Kdrama: Hyde Jekyll, Me

Kdrama Hyde Jekyll, Me ini merupakan drama tahun 2015 yang diperankan Hyun Bin (sebagai Mr Goo dan Robin) dan Han Ji-Min (sebagai Jang Ha-Na). Film ini merupakan salah satu film yang waktu itu menurut saya agak berbeda dari kdrama lain yang saya tonton. Saya mulai menonton krama akhir tahun 2018, jadi bisa dibilang, saya masih berkenalan dengan kisah-kisah dalam kdrama waktu itu. Kesan saya waktu itu bisa dibaca di posting ini.

sumber: dari internet

Karena lagi bosan nonton kisah kdrama yang begitu-begitu saja, saya merasa butuh cerita yang ada variasi. Setelah mencoba melihat beberapa film lain tapi gak merasa kliknya, akhirnya saya pilih nonton ulang HJM. Oh ya, walau genre drama ini romance, comedy dan drama, menurut saya comedy-nya kurang banyak dibandingkan porsi drama kehidupan. Ada beberapa bagian yang terasa lambat dan terlalu sedih, tapi ya kalau dipikir-pikir begitulah kehidupan, gak bisa terus-terusan happy juga dan pasti ada bagian sedih-sedihnya.

Nonton ulang kdrama itu mungkin buat sebagian orang gak menarik lagi, tapi ternyata saya banyak lupanya hehehe, dan setelah menonton ulang jadi melihat kalau plot dalam Hyde Jekyll, Me ini ada banyak scene standar yang sering muncul dalam kdrama lainnya.

Walaupun ada banyak plot standar dalam drama ini, banyak juga hal-hal yang menarik bisa dilihat dalam drama ini. Berikut ini beberapa scene standar kdrama yang muncul dalam Hyde Jekyll, Me (saya akan berusaha gak kasih spoiler detail hehehe).

  • Dalam Kdrama, kalau ada 2 pria dan 1 wanita, maka pada akhirnya 1 pria akan tersingkir. Uniknya dalam film ini, 2 pria yang rebutan wanita diperankan oleh orang yang sama. Kisahnya si pria punya kepribadian yang sangat bertolak belakang dan mereka tertarik dengan wanita yang sama. Nah, walau akhirnya udah ketebak, tapi waktu nontonnya, saya jadi gak bisa memilih karakter mana yang akan jadi happy ending dengan tokoh wanitanya. Kalau pemerannya beda, kita bisa tau hampir 100 persen kdrama genre romance berakhir dengan tokoh utama wanita dan pria happy ending. Kalau mereka gak happy ending ya pasti ending menggantung.
  • Dalam drama ini, ada bagian di mana si wanita harus tinggal di rumah yang sama dengan si pria. Kalau udah sering nonton kdrama pasti bisa sebutkan paling tidak 5 drama yang mengambil plot seperti ini.
  • Tokoh pria dan wanita pada awalnya saling membenci, lalu berubah jadi saling suka. Ini juga udah jadi salah satu resep pembuatan kdrama sepertinya.
  • Salah satu tokohnya orang kaya dan tokoh lawannya orang biasa saja dan dalam cerita ini malah pegawainya. Ada yang merasa baru dengan hal ini?
  • Ada scene jatuh dari tangga dan si pria reflek menolong si wanita, lalu scene-nya di freeze beberapa detik hehehhe.
  • Ada beberapa peristiwa walau si pria sebel sama si wanita, tapi secara kebetulan berada pada waktu dan tempat yang tepat untuk menolong. Pertolongan kecil-kecil yang bikin si wanita jadi terbayang-bayang hahaha.
  • Ada scene salah satu tokoh sakit, dan tokoh yang lainnya merawat karena yang sakit gak mau di bawa ke dokter.
  • Tokoh utama wanita dan pria sudah pernah ketemu sebelumnya di masa mudanya.
  • Ada scene si wanita di gendong sama si pria.
  • Ada scene melakukan kebodohan sewaktu kebanyakan minum-minum. Bagian minum-minum ini selalu muncul dalam setiap kdrama, saya gak tau juga apakah memang di Korea sana semua orang terbiasa minum-minuman beralkohol.
  • Ada scene fireworks!
  • ada yang mau ditambahkan?

Awalnya saya merasa 20 episode itu terlalu banyak, karena dalam 10 episode pertama saja hampir semua hal sudah dibeberkan dan si tokoh wanita sudah mengetahui soal pria yang dia pikir kembar itu ternyata adalah orang yang sama. Tapi ternyata, memang butuh 20 episode untuk menguraikan ceritanya secara tuntas.

Saya belum pernah ketemu dengan orang yang punya kepribadian ganda. Kasus ini sangat langka dan saya hanya pernah tahu dari membaca buku saja. Dalam drama ini dikisahkan, kepribadian baru muncul karena trauma masa kecil dan keinginan untuk bertahan hidup. Salah satu garis besar yang diceritakan dalam 10 episode pertama bagaimana si tokoh utama mengkonfrontasi traumanya dan berdamai dengan diri sendiri.

Selain cerita romance, dalam drama ini ada tokoh jahatnya yang ingin mencelakai tokoh utamanya dengan alasan merasa menjadi korban dan mendapat perlakuan tidak adil di masa lalu. Penjahat utamanya udah ketahuan buat penonton cukup awal, tapi butuh beberapa episode untuk menceritakan bagaimana 2 kepribadian si pria akhirnya bekerjasama untuk mencari tahu siapakah orang jahatnya. Sekitar episode 15, si tokoh jahat bisa ketangkap. Tokoh pria bisa mengetahui siapa tokoh jahatnya tidak lepas dari bantuan si tokoh wanita juga tentunya, dan ini membuat si wanita jadi makin dekat dengan 2 kepribadian tokoh pria.

Setelah penjahat ketangkap, harusnya bisa dong episode 16 selesai semua cerita. Kan bisa saja dipercepat saja, entah itu happy ending atau ending menggantung. Tapi penulis cerita kayaknya gak mau menyelesaikan cerita terburu-buru. Setelah kisah trauma dan penjahat tertangkap, barulah dimulai penyelesaian romancenya. Siapakah karakter yang akan bertahan sampai akhir dan apakah endingnya benar-benar bahagia untuk penonton hahahaha.

Nah 4 episode terakhir bukan melulu cerita romance doang, masih ada lagi permasalahan orang yang ingin mendapatkan keuntungan kalau dia bisa membuat si tokoh pria diketahui umum punya kepribadian ganda. Mulai dari menyuruh wartawan mewawancarai dengan pertanyaan jebakan, sampai menyuruh orang menabrak mobil dari belakang supaya si tokoh pria dimintai identitasnya oleh polisi.

Lalu bagaimana penyelesaiannya? apakah akhirnya publik mengetahui kalau Mr Goo dan Robin itu orang yang sama? Lalu siapa yang akhirnya akan dipilih oleh Jang Ha-na? Hahaha nah untuk ini silakan nonton sendiri ya.

Kalau menurut saya sih, drama ini menyelesaikan semua permasalahan secara tuntas dan detail. Dulu saya merasa endingnya agak dipaksakan, setelah saya nonton ulang, saya jadi berubah pikiran dan merasa endingnya sudah tepat dan tidak terkesan terburu-buru penyelesaiannya.

Drama ini merupakan drama pertama saya nonton drama yang diperankan Hyun Bin, saya bisa melihat dia langsung memerankan 2 karakter. Kalau gak disebutkan bahwa dia punya kepribadian ganda, saya mikir karakter Mr.Goo dan Robin itu diperankan oleh 2 orang yang berbeda. Memang pembedanya cuma dari tatanan rambut, pemilihan baju dan ekspresi wajah. Nah ekspresinya beda banget! Karakter yang satu sangat kaku dan serius, karakter satunya lagi sangat santai dan murah senyum. Abis nonton ini. saya liat Hyun Bin di Secret Garden juga memerankan 2 karakter. Jempol buat Hyun Bin, aktingnya keren hehehe.

Review App: Code-a-pillar

Tulisan ini membahas aplikasi gratis Code-a-pillar yang tersedia gratis untuk Android dan iOS. Catatan: tulisan ini opini pribadi, dan saya tidak dibayar untuk menuliskannya.

Selain main Tangram, sekarang ini Joshua suka main game Code-a-pillar dari Fisher Price. Namanya seperti itu karena aplikasinya bertujuan mengajarkan pemrograman sederhana (coding) dengan memberikan instruksi lurus, belok kanan atau belok kiri ke seekor ulat bulu (caterpillar).

Instruksi cara bermainnya diucapkan oleh ulat bulunya, Joshua bisa dengan mudah mengikutinya. Dalam waktu singkat, Joshua boisa menyelesaikan 13 level yang diberikan di dalam aplikasinya, tapi ya dia tetap senang berlatih untuk mengulangi lagi dari awal.

Joshua sudah selesai 13 level

Sekarang ini Joshua mengerti benar mana itu right (kanan) dan left (kiri) walaupun orientasi ulatnya dari berbagai arah. Kalau lurus tentunya dari dulu juga sudah tau hehehe. Selain belajar problem solving/coding, aplikasi ini juga mengajarkan untuk berhitung dan mengenali warna.

video 13 level app Code a pillar

Waktu saya mencari tahu mengenai aplikasi ini, ternyata aplikasi ini merupakan pendamping dari mainan fisik ulat bulu untuk seri belajar: Think & Learn Code-a-pillar. Mainannya terlihat lucu, karena bisa dibongkar pasang untuk menyusun instruksinya. Lalu setelah disusun, tinggal dijalankan untuk melihat hasil dari urutan instruksi yang diberikan. Untuk melihat mainannya bisa dilihat di video berikut:

sumber: https://youtu.be/iYEKD1Befg8

Dan melihat lucunya mainan ini, kami memutuskan untuk memesan mainan ini (yang pengen bapaknya kayaknya, anaknya aja gak tau ada mainannya hahahah). Sebenarnya sekalian juga buat hadiah ulang tahun Joshua yang sebentar lagi 4 tahun, siapa tahu nanti besarnya bisa jadi programmer handal kayak bapaknya hahahha. Mudah-mudahan mainannya sampai pada waktunya dan gak mengecewakan.

App nya sebenarnya sangat sederhana, tapi dengan adanya mainan fisiknya nantinya diharapkan bisa lebih banyak lagi eksplorasi yang dilakukan untuk mengarahkan caterpillarnya, dan sebenarnya code a pillar ini seperti versi lebih awal dari bahasa pemrograman Logo seperti yang ada di buku Secret Coders.

Keluarga Super Irit 28: Itu Irit Bukan Pelit!

Buku ini merupakan salah satu buku yang dibeli waktu mudik ke Indonesia kemarin. Buku terjemahan dari komik Korea mengenai jurus berhemat dari keluarga Bindae. Sudah banyak seri dari buku ini yang ditejemahkan dan bisa dibeli di Gramedia, tapi saya cuma beli 1 karena pengen coba liat isinya seperti apa. Buku ini termasuk dalam buku belajar mengelola uang, sehingga komiknya dikategorikan sebagai educomics.

Ada banyak tips mengenai hidup berhemat yang bisa dilihat di dalam buku ini. Sebagian besar sudah saya tahu, tapi sebagian lagi saya baru tahu dan belum coba. Beberapa tips spesifik untuk kondisi di Korea, tapi bisa diadaptasi idenya untuk berhemat.

Cerita berhemat ini mengambil setting dalam sebuah keluarga, bagaimana orangtua yang hemat mengatasi anaknya yang sangat hobi makan dan tetap bisa hemat. Ada 10 cerita dalam buku ini, ceritanya tidak harus dibaca dari depan ke belakang, tapi setiap cerita akan diakhiri dengan tips-tips atau rangkuman dari cara berhemat yang diceritakan sebelumnya.

Metode menghemat yang diceritakan dalam buku ke-28 ini bukan sesuatu hal yang baru, tapi bisa jadi sudah dilakukan oleh orangtua kita dari dulu. Saya akan mencoba menuliskan secara ringkas metode berhemat apa yang saya dapatkan dari buku ini yang bisa kita aplikasikan di jaman sekarang ini.

Dari cerita pertama, metode berhemat yang dikenalkan adalah menggunakan baking soda untuk berbagai hal, mulai dari membersihkan tumit dari kulit mati, menghilangkan noda, membuka pipa yang mampat, menghilangkan bau bahkan bisa untuk membersihkan sayuran. Trik menggunakan baking soda ini bukan hal yang baru lagi, saya sudah sering membacanya dan juga sudah mempraktekkan sebagian besar.

Cerita mengenai penggalian barang antik mengajarkan kita untuk memperhatikan nilai suatu barang sebelum membuangnya. Tidak semua barang punya nilai yang jadi mahal, tapi bisa jadi barang yang menumpuk di rumah orangtua kita bertahun-tahun ditumpuk debu ternyata masih punya nilai bahkan dicari-cari oleh kolektor jaman sekarang ini. Beberapa contoh yang bisa saja mempunya nilai lebih adalah: koin, perangko, lego seri tertentu, komik, boneka barbie. Di akhir cerita juga diberikan tips mengenai kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk diubah kalau kita sudah merasa berhemat tapi tetap merasa selalu kekurangan uang.

Berhemat itu teorinya memang dari yang sudah ada, beberapa orang mungkin berpikir bagaimana bisa menabung kalau pendapatan selama ini selalu kurang. Supaya bisa menabung ya berhemat, berhemat bukan saja mengurangi pengeluaran, tapi juga memikirkan bagaimana menghasilkan pemasukan dari apa yang sudah ada dan tidak kita gunakan lagi. Salah satunya ya dengan cara melihat apakah ada barang antik yang mungkin buat kita tidak begitu berharga tapi buat orang lain bernilai tinggi. Bisa juga dengan cara memperbaiki apa yang rusak daripada selalu membeli baru.

Di Thailand sini sih kami bisa berhemat dengan cara membeli mainan bekas yang masih bagus, atau dengan menjual kembali mainan atau baju-baju yang sudah tidak dipakai lagi. Cara menjual kembali ini berguna untuk kita dan orang yang membeli. Kita senang karena rumah jadi tidak menumpuk barang dan dapat sedikit uang, pembeli senang karena tidak harus membeli dengan harga toko yang pastinya lebih mahal daripada harga barang bekas.

Pernah dengar pepatah: rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya? Nah di buku ini ada diberikan daftar yang bisa kita gunakan untuk mengukur sudah sehemat mana kita. Ada 4 kategori yang diberikan:

  1. Pintu kekayaan tertutup rapat: kategori ini untuk orang yang selalu mengandalkan uang dari orang tua dan tidak pernah mau berusaha berhemat
  2. Mengetuk pintu kekayaan: kategori ini untuk orang yang sudah tau bagaimana berhemat tapi belum punya keinginan kuat untuk berhemat dan masih kurang melaksanakan cara berhemat yang diketahui
  3. Pintu kekayaan sedang terbuka: kategori ini untuk orang yang sudah tahu cara berhemat dan mulai melaksanakannya tapi masih perlu lebih giat berusaha lagi
  4. Pintu kekayaan terbuka lebar: aktivitas hidup hemat dan kemampuan gaya berhemat membuat pintu kekayaan terbuka lebar.

Mungkin akan ada yang merasa: ah masak dengan berhemat bisa kaya, kalau mau kaya ya harus kerja keras biar penghasilan tambah banyak. Tapi kalau menurut saya, berapapun penghasilan, pengeluaran itu akan menyesuaikan dengan penghasilan. Kalau gak terbiasa hidup hemat, waktu penghasilan sedikit mungkin cukup, tapi waktu penghasilan banyak tetap saja gak bisa ada tabungan karena selalu dihabiskan lagi.

Mungkin ada yang akan bertanya lagi: kenapa harus jadi kaya, kita kan cukup dengan hidup berkecukupan. Yah kalau menurut saya kaya itu kan sebutan lain untuk orang yang punya kebebasan finansial, kalau butuh sesuatu yang memang harus dibeli, bisa dengan mudah membelinya tanpa harus mikir lagi uangnya darimana. Kalau kita biasa berhemat, kita jadi tau mana yang memang benar-benar perlu untuk dibeli, dan otomatis kalau memang sesuatu itu benar-benar dibutuhkan, kita bisa beli tanpa berhutang.

Tips lain yang juga sangat berguna dari buku ini adalah tips berbelanja di supermarket. Bagaimana mengatasi godaan diskon, godaan membeli barang karena harga murah padahal kita gak butuh, godaan promosi beli 1 gratis 1 dan godaan karena melihat isi troli orang lain. Saya baru tahu dari buku ini kenapa desain troli itu dibuat besar dan bolong-bolong hehehehe.

alasan troli belanja desainnya seperti itu

Tips lainnya juga ada untuk orang yang suka mendatangi konser-konser budaya. Tapi tips ini mungkin spesifik Korea di mana ada hari-hari di mana ada promosi tiket gratis. Di Thailand sendiri ada juga beberapa tiket wisata yang suka dijual lebih murah daripada datang langsung ke tempatnya, tapi tiket seperti itu ada masa berlakunya.

Tiket promosi ini murah kalau memang kita sudah pasti akan pergi, tapi kalau kita beli lalu tidak terpakai, malah jadi pemborosan. Untuk hal pembelian tiket, yang pernah kami praktekkan itu mencari informasi diskon sebelum berangkat ke tempat wisata. Banyak tempat wisata yang memberikan kupon diskon di internet, atau bisa membeli melalui aplikasi travel tertentu. Sekali lagi promosi seperti ini jadi hemat kalau memang kita sudah akan pergi ke tempatnya. Beberapa tempat di sini juga bisa lebih murah kalau bayar dengan harga Thai, untuk itu saya merasa kemampuan bisa berbahasa Thai sudah membuat kami banyak berhemat hahaha.

Dalam buku ini ada juga tips untuk melihat kita masuk kategori belanja seperti apa. Buku ini membagi 4 grup tipe belanja:

  1. Grup tanpa berpikir: grup ini akan belanja seenaknya dan cenderung cepat menghabiskan uang tanpa sisa. Ibaratnya berapapun penghasilan, setiap bulannya ya habis.
  2. Grup standar: grup ini belanja sesuai dengan standar. Ada kalanya berhemat tapi masih sering juga dompetnya kosong karena belanja spontan. Kurang membuat perencanaan belanja
  3. Grup penuh arti: grup ini hanya membeli barang yang dibutuhkan saja, tapi masih ada kebiasaan konsumtif sedikit.
  4. Grup pertahanan kuat: grup ini jagoan belanja yang menjaga dompet dengan ketat. Sebelum membeli barang masih berpikir berkali-kali, jadi tidak ada uang keluar sia-sia.

Saya ingat, ajaran orangtua saya masuk kategori 4, banyak yang perlu beli yang paling perlu. Dalam prakteknya tapi saya masih sering gagal dan jatuh dalam grup 3 dan bahkan 2.

Tips yang juga sangat berguna dalam buku ini adalah bagaimana mengurangi biaya makan dengan menghabiskan makanan atau bahan makanan yang sudah dibeli. Ada tips cara menyelamatkan sayuran layu/menjaga sayuran tetap segar dan bagaimana menyimpan camilan yang tersisa. Ada juga diberikan tips berhemat kalau memang mau makan di restoran.

Diakhir dari buku ini, bahkan diberikan tips bagaimana mengatasi rasa kelelahan dalam berupaya hidup hemat. Harus diakui hidup hemat itu butuh effort, tapi hemat itu bukan berarti pelit. Kalau hemat sudah jadi gaya hidup, tentunya usaha berhemat itu tidak akan terasa sulit lagi.

Saya senang membaca buku ini karena jadi mengingatkan saya lagi kalau saya ini belum benar-benar hemat, pantesan aja belum jadi orang kaya hahahhaa. Jadi penasaran pengen tau buku lainnya kayak apa lagi tipsnya.

Review App iPusnas

Saya baru tahu ada aplikasi perpustakaan digital punya perpustakaan nasional Indonesia yang bisa diakses melalui aplikasi iPusnas. Waktu ke Perpustakaan Nasional akhir tahun 2018, saya gak melihat ada informasi soal ini (dan mungkin saya aja gak perhatian), padahal kalau melihat dari website dan facebooknya, aplikasi ini sudah ada sejak Agustus 2016. Kalau kata Joe, dia pernah tau soal aplikasi iPusnas ini, tapi koleksi bukunya belum banyak dan tidak ada yang menarik, jadilah kami melupakan aplikasi ini.

Beberapa waktu lalu, dari obrolan di grup KLIP, saya jadi tertarik mencoba aplikasi ini. Saya langsung mendownload dan menginstal di HP Android saya. Ternyata sekarang buku-bukunya sudah ada banyak. Berikut ini opini saya setelah beberapa hari menggunakan aplikasi iPusnas.

Instalasi dan Pendaftaran

Aplikasi ini tersedia untuk handphone Android maupun iOs, ada versi desktop juga untuk Mac dan Windows. Jadi pilihan untuk mengakses perpustakaan cukup banyak. Instalasi di desktop Mac akan meminta kita mengatur security nya sedikit, tapi setelah itu tidak ada masalah.

Pendaftaran bisa menggunakan facebook atau alamat email. Saya sudah mencoba mendaftar dengan Facebook, dan Joe mencoba mendaftarkan dengan e-mail. Setelah pendaftaran, kita diminta lagi memasukkan kata sandi terpisah untuk aplikasi ini. Pendaftarannya sangat mudah, dalam waktu 5 menit saya sudah bisa melihat ada buku apa saja dalam koleksinya.

Peminjaman dan Pengembalian

Karena sedang kepikiran mencari buku-buku SD berbahasa Indonesia untuk Jonathan, saya mencoba untuk melakukan pencarian dengan kata kunci SD. Hasil pencariannya cukup banyak buku yang bisa bermanfaat untuk homeschool kami.

Selain meminjam buku untuk SD, saya iseng juga mencari tahu apakah ada buku belajar bahasa Thai dan bahasa Korea di koleksinya. Hasilnya ternyata ada beberapa buku Thai dan Korea. Ah andai saja buku belajar bahasa Thai ini ada 12 tahun yang lalu sebelum kami ke sini hehehe.

Aplikasi ini hanya mengijinkan kita meminjam maksimum 3 buku, dan lamanya peminjaman tiap buku itu sekitar 3 hari. Kalau kita tidak kembalikan secara manual, akan ada pemberitahuan kalau bukunya sudah habis masa peminjamanya. Kita harus menghapusnya atau ya pinjam lagi kalau masih ingin baca lagi dan masih tersedia koleksi yang bisa dipinjam. Nah kalau kita sudah selesai sebelum waktu 3 hari atau ingin meminjam buku yang lain gimana? ya kita bisa kembalikan dulu salah satu buku yang tidak ingin kita baca dan pinjam buku yang ingin kita baca.

Awalnya saya tidak menemukan bagaimana cara mengembalikan bukunya, ternyata caranya adalah: dari rak buku/bookshelf kita bisa melihat di dekat info ada titik tiga di sebelah kanan buku, nah klik di situ akan ada menu share, rekomendasi dan return. Untuk mengembalikan tentunya klik return/kembalikan. Oh ya menunya mengikuti setting handset kita, karena setting di HP saya bahasa Inggris, menunya menggunakan bahasa Inggris, kalau setting HP nya bahasa Indonesia, tentunya menunya semua dalam bahasa Indonesia.

Untuk di ipad, menu return ini tidak kelihatan. Kita bisa delete/hapus, dan tindakan menghapus buku ini sama dengan mengembalikan buku yang kita pinjam.

Tampilan Buku

Setelah sukses meminjam buku, tentunya berikutnya membaca bukunya. Awalnya saya semangat 45 untuk membacanya, tapi ternyata tampilan di HP sangat kecil dan mata saya gak kuat. Tampilannya seperti menampilkan bentuk pdf nya saja yang tidak bisa diubah ukuran besar kecil hurufnya.

Begini contoh yang terlihat di layar HP, kalau mau lebih jelas membacanya, maka saya harus memperbesar tampilan dan menggeser secara manual sambil membaca, dan tentunya sangat tidak nyaman. Idealnya membaca bukunya menggunakan tablet/ipad atau di layar komputer. Padahal harapannya bisa membaca sambil nungguin anak les pakai HP hehehe. Tapi sekarang ini untung ada tablet yang bisa dipinjam kalau lagi mau baca.

Opini setelah memakai aplikasi beberapa hari

Kelebihannya:

  • Saya senang menemukan sumber untuk membaca buku-buku bahasa Indonesia yang bisa diakses dari luar Indonesia secara gratis.
  • Koleksinya cukup lengkap, ada banyak novel berbahasa Indonesia dan buku anak-anak selain buku pelajaran dan juga buku terjemahan yang dijual di Indonesia.

Kekurangannya:

  • waktu peminjamannya kurang lama hehehehe, dan cuma boleh pinjam 3 itu terlalu sedikit (banyak maunya yah)
  • tidak ada cara memasukkan buku ke wishlist atau daftar favorit. Karena cuma boleh pinjam 3, kadang-kadang perlu tempat untuk menyimpan daftar buku yang ingin dipinjam setelah 3 buku yang dipinjam selesai dibaca.
  • Saat ini hanya bisa memasukkan ke wishlist kalau buku tidak tersedia dan kita masukkan dalam antrian ingin meminjam saja. Oh ya, setiap judul buku ada batasan jumlah yang bisa dipinjam, jadi misalnya buku itu ada 5 stok, kalau sudah ada 5 orang yang meminjam maka kita harus antri menunggu giliran untuk bisa meminjamnya ketika ada yang mengembalikan.
  • Kalau bentuk e-book readernya seperti aplikasi kindle yang bisa mengubah ukuran hurufnya, pasti lebih betah bacanya di HP.
  • Aplikasinya sering crash dan prosesnya sering terasa lambat terutama waktu meminjam dan mendownload buku ke rak buku (padahal internet di sini kencang loh, gimana lagi kalau yang akses internetnya lambat), mudah-mudahan aplikasinya masih terus menerus diperbaiki.

Walaupun masih ada rasa tidak puas memakainya, ya saya tetap bersyukur ada aplikasi ipusnas ini. Sekarang jadi harus lebih rajin lagi membaca buku, dan bisa mulai mengajarkan Jonathan juga membaca buku bahasa Indonesia.

Sedikit tambahan usulan buat iPusnas, mungkin bisa ada menu membeli buku digitalnya, jadi bisa baca bukunya lebih lama dari 3 hari. Sekalian juga membantu buat penulis promosi bukunya.

Lagu-lagu Badanamu

Pertama kali saya tahu mengenai Badanamu ini, saya hanya tahu lagu-lagu dari YouTubenya saja. Karakter animasi Bada merupakan tokoh seperti bear yang berbulu putih tebal dan ekor yang sangat pendek. Konon setelah baca-baca tokoh Bada ini animasi dari seekor anjing pomeranian. Karakter Bada ini punya banyak teman-teman seperti Mimi, Abby, Punk, Curly, dan Jess.

Gambar dari pinterest: https://www.pinterest.com/badanamu/badanamu-friends/?lp=true

Niat menuliskan mengenai Badanamu ini sudah dari dulu, tapi sudah beberapa kali saya tunda, karena ternyata Badanamu ini bukan cuma lagu saya tapi merupakan sebuah program edukasi lengkap dan bahkan menjual buku juga selain lagu-lagu yang ada di YouTube. Saya kaget juga membaca kalau mereka kantor utamanya ada di Seoul, USA dan China. Saya pikir wah bisa buat belajar bahasa Korea juga, eh tapi ternyata fokus mereka mengajarkan dalam bahasa Inggris saja. Karena saya belum jadi juga mencoba aplikasi ataupun menjadi member dari Badanamu Club, saya tidak bisa bercerita banyak mengenai program lengkap mereka. Sekarang ini saya akan menuliskan kenapa kami menyukai lagu-lagu dari Badanamu (apalagi sekarang bisa dengar di Apple Music juga).

Kami ketemu lagu-lagu Badanamu ini secara gak sengaja. Sejak Joshua suka mendengar berbagai lagu ABC, phonics dan counting, kadang-kadang dia suka menunjuk ke lagu yang direkomendasikan oleh YouTube. Begitu mendengarkan lagu-lagunya, saya langsung suka. Ada beberapa alasan kenapa saya jadi suka dengan lagu Badanamu ini.

  • karakternya lucu dan menggemaskan
  • musicnya enak didengar dan bikin bersemangat
  • liriknya (ini penting) juga cukup banyak mengajarkan hal positif untuk anak-anak
  • ada program phonics juga, mengenalkan bunyi setiap huruf dalam alphabet
  • ada program membaca juga, dan sepertinya ini salah satu yang bikin Joshua bisa cepat membaca
  • ada program mengenalkan emosi juga
  • ada nursery rhymes juga

Bukan cuma Joshua, saya dan Joe juga suka mendengarkan lagu-lagu dari Badanamu ini. Bahkan kalau pagi-pagi, saya pasang lagu ini buat memberi semangat menyiapkan sarapan pagi.

Coba dengarkan lagu ini:

Rise and Shine

Liriknya sebagai berikut:

Rise and Shine
CHORUS
Wake up now.
Come and play.
Rise and Shine.
It’s a brand new day! (x2)
VERSE 1
If you make your bed and brush your teeth.
Fold your clothes nice and neat.
Eat your breakfast, eat your greens.
Your momma won’t complain about a thing.
CHORUS
Ths sun is up!
No time to waste.
Get up and go!
Today is our day.
Rise and shine.
Come and play.
Rise and Shine.
It’s a brand new day!
VERSE 2
If you comb your hair, rinse your face.
Scrub your toes and wash your feet.
Take a shower and soap with suds.
Your momma will give you so much love.
CHORUS
Ths sun is up!
No time to waste.
Get up and go!
Today is our day.
Wake up now.
Come and play.
Rise and Shine.
It’s a brand new day! (x2)
Ths sun is up!
No time to waste.
Get up and go!
Today is our day.

Rise and Shine, Badanamu

Jonathan aja kalau bangun pagi malas-malasan di kasih lagu ini langsung jadi semangat hehehe. Joshua sih dikasih lagu apa aja bakal semangat. Dan kalau dilihat dari liriknya, ini seperti versi lain dari lagu bangun tidur ku terus mandi jaman saya masih kecil hehhee. Ada bagian merapihkan tempat tidur juga dan ya abis itu semua baru deh main.

Lagu berikutnya yang saya juga sekarang pakai untuk mengajarkan Joshua sikat gigi, cuci muka dan sisiran judulnya Brush brush brush.

Brush brush brush

Lirik lagunya:

VERSE 1
I wanna be clean,
So I brush my teeth.
Up and down,
And underneath.
I wanna be clean,
Don’t you see?
So I brush my teeth
Because it’s good for me.
Good for me!
Brush brush brush! X 4
VERSE 2
I wanna be clean,
So I wash my face.
Up and down,
And all over the place.
I wanna be clean,
Don’t you see?
So I wash my face
Because it’s good for me.
Good for me!
Wash wash wash! X 4
VERSE 3
I wanna be clean,
So I brush my hair.
Side to side,
And up in the air.
I wanna be clean,
Don’t you see?
So I brush my hair
Because it’s good for me.
Good for me!
Brush brush brush! X 4

Brush brush brush, Badanamu

Joshua sampai sekarang masih suka males kalau diajarin sikat gigi, tapi kalau saya kasih sikat gigi sambil nyanyiin lirik lagu ini, dia jadi mau disikat giginya. Setelah sikat gigi setelah itu cuci muka. Selesai mandi nyanyiin bagian sisir rambut. Semua dalam 1 lagu hehehe.

Nah ini lagu berikut (yang terakhir akan saya share di sini), lagu tentang semua adalah pemenang.

Everyone is a Winner

1, 2, 3, 4, whoa, here we go
It’s time to play
Time to play
1, 2, 3, 4, whoa, here we go
It’s time to play
Time to play the games
CHORUS
And everyone is a winner
Even if you lose sometimes
So let’s try our best to deliver
Let’s have the time of our lives
The first game up
To try to win the cup
Is a three-legged race
So try to stay up
But if you fall, I will pick you up
And carry you across the goal line
(CHORUS)

The second game up
To try to win the cup
Is a tug-of-war
So don’t give up
But if you fail, don’t get upset
I will help you on your feet again
(CHORUS) x2

Everyone is a Winner, Badanamu

Bagus-bagus kan liriknya, ini lagu bukan cuma buat anak kecil, tapi ya buat orang dewasa juga rasanya masih enak buat didengar. Bahkan kadang-kadang kata Joe, beat nya lagu Badanamu ada juga yang seperti lagu party (padahal gak pernah tuh pergi ke party yang pake lagu-lagu disko hahaha).

Lagu-lagu Badanamu di Apple Music

Sekarang ini, lagu-lagu Badanamu jadi lagu yang hampir setiap hari kami dengarkan dari Apple Music. Lagu-lagu Project Pop dan Korean minggir dulu deh ya hehehe. Kami senang menemukan ini dalam bentuk musicnya saja karena artinya bisa diperdengarkan tanpa menambah screentime ke anak-anak.

Seperti saya sebutkan sebelumnya, Badanamu ini bukan hanya lagu saja, di YouTube channelnya juga bisa dilihat ada pelajaran menggambar karakter yang ada dalam Badanamu. Kalau dari websitenya saya lihat mereka juga ada app nya. Kalau gak ingat ongkos kirim, saya tertarik beli buku-bukunya juga hahaha. Tapi untuk sekarang sepertinya cukup lagu-lagu di Apple Music dan YouTube saja. Kalau suatu hari kami memutuskan untuk mencoba appsnya pasti akan saya tulis reviewnya.

Buku: Aku Belajar Tapi Gak Sekolah

Buku karya anak-anak yang belajar di rumah

Beberapa waktu lalu, seorang teman di FB membagikan informasi mengenai buku ini. Sebagai keluarga yang juga memilih jalan sekolah di rumah ini, saya langsung tertarik untuk membacanya, apalagi karena buku ini ditulis bukan oleh orangtuanya, tapi oleh anak yang menjalani kehidupan bersekolah di rumah. Buku ini ditulis oleh 20 anak berusia antara 10 – 17 tahun yang bergabung dalam sebuah komunitas homeschool, dibimbing oleh 3 orang mentor yang menghomeschool anak-anaknya selain juga berkarya di bidangnya. Buku ini juga menjadi salah satu hasil karya belajar menulis yang merupakan kegiatan homeschool mereka di komunitas homeschool Klub Oase.

Komunitas untuk keluarga yang bersekolah di rumah ini sangat dibutuhkan, bukan saja untuk anak bersosialisasi, tapi juga untuk orangtua bertukar ide dan pengalaman. Tahun lalu saya sempat bergabung dengan komunitas lokal di sini, tapi komunitasnya terlalu besar dan akhirnya saya merasa terlalu melelahkan. Tahun ini saya memilih komunitas yang lebih kecil di mana anak-anak bertemu sekali seminggu dengan kegiatan bermain dan belajar bersama.

Buku ini cukup tebal, lebih dari 300 halaman. Tapi karena ceritanya tidak bersambung kita bisa memilih mau baca cerita siapa terlebih dahulu dengan memilih dari daftar isinya.

Tulisannya dikelompokkan menjadi 5 kategori. Mulai cerita awal perjalanan memilih homeschool, bagaimana kegiatan sehari-hari anak homeschool, bagaimana mereka bersosialisasi, apa saja naik turunnya kegiatan homeschoolers dan apa yang menjadi cita-cita mereka.

Sebagai orang yang menghomeschool anaknya, saya bisa mengerti apa yang dirasakan anak-anak itu. Bagian awal mula homeschool itu ada yang menjadi keputusan orangtua, dan tidak sedikit juga menjadi keputusan anak itu sendiri. Tapi siapapun yang memutuskan dan apapun alasan mulainya, dari cerita mereka saya bisa melihat mereka semua merasa bersyukur belajar di rumah. Mereka juga menjadi anak-anak yang bisa belajar mandiri dan belajar bertanggung jawab mulai dari perencanaan kegiatan mingguan, menetapkan target dan sampai pelaksanaanya termasuk aktif dalam kegiatan-kegiatan pameran hasil karya.

Setiap keluarga punya alasan dan inginkan yang terbaik untuk masa depan anaknya. Di dalam buku ini saya lihat banyak anak yang memutuskan/meminta untuk dihomeschool karena merasa beban berat di sekolah, dan juga tidak lepas dari adanya bullying. Saya sendiri tidak pernah dibully waktu sekolah, tapi jangan-jangan tanpa sadar saya yang membully teman saya, karena saya ingat waktu saya SD ada teman yang membagi uang jajannya ke saya tanpa saya minta supaya dia bisa nyontek PR saya (waktu itu saya kelas 1 SD dan ya belum mengerti kalau sebaiknya saya tidak menerima uang dari teman dan tidak memberi contekan PR).

Sedikit hal yang mengganggu dalam buku ini. Saya kadang bingung ketika anak yang sama menulis tentang hal yang berbeda. Di satu bagian dia bercerita sedang persiapan ujian masuk universitas tertentu, di bagian lain dia bercerita kalau dia sudah melupakan target masuk universitas yang itu. Mungkin ada baiknya juga kalau ceritanya dikelompokkan berdasarkan anaknya. Jadi misalnya si A bercerita mulai dari awal dia homeschooling bagaimana, lalu bagaimana kegiatan hariannya, bagaimana dia bersosialisasi, bagaimana roller coaster yang dia hadapi dan apa harapan dia 20 tahun mendatang. Jadi pembaca bisa lebih dapat gambaran misal si A ini hobinya menggambar dan berapa banyak sehari dia menggambar dan apakah 20 tahun ke depan dia berharap berkarya dari gambarnya atau mau kuliah lalu menjadi pengajar gambar.

Sebenarnya, di semua tulisan ada jelas anak mana yang menulis dan di halaman belakang buku ada profil anak tersebut, tapi karena saya bukan tipe yang bisa dengan cepat mengingat nama dan fakta tentang masing-masing anak (dan ada 20 anak), kadang-kadang jadi bingung dan harus baca buku bolak -balik untuk mengingat lagi ini anak yang mana yah.

Menurut saya, buku ini perlu dibaca oleh orang-orang dalam kategori berikut:

  • anak sekolah yang merasa beban sekolah sangat tinggi
  • anak sekolah yang merasa bosan dengan rutinitas sekolahnya
  • anak sekolah yang punya minat untuk pelajaran tertentu
  • orangtua yang selalu merasa stress setiap musim ulangan umum anaknya
  • orangtua yang tertarik dan pingin tahu apa itu homeschool
  • siapa saja yang selalu meragukan kerabatnya yang menghomeschool anak-anaknya

Saya senang sekali membaca buku ini, kami baru melakukan homeschool sekitar 2 tahun, masih banyak pertanyaan dan keraguan setiap tahun ajaran baru, tapi dari membaca pengalaman anak-anak yang sudah dihomeschool baru 2 tahun sampai sudah 8 tahun, semuanya bahagia dengan pilihan homeschool. Mereka juga terlihat menjadi anak yang kreatif dan juga bisa belajar mandiri. Saya gak meragukan kalaupun mereka nantinya memilih kuliah demi mendapat ijasah dengan alasan memperluas pilihan ketika dewasa, mereka tidak akan punya kesulitan untuk bersosialisasi dengan teman kuliah dan tidak ada masalah mengikuti kegiatan belajar di tingkat universitas. Bahkan mereka bisa lulus dengan cepat karena mereka terbiasa belajar mandiri.

Kalau kamu termasuk yang mempertanyakan anak homeschool ngapain aja dan apa bedanya dengan sekolah formal, dan juga mempertanyakan bagaimana nanti ijasahnya, nah coba deh baca buku ini untuk melihat lebih dekat kegiatan anak-anak homeschool. Menurut saya, mereka gak akan kurang kesempatannya di masa depan dari anak-anak yang dikirim ke sekolah biasa, malahan kalau dilakukan dengan benar, anak-anak homeschool ini bisa lebih berhasil karena mereka sudah lebih terlatih untuk fokus dengan apa yang mereka suka dan mencari tahu bagaimana melakukan sesuatu dengan benar.

Saya berharap komunitas homeschool di Indonesia juga semakin banyak. Siapa tahu suatu saat kami harus kembali ke Indonesia, jadi kami bisa bergabung dengan komunitas lokal yang ada.

Kdrama: Hello My Teacher

Setelah nonton KMovie Train to Busan yang dimainkan Gong Yoo, saya iseng lihat kdrama lama yang diperankan Gong Yoo dan Gong Hyo-jin. Judulnya Hello My Teacher atau judul lainnya Biscuit Teacher and Star Candy. Ini Kdrama tahun 2005, pemerannya masih pada muda hehehe.

Ceritanya menurut saya agak terlalu rumit, saya akan coba sederhanakan dalam menuliskannya, semoga tapi gak jadi bikin pusing hehehe. Berikut ini tokoh-tokoh dalam kdrama ini:

Na Bo-ri, seorang wanita berumur 25 tahun yang merupakan mantan preman di masa SMA nya sampai dia akhirnya dikeluarkan dari sekolah itu. Tapi walaupun dia dikeluarkan, dia tetap bercita-cita jadi guru. Ada 2 alasan dia ingin menjadi guru, tapi alasan ke-2 nya diceritakan belakangan, alasan pertamanya dia suka dengan seorang guru seni (lelaki) bernama Ji Hyun-wo yang tentunya ganteng. Eh alasan ke-2 nya ternyata dia memang suka mengajar dan berharap sekolah jangan terlalu cepat memutuskan untuk mengeluarkan seorang siswa dari sekolah, tapi sebisa mungkin didengarkan dulu apa masalahnya sebenarnya dan dibantu. Cita-cita ke-2 nya lebih mulia dari cita-cita pertamanya ya hehehe.

Ji Hyun-wo, guru seni yang ganteng dan masih muda dan disukai Na Bo-ri. Guru seni ini adik dari director sekolah, dan merupakan calon penerus yang mengurusi sekolah. Pernah sekolah di Perancis tapi lebih fokus dalam melukis daripada memikirkan ngurusin sekolah. Punya ex-tunangan yang belajar bareng di Perancis bersama dengan dia yang malahan jadi belajar untuk mengurus manajemen sekolah karena Ji Hyun-wo nya milih asik dengan lukisannya saja. Objek lukisannya: Na Bo-ri, dia putus dengan tunangannya karena menyadari kalau dia suka dengan Na Bo-ri dan selalu memikirkan Na Bo-ri walaupun dia tidak pernah bertemu sejak Bo-ri dikeluarkan dari sekolah.

Park Tae-In, anak SMA yang merupakan ponakan dari Ji Hyun-wo dan anak tiri dari director sekolah. Udah dikirim ke Amerika tapi malah bikin huru-hara dan akhirnya di pulangkan ke Korea. Di Korea tadinya dia lebih sering jadi kayak tahanan rumah atau dimasukkan ke sejenis bangsal rumah sakit jiwa. Bapaknya Tae-in ini dokter dan pemilik rumah sakit. Jadi kebayang ya si Tae-in ini anak orang kaya, bapak dokter, mama tiri director sekolah. Mama kandungnya sudah meninggal sejak dia kecil, salah satu alasan dia jadi agak nakal juga karena dia merasa gak dapat perhatian dari bapaknya yang sibuk dengan pekerjaan.

Selain 3 tokoh sentral dan si ex tunangan pak guru seni, masih ada lagi anak sma lain yang suka dengan Tae-In, ada adiknya bu guru Bo-ri yang merupakan seorang dokter dan bekerja di rumah sakit milik bapaknya Tae-in dan tentunya guru-guru dan murid-murid SMA lainnnya.

Kisahnya sekilas sederhana, seorang murid mengidolakan gurunya. Lalu 6 tahun kemudian dia kembali ke sekolah itu melamar menjadi guru. Tapi dengan track record pernah dikeluarkan dari sekolah itu, tentunya ketahuan kalau dia bukan murid yang cemerlang. Semua orang mempertanyakan apakah memang Na Bo-ri ini pantas jadi guru atau nggak.

Si guru seni kasih ide ke kakaknya, gimana kalau Na Bo-ri diminta untuk jadi guru wali kelas aja, jadi dia ga harus ngajar. Teorinya kan hanya preman yang tau cara menghadapi preman. Nah jadilah si Na Bo-ri di kontrak sebagai guru tapi tugas utamanya untuk mengawasi si ponakan Park Tae-in supaya ga berbuat onar lagi dan bisa sekolah normal. Guru seni ini ternyata punya motif sendiri, dia pengen bisa menindaklanjuti perasaan yang lama tersimpan.

Udah ketebak belum perkembangan ceritanya? masih episode pertama saja saya udah tau kelanjutannya, walaupun dalam cerita ini ada 2 pria dan 3 wanita, pada akhirnya ceritanya berkurang dengan 2 pria dan 1 wanita. Endingnya? ah jangan ditulis di sini nanti spoiler.

Cerita ini agak gak realistis, tapi ya bukannya ga mungkin terjadi. Saya ga pernah kenal teman saya yang menikah dengan guru SMA nya ataupun yang menikah dengan muridnya, tapi cerita orang jatuh cinta diatas umur 20 tahun udah beda tipis lah jadinya antara 20 ke 26 dan ke 30. Dalam cerita kdrama, di Korea umumnya anak lulus SMA itu sekitar umur 20 tahun, dan setelah itu mereka terhitung dewasa dan bisa menentukan mau lanjut kuliah atau mau langsung cari kerjaan.

Satu-satunya bagian yang berkesan ketika menonton film ini adalah nasihat bapaknya ke anaknya: kau mau menikah atau tidak itu pilihanmu, setelah kau menikah semua itu akan menjadi tanggung jawabmu, kau gak bisa menyalahkan aku atau menyesali kenapa tak melarangmu menikah. Pesanku kalau kau nanti menikah, sayangi isitrimu dan jangan lakukan kesalahanku yang mengabaikan keluarga dengan terlalu sibuk bekerja.

Kerumitan cerita ini karena tokohnya saling terkait. Jadi banyak scene di mana masing-masing tokoh kayak lagi berpikir keras apa yang sebaiknya dilakukan tanpa membuat malu yang lain. Semua berusaha melakukan hal yang tidak egois. Semua berusaha jadi orang baik. Tapi namanya cerita cinta, mana bisa sih semuanya happy ending, pasti akan ada tokoh yang harus minggir dan menerima kenyataan. Nah kira-kira kalau judulnya adalah pilih sendiri ending ceritanya mana ending yang lebih kalian pilih:

  • guru seni nikah dengan tokoh utama wanita
  • guru seni nikah dengan tunangannya yang pintar ngurusin sekolah, tokoh utama wanita nikah dengan si anak SMA yang akhirnya jadi suka sama dia walaupun itu notabene merebut pacar pamannya
  • guru seni dan si anak SMA gak ada yang jadi sama si tokoh utama wanita karena tokoh utama wanita gak mau merusak hubungan kekeluargaan antara guru seni dan ponakannya
  • kalau ada alternatif ending silakan tulis di komen hehehe

Namanya kdrama ya, apapun bisa jadi ending. Bisa happy ending, bisa juga open ending. Melihat kdrama ini saya malah teringat masa kuliah. Waktu SMA gak ada guru idola yang muda nan kece sih, tapi pas kuliah kebetulan temen-temen saya ada yang pada demen dengan asisten dosen yang masih muda dan single. Gak ada yang sukses sih ngedapatin si ibu dosen itu, tapi kira-kira saya jadi bisa relate dengan kisah murid yang suka dengan gurunya ini.