Keluarga Super Irit 28: Itu Irit Bukan Pelit!

Buku ini merupakan salah satu buku yang dibeli waktu mudik ke Indonesia kemarin. Buku terjemahan dari komik Korea mengenai jurus berhemat dari keluarga Bindae. Sudah banyak seri dari buku ini yang ditejemahkan dan bisa dibeli di Gramedia, tapi saya cuma beli 1 karena pengen coba liat isinya seperti apa. Buku ini termasuk dalam buku belajar mengelola uang, sehingga komiknya dikategorikan sebagai educomics.

Ada banyak tips mengenai hidup berhemat yang bisa dilihat di dalam buku ini. Sebagian besar sudah saya tahu, tapi sebagian lagi saya baru tahu dan belum coba. Beberapa tips spesifik untuk kondisi di Korea, tapi bisa diadaptasi idenya untuk berhemat.

Cerita berhemat ini mengambil setting dalam sebuah keluarga, bagaimana orangtua yang hemat mengatasi anaknya yang sangat hobi makan dan tetap bisa hemat. Ada 10 cerita dalam buku ini, ceritanya tidak harus dibaca dari depan ke belakang, tapi setiap cerita akan diakhiri dengan tips-tips atau rangkuman dari cara berhemat yang diceritakan sebelumnya.

Metode menghemat yang diceritakan dalam buku ke-28 ini bukan sesuatu hal yang baru, tapi bisa jadi sudah dilakukan oleh orangtua kita dari dulu. Saya akan mencoba menuliskan secara ringkas metode berhemat apa yang saya dapatkan dari buku ini yang bisa kita aplikasikan di jaman sekarang ini.

Dari cerita pertama, metode berhemat yang dikenalkan adalah menggunakan baking soda untuk berbagai hal, mulai dari membersihkan tumit dari kulit mati, menghilangkan noda, membuka pipa yang mampat, menghilangkan bau bahkan bisa untuk membersihkan sayuran. Trik menggunakan baking soda ini bukan hal yang baru lagi, saya sudah sering membacanya dan juga sudah mempraktekkan sebagian besar.

Cerita mengenai penggalian barang antik mengajarkan kita untuk memperhatikan nilai suatu barang sebelum membuangnya. Tidak semua barang punya nilai yang jadi mahal, tapi bisa jadi barang yang menumpuk di rumah orangtua kita bertahun-tahun ditumpuk debu ternyata masih punya nilai bahkan dicari-cari oleh kolektor jaman sekarang ini. Beberapa contoh yang bisa saja mempunya nilai lebih adalah: koin, perangko, lego seri tertentu, komik, boneka barbie. Di akhir cerita juga diberikan tips mengenai kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk diubah kalau kita sudah merasa berhemat tapi tetap merasa selalu kekurangan uang.

Berhemat itu teorinya memang dari yang sudah ada, beberapa orang mungkin berpikir bagaimana bisa menabung kalau pendapatan selama ini selalu kurang. Supaya bisa menabung ya berhemat, berhemat bukan saja mengurangi pengeluaran, tapi juga memikirkan bagaimana menghasilkan pemasukan dari apa yang sudah ada dan tidak kita gunakan lagi. Salah satunya ya dengan cara melihat apakah ada barang antik yang mungkin buat kita tidak begitu berharga tapi buat orang lain bernilai tinggi. Bisa juga dengan cara memperbaiki apa yang rusak daripada selalu membeli baru.

Di Thailand sini sih kami bisa berhemat dengan cara membeli mainan bekas yang masih bagus, atau dengan menjual kembali mainan atau baju-baju yang sudah tidak dipakai lagi. Cara menjual kembali ini berguna untuk kita dan orang yang membeli. Kita senang karena rumah jadi tidak menumpuk barang dan dapat sedikit uang, pembeli senang karena tidak harus membeli dengan harga toko yang pastinya lebih mahal daripada harga barang bekas.

Pernah dengar pepatah: rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya? Nah di buku ini ada diberikan daftar yang bisa kita gunakan untuk mengukur sudah sehemat mana kita. Ada 4 kategori yang diberikan:

  1. Pintu kekayaan tertutup rapat: kategori ini untuk orang yang selalu mengandalkan uang dari orang tua dan tidak pernah mau berusaha berhemat
  2. Mengetuk pintu kekayaan: kategori ini untuk orang yang sudah tau bagaimana berhemat tapi belum punya keinginan kuat untuk berhemat dan masih kurang melaksanakan cara berhemat yang diketahui
  3. Pintu kekayaan sedang terbuka: kategori ini untuk orang yang sudah tahu cara berhemat dan mulai melaksanakannya tapi masih perlu lebih giat berusaha lagi
  4. Pintu kekayaan terbuka lebar: aktivitas hidup hemat dan kemampuan gaya berhemat membuat pintu kekayaan terbuka lebar.

Mungkin akan ada yang merasa: ah masak dengan berhemat bisa kaya, kalau mau kaya ya harus kerja keras biar penghasilan tambah banyak. Tapi kalau menurut saya, berapapun penghasilan, pengeluaran itu akan menyesuaikan dengan penghasilan. Kalau gak terbiasa hidup hemat, waktu penghasilan sedikit mungkin cukup, tapi waktu penghasilan banyak tetap saja gak bisa ada tabungan karena selalu dihabiskan lagi.

Mungkin ada yang akan bertanya lagi: kenapa harus jadi kaya, kita kan cukup dengan hidup berkecukupan. Yah kalau menurut saya kaya itu kan sebutan lain untuk orang yang punya kebebasan finansial, kalau butuh sesuatu yang memang harus dibeli, bisa dengan mudah membelinya tanpa harus mikir lagi uangnya darimana. Kalau kita biasa berhemat, kita jadi tau mana yang memang benar-benar perlu untuk dibeli, dan otomatis kalau memang sesuatu itu benar-benar dibutuhkan, kita bisa beli tanpa berhutang.

Tips lain yang juga sangat berguna dari buku ini adalah tips berbelanja di supermarket. Bagaimana mengatasi godaan diskon, godaan membeli barang karena harga murah padahal kita gak butuh, godaan promosi beli 1 gratis 1 dan godaan karena melihat isi troli orang lain. Saya baru tahu dari buku ini kenapa desain troli itu dibuat besar dan bolong-bolong hehehehe.

alasan troli belanja desainnya seperti itu

Tips lainnya juga ada untuk orang yang suka mendatangi konser-konser budaya. Tapi tips ini mungkin spesifik Korea di mana ada hari-hari di mana ada promosi tiket gratis. Di Thailand sendiri ada juga beberapa tiket wisata yang suka dijual lebih murah daripada datang langsung ke tempatnya, tapi tiket seperti itu ada masa berlakunya.

Tiket promosi ini murah kalau memang kita sudah pasti akan pergi, tapi kalau kita beli lalu tidak terpakai, malah jadi pemborosan. Untuk hal pembelian tiket, yang pernah kami praktekkan itu mencari informasi diskon sebelum berangkat ke tempat wisata. Banyak tempat wisata yang memberikan kupon diskon di internet, atau bisa membeli melalui aplikasi travel tertentu. Sekali lagi promosi seperti ini jadi hemat kalau memang kita sudah akan pergi ke tempatnya. Beberapa tempat di sini juga bisa lebih murah kalau bayar dengan harga Thai, untuk itu saya merasa kemampuan bisa berbahasa Thai sudah membuat kami banyak berhemat hahaha.

Dalam buku ini ada juga tips untuk melihat kita masuk kategori belanja seperti apa. Buku ini membagi 4 grup tipe belanja:

  1. Grup tanpa berpikir: grup ini akan belanja seenaknya dan cenderung cepat menghabiskan uang tanpa sisa. Ibaratnya berapapun penghasilan, setiap bulannya ya habis.
  2. Grup standar: grup ini belanja sesuai dengan standar. Ada kalanya berhemat tapi masih sering juga dompetnya kosong karena belanja spontan. Kurang membuat perencanaan belanja
  3. Grup penuh arti: grup ini hanya membeli barang yang dibutuhkan saja, tapi masih ada kebiasaan konsumtif sedikit.
  4. Grup pertahanan kuat: grup ini jagoan belanja yang menjaga dompet dengan ketat. Sebelum membeli barang masih berpikir berkali-kali, jadi tidak ada uang keluar sia-sia.

Saya ingat, ajaran orangtua saya masuk kategori 4, banyak yang perlu beli yang paling perlu. Dalam prakteknya tapi saya masih sering gagal dan jatuh dalam grup 3 dan bahkan 2.

Tips yang juga sangat berguna dalam buku ini adalah bagaimana mengurangi biaya makan dengan menghabiskan makanan atau bahan makanan yang sudah dibeli. Ada tips cara menyelamatkan sayuran layu/menjaga sayuran tetap segar dan bagaimana menyimpan camilan yang tersisa. Ada juga diberikan tips berhemat kalau memang mau makan di restoran.

Diakhir dari buku ini, bahkan diberikan tips bagaimana mengatasi rasa kelelahan dalam berupaya hidup hemat. Harus diakui hidup hemat itu butuh effort, tapi hemat itu bukan berarti pelit. Kalau hemat sudah jadi gaya hidup, tentunya usaha berhemat itu tidak akan terasa sulit lagi.

Saya senang membaca buku ini karena jadi mengingatkan saya lagi kalau saya ini belum benar-benar hemat, pantesan aja belum jadi orang kaya hahahhaa. Jadi penasaran pengen tau buku lainnya kayak apa lagi tipsnya.

Pengenalan Geometri: Pattern Blocks dan Tangram

Ada banyak permainan anak-anak yang mengajarkan anak untuk mengenal bentuk dan menyusun gabungan bentuk yang ada menyerupai bentuk lain yang lebih besar. Permainan ini sebenarnya secara tidak langsung merupakan pengenalan geometri 2 dimensi kepada anak-anak. Ada 2 mainan yang belakangan ini sedang disukai Joshua, yaitu pattern block dan tangram.

Sebelum kenal tangram, Joshua sudah mengenal menyusun puzzle pattern block dan puzzle magnet kayu yang dibeli sejak jaman Jonathan kecil. Pattern block ini ada banyak kepingan dengan berbagai bentuk. Pattern block pertama yang dia mainkan ada 6 bentuk dengan 6 warna, bentuk segitiga hijau, bujursangkar oranye, jajaran genjang berwarna biru, belah ketupat berwarna coklat muda, trapesium merah dah heksagon kuning.

Cara bermain pattern block ini biasanya anak diminta untuk meletakkan kepingan yang sesuai dengan cetakannya. Dulu saya rajin mencari template dari internet, print dan laminating. Karena bentuk dan warna yang menarik, anak-anak senang menyusun kepingan block yang ada di atas cetakan. Permainan ini membutuhkan banyak kepingan bentuk, dan biasanya jadi pekerjaan ektra untuk membereskannya hehehehe.

sumber: https://www.prekinders.com/pattern-blocks/

Selain mainan pattern block ini, kami juga punya mainan varian pattern block bentuknya berbeda. Mainan ini juga dari bentuk lingkaran, setengah lingkaran, persegi panjang, busur dan segitiga. Bedanya, mainan ini dalam kotak kayu dan bermagnet. Biasanya diberikan kartu berupa gambar yang bisa diikuti anak-anak untuk membentuk gambar besarnya. Joshua sudah menyukai mainan ini sejak dia masih belum berumur 3 tahun. Kalau dulu mainnya belum terlalu bisa mengikuti kartu yang ada, sekarang dia mulai suka mengikuti contoh yang ada.

Belakangan ini, Joshua tertarik dengan Tangram. Awalnya dia kenal tangram dari permainan OSMO Tangram. Tanpa diajarin, dia bisa mengikuti apa yang harus dilakukan dengan aplikasi OSMO Tangram. Dia bisa bermain cukup lama mengikuti berbagai bentuk mulai dari yang sederhana yang tidak menggunakan semua kepingan, sampai ke bentuk yang menggunakan 7 kepingan tangram.

OSMO Tangram ini memberi petunjuk di awal mulai dengan warna apa, dan diletakkan di sebelah mana kepingan warna lain. Kalau misalnya Joshua salah meletakkan dan harus membalik kepingan, aplikasi OSMO nya juga memberi tahu. Bisa dilihat sekilas OSMO Tangram di video YouTube berikut:

Tangram (Hanzi: 七巧板; Pinyinqīqiǎobǎn; harfiah: ‘tujuh papan ketrampilan’) adalah sebuah permainan teka-teki transformasi yang terdiri dari tujuh keping potongan, disebut tans, yang disatukan untuk membentuk pola. Tujuan dari permainan ini adalah untuk membentuk pola tertentu (hanya diberi garis bentuk atau siluet) menggunakan ketujuh potongan, yang mungkin tidak tumpang tindih. Permainan ini dianggap telah diciptakan di Tiongkok semasa Dinasti Song, dan kemudian di bawa ke Eropa oleh kapal dagang pada awal abad ke-19. Ia menjadi sangat populer di Eropa saat itu untuk sementara waktu, dan kemudian populer lagi semasa Perang Dunia I. Permainan ini merupakan salah satu permainan teka-teki transformasi yang paling populer di dunia. Seorang psikolog Tiogkok menyebut tangram sebagai “tes psikologi paling awal di dunia”, walaupun orang membuatnya untuk hiburan dan bukan untuk analisis.

Wikipedia: Tangram

Kemarin, dia menemukan mainan tangram baru yang bisa membentuk angka dan huruf selain bentuk-bentuk yang selama ini dia cobakan di OSMO. Dia mengikuti petunjuk menyusun tangram yang terdiri dari 7 kepingan bentuk menjadi bentuk huruf dan angka sesuai dengan contoh yang diberikan. Dan dia mulai berusaha mengingat menyusun kepingan tangram menjadi angka dan huruf tanpa melihat kartunya.

membentuk huruf E

Kelebihan dari puzzle tangram ini dibandingkan dengan puzzle bentuk yang dia mainkan sebelumnya adalah, kepingannya hanya ada 7. Membereskan 7 keping mainan tentunya jauh lebih gampang dibandingkan membereskan banyak kepingan mainan. Dari 7 keping ini bisa menjadi berbagai bentuk. Favorit Joshua tentunya membentuk huruf dan angka.

Sambil bermain Joshua juga seperti presenter yang menyebutkan apa bentuk dan warna yang dia pegang. Lalu juga menyebutkan di sisi mana dia harus letakkan warna yang lain. Lalu setelah selesai dia akan memberi tahu ke saya atau papanya sambil berkata: look, this is A. Sayangnya, kalau divideokan dia malah jadi diam, jadi saya tidak bisa menunjukkan video dia sedang bermain tangram.

Mana yang lebih baik, main OSMO Tangram atau Tangram biasa? Untuk tahap awal, main OSMO Tangram (dimana displaynya ada di iPad) dengan petunjuk apa yang harus dilakukan jika kita salah meletakkan kepingan, cukup membantu dia belajar bermain Tangram. Gambar yang ada dalam aplikasi juga membuat lebih sedikit lagi hal yang harus di bereskan. Sisi negatifnya, ya OSMO Tangram tetap saja membutuhkan iPad, kadang-kadang anak bisa terdistract dan malah jadi main yang lain dan bukan OSMO Tangram lagi.

Template yang bisa ditiru dengan tangram ini juga ada banyak di internet. Banyak juga yang menjual kepingan tangramnya tanpa kartu-kartu, tapi anehnya gambaran yang diberikan untuk ditiru kadang-kadang warnanya tidak sama dengan warna kepingannya dan ini bisa membingungkan untuk anak yang baru belajar tangram. Joshua tapi sudah bisa mengikuti walaupun contoh yang diberikan warnanya tidak sama dengan kepingannya.

menyusun angka 1 tanpa kartu contoh

Bermain tangram dan pattern block ini salah satu bentuk bermain sambil belajar, pelajaran yang didapatkan antara lain:

  • kesempatan untuk mengenalkan bentuk (segitiga, bujursangkar, belah ketupat, heksagon, jajaran genjang, dan lain-lain)
  • belajar warna (setiap keping biasanya punya warna yang berbeda)
  • melatih kemampuan spasial, mereka bisa mengerti hubungan bentuk yang satu dengan yang lain dan membaliknya jika dibutuhkan
  • membantu anak melihat gambaran besar dari bentuk-bentuk yang disusun, terutama untuk anak yang belajar secara visual.
  • bisa digunakan untuk mengenalkan kongruensi, kesamaan dan juga simetri.
  • dan tentunya seperti kegunaan bermain puzzle lainnya, bermain ini bisa membantu melatih kemampuan problem solving pada anak.

Kalau lagi kehabisan ide mau ajak anak main, bisa dicoba dibikin mainan Tangram ini. Saya yakin ada banyak template untuk membentuk kepingan tangram selain template bentuk-bentuk yang ingin disusun dari tangram ini.

Memanfaatkan Waktu untuk Keluarga

Dua hari lalu kami mendapat pengumuman kalau hari ini akan ada pemadaman listrik dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore karena ada kabel yang akan diganti. Seluruh komplek rumah akan terkena pemadaman karena yang diganti itu letaknya persis di depan komplek. Kantor Joe yang juga berada dalam komplek yang sama, jadi diliburkan juga. Berhubung kalau di rumah tanpa listrik sama dengan kepanasan karena gak bisa nyalain AC, kami merencanakan untuk keluar rumah saja ngadem.

Pagi-pagi kami sudah bersiap bangun lebih awal, mandi dan sarapan. Setelah jam 8 kami sudah siap untuk keluar rumah. Ada beberapa pilihan untuk jalan-jalan hari ini. Ke taman, ke kebun binatang atau ke mall. Tapi mall baru buka jam 11 pagi, jadi ya gak bisa juga dong kepagian ke mall hehehe. Akhirnya setelah nanya ke anak-anak maunya ke mana, kami putuskan ke taman saja.

Karena listrik belum padam, kami santai dulu di rumah. Jam 9 lewat sedikit listriknya baru padam. Waktu kami keluar dari komplek, ternyata ada antrian mobil keluar dari komplek. Hampir semua penghuni baru memutuskan keluar komplek setelah listrik padam, padahal pengerjaanya membutuhkan mobil besar yang menghalangi jalan masuk dan keluar dari komplek. Untungnya kami menunggunya tidak terlalu lama. Sekitar 5 menit kami bisa keluar dari komplek.

Di taman, tidak terlalu banyak orang, matahari juga sudah terasa menyengat. Untungnya ada banyak bagian yang cukup teduh oleh pohon-pohon. Setelah bermain sekitar 30 menit di playground, anak-anak mulai kepanasan. Akhirnya kami ngadem di coffeeshop yang juga menjual eskrim di dalam taman.

Setelah es krim habis, kami putuskan masih ada waktu buat ke mall. Mall nya juga cukup dekat dari taman. Belum jam 11 kami sudah tiba di mall. Karena mall baru buka jam 11, kami harus menunggu mall buka dulu baru boleh masuk ke dalam. Untungnya mereka buka beberapa menit sebelum jam 11.

Karena belum lapar, kami memutuskan untuk duduk-duduk dulu menunggu Joshua main. Eh tau-tau dia kabur, dikirain dia kabur ke tempat main lego seperti biasa, ternyata dia kabur ke toko yang menjual mainan. Dia ambil 1 mainan dan kabur dari toko itu. Si penjaga toko sepertinya berusaha mencegah Joshua, tapi Joshua terlalu cepat. Sempat agak panik karena bapaknya yang mengejar Joshua gak melihat dia di tempat lego, baru kemudian kami melihat dia ternyata juga sedang mencari kami untuk minta dibeliin mainan tangram.

Mbak-mbak penjaga tokonya sepertinya agak kesal, walaupun saya sudah minta maaf. Setelah saya bilang saya akan bayar mainan yang diambil Joshua, baru dia agak relaks. Mainannya masih utuh dalam kotak. Ya memang salah kami juga, karena tadinya kami pikir Joshua akan pergi langsung ke tempat main lego, waktu dia kabur duluan kami gak langsung kejar. Baru sekali ini Joshua main ambil mainan begitu. Saya kasih tau Joshua lain kali gak boleh ambil begitu saja, tapi harus bayar dulu baru boleh diambil. Pelajaran buat kami juga, gak boleh biarin Joshua jalan duluan. Untungnya mall nya masih sangat sepi, jadi bisa dilihat kalau dia belok ke tempat yang tidak biasanya.

Membelikan mainan buat Joshua itu tidak pernah mengecewakan. Dia langsung bermain dengan rajinnya. Waktu kami makan dia juga tetap meneruskan main tangram. Besok saya akan tulisan cerita tentang mainan tangram ini. Saya mengerti kenapa Joshua tertarik dengan tangram ini. Selain dia sudah kenal dengan tangram di OSMO, mainan ini memberikan kartu untuk membentuk angka dan huruf dan aneka bentuk lainnya dengan tangram. Ada total 50 hal yang bisa dibentuk dengan tangram. Joshua langsung memulai dengan huruf A, lalu setelah huruf K dia berubah pikiran untuk membentuk angka 1.

Sekitar jam 12, kami memutuskan untuk makan. Selesai makan, saya telpon tetangga saya dan ternyata pekerjaan ganti kabelnya sudah selesai dan listrik sudah menyala seperti semula. Kami memutuskan pulang supaya anak-anak bisa tidur siang. Hari ini Jonathan diliburkan dari mengerjakan buku homeschool, tapi mendapat kesempatan untuk bermain di taman dan mall.

Senangnya hari ini pemadaman listrik tidak berlangsung lama seperti pengumuman. Karena pemadaman listrik, kami jadi bisa punya waktu keluarga di hari Jumat selain Sabtu dan Minggu hehehe. Punya nomor telepon tetangga itu penting, supaya tahu kabar kalau ada pemadaman seperti ini, dan tentunya kalau ada pemadaman yang sudah didahului pengumuman begini, tidak usah merasa kesal atau sebal, kesempatan untuk meliburkan diri dari kegiatan rutin dan jalan-jalan di luar dengan anak. Gak harus yang jauh dari rumah, karena toh terkadang pemadamannya selesai lebih cepat dari jadwal semula. Senang bisa memanfaatkan waktu yang hanya beberapa jam menjadi waktu keluarga. Mati lampu, gak harus mati gaya di rumah hehehe.

Lagu-lagu Badanamu

Pertama kali saya tahu mengenai Badanamu ini, saya hanya tahu lagu-lagu dari YouTubenya saja. Karakter animasi Bada merupakan tokoh seperti bear yang berbulu putih tebal dan ekor yang sangat pendek. Konon setelah baca-baca tokoh Bada ini animasi dari seekor anjing pomeranian. Karakter Bada ini punya banyak teman-teman seperti Mimi, Abby, Punk, Curly, dan Jess.

Gambar dari pinterest: https://www.pinterest.com/badanamu/badanamu-friends/?lp=true

Niat menuliskan mengenai Badanamu ini sudah dari dulu, tapi sudah beberapa kali saya tunda, karena ternyata Badanamu ini bukan cuma lagu saya tapi merupakan sebuah program edukasi lengkap dan bahkan menjual buku juga selain lagu-lagu yang ada di YouTube. Saya kaget juga membaca kalau mereka kantor utamanya ada di Seoul, USA dan China. Saya pikir wah bisa buat belajar bahasa Korea juga, eh tapi ternyata fokus mereka mengajarkan dalam bahasa Inggris saja. Karena saya belum jadi juga mencoba aplikasi ataupun menjadi member dari Badanamu Club, saya tidak bisa bercerita banyak mengenai program lengkap mereka. Sekarang ini saya akan menuliskan kenapa kami menyukai lagu-lagu dari Badanamu (apalagi sekarang bisa dengar di Apple Music juga).

Kami ketemu lagu-lagu Badanamu ini secara gak sengaja. Sejak Joshua suka mendengar berbagai lagu ABC, phonics dan counting, kadang-kadang dia suka menunjuk ke lagu yang direkomendasikan oleh YouTube. Begitu mendengarkan lagu-lagunya, saya langsung suka. Ada beberapa alasan kenapa saya jadi suka dengan lagu Badanamu ini.

  • karakternya lucu dan menggemaskan
  • musicnya enak didengar dan bikin bersemangat
  • liriknya (ini penting) juga cukup banyak mengajarkan hal positif untuk anak-anak
  • ada program phonics juga, mengenalkan bunyi setiap huruf dalam alphabet
  • ada program membaca juga, dan sepertinya ini salah satu yang bikin Joshua bisa cepat membaca
  • ada program mengenalkan emosi juga
  • ada nursery rhymes juga

Bukan cuma Joshua, saya dan Joe juga suka mendengarkan lagu-lagu dari Badanamu ini. Bahkan kalau pagi-pagi, saya pasang lagu ini buat memberi semangat menyiapkan sarapan pagi.

Coba dengarkan lagu ini:

Rise and Shine

Liriknya sebagai berikut:

Rise and Shine
CHORUS
Wake up now.
Come and play.
Rise and Shine.
It’s a brand new day! (x2)
VERSE 1
If you make your bed and brush your teeth.
Fold your clothes nice and neat.
Eat your breakfast, eat your greens.
Your momma won’t complain about a thing.
CHORUS
Ths sun is up!
No time to waste.
Get up and go!
Today is our day.
Rise and shine.
Come and play.
Rise and Shine.
It’s a brand new day!
VERSE 2
If you comb your hair, rinse your face.
Scrub your toes and wash your feet.
Take a shower and soap with suds.
Your momma will give you so much love.
CHORUS
Ths sun is up!
No time to waste.
Get up and go!
Today is our day.
Wake up now.
Come and play.
Rise and Shine.
It’s a brand new day! (x2)
Ths sun is up!
No time to waste.
Get up and go!
Today is our day.

Rise and Shine, Badanamu

Jonathan aja kalau bangun pagi malas-malasan di kasih lagu ini langsung jadi semangat hehehe. Joshua sih dikasih lagu apa aja bakal semangat. Dan kalau dilihat dari liriknya, ini seperti versi lain dari lagu bangun tidur ku terus mandi jaman saya masih kecil hehhee. Ada bagian merapihkan tempat tidur juga dan ya abis itu semua baru deh main.

Lagu berikutnya yang saya juga sekarang pakai untuk mengajarkan Joshua sikat gigi, cuci muka dan sisiran judulnya Brush brush brush.

Brush brush brush

Lirik lagunya:

VERSE 1
I wanna be clean,
So I brush my teeth.
Up and down,
And underneath.
I wanna be clean,
Don’t you see?
So I brush my teeth
Because it’s good for me.
Good for me!
Brush brush brush! X 4
VERSE 2
I wanna be clean,
So I wash my face.
Up and down,
And all over the place.
I wanna be clean,
Don’t you see?
So I wash my face
Because it’s good for me.
Good for me!
Wash wash wash! X 4
VERSE 3
I wanna be clean,
So I brush my hair.
Side to side,
And up in the air.
I wanna be clean,
Don’t you see?
So I brush my hair
Because it’s good for me.
Good for me!
Brush brush brush! X 4

Brush brush brush, Badanamu

Joshua sampai sekarang masih suka males kalau diajarin sikat gigi, tapi kalau saya kasih sikat gigi sambil nyanyiin lirik lagu ini, dia jadi mau disikat giginya. Setelah sikat gigi setelah itu cuci muka. Selesai mandi nyanyiin bagian sisir rambut. Semua dalam 1 lagu hehehe.

Nah ini lagu berikut (yang terakhir akan saya share di sini), lagu tentang semua adalah pemenang.

Everyone is a Winner

1, 2, 3, 4, whoa, here we go
It’s time to play
Time to play
1, 2, 3, 4, whoa, here we go
It’s time to play
Time to play the games
CHORUS
And everyone is a winner
Even if you lose sometimes
So let’s try our best to deliver
Let’s have the time of our lives
The first game up
To try to win the cup
Is a three-legged race
So try to stay up
But if you fall, I will pick you up
And carry you across the goal line
(CHORUS)

The second game up
To try to win the cup
Is a tug-of-war
So don’t give up
But if you fail, don’t get upset
I will help you on your feet again
(CHORUS) x2

Everyone is a Winner, Badanamu

Bagus-bagus kan liriknya, ini lagu bukan cuma buat anak kecil, tapi ya buat orang dewasa juga rasanya masih enak buat didengar. Bahkan kadang-kadang kata Joe, beat nya lagu Badanamu ada juga yang seperti lagu party (padahal gak pernah tuh pergi ke party yang pake lagu-lagu disko hahaha).

Lagu-lagu Badanamu di Apple Music

Sekarang ini, lagu-lagu Badanamu jadi lagu yang hampir setiap hari kami dengarkan dari Apple Music. Lagu-lagu Project Pop dan Korean minggir dulu deh ya hehehe. Kami senang menemukan ini dalam bentuk musicnya saja karena artinya bisa diperdengarkan tanpa menambah screentime ke anak-anak.

Seperti saya sebutkan sebelumnya, Badanamu ini bukan hanya lagu saja, di YouTube channelnya juga bisa dilihat ada pelajaran menggambar karakter yang ada dalam Badanamu. Kalau dari websitenya saya lihat mereka juga ada app nya. Kalau gak ingat ongkos kirim, saya tertarik beli buku-bukunya juga hahaha. Tapi untuk sekarang sepertinya cukup lagu-lagu di Apple Music dan YouTube saja. Kalau suatu hari kami memutuskan untuk mencoba appsnya pasti akan saya tulis reviewnya.

Jonathan Belajar Berenang (lagi)

Jonathan lagi diajarin gurunya

Setelah sekian lama ditunda, akhirnya Jonathan akan mulai latihan berenang lagi. Sebenarnya Jonathan sudah dikenalkan untuk berenang dari sejak masih kecil banget di bawa ke kolam renang waktu masih di condo. Setelah Jonathan mulai ke daycare juga pernah diikutkan kelas renang untuk pengenalan air. Tapi karena on off dan ganti guru melulu, terakhir itu Jonathan berenti latihan berenang sewaktu dia berumur sekitar 4 tahun.

Sejak Jonathan mulai di homeschool, sudah ada wacana untuk kembali membawa dia ke kelas berenang, tapi guru yang dulu mengajar dia pindah ke Bangkok, dan belum ketemu guru yang bisa berbahasa Inggris. Tahun ini, akhirnya saya menemukan informasi mengenai guru renang yang mengajarkan dengan bahasa Inggris, gurunya tepatnya native Australia, jadi ya mari kita mulai lagi.

Karena lama gak belajar, satu-satunya yang tersisa dari pelajaran sebelumnya adalah Jonathan gak takut air doang. Dia bisa ngapung, tapi ya segala tekniknya harus diulang lagi. Saya juga selama ini berusaha sesekali membawa dia untuk berenang, tapi karena tidak rutin dan saya juga ga pernah belajar bagaimana mengajarkan berenang, ya gak berhasil.

Hari ini pertemuan ke-2 dari kelas yang akan diadakan 10 pertemuan. Kami datang agak lebih awal supaya Jonathan bisa main air dulu sebelum mulai belajar. Saya perhatikan, dia mulai bisalah mengapung maju dengan gerakan kaki saja. Tapi untuk angkat kepala untuk ambil nafas dia belum bisa. Susah mendeskripsikannya, tapi saya melihat ada progress cukup berarti dibandingkan dengan sebelumnya.

Saya dulu belajar berenang dari orangtua saya, kami ke kolam renang juga tidak rutin. Gaya renang yang diajarkan itu saya ingat gaya dada. Nah setelah bisa berenang gaya dada, baru kemudian setelah kuliah dan ikut unit renang dan mata kuliah renang saya belajar gaya bebas, gaya punggung dan gaya dada. Namanya belajar, saya cuma sampai sebatas tau dan bisa sedikit, tapi untuk berenang saya tetap lebih menguasai gaya dada.

Dari memperhatikan kelas berenang untuk anak-anak selama mengantar Jonathan berenang, saya perhatikan kalau yang diajarkan pertama kali itu gaya bebas. Saya kurang tahu alasannya, tapi secara pribadi, buat saya gaya bebas itu lebih melelahkan. Kalau gaya dada, saya bisa berenang dengan santai dan gak pakai ngos-ngosan napasnya hehehe.

Gimana dengan Joshua? Joshua belum dibawa belajar berenang. Sekarang ini Joshua baru diajak main-main air dulu. Joshua suka main air, tapi karena kami agak terlambat mengenalkan dia dengan berenang, kadang-kadang masih terlalu takut untuk masuk ke kolam. Awal tahun baru kemarin kami sempat beberapa kali bawa dia ke kolam berenang, tapi sejak polusi udara yang belum hilang 100 persen, kami belum jadi lagi untuk membawa dia berenang.

Mudah-mudahan Jonathan cepat bisa berenangnya. Kalau dia sudah benar-benar bisa berenang, nanti Joshua gantian bisa dikursuskan (biar pengeluarannya gak dobel hehehhe). Sementara ini ya dikenalkan dengan air dulu. Siapa tahu malah Joshua bisa diajarin sama saya nantinya hahaha.

Hot hot hot

Musim panas begini, olahraga paling menyegarkan itu memang renang. Tapi juga, kebanyakan kolam berenang di sini kalau pagi hari udah langsung kena sinar matahari terik. Kalau sore hari, air kolamnya anget. Jadi harus cari kolam yang ideal untuk berenang yang tidak bikin kulit gosong. Berharap polusi segera hilang juga dari Chiang Mai, supaya gak perlu merasa kuatir beraktifitas di luar ruangan yang tak memiliki filter.

Buku-Buku Homeschool Term Depan

Hari ini pak pos datang pagi-pagi ke rumah, nganter paket buku Homeschool CLE term yang akan datang. Kami pesan dari tanggal 26 Maret 2019 lalu dan baru sampai hari ini. Sengaja sih mesannya dari sekarang, karena pengalaman kalau mesannya berdekatan dengan pergantian tahun ajaran, semua orang juga lagi mesan dan mereka lebih lama lagi memproses orderannya.

Buku-buku CLE ini kami pesan dari situsnya langsung, dikirim dari Amerika dengan ongkos kirim sebesar 20 persen dari harga bukunya. Ongkos kirim internasional ini flat rate, dan dibandingkan dengan kurikulum lainnya, CLE ini yang paling murah ongkos kirimnya. Tapi kami memilih kurikulum ini bukan karena masalah ongkos kirimnya saja, tapi karena kurikulumnya juga sudah teruji dan dipakai lebih dari 30 tahun. Dari pengalaman memakai kurikulum ini sejak Jonathan kelas 2 dan tahun ini akan selesai kelas 3, kami cukup puas dan melihat Jonathan cukup bisa mengerjakan pelajarannya dengan mandiri.

Ayo tebak, buku sebanyak ini harus bayar berapa? buku-buku ini untuk kebutuhan Jonathan kelas 4 semester pertama, kami juga beli buku petunjuk untuk guru supaya saya gampang ngecek kerjaan Jonathan dan juga buku untuk Joshua kalau dia sudah siap untuk mulai kegiatan sekolah di rumahnya. Buku untuk Joshua ini untuk preschool dan TK, jadi bisa dipakai untuk 2 tahun ke depan, tapi ya rencananya sih saya hanya akan memberikan Joshua pekerjaan kalau dia memang mau melakukannya. Saya belum berniat serius menghomeschool Joshua, biar dia puas main-main dulu.

Jonathan senang banget melihat buku-buku semester depan sudah datang, padahal buku untuk kelas 3 sekarang ini masih di buku 9 pertengahan. Kalau semua lancar, paling awal Juni baru selesai semuanya. Tapi ya namanya homeschooling, bisa aja kalau Jonathan lagi semangat dia dibujukin mempercepat selesainya dengan iming-iming biar bisa libur lebih awal hehehe. Masalah kapan akan memulai semester berikut juga tergantung Jonathan, bisa libur cuma 2 minggu, bisa juga libur 1 bulan kalau mau sebelum mulai pelajaran kelas 4.

Tadi Jonathan langsung ambil buku bacaannya, dari dulu dia paling senang membaca cerita-cerita dalam buku pelajaran Reading. Terus dia komen, loh kok Readingnya cuma sampai buku ke – 5? Nah jadi ceritanya kelas 4 itu pelajaran terstuktur membacanya dikurangi, dalam 1 tahun cukup 5 buku saja (biasanya 10), nah pelaksanaanya terserah apakah 5 buku itu dibagi jadi 2 semester atau mau 1 semester selesaikan 5 buku dan semester depannya kasih buku-buku lain atau pelajaran bebas.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, ngapain buku Preschool dan TK buat Joshua udah dipesen sekarang, padahal belum berencana memulai program sekolah di rumah untuk Joshua. Ya, saya pengen lihat aja isinya. Sekarang ini Joshua kemampuan akademisnya sebenarnya sudah seperti anak SD kelas 1, dia udah bisa membaca banyak kata (bahasa Inggris) baik dengan cara sight words ataupun dengan mengeja. Joshua juga sudah mulai mengerti operasi penjumlahan dan pengurangan dan sangat rajin berlatih sendiri. Tapi saya pingin dia dapat dasar yang benar, belajar hal-hal sederhana mulai dari menarik garis lurus dengan cara memegang pensil yang benar. Jadi ya, saya gak akan memburu-buru dia untuk bisa melakukan semua dengan benar, tapi gak ada salahnya mempersiapkan supaya nantinya bisa memulai sedikit demi sedikit.

Nah kembali ke pertanyaan pertama, udah ada yang berhasil nebak harga buku-buku yang kami beli ini? Harganya tentunya lebih murah dari uang sekolah Internasional. Total belanja dengan ongkos kirim cuma 262.50 USD. atau sekitar 3,7 juta rupiah. Mahal? ya nggak dong, itu kan buat 2 anak, yang satu untuk 1 semester (6 bulan), dan anak 1 lagi untuk 2 tahun pelajaran. Biaya bayar gurunya yang mahal, emaknya kudu sedia waktu buat 2 anak hehehe.

Rincian pesanan

Tadinya kami berniat untuk memesan buku pelajaran Jonathan sekalian untuk 1 tahun, tapi gak jadi karena gak ada tempat nyimpannya juga di rumah. Lagipula, entah kenapa ada perasaan senang aja pas nerima buku-buku homeschool ini. Jadi saya ingin membagi kesenangan saya menjadi 2 kali menerima buku dan bukan cuma sekali hehehhe. Nanti kalau sudah mulai pelajaran kelas 4, pesanan untuk semester berikutnya biasanya akan jauh lebih murah, karena gak perlu beli buku untuk Joshua lagi dan juga buku untuk gurunya sudah digabung dalam pembelian yang sekarang.

Buku: Prayer for a Child

Buku Prayer for a Child merupakan buku klasik yang pertama kali terbit tahun 1944 tapi masih menarik untuk dibacakan sampai sekarang. Ditulis oleh Rachel Field dan setiap halamannya berisi ilustrasi gambar oleh Elizabeth Orton Jones.

Kami membeli buku ini dari Amazon waktu Jonathan masih kecil. Buku ini merupakan salah satu buku terpanjang yang dihapal Jonathan sebelum dia bisa membaca dan merupakan salah satu buku rutin yang dibaca sebelum tidur. Saya ingat, waktu kami pulang ke Indonesia buku ini juga kami bawa untuk bacaan sebelum tidur. Setelah Jonathan lancar membaca, dia mulai tertarik membaca buku lain dan buku ini kami simpan untuk adiknya.

Jonathan waktu 3 tahun 7 bulan

Sejak Joshua tertarik dibacakan buku, kami juga sudah membacakan buku ini berkali-kali ke Joshua. Lagi-lagi, walaupun dia dalam buku ini cukup panjang, Joshua juga bisa menghapalkannya sejak dia belum terlalu bisa membaca.

Beberapa lama buku ini sempat ditinggalkan dan baru belakangan ini dibaca lagi. Walau sekian lama gak dibaca, Joshua masih ingat dengan isi buku ini. Joshua sekarang sudah agak bisa membaca, tapi walaupun dia selalu membalik halaman seolah membaca, saya yakin sebagian besar berupa hapalan dan bukan benar-benar bisa dibaca.

Buku ini dilengkapi dengan ilustrasi yang cukup menarik dari setiap baris doanya. Kata-kata yang digunakan tidak semua sederhana, tapi cukup berima sehingga mudah diingat. Setelah membacakan beberapa kali, baru melihat gambarnya saja saya bisa ingat kalimatnya.

Joshua 3 tahun 10 bulan

Sekarang, setiap malam Joshua membaca buku ini dan meminta saya mengikuti setiap kalimat yang dia ucapkan. Kadang-kadang dia juga sambil menirukan saya yang pernah memakai buku itu untuk bermain: apa yang kamu lihat, atau mengenali objek-objek yang ada.

Secara isi doa, walaupun doa ini ditujukan penulis untuk anak perempuannya Hannah, tapi doa ini bisa juga diucapkan anak laki-laki. Bahkan bisa untuk orang dewasa sekalipun.

Doanya dimulai dengan bersyukur untuk susu dan roti (makanan), bersyukur untuk tempat tidur yang ada, bersyukur untuk mainan yang dimiliki sampai mendoakan semua anak-anak di seluruh dunia jauh maupun dekat.

Buku ini merupakan buku yang bagus untuk mengajari anak berdoa. Kita bisa mengajari anak berdoa bukan hanya untuk diri sendiri saja, tapi juga untuk semua hal kecil dan besar, mengucap syukur untuk orangtua dan saudara. Tak lupa mendoakan sesama (anak-anak lain).

Walaupun pada saat anak-anak kami membaca buku ini kemungkinan besar mereka belum mengerti sepenuhnya dengan isi doanya, tapi kami senang menemukan buku yang mengajari anak berdoa seperti ini.