Kritik Bahasa Pemrograman Nusa

Setelah sekian lama tidak mendengar soal Bahasa Batak, ternyata namanya sudah berganti menjadi Bahasa Nusa. Ternyata bahasa ini masih mirip/sama dengan bahasa Batak, dan saya punya banyak kritik untuk bahasa tersebut. Kritiknya sudah saya coba sampaikan langsung ke Pak Bernaridho Hutabarat melalui email, tapi responsnya sangat negatif. Padahal dia sendiri menulis di berbagai media agar kita tidak menerima apa yang disodorkan pada kita, tapi kita harus kritis. Nah saya sudah merangkum kritik-kritik saya dalam sebuah tulisan. Ini kritik teknis, bukan sekedar menjelek-jelekkan. Saya sudah berusaha membaca semua dokumen yang dipublish mengenai Nusa dengan teliti, dan setahu saya sampai saat ini belum ada yang melakukan kritik secara teknis.

Anda bisa membaca tulisan mengenai kritik Bahasa Nusa di:

http://tinyhack.com/kritiknusa.html

Merdeka!!!

Tujuan NgeBlog

Saya dan Joe sudah ngeblog dari bertahun-tahun yang lalu. Bahkan kami semakin dekat setelah sama-sama tahu kalau kami sama-sama ngeblog. Joe membaca arsip blog saya, saya membaca blog Joe (tanpa memberitahu tentunya) untuk mencari tau lebih banyak tentang satu sama lain. Dari situ saya bisa melihat pandangan-pandangan dia tentang banyak hal, dan sebaliknya.

Pada masa itu, blog belum sepopuler sekarang. Kami ngeblog untuk menuliskan apa yang kami pikirkan, rasakan dan juga untuk berbagi. Akan tetapi jaman sekarang, orang ngeblog sudah kehilangan orientasi sepertinya.

Lanjutkan membaca “Tujuan NgeBlog”

Duluan mana Telor atau Ayam?

Ini cuma tulisan iseng, bukan tulisan serius dan mohon jangan dipikirkan terlalu serius. Saya sering sekali dengar perdebatan antara telor atau ayam, mana yang lebih dulu ada.

Kalau jawabnya telor, orang akan tanya lagi lalu siapa yang mengeraminya. Kalau jawabnya ayam, orang akan tanya lagi, ayamnya dari mana kalau ga ada telor? Dan biasanya setelah itu semua orang akan manggut-manggut bingung karena merasa itu pertanyaan yang susah dijawab dan mungkin ga ada jawabannya.

Kalau saya ditanya pertanyaan itu, duluu sayapun terjebak berputar-putar mana yang lebih dulu. Tapi sekarang saya bisa dengan cepat menjawab dan cukup yakin. Tentu saja yang lebih dulu itu ayam, soalnya Tuhan menciptakan mahkluk hidup dan bukan menciptakan cikal bakal mahkluk hidup. Oh iya, kalau alphabetnya Thai juga ayam dulu baru telur.

Kalau ada yang ingin mendebat dengan berbagai alasan, ga usah dibahas deh mendingan, inikan pertanyaan buat lucu-lucuan aja. Seperti kata joker: Why so serious? 😛

Eh tapi jawaban saya itu serius sih hehehe..tapi emang jadinya ga lucu ya. Maaf deh kalau bikin lucu-lucuan jadi ga lucu 🙂

Posting Cewek Hantu Film Jepang dan Mobil Terbang

Siapa sangka kalau tulisan iseng Joe di tahun 2005 tentang pengamatannya mengenai pemeran cewek yang menjadi hantu dalam film Jepang belakangan ini jadi populer lagi. Saya juga ga tau gimana tulisan tahun 2005 baru dicopy paste taun 2008. Apakah mereka mau audisi jadi pemeran hantu jepang terus nyari tau apakah ada kriteria di internet? Entahlah.

Lanjutkan membaca “Posting Cewek Hantu Film Jepang dan Mobil Terbang”

Mau Hemat jadi Boros

Siapa yang tidak senang barang murah semurah-murahnya, apalagi nolak gratisan?. Ternyata sampe sekarang perang tarif selular bukan lagi sekedar ngasih promosi murah, tapi juga ngasih gratisan. Tapi tetep aja tulisan gratisnya mudah dibaca, syarat dan ketentuannya diprint kecil dan ga bisa dibaca.

Jadi ingat masa-masa di mana saya dan Joe sering beli perdana baru untuk ngejar promosi gratisan yang diikuti dengan beli handset baru karena malas tukar-tukar kartu. Well..memang sih ga selamanya yang namanya tarif murah dan gratis itu lebih hemat :P. Tapi sepertinya sekarang sih di Chiang Mai sini, mau pake provider manapun udah ga gitu penting lagi, karena handphone aja jarang dipegang 🙂 . Kalau saya liat sih kecenderungan belakangan ini orang-orang mulai setia dengan 1 provider untuk komunikasi, tapi untuk mengejar paket data internet terkadang masih perlu gonta-ganti, contohnya ini 🙂 .

Sebenarnya sih, ga ada masalah dengan mencoba semua operator. Tapi dengan adanya promosi-promosi ini, untuk orang yang udah lama sering gonta ganti pada satu titik akan berhenti dan menerima apa adanya dengan apa yang sudah dimiliki, tapi tetap saja ada orang yang tergoda untuk beli perdana baru untuk mencoba promosi yang ada, apalagi sekarang ini beli kartu perdana murah sekali, beda banget dengan jaman awal telkomsel baru ngeluarin simpati doang.

Tapi kadang-kadang dengan adanya promosi seperti ini, tanpa terasa kita jadi boros, karena merasa murah dan gratis. Yaaa begitulah, orang marketing tau aja masalah psikologi calon pembeli, mereka tau kalau kebanyakan orang itu senang dengan yg gratis atau yang diskon. Asal udah ada judul diskon atau gratis, hampir dipastikan laku keras deh. Tapi kalau semua udah gratis, terus siapa yang mau berpindah ke lain hati ya?

catatan : gambar di capture dari kompas digital edisi hari ini 8-8-2008 (wah tanggal cantik ternyata)

Surat Berantai Gaya Baru

Jaman dulu ada yang namanya surat berantai. Biasanya surat itu juga berupa surat kaleng, jadi namanya surat kaleng berantai. Katanya kalau kita teruskan surat itu ke beberapa orang, niscaya kesuksesan akan menyertai kita sedangkan kalau tidak maka kita akan ditimpa sial. Di dalam surat berantai itu juga disertakan beberapa contoh orang-orang yang tertimpa sial karena bersikeras tidak meneruskan surat berantai itu. Berikutnya ada lagi model arisan berantai. Model arisan berantai ini tentunya bukan dalam bentuk surat kaleng dong, wong ada nomor rekeningnya gitu loh. Saya tidak pernah mau ikut-ikutan dengan surat berantai model apapun.

Lanjutkan membaca “Surat Berantai Gaya Baru”

Biaya Bungkus Ulang Pos Indonesia

Ini bukan berita baru, semua orang yang pernah nerima kiriman dari luar negeri di Indonesia pernah mengalaminya. Tapi rasanya agak semakin mengesalkan belakangan ini.

Ceritanya dari Chiang Mai sini, kirim paket ke Indonesia itu cukup murah dibandingkan sebaliknya. Kirim square charity ke Amerika aja cuma 2 USD gitu loh, ke Indonesia paling mahal pernah kirim square rajutan cuma sekitar 30 rebu rupiah. Mungkin ongkos kirim antara pulau aja di Indonesia kadang-kadang lebih dari itu. Rata-rata sekali ngirim ke Indonesia itu hanya menghabiskan 15 ribu kalau di kurs. Tapi yang jadi mengesalkan adalah, penerima selalu bayar biaya bungkus ulang sebesar 7 rebu rupiah. Padahal uang segitu udah bisa beli benang segulung 🙁 .

Lanjutkan membaca “Biaya Bungkus Ulang Pos Indonesia”