Oprekan akhir pekan: Chromebook, RHME, Lampu Pohon Natal

Akhir pekan kali ini sampai hari Senin di Thailand karena hari Senin bertepatan dengan Hari Ayah di Thailand, jadi kantor libur. Secara umum tidak banyak yang dioprek weekend ini karena lebih banyak dihabiskan untuk jalan-jalan.

Chromebook

Saya membeli Chromebook seharga 4200 baht dengan bonus Google Drive 100GB selama 2 tahun. Karena saat ini saya memang berlangganan Google Drive 100 GB dengan membayar 1.99 USD/bulan, bonus ini akan mengurangi pengeluaran saya sebanyak sekitar 1600 baht (total 2 tahun). Dengan bonus itu, menurut saya ini pembelian yang relatif murah (1.6 jt – 0.6 jt google drive = ~1 jt untuk nilai laptopnya).

20161201_134545

Setelah beberapa jam menggunakan browser saja, saya mengaktifkan developer mode dan menginstall debian chroot menggunakan crouton. Selama beberapa hari saya mencoba-coba berbagai setting, berbagai desktop manager, sampai akhirnya memilih Enlightenment. Menurut saya laptop ini cukup ringan dengan daya tahan batere yang cukup lama.

RHME

Saat ini saya sedang mengikuti CTF hardware pertama saya. Walau kemungkinan besar tidak akan menyelesaikan semua challengenya. Saya bekerja sama dengan teman lama saya Deny yang sudah lama tidak kontak. CTF ini masih terus berjalan, dan saya belajar banyak soal assembly AVR dari soal-soalnya.

Dari belajar AVR saya jadi tertarik mengikuti kontes 1K. Saya sudah memulai membuat proyeknya tapi belum selesai. Prototipe logika sudah jadi dan bisa dimampatkan kurang dari 700 byte, tampilan juga sudah jadi. Entrinya sudah saya masukkan, walaupun rasanya akan sulit menang, tapi saya melakukan ini cuma untuk bersenang-senang.

20161206_063247 Lanjutkan membaca “Oprekan akhir pekan: Chromebook, RHME, Lampu Pohon Natal”

Oprekan akhir pekan: Kalkulator, Proyektor, Persiapan Natal

Sesuai target pekan lalu, tiap Minggu saya berusaha menuliskan oprekan akhir pekan. Kali ini saya akan membahas: kalkulator, proyektor, oprekan persiapan Natal, dan beberapa hal lain yang berhubungan dengan elektronik.

Kalkulator

Salah satu benda yang menakjubkan bagi saya waktu masih kecil adalah kalkulator. Kalkulator pertama yang saya lihat adalah milik bapak saya, kalkulator ini biasa (bukan saintifik) dengan display menyala hijau (kemungkinan ini memakai Vacuum Fluorescent /VFD). Semasa sekolah, saya belum pernah memiliki graphing calculator, paling advanced cuma scientific calculator.

Walau dulu cuma mainan kalkulator biasa, saya berusaha mempelajari semua fungsi dan triknya. Misalnya waktu SMP saya bisa memakai kalkulator biasa untuk menghitung weton (hari dan pasaran) dari sebuah tanggal (biasanya tanggal lahir). Ini saya lakukan dengan menghitung jumlah hari sejak 1 januari 0 sampai hari tersebut (karena berbagai koreksi kalender, metode ini cuma akurat dari 1800an-2099), lalu melakukan mod 7 untuk mendapatkan hari dan mod 5 untuk mendapatkan pasaran. Metode saya ini agak berbeda dari Doomsday rule (waktu itu saya tidak tahu Doomsday rule ini).

simple_electronic_calculator

Tiap tahun rata-rata terdiri dari 365.25 hari, dengan mengalikan tahun dengan 365.25 (dan membulatkan ke bawah) kita mendapatkan jumlah hari sampai awal tahun, untuk mendapatkan jumlah hari dari awal tahun sampai sebuah tanggal tersebut, saya menghapalkan jumlah hari akumulatif suatu bulan (atau kalau lupa kadang saya jumlahkan manual), misalnya: Januari 0, Februari 31, Maret, 59, April 90, Mei 120, dst), lalu tambahkan tanggal yang diminta. Lanjutkan membaca “Oprekan akhir pekan: Kalkulator, Proyektor, Persiapan Natal”