Cheat dan Anti-Cheat pada Video Game

Salah satu tujuan banyak orang melakukan Reverse Engineering adalah mencurangi (cheating) game. Sudah banyak orang menanyakan ini ke saya, jadi akan saya bahas sekarang ini.

Cheat by Nick Youngson CC BY-SA 3.0 Alpha Stock Images
Cheat by Nick Youngson CC BY-SA 3.0 Alpha Stock Images

Tapi supaya tidak kecewa, saya tekankan dulu: cheating game modern dan populer saat ini (misalnya pubg) sangat sulit. Teknologi anti cheat selalu diupdate, dan tidak ada satu artikel di internet yang bisa membuat Anda bisa mencurangi game terbaru.

Continue reading “Cheat dan Anti-Cheat pada Video Game”

Certificate pinning dan unpinning

Certificate pinning adalah suatu cara agar sebuah aplikasi bisa memastikan bahwa koneksi SSL/TLS dilakukan terhadap server yang seharusnya. Topik yang sering ditanyakan ke saya adalah bagaimana membypass SSL pinning agar dapat melakukan pentest terhadap sebuah aplikasi. Di sini saya akan membahas beberapa teknik unpinning, terutama untuk mobile OS (iOS dan Android).

Sebelum masuk ke topik pinning, saya review dulu sedikit mengenai komunikasi sebuah browser/ aplikasi ke sebuah server. Agar lebih singkat: browser dan aplikasi akan saya sebut sebagai aplikasi saja, karena browser juga adalah sebuah aplikasi.

DNS

Ketika kita mengunjungi blog.compactbyte.com, aplikasi akan bertanya: apa alamat IP untuk blog.compactbyte.com? pertanyaan ini ditujukan ke server DNS (domain name system). Dan setelah tahu alamat IP-nya aplikasi bisa melakukan koneksi ke server tersebut.

Dari proses awal ini saja sudah ada dua kemungkinan masalah: pertama adalah server DNS mana yang kita pakai?

Continue reading “Certificate pinning dan unpinning”

Membongkar Ransomware

Rasanya tiap beberapa hari ada yang bertanya tentang bagaimana mengatasi ransomware tertentu di berbagai group, terutama di group reverse engineering. Jawaban saya untuk yang terkena ransomware tetap sama: buat backup, restore dari backup, atau jika beruntung mungkin sudah ada yang membuat dekriptornya.

Artikel ini untuk anda yang ingin membongkar ransomware dan ingin membuat dekriptor sendiri. Perlu saya peringatkan bahwa ini tidak mudah, dan seringkali mustahil membuat dekriptornya. Setelah membaca ini semoga Anda paham bahwa: meminta membuat dekriptor khusus untuk ransomware yang kena ke komputer Anda itu seperti minta uang semilyar dari orang di pinggir jalan.

Jumlah ransomware baru tiap hari sangat banyak. Mudah sekali membuat ransomware dari nol, atau memodifikasi dari yang sudah ada (banyak yang bisa dicari di github, saya tidak akan melink langsung). Jadi kemungkinannuya cukup besar Anda terkena ransomware yang belum pernah didengar orang lain atau tidak dibahas di Internet.

Continue reading “Membongkar Ransomware”

Flare-On 2019 dan pembahasan soal no 6

Flare On ke-6 sudah selesai dan solusi dari panitia juga sudah diberikan. Ini tahun ke-5 saya menyelesaikan seluruh soal Flare On.Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya di mana saya ingin buru-buru selesai, tahun ini saya sangat santai dan selesai di peringkat 148. Tahun ini ada 308 orang yang selesai semua dari total 5790 yang mendaftar. Kalau tidak sibuk, tahun depan saya rencana tetap ikut dalam mode santai seperti ini.

Menurut saya Flare On ini sangat berguna untuk mengasah ilmu reverse engineering dan mengenal berbagai teknik baru yang tidak/belum saya ketahui. Soal tahun ini sejak nomor satu sudah lebih sulit dari tahun-tahun sebelumnya, tapi ada 3228 yang berhasil menyelesaikan soal pertama. Menurut saya soal-soal nomor tinggi justru lebih mudah dari tahun-tahun sebelumnya tapi butuh banyak kesabaran. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di akhir kita akan ditanya apakah ingin mengirimkan CV ke Fire Eye.

Continue reading “Flare-On 2019 dan pembahasan soal no 6”

Mengenal Frida untuk Reverse Engineering

Salah satu tools reverse engineering yang sering saya pakai adalah Frida. Frida memungkinkan kita meng-intercept fungsi dalam C/native code (di berbagai sistem operasi), Java (di Android) dan Objective C (di macOS/iOS) dengan menggunakan JavaScript. Mungkin bagi sebagian orang deskripsi ini masih agak terlalu mengawang-awang, jadi akan saya berikan contoh nyata apa maksudnya mengintercept fungsi.

Saya berikan contoh program kecil seperti ini dalam C, yang hanya melakukan loop membuka satu file, mencetak sebaris dari file tersebut, lalu program akan sleep selama 1 detik. Program ini akan saya intercept dengan Frida.

Saya mengisi file1 dengan string “Yohanes Nugroho” dan file2 dengan string “Risnawaty”, jadi ketika dijalankan outputnya seperti ini:

Continue reading “Mengenal Frida untuk Reverse Engineering”

Biaya Reverse Engineering

Saya pernah menuliskan mengenai mahalnya membuat aplikasi mobile. Saya juga pernah menulis mengenai ransomware dan RE dan betapa sulitnya hal tersebut. Tapi sepertinya banyak yang belum paham bahwa RE juga mahal (untuk yang tidak tahu apa itu RE, silakan baca FAQ berbahasa Indonesia di sini). Ini untuk menjawab berbagai pertanyaan orang yang ini minta bantuan untuk: Reverse engineering game, reverse engineering malware/ransomware, cracking software tertentu, dan segala macam bantuan yang berhubungan dengan reverse engineering.

Jumlah orang yang bisa melakukan reverse engineering di dunia ini tidak banyak. Sesuai hukum supply dan demand: karena yang bisa melakukan RE relatif sedikit maka harga jasanya jadi mahal. Reverse engineering juga butuh waktu cukup lama. Jangan bayangkan RE ini sekedar membuka IDA Pro atau tool sejenis dan langsung bisa menemukan di mana harus patch sesuatu atau menemukan algoritma tertentu.

Continue reading “Biaya Reverse Engineering”

Reverse Engineering Aplikasi iOS

Sudah lama saya menuliskan tentang reverse engineering Android tapi sampai saat ini belum menuliskan untuk iOS. Tulisan ini akan memperkenalkan cara reverse engineering aplikasi iOS dengan berbagai pendekatan. Tujuan utamanya di sini adalah untuk pentesting. Reversing untuk tujuan lain (misalnya Tweak development) sebagian akan sama, tapi masih butuh usaha dan tool ekstra dan hanya akan saya bahas sekilas.

Mesin macOS dan XCode

Memiliki mesin macOS akan sangat membantu dalam reverse engineering. Mesin ini bisa fisik asli dari Apple (Macbook, MacMini atau yang lain), mesin tidak resmi (Hackintosh), atau bahkan Virtual Machine. Pengunaan utamanya adalah untuk menjalankan Xcode terbaru dan iTunes.

Sebenarnya ini tidak 100% wajib, karena kebanyakan tool bisa berjalan di OS Lain. Misalnya di Linux saya memakai libimobiledevice untuk menginstall IPA, membaca log dari device, dsb. Tapi biasanya jika ada iOS baru, berbagai tool di luar OS X akan berhenti bekerja sampai beberapa hari atau bulan, menunggu developernya memahami apa yang diubah Apple dan bagaimana memperbaikinya.

Continue reading “Reverse Engineering Aplikasi iOS”