Joshua dan Osmo (Newton, Coding, Coding Jam, Detectives dan Pizza Co)

Sejak Joshua main OSMO lagi dan tidak menunjukkan tanda bosan, kami memutuskan untuk melengkapi mainan OSMO kami. Beberapa yang belakangan di beli Osmo Coding Jam, Osmo Detectives dan Osmo Pizza Co. Sebelumnya Joe memprint sendiri untuk Pizza Co nya, tapi jadinya susah menyimpannya. Dengan alasan supaya mainnya lebih enak, akhirnya kami beli juga.

Khusus untuk Osmo Newton, kami tidak membeli creative boardnya tapi hanya menggunakan white board kecil yang ukurannya mirip dengan creative board.

Tulisan ini sekilas review sekaligus biar ingat apa yang sekarang sering dimainkan Joshua.

OSMO Newton

Osmo Newton ini sebenarnya mainnya agak rumit. Jadi kita diminta untuk membuat garis supaya bola yang jatuh terpantul lagi mengikuti hukum Newton. Joshua tapi senang bikin aturan sendiri mengumpulkan bola kecilnya dan somehow dia bisa sampai level 30 an.

Osmo Newton pakai whiteboard biasa
lagi milih mau main apa
Lanjutkan membaca “Joshua dan Osmo (Newton, Coding, Coding Jam, Detectives dan Pizza Co)”

Chiang Mai Maker Party 2019

Acara maker party ini pertama kali kami kunjungi di tahun 2017. Ceritanya ada sedikit dalam posting di sini. Tahun lalu kami mengunjungi juga tapi tidak kami tuliskan, dan tahun ini untuk ke-3 kalinya kami mengunjungi acara maker party. Biasanya selalu ada yang menarik untuk anak-anak walaupun sebenarnya acaranya bukan acara anak-anak.

Hadiah buat pemenang balapan mobil AI Racing

Apa sih maker party itu? Ini acara untuk menampilkan hasil karya para pencipta (maker). Biasanya sih kebanyakan berhubungan dengan IoT, tapi tahun lalu ada juga yang berhubungan dengan seni, bahkan saya ingat ada yang berkaitan dengan benang dan kain juga.

sumber: https://www.facebook.com/events/618117872049524/

Tahun ini topiknya AI for makers. Acara puncaknya ada balap mobil-mobilan yang mana masing-masing mobil-mobilan ini diprogram dengan AI (niru self driving cars). Begitu sampai di tempat acara, Joshua dan Jonathan langsung lihat ada mobil-mobilan remote control dan gak mau pindah dari sana sampe lama. Padahal, mobil-mobilan yang mereka mainkan itu bukan termasuk mobil-mobilan yang akan diperlombakan buat balapan, hehehe.

Lanjutkan membaca “Chiang Mai Maker Party 2019”

Joshua dan Mewarnai

Kalau sudah mulai sekali malas menulis, biasanya jadi keterusan malas nulis blog. Malasnya bertambah karena ada banyak yang pingin diceritakan, tapi gak punya energi menuliskan. Nah hari ini termasuk hari agak malas menulis. Dalam rangka mengalahkan kemalasan, baiklah menuliskan hasil mewarnai Joshua.

Sejak ikut Global Art, Joshua mulai agak rajin mewarnai di rumah. Kalau dulu, dia hanya mau menulis ABC atau 123 saja. Tapi sekarang, walau kadang harus ditemenin atau disemangati, dia mulai mau menyelesaikan 1 halaman 1 hari. Objek yang diwarnai juga bukan hanya huruf atau angka saja.

Lanjutkan membaca “Joshua dan Mewarnai”

Loy Kratong Chiang Mai 2019

Tahun ini, Loy Kratong jatuh tanggal 9 – 12 November. Acara menghanyutkan kratong di sungai area dekat rumah diadakan tanggal 11 dan 12 saja. Tahun-tahun sebelumnya, biasanya yang pergi ke sungai itu Joe dengan Jonathan saja. Tapi tahun ini, gantian saya dan Jonathan yang pergi. Joe di rumah dengan Joshua. Kami tidak membawa Joshua karena biasanya Joshua tidak suka dengan tempat berbau asap dan bunyi petasan yang mengagetkan.

Tahun ini, di area dekat rumah ada larangan menerbangkan lentera khom loy. Secara umum di Chiang Mai dibatasi area yang diijinkan menerbangkan khom loi. Beberapa group juga menghimbau lebih baik tidak menerbangkan khom loi maupun menyalakan petasan dan kembang api supaya tidak menambah polusi udara. Oh ya, biasanya bulan November, udara masih bersih, akan tetapi tahun ini entah kenapa udara nilai aqi udara sudah mulai mengindikasikan udara yang tidak sehat, bahkan sebelum Loy Kratong dimulai.

Awalnya rencananya mau menghanyutkan hasil karya Joshua, tapi eh ternyata kratongnya langsung nyungsep. Jadiya beli 1 lagi seharga 45 baht yang terbuat dari ice cream cone dan dibentuk seperti unicorn. Harga kratong ini bervariasi, ada yang jual 35 baht atau beli 3 seharga 100 baht, ada juga yang jual 50 baht berupa kratong bunga yang agak besar. Tadi karena saya gak berniat lama-lama di sana, saya beli dari tempat yang dekat dengan sungainya saja.

Setelah menghanyutkan kratongnya, eh Jonathan ketemu anak tetangga yang juga teman di tempat Taekwondo nya. Jadilah tadi bermain-main sebentar, termasuk memperhatikan ada ikan kecil di dekat tempat orang-orang menghanyutkan kratong. Biasanya, platform untuk menghanyutkan kratong di buat agak lebih tinggi dari air sungai. Tahun ini, platform untuk menghanyutkannya sedikit lebih rendah dari air sungai. Jadi kaki kita pasti basah kalau mau menghanyutkan kratongnya.

Kadang-kadang saya kagum dengan cara kerja pemerintah setempat dalam mempersiapkan festival seperti ini. Mereka bisa mengatur debit air sungai supaya agak tinggi dari biasanya, sehingga mempermudah untuk menghanyutkan kratong. Setelah festival selesai, mereka langsung bekerja cepat untuk membersihkan sampah kratongnya dari sungai dan air sungainya kembali lagi seperti biasa (tidak terlalu tinggi).

larangan menerbangkan khom loy

Saya bersyukur di daerah sini tidak diijinkan menerbangkan khom loy. Biasanya setiap tahun, ada lebih dari 3 sampah khomloy jatuh di halaman atau atap rumah. Tapi tahun ini, penduduk setempat cukup taat peraturan dan tidak menerbangkan khom loy. Saya tidak pernah menerbangkan khom loy, karena saya takut khom loy yang saya terbangkan membahayakan rumah atau orang lain.

Sebelum pulang, saya perhatikan selain berjualan kratong, ada beberapa penjual makanan dan minuman dadakan juga di sisi lain jalan. Dibandingkan tahun sebelumnya, rasanya lalu lintas cukup teratur dan tidak terlalu macet. Mungkin karena kemarin sebagian besar orang sudah menghanyutkan kratongnya, jadi hari ini tidak terlalu ramai.

Satu hal yang saya juga kagum dari acara seperti ini adalah kreativitas orang-orang dalam membuat kratong. Jadi kalau dulunya kratong itu terbuat dari pelepah pisang, daun pisang dan hiasan bunga. Sekarang ini orang-orang membuat kratong dari makanan seperti cone ice cream, roti tawar ataupun roti yang diberi warna-warni, dan ada juga yang dari kerupuk. Kemarin saya lihat di timeline FB saya, ada teman yang bikin kratong dari batu es dan dihias dengan makanan roti-roti. Jadi mungkin niatnya supaya tidak menjadi sampah di sungai ya.

Sambil jalan pulang, kami melihat-lihat ada apa lagi yang di jual. Ternyata ada yang jual ikan kecil juga untuk dilepaskan di sungai. Ikan sebungkus (beberapa ekor) seharga 35 baht, atau kalau mau beli 3 seharga 100 baht. Kata Jonathan, tahun depan dia mau melepaskan ikan-ikan supaya ga nyampah di sungai. Saya tulis di sini dan semoga ingat niat ini tahun depan. Cerita tahun lalu juga ada sedikit di tuliskan di sini.

Ulang tahun Jonathan ke-9

Hari ini Jonathan masuk usia 9 tahun. Seperti tahun lalu, ulang tahunnya tidak dirayakan, tapi cukup dikasih hadiah dan makan bersama. Setelah lama berhomeschool dan jarang melihat perayaan ulang tahun anak lain, Jonathan tidak berharap perayaan ulang tahun.

Tahun ini hadiah yang saya berikan adalah buku Pokemon dan Minecraft. Buku Pokemon nya cukup tebal tapi sudah selesai dibaca dalam beberapa jam saja. Buku Minecraft nya baru satu box yang dibuka. Sebenarnya Jonathan juga meminta sebuah game untuk Nintendo Switch, tapi karena baru akan dirilis Minggu depan, jadi kami belum bisa belikan sekarang.

Meskipun tidak ada kegiatan homeschool hari ini, tapi tetap ada kegiatan kumon. Untungnya hari ini dia bisa cepat sekali menyelesaikannya. Setelah selesai, dia langsung menelpon saya dengan Video Call Facebook Kids dengan WIFI dari tempat kumon.

Setelah itu kami menunggu Risna yang sedang ikut pelatihan di Gereja, dan kemudian diteruskan dengan makan di Bear Hug Caffe.

Makanan dan minuman di tempat ini cocok untuk anak-anak, dihias cantik dan rasanya juga enak.

Sudah banyak perkembangan Jonathan di usia 8 tahun, dan semalam saya ngobrol banyak tentang targetnya di usia 9 tahun. Saya tidak perlu tuliskan di sini, tapi saya berharap keinginan dan target Jonathan bisa tercapai.

Jonathan Belajar Membaca Bahasa Indonesia

Jonathan sudah hampir 9 tahun. Sampai sekarang belum pernah saya kasih pelajaran khusus untuk membaca bahasa Indonesia. Harapannya memang dia bisa belajar sendiri hehehe. Hari ini bangun tidur siang saya menemukan buku pelajaran membaca bahasa Indonesia yang kami beli beberapa tahun lalu. Ternyata, anak kalau sudah bisa bahasa Indonesia lebih mudah membaca bahasa Indonesia tanpa diajari. Tapi tentunya beberapa kata yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari akan lebih sulit dibacanya.

Bukunya untuk umur 4 – 6 tahun

Menurut tulisan di sampulnya, buku ini untuk umur 4 – 6 tahun. Tapi untuk anak yang selama ini hanya bisa baca bahasa Inggris dan bahasa Indonesianya cuma dengan kami orantuanya, tidak ada salahnya dicoba suruh baca untuk mengetahui juga pemahamannya terhadap kata-kata dalam bahasa Indonesia.

Lanjutkan membaca “Jonathan Belajar Membaca Bahasa Indonesia”

Mengajari Anak Menunggu 1 Minggu

Ceritanya minggu lalu Joe pergi 1 minggu ke Abu Dhabi. Perginya Senin dan pulangnya Minggu. Nah, biasanya kami kalau pergi selalu bareng, dan Joe pergi sendiri itu bisa dihitung jari 1 tangan belum abis. Sebenarnya sejak Joshua lahir, pergi kali ini udah yang ke-2 kali, tapi yang pertama gak sampe seminggu dan Joshua belum terlalu mengerti.

Awalnya saya pikir, Joshua akan biasa aja, karena seharian juga biasanya sama saya (kalau Jonathan sudah mengerti arti 1 minggu jadi ya cuma merasa sepi tapi ga terlalu sulit menjelaskannya). Tapi ternyata, saya salah. Udah beberapa waktu belakangan ini memang Joshua manja banget sama Joe, kalau ada Joe, mamanya ga laku deh. Semua hal maunya sama papanya. Saya sih seneng aja, jadi bisa ngerjain yang lain waktu Joshua nempel sama papanya.

Waktu anter Joe pergi ke airport, kami gak turun karena Joshua juga lagi ikutan kegiatan liburan dari Senin sampai Jumat jam 9 pagi sampai 3 sore di Mind Brain and Body (MBB). Pesawat Joe berangkatnya juga pagi, jadi ya sekalian deh anter ke airport, terus anter Joshua. Walau gak banyak dikasih tau, Joshua kayak ngerti, dia ga mau lepasin tangan papanya waktu papanya turun dari mobil dan nangis dikit. Terus dikasih tau kalau Joshua harus ke MBB, nanti Joshua jemput papa setelah 5 kali MBB, masih agak lama juga bujukin biar ga nangis tapi akhirnya dia diam saja.

nangis waktu papanya pergi

Sore harinya, waktu saya jemput dari kegiatan liburannya dia langsung bilang: ayo jemput papa ke airport. Saya harus jelasin lagi kalau Joshua masih harus ke MBB lagi beberapa kali baru jemput papa. Tapi ya seperti biasa walau dia udah ngerti dikit, dia masih nanya lagi: papa di mana? ayo jemput papa. Baru nanya di jawab, beberapa menit kemudian nanya lagi.

Waktu mau tidur, dia juga nyari lagi, mana papa. Di hari Selasa juga begitu lagi, bahkan dia nangis waktu liat pintu rumah udah ditutup dan papanya belum ada di rumah. Akhirnya saya kepikiran bikin tabel yang bisa dia isi supaya dia mengerti titik mana papanya pulang.

Tabelnya sederhana saja, isinya pagi hari dia ke MBB, malam hari tidur. Sekalian ngajarin nama-nama hari. Karena intinya saya mau jelasin dia berapa kali harus MBB dan tidur, saya bikin lah tabel dadakan dan gak rapih yang ternyata cukup berhasil membuat dia gak terlalu nyariin lagi setelah liat tabelnya. Tiap pagi dia kasih tanda sleep, dan pulang dari MBB dia tandain MBB. Jadi dia saya suruh kasih tanda setelah suatu kegiatan dilakukan.

Hari Sabtu, Joshua ada kelas art 1 jam, jadi lebih gampang lagi bikin tabelnya. Tiap dia nanya di mana papa, saya akan kasih tunjuk tabelnya dan bilang, ini kan belum selesai semua. Masih sekian kali MBB dan sekian kali tidur baru kita jemput papa.

Ternyata cara itu membuat dia ga nanya lagi dan gak disuruh juga dia kasih tanda tabelnya. Cara ini juga berhasil menghilangkan kegelisahan lihat pintu rumah ditutup padahal papanya belum pulang. Waktu awalnya Joe video call, Joshua kayak marah dan gak mau ngobrol, tapi setelah ada tabel dia jadi mau ngobrol dikit walau sambil lanjutin main (mulai ga kecarian hahaha).

Yay, Akhirnya papanya pulang.

Hari Minggu, hari yang ditunggu-tunggu Joshua. Waktu saya bilang ayo siap-siap jemput papa, dia langsung ambil sepatu dan ke mobil. Waktu saya manasin mobil, dia gak sabar dan bilang: ayo mama drive, kita jemput papa. Airport di sini itu deket banget dari rumah, saya sengaja jemputnya nunggu Joe udah dapat bagasi dulu biar ga harus turun parkir. Jadi waktu udah tau Joe turun dari pesawat dan nunggu bagasi, saya baru bergerak dari rumah, itupun sengaja melambat-lambatkan diri hehehehe.

Jam jemput papanya itu jam 1.30, jam abis makan siang dan jam nya Joshua tidur siang. Segitu dia gak sabar nunggu mobil jalan, eh waktu mobil jalan dia malah tidur hahahaha. Jadi waktu Joe naik ke mobil, Joshua udah tidur dan gak lihat malahan papanya dijemput. Ketika kembali lagi ke rumah, Joshua menolak waktu papanya mau gendong dia turun dari mobil. Mungkin itu ekspresi ngambeknya kenapa pergi lama banget hehehe. Tapi Joshua ngambek gak pernah lama, sebentar kemudian dia udah biasa lagi dan waktu nerima oleh-oleh juga tambah kesenangan.

Setelah papanya di rumah dan buka oleh-oleh, dia baru ingat belum kasih tanda di tabel penantiannya. Dia warnai deh bintangnya dan di bawah kasih tanda centang (mungkin niruin saya kasih tanda centang kalau semua udah selesai).

Sebenarnya, cara membuat tabel ini bisa untuk berbagai hal, termasuk untuk mengajari anak rutin harian. Anak-anak lebih mudah mengerti kalau melihat (visualisasi) apa yang dilakukan berikutnya. Bisa juga selain dikasih tanda hati, kita nempelin stiker. Tapi saya ga ingat nyimpan stiker di mana, dan tabel asal-asal saya ternyata udah cukup buat Joshua, jadi saya gak nyari deh itu stiker ada di mana hehehe.