Homeschool tahun ke – 3 menggunakan CLE

Hari ini tanggal 1 Juli 2019 kami mulai lagi dengan kegiatan homeschool kami setelah libur selama bulan Juni. Tahun ini Jonathan memasuki tahun ke-3 sekolah di rumah, sebelumnya saya tanyakan juga apakah dia mau kembali ke sekolah saja, tapi jawabannya masih lebih senang dengan sekolah di rumah.

Untuk pelajaran tahun ini, Jonathan sudah masuk ke materi kelas 4 SD. Kami masih memakai kurikulum yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya dari CLE. Setelah pengalaman tahun ke-2 kemarin, kali ini mulai lebih gampang untuk mengatur jadwal. Jumlah pelajaran yang kami pakai dari CLE ada 6 pelajaran. Selain ini Jonathan masih belajar piano, Art, Thai dan Taekwondo. Masa liburan di bulan Juni, Jonathan juga belajar berenang lagi. Rencananya pelajaran berenang hanya akan diteruskan selama 6 minggu ke depan.

Untuk pelajaran Math dan Language Art jumlah pelajarannya masih sama, dalam 1 tahun ada 10 buku, dalam 1 buku ada 16 pelajaran, di mana pelajaran ke-5 dan ke-10 berupa kuis dan pelajaran ke-16 berupa test dari keseluruhan pelajaran di buku. Untuk 2 pelajaran ini alokasi waktunya belajar setiap hari sekitar 45 menit.

Spelling dan Penmanship, masih perlu banyak latihan

Untuk pelajaran Reading kelas 4 ini hanya ada 5 buku (sebelumnya ada 10 di kelas 2 dan 3), pelajaran Social Studies dan Bible juga hanya ada 5 buku. Jumlah pelajaran dalam setiap bukunya juga sama dengan Math dan Language Art. Rencananya Social Studies dan Bible cukup dipelajari 2 kali seminggu, sedangkan Reading tetap 3 kali seminggu. Untuk 3 pelajaran ini alokasi waktunya sekitar 30 menit 1 pelajaran. Oh ya selama bulan Juli dan Agustus, kami hanya akan belajar 3 hari seminggu untuk materi CLE, sisanya ya materi di luar rumah.

Pelajaran Science strukturnya agak berbeda dari yang lain. Ada 10 buku untuk tahun ajaran ini, tapi di dalamnya hanya ada 28 topik. Rencananya pelajarannya 1 minggu 1 topik. Setiap buku ada 2 atau 3 topik dan setiap akhir buku juga selalu ada testnya. Untuk pelajaran science ini biasanya Jonathan akan mengerjakan pertanyaan di buku sekitar 30 menit, lalu jika ada eksperimen dia akan kerjakan bareng papanya di akhir pekan. Kalau ada yang tertarik untuk mencari tahu apa saja yang dipelajari di kurikulum CLE, bisa liat garis besar pelajarannya di link ini.

Sejak semester 2 tahun lalu, kami tidak mengikuti co-op homeschool lagi, tapi saya menemukan grup homeschool yang lokasinya dekat rumah dan saya tidak harus ikut mengajar. Jadi sekali seminggu, Jonathan dan Joshua akan bermain dan belajar di sana sekaligus bersosialisasi. Joshua masih belum terlalu mau ikut kegiatan belajarnya, tapi ya bermainnya sudah mulai senang karena sudah kenal juga dengan pengajar dan teman-temannya di sana. Jadi sekali seminggu saya bisa me-time hehehe.

Setelah menghomeschool selama 2 tahun, persiapan untuk tahun ke-3 terasa lebih mudah, seperti tahun sebelumnya saya menyiapkan jadwal per-minggu. Kegiatan belajar di rumah masih sama, dari pagi sampai jam makan siang. Kegiatan belajar di luar rumah biasanya setelah makan siang dan bisa berubah sesuai kebutuhan. Jadwal libur juga masih bisa diatur sesuai dengan kebutuhan hehehe.

Untuk Joshua, saya masih tetap belum memberikan jadwal khusus, tapi ya pada dasarnya dia akan suka ikut-ikutan membaca flashcard, menyusun pattern block, menyusun domino, ataupun main piano dan bernyanyi. Kadang-kadang dia akan menulis di whiteboard atau membaca buku yang ada di rak buku. Joshua masih 4 tahun, kalau ikut kurikulum Thai, harusnya dia sudah di TK-2, tapi ya saya merasa TK itu gak perlu belajar akademis, lebih penting ikutin aja dia tertariknya apa. Lagipula Joshua sudah bisa baca, tulis dan mengerti konsep penjumlahan. Joshua sekarang ini lebih penting diajakin main aja yang banyak biar jangan mikirin ABC dan 123 mulu.

Materi homeschool CLE untuk level Preschool dan TK juga sudah ada di rumah, sesekali saya berikan ke Joshua kalau dia kelihatan ingin ikutan mengerjakan sesuatu di buku. Tapi karena cuma ada 8 buku tipis untuk preschool dan 10 buku untuk 1 tahun TK, sedangkan Joshua bisa mengerjakan beberapa halaman sekaligus kalau dikasih bukunya, jadi ya saya tidak berikan tiap hari hehehe. Kadang-kadang karena Joshua sudah bisa membaca, saya terpikir memberikan saja materi yang agak advance, tapi saya urungkan niat itu karena tidak ingin dia jadi bosan sekolah nantinya.

Rencananya tahun ini mulai mengajari Jonathan membaca bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Indonesia. Tapi saya belum kepikiran cara terbaik mengajarkan bahasa Indonesia. Yang terpikir sekarang ini dengan membuat dia membaca nyaring buku bahasa Indonesia 1 cerita setiap hari.

Untuk tata bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sebenarnya mirip dengan apa yang dia pelajari di pelajaran bahasa Inggris, terutama untuk aturan penulisan dengan huruf kapital ataupun penulisan singkatan. Tapi ya sepertinya ada beberapa hal yang berbeda, terutama untuk penulisan nomor dengan titik dan bukan koma. Kalau ada yang punya saran cara atau buku untuk mengajarkan bahasa Indonesia ke anak SD, silakan tuliskan di komen ya.

Bulan Juni kemarin, saya juga mendapatkan komunitas baru sesama homechoolers tapi yang banyak berdomisili di Indonesia. Jadi saya bisa tanya-tanya banyak dan mulai memikirkan dan mempersiapkan untuk Jonathan ikut ujian persamaan nantinya. Senang rasanya mengetahui semakin banyak komunitas homeschooler di Indonesia, jadi bisa banyak tempat bertanya dan bertukar informasi.

Langit di bulan Juni

Coba lihat keluar, bagaimana langit di kota Anda. Sepanjang bulan Juni, langit kota Chiang Mai sangat indah. Bukan hanya ketika matahari bersinar cerah, bahkan ketika mendung menggulung di langit kelam semuanya terlihat indah. Setiap kali melihat keindahan langit yang terbentang di depan mata, ingin rasanya mengabadikannya menjadi foto yang dipigura indah, berdecak kagum dengan indahnya ciptaan Tuhan. Foto-foto ini saya ambil ketika sedang dalam perjalanan sekitar Chiang Mai, ketika jalanan kosong jadi berani untuk menjepret langit dengan kamera handphone. Ada juga yang dijepret Joe ketika dia dan Jona bersepeda.

Saya tidak pernah bosan melihat langit biru, baik itu langit biru bersih ataupun dengan hiasan gumpalan awan putih atau hitam tanda hujan kan datang.

Dulu pernah belajar namanya ada cumolus, stratus, cumolonimbus maupun cirostratus. Sekarang sudah lupa mana yang namanya siapa, harus buka contekan biar tau yang mana. Tapi apapun namanya, langit bulan Juni di kota ini terasa sangat istimewa. Coba tebak, dari cuplikan langit yang ada, sedang musim apakah di kota ini?

Kalau ditanya langit mana yang jadi favorit, saya tidak bisa memilih. Pengennya lebih banyak lagi menjepret langit, apa daya saat menyetir itu keselamatan lebih utama.

Melihat langit biru dengan hiasan putih atau kelabu terlalu indah untuk disimpan sendiri. Mengakhiri bulan Juni, saya bagikan foto langit Chiang Mai yang berhasil diabadikan di bulan Juni 2019. Siapa tau bisa jadi inspirasi atau malah jadi puisi untuk yang mampir ke blog ini.

Joshua dan Alfabet

Beberapa waktu lalu, saya menuliskan mengenai kegiatan Joshua bermain tangram yang membentuk huruf dan angka. Sebelumnya dia sudah pernah bermain juga dengan pattern block, tapi saya pikir dia tidak tertarik dengan mainan itu dan beberapa kali saya sudah berniat untuk menjual saja pattern blocknya. Tapi hari ini saya baru menyadari, ternyata saya salah!

Kesalahan saya adalah, salah dalam memberikan pola yang harus ditiru. Joshua tidak tertarik untuk mengikuti pola gambar-gambar, tapi ketika tadi saya berikan 1 huruf A dan a, dia langsung kerjakan dengan cepat. Memang sejak kenal huruf, Joshua menunjukkan ketertarikan terhadap semua jenis huruf (bahkan huruf Thai dan Rusia!). Jadi, bukan Joshua tidak tertarik dengan pattern block, tapi dia tidak tertarik dengan pattern non alfabet.

awalnya meniru dari kertas yang saya print untuk Jonathan dulu

Tadi sore, bangun dari tidur siang, Joshua bongkar-bongkar lemari mainan dan memilih main pattern block. Awalnya dia menyusun sendiri huruf-huruf. Bahkan dia berusaha mendirikan pattern blocknya menjadi seperti domino yang dijatuhkan. Lalu saya ingat kalau saya punya pola untuk pattern block yang dulu saya persiapkan untuk Jonathan. Salah satu pola yang ada adalah pola membentuk hurf A dan a.

Alkisah, waktu dulu mengajak Jonathan bermain pattern block, saya pernah mencetak beberapa pola termasuk huruf A dan beberapa gambar lain. Tapi karena Jonathan waktu itu kurang tertarik dengan permainan ini, saya tidak mencetak semua huruf. Untungnya, saya masih bisa mencari lagi sumber pola huruf tersebut. Karena printer masih belum beli yang baru, saya download file pdf nya dan saya pikir coba deh kasih ke Joshua di ipad saja. Hasilnya? Joshua dengan sabar mengerjakan semua huruf dari A sampai Z. Saya yang tidak sabar malah nungguin dia main hahaha.

Saya mencoba memfoto setiap huruf yang dia kerjakan, tapi karena saya masih harus menyiapkan makan malam, tau-tau Joshua sudah membereskannya dengan cepat begitu selesai huruf tersebut. Sambil menyusun huruf, kadang-kadang dia bernyanyi atau bersenandung, kadang juga mendeskripsikan apa yang dia lakukan. Sesekali dia menirukan juga seperti suara yang ada di app yang dia mainkan hehe.

Selesai huruf Z, dia kembali ke huruf A, dan meniru huruf A dari ipad. Sepertinya ada perbedaan menyelesaikan dengan meniru dari ipad dan meniru dari kertas, jadi biar lengkap dia ulangi ke A. Saya pikir dia akan terusin lagi ke B sampai Z, ternyata cukup mengerjakan A nya saja.

Selesai dengan pattern block, Joshua melanjutkan membuat huruf dengan lego duplo. Lego duplo ini pernah dia liat di YouTube, sudah beberapa kali dia berlatih bikin sendiri tanpa melihat contoh. Sepertinya apa saja bisa dia bangun asalkan polanya alfabet atau angka hehehe.

Lanjut dengan Lego Duplo block

Dari sejak awal pulang sampai selesai mainan membentuk semua huruf, sepertinya lebih 1,5 jam. Papanya sampai heran, kok bisa ya Joshua lihat ipad buat niruin alfabet doang, gak tertarik buat mainan lain yang dia tau ada banyak di ipad. Dia tidak tertarik main di ipad, beberapa kali malah tertarik buat mainan lego duplonya.

Pelajaran hari ini buat saya adalah kalau ngasih mainan ke Joshua dan dia tidak tertarik, bukan berarti dia benar-benar tidak tertarik, coba dalam bentuk Alfabet dan perhatikan apakah dia tertarik atau tidak.

Joshua juga sudah mulai bisa diajak membereskan mainannya. Waktu dia teralih perhatian ingin main duplo, saya tanyakan: pattern blocknya mau diberesin? karena dia merasa belum sampai huruf Z, ya dia akhirnya ninggalin duplonya dan melanjutkan pattern blocknya. Waktu sampai di huruf Z, dia bertepuk tangan dan berseru kesenangan: you did it!

Joshua berhenti bermain dengan duplo dan pattern block karena papanya pulang dan waktunya makan malam. Selesai makan, dia bantu saya beresin mainannya supaya pattern blocknya bisa di bawa ke kamar atas. Tapi sampai atas, dia melihat domino toy nya, dan memilih menyusun domino Alfabet.

Mainan domino alfabet ini juga sudah beberapa hari ini dia kerjakan dari A sampai Z, belakangan dia minta di foto susunanya sebelum dia jatuhkan. Intinya mainan apa saja akan disusun jadi alfabet dan angka hehehhe.

Musim Perbaikan

Hari ini saya istirahat dulu dari menuliskan tentang Bahasa Thai, mau cerita tentang suatu hal yang beberapa hari ini jadi topik dalam kehidupan. Mungkin bukan cuma kami yang alami dan siapa tau namanya lagi musim. Bukan baru kali ini sih, tapi sudah beberapa kali terjadi.

Saya perhatikan, secara berkala ada yang namanya musim di mana banyak benda rusak satu persatu dan butuh perhatian, entah itu harus ganti baru atau masuk ke bengkel. Musim ini saya sebut musim perbaikan dan keluar duit banyak. Beberapa benda yang masih ada garansi biasanya bisa diperbaiki tanpa biaya, tapi namanya garansi gak bersifat selamanya kan. Nah kalau masa garansi sudah lewat, kadang-kadang ya harus bayar biaya perbaikan, atau ya bahkan ada yang ga bisa diperbaiki dan harus ganti baru.

minggu lalu harus sewa mobil karena mobil nginep di bengkel, eh hari ini mobil perlu ganti batere

Saya ga ingat di mulai dari benda apa yang rusak, tapi hari ini mobil kami tidak bisa menyala, padahal baru juga di bawa ke bengkel untuk cek rutin minggu lalu. Pemeriksaan rutin ini termasuk periksa status batere. Karena penasaran, kami cek lagi sejarah perbaikan mobil dan ternyata ganti batere terakhir itu tahun 2016 November (dan sekarang sudah Juni 2019). Sebenarnya waktu beli baterenya sudah diberitahu kalau batere mobil itu perlu diganti sekitar 2 sampai 3 tahun, bisa lebih cepat kalau ada yang kelupaan dimatikan. Nah saya cukup yakin kalau tidak ada yang dibiarkan menyala di mobil, jadi sepertinya tanpa disadari sudah waktunya ganti batere.

Nah, waktu minggu lalu bawa mobil ke bengkel, ada beberapa hal yang juga perlu diganti. Bawa mobil ke bengkel ini kami usahakan rutin paling tidak 1 kali setahun, dan untuk tahun ini karena banyak kesibukan, baru dilakukan setelah 1 tahun lebih 2 bulan. Nah niatnya untuk ganti oli dan cek rutin saja. Eh ternyata brakepad dan beberapa hal di sekitar roda ada yang perlu diganti karena sudah membahayakan. Bersihkan AC mobil juga ada beberapa hal yang perlu diganti karema sudah sangat kotor akibat musim polusi. Biaya perbaikan jadi lebih banyak dari perkiraan semula. Tapi sekali lagi kami bersyukur, kami tau hal-hal tersebut sebelum terjadi kecelakaan. Kalau sampai kejadian rem gak bekerja, aduh jauh-jauh deh.

Ada untungnya juga baterenya baru sekarang di ganti, jadi biayanya gak terasa numpuk di minggu lalu hehehe. Tadi tukang bengkelnya bilang, waktu saya datang periksa, alat periksa batere mereka sedang rusak, dan mungkin mereka juga gak memperhatikan bahwa batere kami terakhir ganti sudah hampir 3 tahun lalu. Jadi ya, walau jadi ga bisa pergi pagi ini karena mobil tidak menyala, masih mending kejadiannya ada di rumah dan bukan sedang di luar rumah (ambil positifnya aja deh).

Waktu mau acara kumpul Indonesia, tadinya mau ngeprint sesuatu, eh printer ngadat. Minggu lalu saya bawa ke service, dan karena sudah tidak ada garansi, mereka mengenakan biaya yang cukup untuk beli printer baru. Nah kalau masalah begini, akhirnya kami memilih untuk membeli printer baru saja, sekalian supaya dapat garansi lagi. Printer tersebut sudah 2 kali masuk bengkel sebelumnya, tapi waktu itu masih dalam garansi jadi ya cuma repot untuk membawa dan mengambilnya saja, dan untungnya kejadiannya tidak ketika sedang ada kebutuhan mendesak. Masalah printer ini agak dilematis, karena katanya printer terlalu banyak dipakai ya cepat rusak, tapi kalau gak dipakai tiap hari tintanya bisa beku dan menumpuk di headnya dan mengakibatkan kerusakan juga. Tapi kalau gak butuh, masa kita buang-buang kertas buat ngeprint?.

tintanya masih banyak, tapi mati total dan biaya perbaikan sudah mendekati biaya beli printer baru

Nah masih berlanjut soal perbaikan, salah satu tuts piano elektronik kami juga suaranya kencang sendiri. karena sudah lewat masa garansi, kami juga harus membayar biaya perbaikan. Untungnya perbaikannya hanya dibersihkan saja bagian dalamnya dan tidak ada bagian yang harus diganti, biaya pembersihannya juga tidak seberapa dibanding harga piano hehehe. Perbaikan piano ini juga dilakukan setelah menunda sebulan lebih.

piano sedang dibersihkan

Masalah terkunci di kamar kemarin juga salah satu contoh musim kerusakan dan butuh perbaikan. Setelah terkunci itu, kami perlu mengeluarkan semua latch dari pegangan pintu putar yang ada di rumah, dan menambah magnet untuk membuat pintu bisa ditutup. Kursi kerja Joe yang rodanya patah juga salah satu hal yang akhirnya harus beli baru. Untungnya tapi kursi yang lama ternyata bisa diperbaiki oleh tetangga kami dan dengan biaya yang tidak seberapa kami jadi tetap bisa mempergunakan kursi itu.

Beberapa waktu lalu saya juga harus mengklaim garansi harddisk. Ada beberapa harddisk Joe yang rusaknya bergantian, untuk klaim garansi harddisk ini biasaya butuh waktu, jadi kadang-kadang ya harus punya harddisk untuk membackup data sementara harddisknya diklaim. Kalau ada benda yang butuh perhatian ekstra, rasanya jadi menambah kerepotan karena harus anter ke tempat perbaikan, tapi itupun ya harus dilakukan daripada selalu harus beli baru lagi.

Sekarang ini harusnya saya juga memanggil tukang bersihkan AC, sudah setahun lebih AC tidak dibersihkan dan mesinnya terdengar mulai bekerja keras. Tapi saya masih menunggu dulu, karena rasanya lelah berhadapan dengan perbaikan demi perbaikan. Semoga gak ada hal serius juga dengan AC hehehe.

Kadang-kadang sebenarnya wajar saja mengeluarkan biaya untuk perbaikan dibanding beli baru, tapi ya kalau semua terjadi dalam waktu berdekatan rasanya jadi lebih berasa berat. Mungkin ini kenapa orang tua saya selalu mengingatkan kalau ada rejeki ekstra jangan langsung dihabiskan, karena kita tidak tau ada masa di mana kita juga punya pengeluaran ekstra.

Ada gak sih cara menghindari perbaikan ini? ya sebenarnya sama saja dengan kita manusia, semua ada umurnya. Badan kita saja kalau gak cukup istirahat bisa sakit dan butuh istirahat. Semua mesin, atau benda yang dipakai itu ada masanya perlu dibersihkan atau diperbaiki. Kalau tidak bisa diperbaiki ya butuh diganti seperti baju yang kita pakai kalau terlalu sering di cuci juga akan cepat robek dan perlu beli baru. Akhirnya yang bisa dilakukan adalah memperpanjang masa pemakaian dengan memperhatikan cara perawatannya.

Kalau sudah waktunya untuk diganti, ya mau gak mau harus dganti. Setidaknya kalaupun ada biaya yang harus keluar, kami akan mencoba merata-ratakan dengan jumlah hari pemakaian dan menganggap itulah biaya perhari nya. Biaya-biaya seperti ini ada yang jenisnya mendesak harus dilakukan segera (urusan mobil ini contoh urusan yang harus dilakukan segera, kalau ga ada kenderaan jadi ga bisa kemana-mana dengan mudah), dan ada juga yang bisa ditunda (urusan bersihkan AC masih bisa ditunda asal jangan terlalu lama). Menunda perawatan bisa dilakukan asal jangan terlalu lama, kalau tidak dirawat, bisa-bisa biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak lagi karena misalnya harus ganti beli baru. Untuk ini, kita harus punya yang namanya dana cadangan perbaikan.

Pelajaran dari musim perbaikan kali ini adalah:

  • rawatlah barang sesuai petunjuk pemakaian
  • selalu beli barang yang bergaransi (kalau memang ada pilihan garansi), dan perhatikan kondisinya menjelang masa garansi berakhir
  • pengecekan rutin diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih parah di saat kita sedang membutuhkan
  • selalu punya dana untuk perbaikan, terutama untuk hal-hal yang butuh perbaikan mendesak
  • selain benda-benda, perhatikan juga untuk cek rutin kesehatan, karena kesehatan kita pun butuh perhatian lebih daripada benda-benda itu
  • tetap bersyukur dan mencari hal positif dari setiap kerusakan yang terjadi.

Bawa Anak Potong Rambut

Setiap anak beda-beda, tapi entah kenapa punya anak 2 kalau di bawa potong rambut hasilnya sama susahnya. Waktu kecil, kami sering membiarkan Jonathan gondrong karena setiap di bawa ke tukang cukur pasti nangis-nangis. Udah coba berbagai cara tapi selalu gagal, sekarang kejadian yang sama terjadi dengan Joshua. Akhirnya sekali setahun kami paksa juga bawa dan biarkan anak menangis sambil dipegangin dan dicukur dengan cepat.

Selama 12 tahun di sini, kami selalu pergi ke tukang cukur yang sama di dekat rumah. Tukang cukur ini memang khusus untuk cukur laki-laki, biasanya ya tempat joe cukur rambut. Karena sudah kenal, mereka memaklumi kalau anak kami agak ribut sesekali pas di bawa cukur.

Sejak beberapa waktu lalu, karena sekarang tiap cukur bukan cuma Joe saya tapi juga Jonathan dan Joshua akhirnya saya minta nomor telpon dan kalau mau cukur menelpon dulu (ya, awal-awal mikirnya deket inilah, ngapain nelpon dulu, langsung aja datang hehehe). Tukang cukur ini juga sudah hapal sama kami, jadi kalau nelpon gak perlu sebut nama langsung tau: oh yang mau cukur papanya dan anak 2 ya. Mungkin mereka juga siap-siap bakal ada anak nangis gitu ya hahaa.

udah ga takut suara alat cukur

Oh ya, sampai umur 6 tahun rasanya Jonathan masih suka takut dengan suara alat cukur. Tapi sejak 7 tahun dia sudah mulai berani dan bahkan minta dikeramas segala seperti papanya. Kami pikir, ya kalau dengan begitu dia tidak ketakutan lagi di bawa potong rambut, tidak apa-apa bayar lebih, toh di sini cukur rambutnya bukan di salon mahal.

minta dikeramas juga

Sekarang ini Jonathan berani cukur tapi Joshua masih selalu takut cukur. Joe pergi sama Jonathan saja kalau cukur, lalu Joshua di bawa sendiri di hari lain supaya tidak kelamaan nungguin di tukang cukur. Tentunya sebelum ke tukang cukur, saya yang menelpon biar ga antri lama hehe.

Kalau ingat masa-masa sebelumnya, nanya ke orangtua lain kok anaknya gak masalah di bawa cukur, gak kebayang akhirnya Jonathan bisa duduk sendiri di tukang cukur walaupun menunggu sampai dia agak besar. Ya ada hal-hal yang akhirnya tidak jadi masalah setelah anak tumbuh besar, apalagi kalau anaknya tipe suka meniru papanya hehehe. Nah sekarang ini kami berusaha kasih tunjuk foto-foto dan video Jonathan cukur. Awalnya kami juga pernah bawa Joshua melihat papa dan kakaknya cukur, tapi Joshua tetep saja belum mau cukur dengan sukarela, akhirnya ya Joshua akan lebih sering gondrong sekarang ini hehehe.

Saya gak punya tips bagaimana membawa anak cukur supaya mereka mau cukur dengan sukarela selain: tunggu saja, pada waktunya mereka akan mengerti dan gak akan takut lagi potong rambut. Setelah anak bisa diajak ngobrol, mereka mungkin gak langsung berani, karena Jonathan sudah mengerti dari sejak sebelum 6 tahun, tapi pada saat waktunya dicukur, dia masih takut. Yang bisa kita lakukan ya kasih contoh, kasih pengertian, temani dan tunjukkan kalau cukur itu hanya sebentar dan toh setahun paling banyak 3 kali ke tukang cukur. Kalau rambut anaknya keriwil, setahun 2 kali juga cukup hehehe.

Terkunci di Kamar!

Kemarin malam, abis selesai posting blog sekitar jam 9 malam, saya dan Joshua terkunci di kamar kerja Joe. Terkunci nya bukan karena tidak menemukan kunci, tapi tepatnya pegangan pintunya rusak, knob-nya bisa diputar tapi latch nya tidak merespon dan tetap mengunci pintu. Kamarnya di lantai 2, jendelanya semua ada terali besinya, jadi keluar dari jendela itu bukan pilihan. Satu-satunya cara keluar ya lewat pintu yang terkunci itu.

gambar dari wikipedia https://en.wikipedia.org/wiki/Door_handle

Kejadian latch tidak merespon ini bukan kali pertama terjadi di rumah kami. Bulan Februari lalu, salah satu pintu kamar mandi juga mengalami masalah yang sama. Untungnya waktu itu tidak ada yang sedang berada di dalam kamar mandi. Waktu kejadian itu, tetangga kami membantu membongkar pegangan pintunya dan memasang penggantinya supaya pintunya tidak terlihat banget bekas kerusakannya.

Sejak Februari, saya sudah berencana untuk melepaskan semua latch dari pegangan pintu kamar dan kamar mandi satu lagi yang ada di dalam rumah. Saya selalu khawatir kejadian latch tidak merespon terjadi lagi, dan kekhawatiran saya kalau Joshua atau Jonathan yang sendirian di kamar terjebak gak bisa keluar. Tapi karena kelamaan menunda, akhirnya kemaren saya dan Joshua terjebak di kamar kerja Joe.

Masih bersyukur karena saya ada bersama Joshua, kalau dia sendirian di dalam, rasanya saya lebih panik lagi. Bersyukur juga, karena kemarin tetangga kami bisa membantu membongkar pintunya. Kejadiannya itu sebenarnya sedang bersiap-siap tidur, eh karena terkunci tidur tertunda sekitar 2 jam. Bersyukur tetangga kami lagi ada di rumah dan belum tidur. Bersyukur mereka bersedia membantu kami, walau menghabiskan waktu hampir 2 jam untuk usaha membuka pintunya.

Awalnya pintunya di coba buka tanpa merusak, tapi latch nya sangat bandel. Joe juga udah pengen main dobrak aja, tapi ya saya pikir nanti malah jadi sakit mendobrak pintu sendirian. Nah makanya akhirnya saya panggil tetangga yang punya peralatan lebih lengkap. Cara pertama pegangan pintunya sudah dicoba dipukul dengan palu, dipotong dengan grinder sampai muncul percikan bunga api, dan sudah berhasil mengeluarkan knob nya. Tapi karena latchnya tetap bandel dan gak bisa keluar, ya akhirnya anak tetangga yang badannya memang besar mendobrak pintunya.

Joshua juga seperti merasakan kepanikan, dia minta papa nya bukain pintu karena dia tidak mengerti apa yang terjadi. Dia pikir dia lagi tidak dibolehkan keluar. Saya berusaha menenangkan Joshua dan ajak dia bermain agak jauh dari pintu, tapi dia mulai merengek karena juga sudah mulai mengantuk. Waktu suara palu dan grinder yang memercik bunga api terdengar dari bagian dalam, dia semakin ketakutan. Akhirnya saya memeluk dia sambil menutup kupingnya dan ajak ngobrol, cara ini cukup berhasil, dia akhirnya ketiduran.

Hari ini, saya melaksanakan niat yang saya tunda sejak Februari. Sekarang semua pintu dalam rumah sudah dikeluarkan latchnya. Bagian luar dipasang magnet supaya pintu tetap merekat, dan bagian dalam dipasang kunci geser (selot). Untungnya tetangga kami hari ini bersedia mengerjakannya dan bukan cuma membantu mengerjakan semua itu, pintu kamar kerja Joe yang pecah juga bisa dia akalin menjadi bagus lagi, padahal saya pikir, jangan-jangan harus beli pintu baru hehhe.

Saya tahu, pasti ada banyak alternatif lain untuk menggantikan pegangan pintu yang lebih indah, tapi karena ini rumah kontrakan, ya anggap saja ini solusi cepat dan aman. Sekarang ini saya kehilangan kepercayaan dengan pegangan pintu model putar begini, dan kalaupun punya rumah sendiri nantinya harus memikirkan kualitas pegangan pintu yang tidak ada kemungkinan latch tidak merespon seperti ini.

Terkunci di rumah sendiri itu tetep gak enak, kemarin rasanya karena tau tidak bisa keluar malah jadi tiba-tiba haus, padahal di kamar tidak ada botol minum. Merasa tak berdaya karena gak bisa membuka pintunya dari dalam, tapi ya harus tenang biar Joshua gak ikutan panik.

Pelajaran dari terkunci ini buat saya:

  1. Kalau udah niat mencegah sebuah kejadian berulang, jangan ditunda, karena 99 persen kejadiannya bener-bener berulang.
  2. Jangan pernah pake pegangan pintu model putar seperti itu lagi.
  3. Jangan membiarkan anak balita sendirian di kamar dengan pintu tertutup.
  4. Jangan panik, cari orang yang bisa membantu segera, kalau kita panik biasanya tidak bisa berpikir jernih dan anak ikutan merasakan kepanikan.
  5. Tenangkan anak lebih penting dan biarkan yang dari luar memikirkan solusinya.
  6. Berhubungan baik dengan tetangga itu perlu, mereka adalah orang-orang yang bisa datang paling cepat kalau kita butuh bantuan.
  7. Tetap bersyukur karena punya orang-orang yang membantu ketika sedang dibutuhkan.

Joshua 4 Tahun

Hari ini Joshua 4 tahun. Untuk anak usia 4 tahun badannya tergolong besar tingginya sudah diatas 100 cm dan beratnya hampir 25 kg, bahkan lebih besar daripada Jonathan waktu berumur 4 tahun. Kami ga mengadakan acara khusus karena dia juga belum meminta hehehe. Supaya gak lupa, hari ini sekalian posting update perkembangan Joshua.

Joshua dan angka 4

Setelah tahun lalu gagal mengirimkan Joshua ke daycare, tahun ini kami mencoba lagi membawa dia ke tempat yang baru. Baru mulai minggu lalu sih, tapi sejauh ini dia sepertinya tidak menangis-nangis seperti tahun lalu. Kemungkinan memang tahun lalu dia belum siap untuk ke daycare aja.

Di tempat yang baru ini dia masih belum mau makan siang yang disediakan, tapi kalau dibawakan bekal dari rumah, dia mau duduk makan bareng teman-temannya. Sampai sekarang Joshua hanya makan menu makanan tertentu, kalau beda dari menu yang dia kenal, dia memilih tidak mau makan. Tapi sekarang ini variasi menunya sudah lebih banyak dibandingkan waktu umur 2 tahun yang cuma mau nasi putih saja.

Hari ini kebetulan ada temannya yang juga berulang tahun, jadi di daycare dia dinyanyikan Happy Birthday juga. Terus pas saya jemput, Joshua lagi menyusun mainannya membentuk angka 4. Sampai rumah, dia menyusun tangramnya membuat angka 4. Beberapa hari lalu, dia juga seperti mengerti kalau dia bakal berumur 4 tahun, jadi 3 nya dijatuhkan disamping angka 4 hehehe.

Oh ya, Joshua sekarang ini banyak ngomong dan pengucapannya sangat jelas, tapi dia masih kurang suka berkomunikasi. Dia suka menyebutkan fakta-fakta matematika seperti penjumlahan, perkalian bahkan dia juga mulai suka menyebutkan lebih besar dan lebih kecil. Dia suka membaca tulisan apa saja yang bisa dia baca. Dia bahkan suka ikutan baca subtitle kalau kami lagi nonton. Dia juga sangat suka dengan huruf dan bahasa. Selain menghapalkan 44 huruf Thai, dia juga suka berhitung bahasa Indonesia, bahasa Spanyol dan juga suka ikut-ikutan bahasa Korea kalau saya lagi buka aplikasi Memrise.

Sekarang ini dia mulai mengerti konsep penjumlahan, bukan sekedar menghapalkan. Dia juga sedang berusaha mengerti dengan konsep perkalian. Salah satu penyebab dia suka matematika, sepertinya karena sering liat flashcard pelajaran kakaknya. Kami tidak mengajarkannya secara khusus, tapi dia seperti punya metode sendiri untuk menghapal dan mengingat fakta matematika.

nemu flash card, eh ditulisin jawabannya sama Joshua

Salah satu alasan kami mengirimkan dia ke daycare adalah supaya dia jangan terlalu banyak belajar dan lebih banyak berinteraksi dengan anak seumurannya. Joshua dikirim ke daycare dari jam 9 pagi dan dijemput sebelum jam 1 siang. Belakangan ini juga dia mulai gak mau tidur siang, kalau tidur siang malamnya jadi susah tidur, jadi ya sekarang ini kami biarkan saja dia tidak tidur siang lagi.

Sekarang ini hobinya menyusun tangram dari A sampai Z dan angka 0 sampai 9. Belum sebulan dia bermain tangram, sepertinya dia sudah hapal menyusun tangram tanpa contekan. Mainan yang belakangan ini juga bisa dia mainkan berjam-jam itu mainan angka-angka lengkap dengan notasi plus minus dan sama dengan. Dia suka menyusun angka nya menjadi ekspresi matematika, lalu dia akan tunjukkan ke kami sambil meminta konfirmasi apakah yang dia bikin itu benar.

Selain huruf dan angka, mainan yang dia suka ya code-a-pillar. Joshua ini suka terlalu rajin dan terlalu iseng, jadi pernah sekali dia ambil semua HP yang ada di kamar papanya, terus dia main code-a-pillar 5 hp sekaligus hahaha. Terus mainnya ya dibarengin levelnya. Terlalu rajin bener deh.

kerjaan homeschool gak cukup 1 halaman sekali duduk

Salah satu contoh kerajinan Joshua adalah ketika mengerjakan buku homeschoolnya, seharusnya dia cukup mengerjakan 1 halaman 1 hari, tapi dia sekali duduk akan mengerjakan beberapa halaman sekaligus. Kadang-kadang 1 buku langsung habis dia kerjakan. Apalagi karena dia sudah bisa membaca instruksinya, waktu saya tinggal sebentar ke dapur, eh tau-tau dia udah hampir selesai 1 buku. Ini salah satu alasan juga kenapa saya gak bisa sering-sering kasih buku kerja. Bukunya kan cuma sedikit untuk level preschool.

Joshua ini sekarang nempel banget sama papanya. Kalau papanya gak dirumah, dia selalu nanyain: where is papa? kalau dikasih tau papa kerja, dia ngerti sebentar terus nanya lagi: where is papa, let’s find papa. Terus ngomong sendiri lagi: papa not home terus wajah sedih sebentar, terus ya main lagi. Kalau papanya pulang dia bakal senang banget menyambut sambil melompat-lompat gembira dan bilang: Hi Papa, you’re home. Terus langsung narik papanya ke kamar kerja karena dia pengen aja gitu gangguin papanya main komputer.

Joshua juga akur sama Jonathan, dia suka niru-niru apa yang dilakukan Jonathan, tapi kalau Jonathan pinjam mainanya, dia suka gak kasih hehehe. Besarnya udah hampir sama, tapi masih lebih tinggi Jonathan sih. Bisa jadi tahun depan badannya akan sama besar.

Karena sering nemenin papanya main komputer, dia sudah tau caranya membuka browser, buka situs youtube, ganti lagu lain, bahkan kata papanya dia mulai ajarin papanya untuk click subscribe channel yang dia suka hahaha (gawat). Joshua suka liat lagu-lagu alpabet berbagai bahasa. Oh ya hampir lupa, dia suka liatin abjad Rusia juga, suatu hari dia menuliskan huruf Rusia dari awal sampai akhir sambil berusaha jelasin ke kami, entah gimana caranya dia mengingat huruf-huruf itu.

Joshua juga suka memperhatikan program yang dibikin papanya. Walau dia gak mengerti, dia suka membaca tulisan teks dan angka yang ada di program. Mungkin dia lagi berusaha memahami bahasa pemrograman seperti dia memahami notasi matematika hehehe.

Selain fakta matematika, Joshua juga suka menceritakan fakta yang dia lihat. Misalnya waktu di luar rumah dia suka bilang: there are four trees. There are birds on the trees. Terus kalau dengar suara yang dia gak tau asalnya dia suka nanya: what is that sound coming from? Salah satu hobinya di komputer papanya juga lihatin foto-foto dari kumpulan google photo kami, terus dia akan jelasin misalnya look Jonathan is jumping on the trampolin. Joshua is eating rice and egg. Kalau ngomong apa-apa dia suka pakai kalimat lengkap dan dalam bahasa Inggris, jadi lucu kadang dengarnya hehehe. Joshua emang lebih suka berbahasa Inggris, walaupun ya dia juga menirukan kata-kata bahasa Indoenesia dan Thai yang kami sebutkan.

Semoga setelah berumur 4 tahun ini Joshua bisa lebih banyak berkomunikasi selain tetap rajin belajar, dan mau mencoba berbagai jenis makanan baru. Tetap jadi anak yang ceria dan akur sama kakaknya. Tumbuh sehat dan kuat juga tentunya. Amin.