Gimana Mengucapkan merk Samsung?

Waktu di Indonesia, saya tidak pernah terpikir untuk mempertanyakan bagaimana sih mengucapkan merk Samsung yang benar. Karena semua orang juga ngerti kalau saya sebut samsung itu ya merk Samsung. Nah waktu tinggal di Thailand sini, kadang-kadang saya suka ragu bagaimana mengucapkan kata Samsung, karena kalau saya sebut Samsung seperti biasa, orang yang mendengarnya suka bingung.

Nah, di sini tuh kadang-kadang saya dengar orang Thai menyebutnya Semsang atau semsong. Jadi sepertinya terpengaruh membaca teks Inggris yang mana huruf a kadang dibunyikan jadi e seperti apple jadi eppen.

Hari ini iseng mencari tahu cara membaca Samsung dari bahasa aslinya: Korea. Penulisannya begini: 삼성 nah kalau dibunyikan dalam bahasa Indonesia tulisan tersebut dibaca samsong. Iya bener pakai bunyi o bukan bunyi u. Terus kenapa kira-kira ditulisnya pakai u? Ya itukan yang nulis bukan orang Indonesia pada awalnya.

Nah karena saya pikir, mungkin itu karena yang menuliskan samsung orang dari negara berbahasa Inggris. Saya coba cari tau beberapa video YouTube tentang bagaimana menyebutkanSamsung dalam bahasa Inggris. Ternyata ada beberapa video yang saya temukan (dan orang yang komen pun gak sepakat dengan pengucapannya).

Ada yang menyebutkannya semsong

samsung dibaca semsong dalam bahasa Inggris

Ada yang menyebutnya samsung seperti pengucapan dalam bahasa Indonesia. Video yang ini dikomentari salah oleh beberapa orang, tapi ada juga yang bilang itu pengucapan sudah benar dari negara asalnya.

samsung seperti bahasa Indonesia

Untuk membandingkannya bisa juga coba buka di google translate ini. Menurut google translate Samsung di baca semsong dalam bahasa Inggris dan dibaca samsong dalam bahasa Korea.

Karena penasaran, saya coba pakai google translate untuk melihat dalam bahasa Thai translasinya jadi bagaimana. Ternyata dalam bahasa Thai : ซัมซุง dibacanya samsung seperti dalam bahasa Indonesia (tapi tentunya disebutkan dengan nada tertentu). Kalau dari huruf yang digunakan, u nya cukup diucapkan singkat, tapi ketika saya dengarkan google translate, pengucapan u nya terdengar agak panjang jadi samsuung.

semsong dan samsong

Jadi yang benar samsung, samsong atau semsong? Ya akhirnya tergantung di negara mana kali ya mengucapkannya. Kalau kita mau maksa sebut samsong di negara yang berbahasa Inggris dan mereka ga ngerti, akhirnya kita harus mencoba menyebutnya Semsong ataupun samsung.

Pada akhirnya bahasa itu buat alat komunikasi, kalau tidak dimengerti berarti ada yang salah dan kita harus mengikuti kosa kata yang dimengerti oleh lawan bicara kita. Tapi kalau ditanya bagaimana pengucapan asli dari merk Samsung? nah itu berarti mengikuti pengucapan dari negara asal merk tersebut yaitu Korea. Mereka akan mengucapkannya Samsong.

Banyak merk yang mengalami perubahan penyebutan seperti halnya samsung ini. Kalau kamu biasanya menyebut merk mengikuti bahasa setempat atau mengikuti bahasa asal negara merk tersebut? Saya akan berusaha mengingat pengucapan dari negara asalnya dulu: samsong, kalau yang dengar tidak mengerti ya baru deh coba ucapkan kombinasi lainnya hehehe.

Keisengan belajar Bahasa

Ceritanya, sejak awal tahun ini saya agak rajin belajar bahasa Korea di aplikasi Memrise sekitar 15 – 30 menit setiap hari. Targetnya sih belajar 15 kata baru, tapi kadang-kadang banyak juga kata yang lama ketika diulang saya lupa. Tanpa terasa, sekarang saya sudah sampai belajar Korea level 5 di Memrise. Apakah saya sudah bisa ngomong bahasa Korea? jujur aja belum! loh terus ngapain aja tiap hari? ya nambah kosakata. Kalau dengar atau baca mulai bisa dikit-dikit, tapi kalau ngomong karena saya gak punya teman latihan dan kurang rajin menuliskan kembali, jadi ya gitu deh. Terus ngapain diterusin kalau gak belajar sungguh-sungguh? ya namanya juga iseng, ini cuma salah satu cara melatih diri untuk konsisten mengerjakan sesuatu yang sama setiap harinya. Sama seperti saya berusaha konsisten menulis tiap hari yang belakangan ini mulai sering bolos. Setidaknya untuk memrise ini saya belum ada bolosnya.

Korean, Russian, Dutch, …berikutnya apa nih?

Terus belakangan, saya agak bosan dengan bahasa Korea (belum mahir tapi bosan itu gimana sih). Nah saya pikir, coba kita cari bahasa lain yang kira-kira lebih mudah dipelajari. Pilihan jatuh ke bahasa Belanda. Kenapa bahasa Belanda? ya saya pikir bahasa Belanda kan kabarnya banyak diserap tuh ke dalam bahasa Indonesia, terus tulisannya juga gak pake script baru. Jadi memang saya cuma pingin tahu seperti apa sih bahasa Belanda itu. Dan ternyata memang cukup mudah walau tidak seperti yang saya pikirkan.

Saya pikir bahasa Belanda itu akan gampang dibaca karena bunyi alfabetnya sama dengan bahasa Indonesia, tapi ternyata ada bunyi yang berbeda dan perlu latihan membunyikannya. Sekilas bahasa Belanda juga mirip bahasa Inggris. Tapi sejauh ini belum banyak juga kata-kata yang saya kenali dipakai dalam bahasa Indonesia. Paling baru menemukan ada kata donker yang artinya warna gelap. Tapi untuk bahasa Belanda, jauh lebih mudah mengingat kosakatanya. Baru beberapa hari saya sudah masuk level 2 (total ada 7 level juga).

Nah, setelah beberapa hari rutin Memrise Korea dan Belanda, saya tambah 1 bahasa lagi: bahasa Rusia. Nah kalau bahasa ini saya pilih karena Joshua belakangan suka iseng nonton YouTube alfabet Rusia. Jadi saya pikir, cobalah biar bisa tahu Joshua beneran ingat atau cuma ngarang aja.

dibaca: privyet

Kesan tentang bahasa Rusia gimana? saya bingung sendiri karena bentuk alfabetnya sebagian mirip dengan A-Z yang dikenal di bahasa Inggris ataupun Indonesia, tapi cara membacanya berbeda. Belum lagi beberapa simbol itu sepertinya diambil dari huruf Greek. Jadi serasa baca kode sandi. Bunyinya juga sungguh ajaib terasa karena belum biasa.

dibaca: spasibo

Untuk contoh kata pertama: hello dalam bahasa Rusia:
привет, pemetaannya selalu konsisten sih, jadi huruf п dibaca ‘p’ , lalu yang terlihat p itu dibaca ‘r’, simbol и dibaca ‘i’, dan huruf B dibaca ‘v’, sedangkan huruf e dibaca ‘ye’, untuk T dibaca ‘t’ jadi lengkapnya dibacanya privyet. Kalau pusing mari pegangan hahaha.

Contoh kata kedua: thanks dalam bahasa Rusia dituliskan: спасибо, setiap huruf c dibaca ‘s’, dan yang seperti angka 6 itu dibaca ‘b’, huruf a dan o di bacanya tetap a dan o, jadi kata hello dalam bahasa Rusia dibaca: spasibo (bunyi o terdengar seperti bunyi a). Makin pusing karena sudah terbiasa dengan tulisan alfabet yang biasa. Ternyata lebih sulit untuk mengingat bunyi yang baru untuk simbol yang sama.

Jadi kesimpulannya setiap bahasa baru itu ada tingkat kesulitan masing-masing. Huruf yang sudah dikenali, kalau menghasilkan bunyi yang berbeda bisa jadi lebih sulit kita hapalkan dibandingkan huruf yang bentuknya baru dan berbeda seperti Thai dan Korea. Terus mau sampai kapan keisengan ini berlanjut? ya belum tau, sekarang sih masih berasa senang karena nambah ceklist yang selesai setiap harinya.

Mungkin akan ada yang berpikir ngapain sih belajar bahasa kalau gak dipakai. Atau ada yang pengen belajar bahasa baru tapi merasa ga punya waktu untuk pakai aplikasi seperti ini. Saya sih latihan bahasa ini seringnya sambil menunggu anak, tapi kalau seharian gak sempat, sebelum tidur juga dikerjakan deh. Targetnya bukan menguasai bahasanya saja, tapi melatih diri untuk konsisten sambil mengenalkan hal baru supaya melatih daya ingat. Kalau suatu saat saya jadi bisa menguasai bahasa yang dipelajari itu bonus hehehe.

Konsonan Ganda dalam bahasa Thai (3)

Hari ini kita kembali ke tulisan tentang bahasa Thai. Masih melanjutkan tentang konsonan ganda dalam bahasa Thai. Kalau sebelumnya dalam konsonan ganda menjadi 2 silabel atau hanya 1 silabel dengan mengadopsi aturan bunyi dari konsonan pertama, kali ini ada konsonan ganda yang dibahas sebagai konsonan kombinasi dan menghasilkan 1 silabel saja dan mengikuti aturan konsonan pertama untuk membacanya. Dalam bahasa Thai konsonan ganda kombinasi ini disebut sebagai อักษรควบ akson khuap.

Ada 2 jenis konsonan kombinasi ini:

  1. อักษรควบแท้ atau akson khuap thee merupakan konsonan kombinasi di mana konsonan ke-2 salah satu dari konsonan ‘ร’, ‘ล’, atau ‘ว’. Konsonan tersebut dibaca bersamaan (terdengar bunyi dari masing-masing konsonan yang digabungkan).
  2. อักษรควบไม่แท้ atau akson khuap mai thee merupakan konsonan kombinasi dimana konsonan pertama salah satu dari: ‘ส’,’จ’, atau ‘ศ’ diikuti konsonan kedua ‘ร’ maka ketika dibaca konsonan kedua tidak dibunyikan. Silabel tersebut dibaca dengan aturan dari konsonan pertama. Khusus untuk kombinasi dari ‘ทร’ dibaca sebagai ‘ซ’ dan mengikuti aturan dari konsonan rendah.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari contoh katanya.

1. Contoh อักษรควบแท้ (akson khuap thee)

Kombinasi yang biasanya ada dari 2 huruf berikut ini

กวกรกล
ตร
ปรปล
ฃวฃรฃล
ผล
ควครคล
พรพล

Berikut ini contoh kata dan cara membacanya

katacara baca
ไมตรีmai trii (nada tengah)
ความรู้khwaam(tengah) ruu (tinggi)
ใครkhrai (nada tengah)
เพราะphrow (nada tinggi)
แผลphlee (nada naik)
ปลาplaa (nada tengah)
ไกลklai (nada tengah)
ใกล้klai (nada turun)
กล้าklaa (nada turun)
เกลือkleua (nada tengah)
ขวาkhwaa (nada naik)
ครัวkhruaa (nada tengah)
พร้าphraa (nada tinggi)
ปราบpraap (nada rendah)

Ada banyak lagi kata lainnya dan biasanya silabelnya diawali dengan konsonan yang sama dengan contoh di atas.

2. Contoh อักษรควบไม่แท้ (akson khuap mai thee)

2.1 Contoh konsonan pertama salah satu dari: ‘ส’,’จ’, atau ‘ศ’ diikuti konsonan kedua ‘ร’ dan ketika dibaca konsonan kedua tidak dibunyikan

KataCara baca
สระsa (nada rendah)
สรวงsuang (nada naik)
เสริมseem (nada naik)
เศร้าsao (nada turun)
สร้างsaang (nada turun)
แสร้งsaeeng (nada turun)
สรงsong (nada naik)
สร่างsaang (nada rendah)
ศีรษะsii (nada naik) sa (nada rendah)
จริง jing (nada tengah)

2.2 Contoh kata dengan kombinasi dari ‘ทร’ dibaca sebagai ‘ซ’ dan mengikuti aturan dari konsonan rendah.

Katacara baca
ทราบsaap (nada turun)
ทรายsaai (nada tengah)
ทรงsong (nada tengah)
ทรุดsut (nada tinggi)
โทรมsoom (nada tengah)
ไทรsai (nada tengah)
อินทรี insii (nada tengah)
กระทรวงkra (nada rendah) suang (nada tengah)
ทรัพย์สินsap (nada tinggi) sin (nada naik)

Untuk sekarang ini jika ingin mendengar bunyinya silakan klik ke link yang diberikan tiap kata. Dari link tersebut juga bisa mencari tahu arti dari kata tersebut.

Di awal belajar baca bahasa Thai, saya terlalu lama berfokus pada makna dari tiap kata yang saya dengar, tapi sekarang saya menyadari kalau untuk bisa membacanya lebih baik kita mengingat kelas konsonan dan berbagai aturan yang ada. Makna kata bisa kita hapalkan kemudian setelah kita menguasai membaca tulisan Thai dengan benar (mengingat nada tiap silabel yang ada).

Setelah aturan ini apakah semua aturan dalam membaca bahasa Thai sudah lengkap? sayangnya belum hehehe. Tapi sebagian besar teks bahasa Thai kemungkinan sudah bisa dibaca kalau ingat aturan yang sudah saya tuliskan sampai ke bagian konsonan ganda ini.

Walaupun tulisan tentang pelajaran bahasa Thai ini tidak saya tambahkan tiap hari, tapi sedikit demi sedikit akan saya teruskan dan semoga sampai selesai ya.

Konsonan Ganda dalam Bahasa Thai (2)

Kali ini konsonan ganda yang akan saya tuliskan memiliki konsonan awal yang tidak dibunyikan dan perannya hanya sebagai pengubah nada baca.

Berbeda dengan konsonan ganda di bagian pertama, walaupun ada 2 konsonan, kata yang dihasilkan hanya memiliki 1 silabel. Tanda baca yang ada di atas konsonan ke-2 mengikuti aturan baca dari kelas konsonan pertama.

Ada 2 konsonan yang dipakai sebagai konsonan awal yang tidak dibunyikan yaitu อ นำ ย (o nam yo) dan หอนำ (honam)

อ นำ ย (o nam yo)

Huruf pertama อ diikuti dengan ย, hanya ada 4 kata dalam bahasa Thai. Kata dibaca mengikuti aturan dari konsonan อ yaitu kelas konsonan tengah.

หอนำ (honam)

Sesuai dengan namanya, konsonan pertama yang digunakan adalah ห (ho)diikuti dengan konsonan rendah tanpa pasangan ง น ม ย ญ ร ล ว.

Huruf pertama tidak dibaca dan silabel tersebut dibaca menggunakan aturan dari konsonan ห yaitu kelas konsonan tinggi.

Kenapa sih ada kata yang membutuhkan huruf ห di awal? Kata yang berawalan konsonan rendah seperti งอย tidak akan mungkin memiliki nada rendah walaupun dengan tambahan tone mark, kalau dilihat lagi aturan baca untuk konsonan rendah tidak ada caranya menghasilkan nada rendah. Dengan adanya huruf ห dari kelas tinggi, maka silabel tersebut mewarisi aturan baca dari huruf yang tidak dibunyikan tersebut. Untuk membuat kata tersebut menjadi nada rendah, kita bisa menambahkan tone mark mai eek dan dituliskan menjadi หง่อย (ngooi dibaca dengan nada rendah).

Kenapa yang membutuhkan pengubah nada ini dari kelas konsonan rendah tanpa pasangan? Karena untuk kelas konsonan rendah yang memiliki pasangan, kita bisa menggunakan pasangannya dari konsonan tengah atau konsonan tinggi untuk menuliskan bunyi silabel yang diinginkan.

Berikut ini contoh kata-kata yang dimulai dengan ห dan diikuti dengan konsonan kelas rendah yang tidak memiliki pasangan.

Ada banyak kata-kata lainnya yang tidak bisa saya tuliskan semuanya. Tapi perhatikan saja kalau huruf depannya ห dan diikuti dengan kelas konsonan rendah tanpa pasangan, maka ingat aturan bacanya berubah mengikuti kelas konsonan tinggi untuk silabel tersebut dan huruf ห nya tidak dibaca.

Review: Aplikasi AnkiDroid FlashCard

Sebenarnya saya sudah tahu lama mengenai aplikasi ini. Tapi baru kepikiran lagi untuk menggunakan aplikasi ini. Aplikasi ini intinya seperti flashcard yang isinya bisa kita atur sendiri. Kelebihan dari aplikasi ini gratis dan sudah ada banyak orang yang upload flashcard mereka ke internet yang bisa kita gunakan juga. Selain untuk android, aplikasi ini juga tersedia di pc windows maupun mac.

Dulu, saya pernah memakai aplikasi ini untuk belajar bahasa Thai. Tapi karena terlalu banyak flashcard yang saya pilih, akhirnya malah saya bingung mau belajar pakai yang mana. Kali ini saya berencana menggunakannya untuk belajar bahasa Korea dan menemukan ada yang sudah membuat flashcard dari kursus First Step Korean di Coursera yang pernah saya ikuti.

Selain untuk belajar bahasa Korea, saya jadi ingat siapa tahu ada pembaca seri belajar bahasa Thai di blog ini yang mulai ingin latihan membaca bahasa Thai, ada banyak juga flashcards yang tersedia termasuk untuk kata-kata sederhana dari buku Manee. Kelebihan dari flashcard ini, kita bisa menambahkan gambar maupun suara ke dalamnya.

Oh ya, selain untuk belajar bahasa, aplikasi ini bisa untuk apa saja yang ingin kita pelajari menggunakan flashcard. Bahkan kalau ingin membuat flashcard matematika untuk anak kita belajar, atau untuk tanya jawab persiapan ujian juga bisa saja, asal kita rajin membuat pertanyaan dan jawabannya.

AnkiDroid Flashcard dari Playstore

Untuk mencari aplikasinya bisa langsung lihat di web dengan kata kunci Anki. Gambar-gambar yang akan saya tampilkan di sini merupakan rekaman layar dari Anki di android : Ankidroid Flashcards.

Pertama kali diinstal, aplikasinya tentunya kosong. Kita bisa menambahkan kumpulan flashcards yang disebut deck dengan mencari di situs AnkiWeb. Waktu kita memilih use shared decks dari dalam aplikasi, otomatis kita akan diarahkan ke halaman ankiweb dan kita bisa mencari kata kunci yang kita inginkan.

Berikut ini contoh isi dari deck First Step Korean. Kita bisa melihat daftar pertanyaan dan jawaban (yang nantinya bisa kita ubah juga)

Contoh flashcard bahasa Thai dari buku Manee

Sekarang ini kebanyakan flashcard yang ada, jawabannya menggunakan bahasa Inggris. Kalau misalnya kita ingin bikin bahasa Indonesianya, deck dari Anki kita ini bisa kita ubah dan tambahkan bahasa Indonesia sesuai kebutuhan.

Silakan eksplorasi lebih lanjut untuk pemakaian Anki untuk berbagai flashcard lainya. Beberapa deck yang dishare tidak dilengkapi dengan suara, tapi banyak juga yang cukup bagus dan bisa digunakan untuk berlatih.

Statistik pemakaian aplikasi AnkiDroid

Setiap harinya, akan ada statistik penggunaan dari aplikasi ini untuk melihat berapa lama kita belajar dan dari kebiasaan kita memakainya aplikasi akan membuat seperti prakiraan tingkat kerajinan kita.

Aplikasi flashcard seperti ini sangat praktis dan bisa dipakai ketika kita sedang menunggu antrian atau bahkan diperjalanan (asal bukan kita yang nyetir ya hehehe). Semoga berguna untuk yang udah penasaran pengen berlatih kemampuan bahasa barunya.

Review: Kumon Thai

Catatan: Tulisan ini merupakan review mengenai belajar membaca dan menulis bahasa Thai di Kumon Thailand, saya tidak dibayar untuk tulisan ini.

Sejak Homeschool, Jonathan saya ikutkan kelas Kumon Thai sebagai bagian dari belajar membaca dan menulis bahasa Thai. Awalnya saya tahu Kumon itu untuk Matematika dan Bahasa Inggris saja, eh ternyata ada juga untuk pelajaran bahasa Thai.

Setelah ikutan tes, Jonathan mulai dari level paling awal Word Building Block (7A) dan sekarang sudah sampai level Sentence Building Block (B I) dalam waktu 2 tahun. Lama? ya nggak juga, karena setiap level itu diulang sampai anaknya bisa lulus testnya untuk naik level. Jadi dipastikan anaknya memang sudah mampu untuk naik level.

Belajar bahasa Thai dengan metode Kumon ini lebih cocok untuk Jonathan dibandingkan ikut kelas kursus grup ataupun privat. Kelas Kumon Thai ini menjadi bagian dari homeschool kami, nilainya juga bisa diperoleh setiap kali dia ada ujian kenaikan level.

Cara belajar di Kumon Thai mulai dari awal yang kami jalani ini sebagai berikut:

  • pertama anak akan di nilai level bahasa Thai nya sampai mana. Karena waktu itu Jonathan sempat sekolah di sekolah yang full berbahasa Inggris, kemampuan bahasa Thai Jonathan yang pernah ada waktu kecil menghilang. Jadi dia harus mulai dari awal lagi (level 7A)
  • anak akan diminta untuk mengerjakan lembar kerja setiap harinya (5 hari seminggu) dan 2 hari seminggu mengerjakannya di kumon center.
  • pekerjaan anak harus dikerjakan tidak lebih dari 30 menit dan anak bisa mengerjakan lembar kerja secara mandiri.
  • lembar kerja yang diberikan sekitar 10 lembar (2 sisi per lembar), jika waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dinilai lebih dari 30 menit, maka pemberian lembar kerja bisa dikurangi per hari nya.
  • lembar kerja yang sudah dikerjakan akan dikoreksi oleh instruktur kumon di kumon center, kalau ada yang salah, anak diminta untuk memperbaiki sampai tidak ada yang salah.
  • tidak ada hari libur dalam mengerjakan lembar kerja, hal ini untuk membangun kebiasaan rutin setiap harinya, lagipula mengerjakan kumonnya tidak memakan waktu lama.
  • instruktur kumon merupakan orang yang sudah mendapat pelatihan khusus, mereka membantu anak dengan memberikan petunjuk dan bukan memberikan jawabannya langsung.
  • dalam 1 level, akan ada pengulangan set lembar kerja beberapa kali sampai anak dinilai bisa lulus untuk test naik ke level berikutnya.
  • lamanya anak berada dalam 1 level tergantung dari masing-masing anak, dan bukan dari ukuran berapa bulan. Ketika anak lulus test naik level, akan ada laporan berapa kali lembar kerja level tersebut diulangi dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk anak itu menjalani level tersebut.
Level kumon Thai mulai dari bawah ke atas

Metode Kumon ini cocok untuk Homeschool karena:

  • Mulai dari yang paling mudah dan tingkat kesulitannya meningkat sesuai dengan kemampuan anak, jadi anak bisa mengerjakan lembar kerja secara mandiri (self study)
  • Anak terbiasa dengan rutin harian mengerjakan kumon, kalaupun hari libur, anak tetap diberikan lembaran kerja untuk dikerjakan.
  • Umumnya dengan kebiasan berlatih sedikit setiap hari, anak akan lebih maju daripada level yang dipelajari di sekolah.
  • Ketika di kumon center, anak belajarnya bukan dalam setting kelas besar, tapi gurunya mengajar tiap anak 1 demi 1. Setiap anak diajar secara khusus sesuai dengan tingkatannya, dengan begini anak tidak perlu merasa ketinggalan dari teman-temannya. Kalau ada bagian yang tidak dimengerti bisa ditanyakan langsung.
  • Materi diberikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anak, tidak ada anak yang harus stress karena tidak mengerti ketika mengerjakan.
  • Waktu pengerjaan lembar kerja yang dibatasi tidak lebih 30 menit, untuk menghindari anak merasa bosan mengerjakan lembar kerjanya.

Bagaimana dengan kumon matematika dan bahasa Inggris? nah ini saya ga bisa banyak kasih opini, karena Jonathan tidak kami daftarkan untuk 2 pelajaran tersebut. Kemampuan matematika dan bahasa Inggris Jonathan saat ini lebih dari cukup, jadi kami tidak merasa perlu untuk menambah pekerjaan sekolahnya.

Dari cerita salah seorang teman kami yang anaknya ikut kumon Math. Anaknya yang awalnya ketinggalan dalam pelajaran Matematika, sekarang ini sudah melebihi kemampuan pelajaran Math di sekolah. Efeknya ya tentunya anak jadi gak takut buat belajar matematika. Anaknya juga setiap hari mengerjakan kumon tanpa disuruh oleh orangtuanya di rumah.

Dulunya, saya juga agak meragukan metode Kumon, tapi ternyata keraguan saya karena saya gak kenal Kumon. Sayangnya di tempat Jonathan ikut Kumon, kelas Kumon ini khususnya untuk anak sekolah, bukan seperti tempat kursus bahasa Thai, jadi saya gak bisa merekomendasikan misalnya ada orang dewasa ingin belajar baca tulis Thai dengan metode Kumon ini hehehe.

Belajar Bahasa Korea

Tulisan ini update dari tulisan sebelumnya mengenai belajar bahasa itu proses dan juga merupakan akibat tidak langsung dari gara-gara kdrama hehehe. Saya pikir, saat ini saya sudah akan menyerah dan berhenti kebiasaan baik untuk memakai Memrise dan Coursera. Ternyata ya semakin banyak kosa kata yang kita tahu, semakin kita mengenali hangeul dan semakin mengerti kenapa ada perubahan bunyi dalam pengucapan bahasa Korea, semakin jadi sayang aja kalau ditinggalkan hehehe.

49 hari belajar tiap hari menggunakan Memrise

Tanpa terasa, hari ini sudah 49 hari saya tidak pernah bolos menggunakan Memrise dengan target belajar kata-kata baru dan review kata-kata yang lama. Korean level 2 di Memrise totalnya ada 23 bagian dan sekarang saya sudah hampir selesai bagian 21. Sedikit lagi menuju Korean level 3 di Memrise. Belajar di Memrise ini enaknya sedikit-sedikit dan kalau lupa ya gak apa-apa.

Kemarin saya menyelesaikan kursus yang saya ambil di Coursera. Kursus Learn to Speak Korean 1 ini dirancang untuk dipelajari selama 6 minggu. Jadwal minggu ke-6 itu harusnya 13 Mei, tapi saya sudah selesai duluan heheheh. Bagusnya belajar Coursera sambil belajar Memrise adalah, di Memrise saya banyak belajar kosa kata dan sedikit grammar, tapi di Coursera saya jadi lebih banyak belajar grammarnya, walaupun diajarkannya untuk percakapan sehari-hari (berbelanja, memesan makanan, menanyakan lokasi, nama-nama makanan, menyebutkan harga). Sayangnya di Coursera cuma ada 2 kursus saja untuk belajar bahasa Korea, mereka belum selesai mempersiapkan kelanjutan dari Learn to Speak Korean 1.

Dari kursus di Coursera, saya jadi menyadari kenapa bahasa Korea kedengaran gitu-gitu aja. Walau saya belum bisa mengingat semua rules nya, saya bisa bilang kalau di bahasa Korea itu kata dasar bisa punya banyak akhiran yang berbeda-beda, ada akhiran -aya, -oyo, -haeyo, -yeyo, -e, -a, -eso, -nen, -ren, -ka, -i, dan banyaklah mungkin yang saya belum tau juga hehehhe. Walaupun dah selesai kursus coursera dan menyelesaikan semua quiz dengan baik, tetep aja ya quiz itu tidak mewakili seluruh pelajaran yang ada. Karena tetep aja menurut saya quiz nya terlalu mudah dan cuma 3 – 6 pertanyaan sederhana dan bisa diulang berkali-kali tanpa penalti hehehehe.

Nah sekarang setelah selesai Coursera, rencananya saya masih akan meneruskan kebiasaan baik untuk belajar Korea ini. Di internet ada banyaaaaak sekali sumber-sumber belajar gratis ataupun berbayar, tapi saya tetep belum mau bayar (cukup bayar Netflix dan Apple Music aja), karena untuk belajar bahasa Korea ini saya gak mau ada perasaan terpaksa, saya mau tetap fun. Saya pilih 1 kursus gratisan dari Internet yang menyediakan podcast (mp3) dan file pdf nya. Mereka juga ada channel YouTube nya. Situs yang saya pilih untuk belajar namanya Talk To Me in Korean.

Situs Talk To Me in Korean ini punya banyak kursus gratisan. Kursus Grammarnya aja ada 9 level. Ada kursus Learn Korean with a Web Drama juga. Nah saya mulai dari awal lagi, sekalian mereview. Pelajaran Korean Grammar level 1 ini terlalu mudah, tapi memang mereka memulai dari kata paling sederhana dan ditambahkan sedikit demi sedikit. Untuk pelajaran belajar dari web drama saya belum dengar, tapi pastinya masih sejalan dengan niat awal belajar bahasa Korea biar bisa nonton Kdrama tanpa subtitle hehehe.

Oh ya, tulisan ini opini pribadi, saya memilih situs ini juga karena gratis dan sepertinya kurikulum mereka cukup jelas langkah-langkahnya. Waktu belajar Coursera kemarin sebenarnya saya agak kewalahan karena diberi fakta terlalu banyak dan akibatnya walau tahu tapi gak semua bisa saya ingat. Model belajar saya butuh banyak repetisi, jadi ya mari kita belajar dari awal lagi, kan katanya lancar kaji karena diulang. Kalau ada yang mau menyarankan situs belajar bahasa Korea gratisan, tulis di komen ya, buat pelajaran berikutnya hehehe.

Ada yang mau ikutan belajar bahasa Korea bareng saya? Kata Joe sih kalau saya tetap konsisten belajar bahasa Koreanya dan berasa ada progress, kalau ada rejeki siapa tau bisa jalan-jalan ke Korea hehehe. Eh tapi, sejak banyak belajar bahasa Korea ini frekuensi menonton kdrama berkurang, soalnya waktunya kepake buat belajar plus buat nulis di blog soal per-Korea-an ini hehehhee. Gak apa lah ya, belajar dikit-dikit lama-lama jadi bukit. Doain aja semoga saya tetap semangat. Kalau masih semangat pasti akan ada update lagi di blog ini.