Review: Aplikasi AnkiDroid FlashCard

Sebenarnya saya sudah tahu lama mengenai aplikasi ini. Tapi baru kepikiran lagi untuk menggunakan aplikasi ini. Aplikasi ini intinya seperti flashcard yang isinya bisa kita atur sendiri. Kelebihan dari aplikasi ini gratis dan sudah ada banyak orang yang upload flashcard mereka ke internet yang bisa kita gunakan juga. Selain untuk android, aplikasi ini juga tersedia di pc windows maupun mac.

Dulu, saya pernah memakai aplikasi ini untuk belajar bahasa Thai. Tapi karena terlalu banyak flashcard yang saya pilih, akhirnya malah saya bingung mau belajar pakai yang mana. Kali ini saya berencana menggunakannya untuk belajar bahasa Korea dan menemukan ada yang sudah membuat flashcard dari kursus First Step Korean di Coursera yang pernah saya ikuti.

Selain untuk belajar bahasa Korea, saya jadi ingat siapa tahu ada pembaca seri belajar bahasa Thai di blog ini yang mulai ingin latihan membaca bahasa Thai, ada banyak juga flashcards yang tersedia termasuk untuk kata-kata sederhana dari buku Manee. Kelebihan dari flashcard ini, kita bisa menambahkan gambar maupun suara ke dalamnya.

Oh ya, selain untuk belajar bahasa, aplikasi ini bisa untuk apa saja yang ingin kita pelajari menggunakan flashcard. Bahkan kalau ingin membuat flashcard matematika untuk anak kita belajar, atau untuk tanya jawab persiapan ujian juga bisa saja, asal kita rajin membuat pertanyaan dan jawabannya.

AnkiDroid Flashcard dari Playstore

Untuk mencari aplikasinya bisa langsung lihat di web dengan kata kunci Anki. Gambar-gambar yang akan saya tampilkan di sini merupakan rekaman layar dari Anki di android : Ankidroid Flashcards.

Pertama kali diinstal, aplikasinya tentunya kosong. Kita bisa menambahkan kumpulan flashcards yang disebut deck dengan mencari di situs AnkiWeb. Waktu kita memilih use shared decks dari dalam aplikasi, otomatis kita akan diarahkan ke halaman ankiweb dan kita bisa mencari kata kunci yang kita inginkan.

Berikut ini contoh isi dari deck First Step Korean. Kita bisa melihat daftar pertanyaan dan jawaban (yang nantinya bisa kita ubah juga)

Contoh flashcard bahasa Thai dari buku Manee

Sekarang ini kebanyakan flashcard yang ada, jawabannya menggunakan bahasa Inggris. Kalau misalnya kita ingin bikin bahasa Indonesianya, deck dari Anki kita ini bisa kita ubah dan tambahkan bahasa Indonesia sesuai kebutuhan.

Silakan eksplorasi lebih lanjut untuk pemakaian Anki untuk berbagai flashcard lainya. Beberapa deck yang dishare tidak dilengkapi dengan suara, tapi banyak juga yang cukup bagus dan bisa digunakan untuk berlatih.

Statistik pemakaian aplikasi AnkiDroid

Setiap harinya, akan ada statistik penggunaan dari aplikasi ini untuk melihat berapa lama kita belajar dan dari kebiasaan kita memakainya aplikasi akan membuat seperti prakiraan tingkat kerajinan kita.

Aplikasi flashcard seperti ini sangat praktis dan bisa dipakai ketika kita sedang menunggu antrian atau bahkan diperjalanan (asal bukan kita yang nyetir ya hehehe). Semoga berguna untuk yang udah penasaran pengen berlatih kemampuan bahasa barunya.

Review: Kumon Thai

Catatan: Tulisan ini merupakan review mengenai belajar membaca dan menulis bahasa Thai di Kumon Thailand, saya tidak dibayar untuk tulisan ini.

Sejak Homeschool, Jonathan saya ikutkan kelas Kumon Thai sebagai bagian dari belajar membaca dan menulis bahasa Thai. Awalnya saya tahu Kumon itu untuk Matematika dan Bahasa Inggris saja, eh ternyata ada juga untuk pelajaran bahasa Thai.

Setelah ikutan tes, Jonathan mulai dari level paling awal Word Building Block (7A) dan sekarang sudah sampai level Sentence Building Block (B I) dalam waktu 2 tahun. Lama? ya nggak juga, karena setiap level itu diulang sampai anaknya bisa lulus testnya untuk naik level. Jadi dipastikan anaknya memang sudah mampu untuk naik level.

Belajar bahasa Thai dengan metode Kumon ini lebih cocok untuk Jonathan dibandingkan ikut kelas kursus grup ataupun privat. Kelas Kumon Thai ini menjadi bagian dari homeschool kami, nilainya juga bisa diperoleh setiap kali dia ada ujian kenaikan level.

Cara belajar di Kumon Thai mulai dari awal yang kami jalani ini sebagai berikut:

  • pertama anak akan di nilai level bahasa Thai nya sampai mana. Karena waktu itu Jonathan sempat sekolah di sekolah yang full berbahasa Inggris, kemampuan bahasa Thai Jonathan yang pernah ada waktu kecil menghilang. Jadi dia harus mulai dari awal lagi (level 7A)
  • anak akan diminta untuk mengerjakan lembar kerja setiap harinya (5 hari seminggu) dan 2 hari seminggu mengerjakannya di kumon center.
  • pekerjaan anak harus dikerjakan tidak lebih dari 30 menit dan anak bisa mengerjakan lembar kerja secara mandiri.
  • lembar kerja yang diberikan sekitar 10 lembar (2 sisi per lembar), jika waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dinilai lebih dari 30 menit, maka pemberian lembar kerja bisa dikurangi per hari nya.
  • lembar kerja yang sudah dikerjakan akan dikoreksi oleh instruktur kumon di kumon center, kalau ada yang salah, anak diminta untuk memperbaiki sampai tidak ada yang salah.
  • tidak ada hari libur dalam mengerjakan lembar kerja, hal ini untuk membangun kebiasaan rutin setiap harinya, lagipula mengerjakan kumonnya tidak memakan waktu lama.
  • instruktur kumon merupakan orang yang sudah mendapat pelatihan khusus, mereka membantu anak dengan memberikan petunjuk dan bukan memberikan jawabannya langsung.
  • dalam 1 level, akan ada pengulangan set lembar kerja beberapa kali sampai anak dinilai bisa lulus untuk test naik ke level berikutnya.
  • lamanya anak berada dalam 1 level tergantung dari masing-masing anak, dan bukan dari ukuran berapa bulan. Ketika anak lulus test naik level, akan ada laporan berapa kali lembar kerja level tersebut diulangi dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk anak itu menjalani level tersebut.
Level kumon Thai mulai dari bawah ke atas

Metode Kumon ini cocok untuk Homeschool karena:

  • Mulai dari yang paling mudah dan tingkat kesulitannya meningkat sesuai dengan kemampuan anak, jadi anak bisa mengerjakan lembar kerja secara mandiri (self study)
  • Anak terbiasa dengan rutin harian mengerjakan kumon, kalaupun hari libur, anak tetap diberikan lembaran kerja untuk dikerjakan.
  • Umumnya dengan kebiasan berlatih sedikit setiap hari, anak akan lebih maju daripada level yang dipelajari di sekolah.
  • Ketika di kumon center, anak belajarnya bukan dalam setting kelas besar, tapi gurunya mengajar tiap anak 1 demi 1. Setiap anak diajar secara khusus sesuai dengan tingkatannya, dengan begini anak tidak perlu merasa ketinggalan dari teman-temannya. Kalau ada bagian yang tidak dimengerti bisa ditanyakan langsung.
  • Materi diberikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anak, tidak ada anak yang harus stress karena tidak mengerti ketika mengerjakan.
  • Waktu pengerjaan lembar kerja yang dibatasi tidak lebih 30 menit, untuk menghindari anak merasa bosan mengerjakan lembar kerjanya.

Bagaimana dengan kumon matematika dan bahasa Inggris? nah ini saya ga bisa banyak kasih opini, karena Jonathan tidak kami daftarkan untuk 2 pelajaran tersebut. Kemampuan matematika dan bahasa Inggris Jonathan saat ini lebih dari cukup, jadi kami tidak merasa perlu untuk menambah pekerjaan sekolahnya.

Dari cerita salah seorang teman kami yang anaknya ikut kumon Math. Anaknya yang awalnya ketinggalan dalam pelajaran Matematika, sekarang ini sudah melebihi kemampuan pelajaran Math di sekolah. Efeknya ya tentunya anak jadi gak takut buat belajar matematika. Anaknya juga setiap hari mengerjakan kumon tanpa disuruh oleh orangtuanya di rumah.

Dulunya, saya juga agak meragukan metode Kumon, tapi ternyata keraguan saya karena saya gak kenal Kumon. Sayangnya di tempat Jonathan ikut Kumon, kelas Kumon ini khususnya untuk anak sekolah, bukan seperti tempat kursus bahasa Thai, jadi saya gak bisa merekomendasikan misalnya ada orang dewasa ingin belajar baca tulis Thai dengan metode Kumon ini hehehe.

Belajar Bahasa Korea

Tulisan ini update dari tulisan sebelumnya mengenai belajar bahasa itu proses dan juga merupakan akibat tidak langsung dari gara-gara kdrama hehehe. Saya pikir, saat ini saya sudah akan menyerah dan berhenti kebiasaan baik untuk memakai Memrise dan Coursera. Ternyata ya semakin banyak kosa kata yang kita tahu, semakin kita mengenali hangeul dan semakin mengerti kenapa ada perubahan bunyi dalam pengucapan bahasa Korea, semakin jadi sayang aja kalau ditinggalkan hehehe.

49 hari belajar tiap hari menggunakan Memrise

Tanpa terasa, hari ini sudah 49 hari saya tidak pernah bolos menggunakan Memrise dengan target belajar kata-kata baru dan review kata-kata yang lama. Korean level 2 di Memrise totalnya ada 23 bagian dan sekarang saya sudah hampir selesai bagian 21. Sedikit lagi menuju Korean level 3 di Memrise. Belajar di Memrise ini enaknya sedikit-sedikit dan kalau lupa ya gak apa-apa.

Kemarin saya menyelesaikan kursus yang saya ambil di Coursera. Kursus Learn to Speak Korean 1 ini dirancang untuk dipelajari selama 6 minggu. Jadwal minggu ke-6 itu harusnya 13 Mei, tapi saya sudah selesai duluan heheheh. Bagusnya belajar Coursera sambil belajar Memrise adalah, di Memrise saya banyak belajar kosa kata dan sedikit grammar, tapi di Coursera saya jadi lebih banyak belajar grammarnya, walaupun diajarkannya untuk percakapan sehari-hari (berbelanja, memesan makanan, menanyakan lokasi, nama-nama makanan, menyebutkan harga). Sayangnya di Coursera cuma ada 2 kursus saja untuk belajar bahasa Korea, mereka belum selesai mempersiapkan kelanjutan dari Learn to Speak Korean 1.

Dari kursus di Coursera, saya jadi menyadari kenapa bahasa Korea kedengaran gitu-gitu aja. Walau saya belum bisa mengingat semua rules nya, saya bisa bilang kalau di bahasa Korea itu kata dasar bisa punya banyak akhiran yang berbeda-beda, ada akhiran -aya, -oyo, -haeyo, -yeyo, -e, -a, -eso, -nen, -ren, -ka, -i, dan banyaklah mungkin yang saya belum tau juga hehehhe. Walaupun dah selesai kursus coursera dan menyelesaikan semua quiz dengan baik, tetep aja ya quiz itu tidak mewakili seluruh pelajaran yang ada. Karena tetep aja menurut saya quiz nya terlalu mudah dan cuma 3 – 6 pertanyaan sederhana dan bisa diulang berkali-kali tanpa penalti hehehehe.

Nah sekarang setelah selesai Coursera, rencananya saya masih akan meneruskan kebiasaan baik untuk belajar Korea ini. Di internet ada banyaaaaak sekali sumber-sumber belajar gratis ataupun berbayar, tapi saya tetep belum mau bayar (cukup bayar Netflix dan Apple Music aja), karena untuk belajar bahasa Korea ini saya gak mau ada perasaan terpaksa, saya mau tetap fun. Saya pilih 1 kursus gratisan dari Internet yang menyediakan podcast (mp3) dan file pdf nya. Mereka juga ada channel YouTube nya. Situs yang saya pilih untuk belajar namanya Talk To Me in Korean.

Situs Talk To Me in Korean ini punya banyak kursus gratisan. Kursus Grammarnya aja ada 9 level. Ada kursus Learn Korean with a Web Drama juga. Nah saya mulai dari awal lagi, sekalian mereview. Pelajaran Korean Grammar level 1 ini terlalu mudah, tapi memang mereka memulai dari kata paling sederhana dan ditambahkan sedikit demi sedikit. Untuk pelajaran belajar dari web drama saya belum dengar, tapi pastinya masih sejalan dengan niat awal belajar bahasa Korea biar bisa nonton Kdrama tanpa subtitle hehehe.

Oh ya, tulisan ini opini pribadi, saya memilih situs ini juga karena gratis dan sepertinya kurikulum mereka cukup jelas langkah-langkahnya. Waktu belajar Coursera kemarin sebenarnya saya agak kewalahan karena diberi fakta terlalu banyak dan akibatnya walau tahu tapi gak semua bisa saya ingat. Model belajar saya butuh banyak repetisi, jadi ya mari kita belajar dari awal lagi, kan katanya lancar kaji karena diulang. Kalau ada yang mau menyarankan situs belajar bahasa Korea gratisan, tulis di komen ya, buat pelajaran berikutnya hehehe.

Ada yang mau ikutan belajar bahasa Korea bareng saya? Kata Joe sih kalau saya tetap konsisten belajar bahasa Koreanya dan berasa ada progress, kalau ada rejeki siapa tau bisa jalan-jalan ke Korea hehehe. Eh tapi, sejak banyak belajar bahasa Korea ini frekuensi menonton kdrama berkurang, soalnya waktunya kepake buat belajar plus buat nulis di blog soal per-Korea-an ini hehehhee. Gak apa lah ya, belajar dikit-dikit lama-lama jadi bukit. Doain aja semoga saya tetap semangat. Kalau masih semangat pasti akan ada update lagi di blog ini.