Anak Sakit di Masa Pandemi

Minggu lalu, di hari Selasa, Jonathan tiba-tiba sakit. Padahal kami tidak kemana-mana sejak hari Sabtu sebelumnya. Kadang perubahan cuaca dingin ke panas ke dingin lagi dan polusi memang bikin kondisi tubuh juga jadi gampang sakit. Bukan cuma anak-anak, orang dewasa juga bisa gampang sakit kalau udara lagi jelek begini.

Lanjutkan membaca “Anak Sakit di Masa Pandemi”

14 Tahun Menikah

Saya bersyukur bertemu dengan Joe, mengenal Joe dan menikah dengan Joe. Saya bersyukur bersama Joe saya bisa mengajari 2 anak kami berbagai hal. Saya bersyukur kalau kami bisa saling mendukung dalam setiap hobi dan bidang yang kami tekuni dan tetap mendorong untuk tetap berkarya walaupun itu tidak melulu artinya harus bekerja kantoran buat saya.

Foto bareng walau di rumah saja, buat kenang-kenangan 14 tahun pernikahan

Hari ini 14 tahun yang lalu, saya dan Joe menikah di gereja di Medan dilanjutkan dengan acara adat Batak Simalungun. Jumlah undangan waktu itu tidak banyak, keluarga Joe juga tidak banyak yang bisa hadir karena keluarga Joe kebanyakan ya masih di pulau Jawa. Tapi yang terpenting dari pernikahan itu ya memang bukan di mana diadakan atau jumlah undangannya.

Setelah 14 tahun menikah, ada beberapa hal yang dulu saya pikirkan ternyata jadi berubah. Saya ingin berbagi tentang hal-hal yang saya syukuri kami lakukan sebelum menikah.

Lanjutkan membaca “14 Tahun Menikah”

Ulang tahun pernikahan ke-14

Hari ini sudah 14 tahun kami menikah. Saya bersyukur kami masih bisa bersama dan tetap rukun, memiliki pandangan hidup yang sama. Sejauh ini tidak ada hal yang membuat kaget dalam hubungan kami. Boleh dibilang kami memiliki titik awal yang baik, jadi perjalanannya terasa ringan.

Kami memilih pasangan sendiri dan bukan karena dijodohkan orang tua, jadi kami tidak merasa terbeban terhadap orang tua. Kami memiliki waktu untuk saling mengenal jadi tidak terburu waktu. Meski kami berbeda suku, tapi tidak ada masalah karena kami berusaha untuk saling mengerti. Kami memiliki banyak kesamaan sehingga banyak topik yang bisa dibicarakan. Kami juga memutuskan menikah setelah cukup yakin dengan situasi ekonomi kami.

Dulu sebelum menikah, kami mengikuti katekisasi pra nikah di gereja. Materinya cukup banyak dari mulai masalah teologi, ekonomi, sampai kesehatan. Kami pernah menuliskan soal katekisasi dulu di sini. Dengan katekisasi itu, kami jadi merenungkan berbagai pertanyaan sebelum ada masalah.

Sebagian orang langsung menikah dan berprinsip: kita lihat nanti lah. Mungkin dari sekedar masalah tinggal di mana, sampai masalah jumlah anak. Sebagian orang bisa hidup seperti ini, sebagian mempertahankan pernikahan walau tak bahagia, dan sebagian akhirnya bercerai. Memang tidak ada jaminan bahwa jika pernikahan dimulai dengan baik akan berakhir dengan baik, tapi bagi yang belum menikah: cobalah memulai dengan baik agar perjalanannya lebih mudah.

Tidak lama setelah kami menikah, kami pindah ke Thailand. Ini menjadi tantangan baru bagi kami. Saya merasa bersyukur tidak langsung dikaruniai anak sehingga ada waktu bersama berdua saja. Ketika sudah dikaruniai anak, semuanya jadi lebih mudah.

foto tahun 2021

Sejak menikah kami membuat tradisi-tradisi kecil keluarga, seperti pergi makan sekeluarga di hari spesial. Sejak dulu kami suka honey toast icecream, tapi hari ini kami memutuskan membuat sendiri saja, mengingat beberapa minggu lalu cukup ada banyak kasus COVID di Chiang Mai, walau saat ini sudah dinyatakan bebas selama 2 minggu.

Ini foto tahun 2010

Saat ini saya merasa bahagia setiap hari bersama Risna, menghadapi hidup dengan rutinitas sederhana yang menyenangkan. Sekarang perjalanan kami berikutnya adalah mempersiapkan masa depan anak-anak sambil mempersiapkan hari tua kami. Kami berharap masa depan kami juga bisa dihadapi bersama penuh cinta.

Kilas Balik November dan Desember 2020

Hampir lupa menyelesaikan tulisan kilas balik tahun 2020. Sebenarnya bulan November dan Desember itu tulisan saya kebanyakan isinya catatan belajar hal-hal baru sejak adanya Drakor Class. Di sini yang akan saya tuliskan kilas balik tentang anak-anak dan Thailand saja.

Lanjutkan membaca “Kilas Balik November dan Desember 2020”

Joshua, Mewarnai dan Dadu Emosi

Beberapa hari ini, salah satu kegiatan Joshua di pagi hari adalah mewarnai. Buku yang dipakai buku bergambar dari cerita Alkitab. Joshua mewarnai, saya membaca ceritanya sambil mengarahkan supaya dia mewarnai. Joshua tidak terlalu suka mewarnai, tapi sebenarnya kalau menemukan caranya, dia bisa mewarnai dengan cukup cepat dan mulai rapi.

Hari ini saya menemukan dadu emosi yang pernah dia kerjakan di kelas global art. Saya mencoba menggunakan cara baru untuk membuat dia lebih bersemangat mewarnainya.

Lanjutkan membaca “Joshua, Mewarnai dan Dadu Emosi”

Kilas Balik Agustus, September dan Oktober 2020

Walaupun sekarang sudah tahun 2021, tapi karena tulisan kilas balik belum selesai, saya akan lanjutkan lagi menulis kilas balik mengenai hal-hal yang perlu diingat yang terjadi dalam 3 bulan di atas.

Pada dasarnya, tulisan sepanjang Agustus, September dan Oktober di blog ini ada banyak tentang topik seputar Korea, karena pada waktu itu saya dan teman-teman Drakor Class sedang menyelesaikan 10 topik tulisan terakhir. Tapi saya tidak akan menuliskan hal-hal itu dalam kilas balik di sini. Beberapa hal yang menjadi hal yang perlu diingat saja yang akan saya catat di sini.

Lanjutkan membaca “Kilas Balik Agustus, September dan Oktober 2020”

Selamat Tahun Baru 2021

Hari ini sudah tahun 2021 saja. Tulisan kilas balik 2020 belum selesai, dan saya bahkan belum punya catatan refleksi ataupun resolusi untuk 2021. Walau judulnya hari ini tahun baru, tapi rasanya tidak berbeda dengan hari-hari lainnya. Ada sih bedanya, sedikit, bedanya kalender berganti jadi 2021, hehehe. Tapi karena saya tidak punya kalender cetak, ya tidak terasa juga pergantian kalendernya.

Lanjutkan membaca “Selamat Tahun Baru 2021”