Tantangan Bebras 2020

Hari ini, Jonathan mengikuti Tantangan Bebras 2020 yang diadakan oleh Bebras Indonesia. Tantangan Bebras tahun ini merupakan kali ke-2 Jonathan berpartisipasi secara online mengikuti kegiatan ini.

Tahun lalu, kami mendapatkan informasinya dari Oma Inge. Jonathan ikut kegiatan ini agak dadakan. Tapi karena Jonathan sudah sering menyelesaikan jenis puzzle seperti dalam permainan Professor Layton, Jonathan bisa cukup cepat mengerti dan mengikuti Tantangan Bebras 2019 dengan baik.

Mungkin ada yang bertanya-tanya apa sih maksudnya Tantangan Bebras itu? Buat singkatnya, Tantangan Bebras ini merupakan kegiatan menantang para pelajar untuk berpikir secara komputasi. Kalau mau lebih jelas tentang berpikir komputasi, bisa dibaca tulisan saya Cerita dari Webinar Merdeka dan PANDAI dengan Computational Thinking bagian 1 dan bagian 2 .

Lanjutkan membaca “Tantangan Bebras 2020”

Gigi Joshua

Tulisan ini hanya ingin menjadi catatan saja tentang gigi Joshua. Kenapa perlu dituliskan? Supaya ada dokumentasinya saja. Joshua sudah kehilangan gigi atasnya sejak dia berumur 2 tahun lebih sedikit. Waktu itu, saya hanya menuliskan di Facebook. Supaya ceritanya ada di blog saya akan salin kembali beberapa hal dari Facebook ke tulisan ini.

Lanjutkan membaca “Gigi Joshua”

Tulisan Lama yang Masih Banyak Pengunjungnya

Salah satu cara saya mencari ide dalam menulis adalah, membaca kembali tulisan-tulisan saya sebelumnya di blog ini. Memilih tulisan yang dibaca biasanya berdasarkan sedang ingat apa atau dari statistik tulisan yang masih dikunjungi pada hari tersebut.

Statistik blog 9 November 2020
Lanjutkan membaca “Tulisan Lama yang Masih Banyak Pengunjungnya”

Review Raspberry Pi 400

Raspberry Pi 400 adalah keluarga terbaru Raspberry Pi yang saya miliki. Ini tidak memakai prosessor baru, masih sama dengan SOC pada Raspberry Pi 4 tapi dalam bentuk keyboard. Kalau Raspberry Pi 4 punya banyak versi dengan RAM yang berbeda, RPI 400 ini hanya ada versi RAM 4GB.

Harga resmi benda ini adalah 70 USD (tanpa kit) dan 100 USD (dengan kit). Kit meliputi: kabel micro HDMI to HDMI, mouse, micro SD, dan buku. Saat ini ada banyak layout keyboard: UK, US, Jerman, Perancis, Spanyol dan Italia. Saya memakai keyboard US sesuai yang umum di Indonesia dan juga Thailand dan tidak membeli versi kit. Saya membeli ini dari Cytron.io (perusahaan Malaysia) di hari launching dan dikirim ke Thailand dalam waktu beberapa hari dari dalam Thailand (jadi tidak ada pajak impor).

Di awal masa mikrokomputer masuk rumah pada tahun 1980an, banyak komputer yang dijual dalam form factor keyboard seperti ini dan tinggal dicolok ke TV di rumah. Hal tersebut untuk mengurangi harga komputer, karena kebanyakan rumah tangga sudah punya layar TV. RPI 400 ini juga dibuat seperti itu: untuk dihubungkan ke TV atau layar yang sudah dimiliki (kebanyakan TV sekarang sudah memiliki input HDMI).

Ada banyak sistem operasi alternatif untuk Raspberry Pi 4, termasuk juga Android 11, tapi di tulisan ini saya memakai Raspbian yang merupakan OS resmi. Pada Raspberry Pi 4 yang saya miliki, saya menginstall Raspberry Pi OS versi 64 bit (sampai saat ini masih beta), tapi untuk RPI 400 ini saya menggunakan versi 32 bit saja karena ini yang sudah stabil.

Bagian depan keyboard

Hardware

Saya sudah pernah membeli keyboard resmi Raspberry Pi, dan RPI 400 sangat mirip dengan keyboard tersebut. Bedanya: di bagian depan keyboardnya ada colokan untuk power (via port USB-C), ethernet, dua micro HDMI, micro SD, 3 USB A, dan GPIO Pin Selain itu tombol F10 bisa menjadi tombol power jika ditekan bersama dengan tombol Fn.

Lanjutkan membaca “Review Raspberry Pi 400”

Selamat 10 Tahun, Jonathan

Hari ini Jonathan ulang tahun ke-10. Artinya hari ini saya 10 tahun menjadi ibu. Sudah 2 digit sekarang umurnya, bukan anak kecil lagi. Tahun depan bakal memasuki masa remaja belasan tahun. Kalau mau dibilang tidak terasa, ya terasa juga waktu berlalu 10 tahun, tapi ingatan tentang cerita melahirkannya masih seperti hari kemarin.

Lanjutkan membaca “Selamat 10 Tahun, Jonathan”

Merge dan Trim Video di QuickTime Player

Beberapa hari lalu, setelah sekian lama tidak menyunting file video, saya mencari tahu bagaimana caranya menggabungkan 2 file video menjadi satu, dan bagaimana membagi-bagi file video menjadi beberapa video kecil. Bukan, saya bukan iseng doang, tapi tujuannya untuk menyunting file dari IG Live DrakorClass untuk diunggah ke YouTube Channel nya DrakorClass.

Dulu, saya ingat pernah melakukan hal ini, tapi memakai sistem operasi Windows dan sudah lupa nama aplikasinya. Pernah beberapa lama keisengan ini berlangsung. Tujuannya sama, walau masanya berbeda. Supaya tidak lupa, kali ini ceritaya saya tuliskan di blog.

Lanjutkan membaca “Merge dan Trim Video di QuickTime Player”

Menuliskan Ucapan Syukur

Beberapa waktu lalu, eh tepatnya beberapa tahun lalu, saya pernah melihat ada tantangan untuk menuliskan alasan untuk bersyukur di sosial media kita sambil melanjutkan tantangan ke orang lain selama 7 hari. Waktu itu, saya masih menerima tantangan berantai, tapi saya sudah tidak suka meneruskan menge-tag orang lain. Saya tahu, apa yang saya lakukan merusak aturan tantangan, tapi saya memang tidak suka meneruskan tantangan berantai.

definisi Gratitude
Definisi gratitude dari Oxford Languages dan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia
Lanjutkan membaca “Menuliskan Ucapan Syukur”