkan dalam training mereka (bukan sekedar mengisi slot, tapi mereka benar-benar belajar), misalnya ada karyawan yang ikut dalam kelas, karena meskipun jago enkripsi (memiliki PhD), tapi masih lemah dalam embedded system.

Training yang ada ditujukan untuk mengenali dan mencegah berbagai serangan terhadap embedded systems. Ini biasanya sangat berguna untuk berbagai perusahaan yang membuat hardware sendiri (supaya aman, tidak mudah dicopy pesaing, dsb), tapi juga berguna untuk mengevaluasi berbagai produk yang ada.

Misalnya salah satu target yang diberikan adalah webcam WIFI, yang ternyata mengirimkan statusnya ke China, dan semua semua streamnya bisa diakses dari seluruh dunia, dan bahkan secara teori bisa dipakai untuk menjebol jaringan internal karena melakukan NAT Traversal. Bayangkan jika Anda memilih webcam ini untuk dipakai di lembaga negara atau kamar pribadi Anda. Contoh hardware berbahaya lain adalah router, saat ini berbagai modem default dari ISP ternyata memiliki lubang yang membuat semua orang bisa masuk. Jika ada yang mengerti dan melakukan pengecekan dasar hardware, kasus semacam itu tidak akan terjadi.

Anak-anak

Saya jarang sekali pergi meninggalkan keluarga, walaupun hanya beberapa hari, karena anak-anak akan sangat kangen (dan saya kangen mereka). Jika kantor bisa mengirimkan orang lain, saya akan sangat senang daripada saya yang pergi. Di hari pertama sudah ada insiden: Joshua jatuh, gigi depannya lepas sampai ke akarnya. Risna pun segera dibantu oleh Bos dan Office Manager kami untuk ke UGD, lalu diteruskan ke dokter gigi (untuk memastikan tidak ada pecahan tersisa). Hasilnya: Joshua akan tumbuh gigi depan lagi yang permanen beberapa tahun yang akan datang, tapi tetap butuh dikontrol perkembangannya.

Pulang

Untuk menghemat, pulang dilakukan dengan naik Uber ke stasiun, disambung dengan naik kereta. Waktu sampe Belanda masih agak  nggak konsen baca kelas kereta dan jadwalnya (jam 8 malam, atau jam 2 pagi waktu Thailand), waktu pulang lebih jelas rasanya.

Perjalanan ke Thailand lancar, mendarat di Bangkok, dan beberapa jam kemudian diteruskan ke Chiang Mai. Joshua “ngambek” karena papanya pergi lama, setelah diajak main di mall dan naik kereta keliling mall, baru dia peluk papanya dan bilang “hug papa”.

Jonathan menunjukkan kalo dia beli kartu Bingo, tapi tidak bisa main dengan fun karena tidak bisa menghasilkan bilangan acak, jadi dia minta dibuatkan appnya. Akhirnya saya buatkan versi HTML5.

Dan Jonathan juga ingin makan telur karena oleh-oleh egg timer yang saya bawakan yang akan memainkan melodi tertentu tergantung level matang telurnya. Ternyata lagu terakhir adalah lagu kebangsaan Belanda, kalau misalnya mau bikin sendiri atau hack yang sudah ada, boleh nggak ya pake lagu kebangsaan Indonesia dalam telur rebus?

Telur Rebus

Memperbaiki Mainan

Jonathan dan Joshua saat ini memiliki banyak mainan. Seperti biasa, semua mainan yang dimainkan akan rusak. Sebisa mungkin jika mainannya masih bisa diperbaiki, maka saya akan mencoba memperbaikinya.

Selain mainan yang rusak karena dimainkan, kadang kami membeli mainan second hand dari toko second hand maupun yard sale yang sering diadakan oleh expat yang akan meninggalkan Chiang Mai. Selain lebih hemat, beberapa mainan yang kami beli second susah didapatkan di Chiang Mai (atau sangat mahal jika memesan via Amazon).

Masalah Batere

Kebanyakan mainan dan buku elektronik biasanya tidak rusak, tapi ada masalah dengan baterenya. Masalah pertama dan yang paling sering adalah: batere habis. Saya memiliki stock berbagai jenis batere standar selain AA dan AAA juga batere koin CR2032 dan LR44.

Masalah berikutnya: konektornya kotor atau berkarat. Masalah lain adalah kabel yang lepas. Untuk masalah kompartemen batere yang berkarat, saya menggunakan aluminium foil. Untuk kabel yang lepas tentunya disolder, dan kemudian dilapisi hot glue agar lebih sulit lepas lagi.

Lanjutkan membaca “Memperbaiki Mainan”