Kenapa Masih Nonton Drama

Tulisan ini bukan spesifik ngomongin Drama Korea atau drama asia, tapi bisa drama apa aja. Kemarin akhirnya selesai juga nonton Cdrama Find Yourself. Percakapan dalam drama ini sering menyebutkan seolah-olah mereka ada dalam kehidupan nyata dan membahas: “ah kau pikir hidup ini seperti di film drama?” Tulisan ini sekalian mengambil contoh dari kisah di drama Find Yourself.

CDrama Find Yourself di Netflix

Tidak semua orang suka nonton drama. Tidak semua orang menyukai drama yang sama. Saya sendiri termasuk suka nonton drama asalkan jalan cerita menarik, ada faktor romantis dan komedi. Sedikit fantasi masih bolehlah, asal jangan terlalu mengada-ada.

Saya tidak suka nonton drama yang terlalu sedih ataupun yang terlalu berisikan protes sosial. Tidak suka bukan berarti tidak menonton, kadang-kadang secara acak saya menonton juga beberapa drama di luar genre yang biasa saya tonton.

Continue reading “Kenapa Masih Nonton Drama”

CDrama: Find Yourself

Kemarin iseng-iseng liat Netflix, eh ada drama baru yang tulisannya new episodes weekly. Berhubung belum nemu kdrama ongoing yang mau ditonton, baiklah kita coba chinese drama (cdrama). Berbeda dengan memilih tontonan kdrama yang biasanya saya baca reviewnya dan siapa pemainnya, untuk cdrama saya langsung nonton saja. Saya juga lagi malas mencari tahu nama pemain utama ataupun pemain pendukungnya.

Tokoh Utama: Wanita Karir Sukses dan Single di umur 32

Ternyata awal ceritanya cukup menarik. Tokoh utama wanita, berumur 32 tahun, seorang wanita karir yang sudah cukup mapan dan punya jabatan di kantornya. Sampai berumur 32 tahun, dia masih sendiri dan belum pernah pacaran sama sekali. Jangan pikir dia tidak cantik, tokohnya digambarkan cantik, cerdas, disiplin dan cukup ramah, tapi ya dia belum ketemu saja orang yang dia suka. Walaupun semua orang sudah menganggap dia sudah terlambat menikah, tapi dia juga tidak mau menikah tanpa cinta. Dia memilih tidak menikah daripada menikah tanpa cinta. Saya tertarik meneruskan film ini karena digambarkan si wanita punya prinsip.

Si wanita ini dikisahkan di masa mudanya rajin ke perpustakaan untuk baca komik. Di perpustakaan dia bertemu dengan seorang pria yang mengejar dia dengan gigih tapi ya akhirnya mereka jadi teman baik saja. Alkisah si pria ini menyukai pinguin dan bercita-cita untuk bekerja di Kutub Selatan supaya bisa meneliti pinguin. Sebelum si pria berangkat ke Kutub Selatan, dia meminta tokoh wanita berjanji. Janjinya kalau di umur 35 tahun mereka masih sama-sama single, maka mereka akan menjadi pasangan satu sama lain.

Ah, jadi ternyata, si wanita belum menemukan orang yang dia suka karena ternyata dia masih hidup di alam mimpi masa remaja seperti yang ada dalam komik yang dia baca. Ternyata diam-diam si wanita ini menyukai pria yang pergi ke kutub selatan itu dan tanpa sadar menanti pria itu walau sampai umur 35 tahun. Tentunya cerita drama tidak menarik kalau berhenti sampai disitu. Si pria itu memang kembali di saat mereka masih berumur 32 tahun, tapi ternyata pria itu sudah menemukan wanita lain dan akan segera menikah. Tentu saja si wanita terpukul sejenak karena penantiannya sia-sia selama ini.

Setelah menerima kenyataan pahit tentang pria yang dia tunggu selama 10 tahun, dia tetap harus melakukan pekerjaannya. Di saat melakukan tugasnya, dia bertemu dengan 2 pria yang nantinya sama-sama tertarik dengannya.

Cinta pandangan pertama vs Takdir

Pria pertama: masih mahasiswa, umur 22 tahun, sedang magang di perusahaan di mana si wanita bekerja. Mahasiswa magang ini merupakan murid dari saudara kembar si wanita, dia memperoleh kesempatan magang atas permintaan dosennya ke kembarannya (saudara kembarnya ini laki-laki). Si mahasiswa tertarik dengan tokoh wanita dari pandangan pertama. Mereka tidak sengaja bertemu di tangga kampus ketika si tokoh wanita menunggu kembarannya di kampus. Saat itu, dia belum tau kalau si tokoh wanita itu adalah kembaran dari dosennya yang akan jadi bosnya magang.

Pria kedua: sudah jadi bos di perusahaan periklanan yang bekerja sama dengan kantor si wanita bekerja, umur 37 tahun, single dan belum pernah menikah. Alasan si bos iklan ini belum menikah karena dia menunggu jodoh yang menjadi takdirnya. Pria ini punya anjing kecil lucu yang hilang pada suatu hari, dan ditemukan si tokoh wanita. Ada kesalahpahaman di awal pertemuan, tapi setelah beberapa kali bertemu tanpa sengaja, si bos iklan ini mulai berpikir jangan-jangan si wanita itu takdirnya.

tulisannya coming weekly, padahal ada episode baru tiap hari

Informasi Lainnya

Waktu mulai menonton kemarin, saya tidak kepikiran mencari tahu berapa banyak jumlah episode dari drama ini. Biasanya kalau terlalu banyak, saya udah malas duluan. Tadi baru lihat kalau drama ini ada 41 episode. Untungnya drama ini durasinya hanya 45 menit per episode, kalau kita skip bagian awal dan akhir, mungkin jadi sekitar 35 menit 1 episodenya. Drama ini tayang setiap hari sampai tanggal 20 Februari 2020. Kalau ga sempat nonton 2 episode / hari, artinya punya tontonan setiap hari (gak usah nunggu lama kayak kdrama hehe).

Drama ini genrenya romantis komedi. Ratingnya untuk 13 tahun ke atas. Sejauh 4 episode yang saya tonton, dramanya cukup menghibur. Tidak selambat cerita Go Go Squid dan ya ada beberapa bagian komedinya juga.

Sehari 2 episode, sampai 20 February 2020

Pilih mana, pria 1 atau 2?

Drama ini sebenarnya bisa jadi dari kisah nyata. Bagaimana kalau kamu masih single di umur 32 tahun diberi dilema untuk memilih pria umur 22 (mahasiswa magang) atau pria 37 tahun (bos kantor iklan). Kalau ini kdrama, saya bakal tahu akhirnya pasti dengan pemeran utama prianya. Tapi karena saya tidak tahu ini pemeran utamanya yang mana, saya juga jadi gak bisa nebak berdasarkan pemeran utama.

Secara kepantasan, sepertinya akan banyak yang memilih si bos iklan saja. Apalagi mereka bertemunya berkali-kali tanpa sengaja seperti takdir saja. Tapi entah kenapa, saya melihat trend asian drama belakangan ini berusaha mendobrak pandangan tradisional soal perbedaan umur. Ada kemungkinan akhirnya si wanita akan memilih pria yang lebih muda. Daripada menebak-nebak, ditonton sajalah dan dinikmati buat hiburan. Ada yang sudah mulai nonton juga gak?

.

CDrama: Go Go Squid!

foto dari situs https://sudsapda.com/film/167496.html

Ini bukan drama mandarin pertama yang saya tonton, dan sebenarnya gak pengen menambah daftar tontonan selain western series dan kdrama. Drama ini justru Joe yang kasih tau saya, karena ceritanya tentang orang-orang yang terlibat dengan CTF (Capture The Flag).

Saya gak pernah ikutan CTF, tapi Joe beberapa tahun belakangan ini masuk dunia security berawal dari iseng-iseng ikut lomba CTF. Tapi ternyata film ini tidak ada level teknis CTF seperti yang diharapkan sebelumnya tapi lebih mirip seperti perlombaan main game online.

Awalnya nonton bareng Joe, kirain bakal seperti kdrama Phantom yang mana ada bagian teknis yang bisa dibahas Joe. Tapi astagaaaa jalan ceritanya lambat sekali dan cenderung gak masuk akal. Nanti saya akan tuliskan beberapa hal yang tidak masuk akalnya belakangan. Karena popularitas drama ini, saya jadi penasaran di mana bagusnya drama ini. Kebetulan lagi ga ada tontonan kdrama yang menarik, jadilah saya nerusin nonton cdrama ini dan menceritakan kalau ada bagian yang menarik ke Joe.

Jumlah episode drama ini relatif banyak dibandingkan kdrama, walau nontonnya disambil kerjain sesuatu dan sambil di skip-skip, tetap saja butuh waktu rada lama menyelesaikan drama 41 episode yang setiap episodenya sekitar 45 menit ini.

Sinopsis

Tokoh wanita seorang yang cerdas dan cantik. Di usia 20 tahun sudah ambil master degree di bidang komputer. Jago mrogram dan bahkan bisa membuat face recognition untuk sistem lalu lintas. Mendalami AI dan juga menjadi asisten dosen di kampusnya. Selain sebagai mahasiswa, dia juga menjadi penyanyi online yang cukup populer dengan nick name baby squid (mungkin ini makanya judulnya jadi go go squid!). Di akhir pekan dia membantu sepupunya menjaga warung internet (di sini pertemuan pertama dia dengan tokoh pria), sedangkan di hari kuliah dia tinggal di asrama mahasiswa.

Tokoh pria: jagoan CTF yang sebenarnya lahir dan besar di Norway, tapi karena cinta tanah air dia memilih menjadi warga negara Cina dan berusaha membuat Cina dikenal di dunia CTF. Impiannya membuat bendera Cina berkibar di kejuaraan CTF tingkat dunia. Karena satu dan lain hal, dia harus pensiun sebagai pemain CTF dan akhirnya di usia menjelang 30 tahun, dia memutuskan untuk mendirikan club CTF dan melatih generasi muda untuk menjadi pemain CTF.

Ceritanya klise: si cewek jatuh cinta pada pandangan pertama dengan si cowok. Dengan berbagai cara dia berusaha mendapatkan cara untuk mengontak si cowok. Si cowok orang yang fokus dengan usahanya untuk membuat tim CTF-nya menang. Cowok ini selain digambarkan dingin, juga agak kasar dan terang-terangan menolak si cewek.

Klise berikutnya: ternyata keluarga si cewek dan si cowok ini saling mengenal dan ada rencana menjodohkan si cowok dengan kakak sepupu si cewek, tapi ketemuannya di rumah si cewek. Dan ya, untuk menolak si kakak sepupu, tau-tau si cowok mengaku-aku kalau dia dan si cewek sudah berpacaran jadi gak bisa dengan si kakak sepupu. Tapi tentunya hubungannya gak mulus dan ditentang orangtua si cewek karena beda usia yang cukup jauh dan karena CTF itu dianggap cuma hobi main game dan bukan pekerjaan yang mempunyai masa depan.

Ini bukan drama asia pertama di mana si cewek ngejar-ngejar cowoknya duluan dan akhirnya cowok dingin jadi hangat (eh maksudnya jadi jatuh cinta juga dengan si cewek).

Bagusnya drama ini

Setelah bersabar dan berhasil menyelesaikan drama ini, akhirnya bisa juga melihat kenapa drama ini populer. Berikut ini kesimpulan subjektif:

  • mengajarkan mengenai memaafkan kesalahan sahabat dan move on untuk cita-cita bersama
  • menggambarkan kerjasama dari generasi muda untuk mewujudkan impiannya dan tak lupa membawa nama negara dan bangsa (nasionalis sekali).
  • berusaha mengenalkan CTF sebagai esports – walaupun menurut saya tetap aja drama ini gak menjelaskan dengan benar CTF itu bagaimana
  • promosi pariwisata di Cina, ada beberapa scene itu di tempat wisatanya dan melihatnya jadi pengen deh ke sana hehehe
  • promosi negeri Cina, film ini terasa sekali unsur nasionalismenya, misalnya pernyataan kalau di Cina sekarang semua hal bisa diakses melalui HP termasuk membayar apapun di manapun bisa dari HP pintar.
  • pemerannya sepertinya cukup terkenal di Cina (blom terlalu banyak nonton cdrama seperti kdrama jadi gak tau juga popularitas aktor dan aktris nya)

Kejanggalan dalam drama ini

Sebenarnya, niat utama dari tulisan ini mau nulis unek-unek soal kejanggalan yang banyak sekali dalam drama ini. Dan keanehannya itu ada dari episode pertama.

  • si cewek katanya cerdas, tapi kok di episode pertama kelakuannya gak kayak mahasiswa s2 yang cerdas, atau yang kerjanya cuma belajar doang. Malah keliatan aneh kayak anak baru gede ngejar-ngejar cowok. Di beberapa episode selanjutnya, baru deh diperlihatkan kalau si cewek ini cukup pintar.
  • si cowok katanya jago CTF, tapi menginstal aplikasi di HP atau memblokir pesan yang masuk dari user tertentu saja kok minta tolong sama anak-anak binaannya.
  • di drama ini orang yang bisa CTF digambarkan tidak selalu bisa mrogram, dan kalau pensiun dari CTF mereka ga punya kerjaan yang menjanjikan, padahal kalau tidak bisa mrogram sama sekali rasanya mereka gak akan bisa jadi jagoan CTF, seharusnya sebagai jagoan CTF mereka bisa bekerja menjadi pentester yang saat ini belum banyak orang yang bisa melakukannya dan masih banyak dibutuhkan.
  • perlombaan CTF ditunjukkan seperti perlombaan game online. Beberapa bagian yang ditunggu-tunggu seperti halnya finalnya malah gak ditunjukkan teknisnya sama sekali, mungkin yang terlibat dalam pembuatan film ini sudah kehabisan ide bagaimana menunjukkan perlombaan CTF
  • yang paling mengganggu dari drama ini adalah jalan cerita yang terlalu lambat dan kadang-kadang terasa kaku.

Kesimpulannya, drama ini bukan untuk melihat apa itu CTF atau bagaimana perlombaan CTF berlangsung. Drama ini ya seperti halnya drama bergenre romantis lainnya, kisah klise dengan meminjam orang-orang berlatar belakang CTF dan IT (tapi ceritanya gak IT sama sekali).