Bawa Anak Potong Rambut

Setiap anak beda-beda, tapi entah kenapa punya anak 2 kalau di bawa potong rambut hasilnya sama susahnya. Waktu kecil, kami sering membiarkan Jonathan gondrong karena setiap di bawa ke tukang cukur pasti nangis-nangis. Udah coba berbagai cara tapi selalu gagal, sekarang kejadian yang sama terjadi dengan Joshua. Akhirnya sekali setahun kami paksa juga bawa dan biarkan anak menangis sambil dipegangin dan dicukur dengan cepat.

Selama 12 tahun di sini, kami selalu pergi ke tukang cukur yang sama di dekat rumah. Tukang cukur ini memang khusus untuk cukur laki-laki, biasanya ya tempat joe cukur rambut. Karena sudah kenal, mereka memaklumi kalau anak kami agak ribut sesekali pas di bawa cukur.

Sejak beberapa waktu lalu, karena sekarang tiap cukur bukan cuma Joe saya tapi juga Jonathan dan Joshua akhirnya saya minta nomor telpon dan kalau mau cukur menelpon dulu (ya, awal-awal mikirnya deket inilah, ngapain nelpon dulu, langsung aja datang hehehe). Tukang cukur ini juga sudah hapal sama kami, jadi kalau nelpon gak perlu sebut nama langsung tau: oh yang mau cukur papanya dan anak 2 ya. Mungkin mereka juga siap-siap bakal ada anak nangis gitu ya hahaa.

udah ga takut suara alat cukur

Oh ya, sampai umur 6 tahun rasanya Jonathan masih suka takut dengan suara alat cukur. Tapi sejak 7 tahun dia sudah mulai berani dan bahkan minta dikeramas segala seperti papanya. Kami pikir, ya kalau dengan begitu dia tidak ketakutan lagi di bawa potong rambut, tidak apa-apa bayar lebih, toh di sini cukur rambutnya bukan di salon mahal.

minta dikeramas juga

Sekarang ini Jonathan berani cukur tapi Joshua masih selalu takut cukur. Joe pergi sama Jonathan saja kalau cukur, lalu Joshua di bawa sendiri di hari lain supaya tidak kelamaan nungguin di tukang cukur. Tentunya sebelum ke tukang cukur, saya yang menelpon biar ga antri lama hehe.

Kalau ingat masa-masa sebelumnya, nanya ke orangtua lain kok anaknya gak masalah di bawa cukur, gak kebayang akhirnya Jonathan bisa duduk sendiri di tukang cukur walaupun menunggu sampai dia agak besar. Ya ada hal-hal yang akhirnya tidak jadi masalah setelah anak tumbuh besar, apalagi kalau anaknya tipe suka meniru papanya hehehe. Nah sekarang ini kami berusaha kasih tunjuk foto-foto dan video Jonathan cukur. Awalnya kami juga pernah bawa Joshua melihat papa dan kakaknya cukur, tapi Joshua tetep saja belum mau cukur dengan sukarela, akhirnya ya Joshua akan lebih sering gondrong sekarang ini hehehe.

Saya gak punya tips bagaimana membawa anak cukur supaya mereka mau cukur dengan sukarela selain: tunggu saja, pada waktunya mereka akan mengerti dan gak akan takut lagi potong rambut. Setelah anak bisa diajak ngobrol, mereka mungkin gak langsung berani, karena Jonathan sudah mengerti dari sejak sebelum 6 tahun, tapi pada saat waktunya dicukur, dia masih takut. Yang bisa kita lakukan ya kasih contoh, kasih pengertian, temani dan tunjukkan kalau cukur itu hanya sebentar dan toh setahun paling banyak 3 kali ke tukang cukur. Kalau rambut anaknya keriwil, setahun 2 kali juga cukup hehehe.

Joshua 4 Tahun

Hari ini Joshua 4 tahun. Untuk anak usia 4 tahun badannya tergolong besar tingginya sudah diatas 100 cm dan beratnya hampir 25 kg, bahkan lebih besar daripada Jonathan waktu berumur 4 tahun. Kami ga mengadakan acara khusus karena dia juga belum meminta hehehe. Supaya gak lupa, hari ini sekalian posting update perkembangan Joshua.

Joshua dan angka 4

Setelah tahun lalu gagal mengirimkan Joshua ke daycare, tahun ini kami mencoba lagi membawa dia ke tempat yang baru. Baru mulai minggu lalu sih, tapi sejauh ini dia sepertinya tidak menangis-nangis seperti tahun lalu. Kemungkinan memang tahun lalu dia belum siap untuk ke daycare aja.

Di tempat yang baru ini dia masih belum mau makan siang yang disediakan, tapi kalau dibawakan bekal dari rumah, dia mau duduk makan bareng teman-temannya. Sampai sekarang Joshua hanya makan menu makanan tertentu, kalau beda dari menu yang dia kenal, dia memilih tidak mau makan. Tapi sekarang ini variasi menunya sudah lebih banyak dibandingkan waktu umur 2 tahun yang cuma mau nasi putih saja.

Hari ini kebetulan ada temannya yang juga berulang tahun, jadi di daycare dia dinyanyikan Happy Birthday juga. Terus pas saya jemput, Joshua lagi menyusun mainannya membentuk angka 4. Sampai rumah, dia menyusun tangramnya membuat angka 4. Beberapa hari lalu, dia juga seperti mengerti kalau dia bakal berumur 4 tahun, jadi 3 nya dijatuhkan disamping angka 4 hehehe.

Oh ya, Joshua sekarang ini banyak ngomong dan pengucapannya sangat jelas, tapi dia masih kurang suka berkomunikasi. Dia suka menyebutkan fakta-fakta matematika seperti penjumlahan, perkalian bahkan dia juga mulai suka menyebutkan lebih besar dan lebih kecil. Dia suka membaca tulisan apa saja yang bisa dia baca. Dia bahkan suka ikutan baca subtitle kalau kami lagi nonton. Dia juga sangat suka dengan huruf dan bahasa. Selain menghapalkan 44 huruf Thai, dia juga suka berhitung bahasa Indonesia, bahasa Spanyol dan juga suka ikut-ikutan bahasa Korea kalau saya lagi buka aplikasi Memrise.

Sekarang ini dia mulai mengerti konsep penjumlahan, bukan sekedar menghapalkan. Dia juga sedang berusaha mengerti dengan konsep perkalian. Salah satu penyebab dia suka matematika, sepertinya karena sering liat flashcard pelajaran kakaknya. Kami tidak mengajarkannya secara khusus, tapi dia seperti punya metode sendiri untuk menghapal dan mengingat fakta matematika.

nemu flash card, eh ditulisin jawabannya sama Joshua

Salah satu alasan kami mengirimkan dia ke daycare adalah supaya dia jangan terlalu banyak belajar dan lebih banyak berinteraksi dengan anak seumurannya. Joshua dikirim ke daycare dari jam 9 pagi dan dijemput sebelum jam 1 siang. Belakangan ini juga dia mulai gak mau tidur siang, kalau tidur siang malamnya jadi susah tidur, jadi ya sekarang ini kami biarkan saja dia tidak tidur siang lagi.

Sekarang ini hobinya menyusun tangram dari A sampai Z dan angka 0 sampai 9. Belum sebulan dia bermain tangram, sepertinya dia sudah hapal menyusun tangram tanpa contekan. Mainan yang belakangan ini juga bisa dia mainkan berjam-jam itu mainan angka-angka lengkap dengan notasi plus minus dan sama dengan. Dia suka menyusun angka nya menjadi ekspresi matematika, lalu dia akan tunjukkan ke kami sambil meminta konfirmasi apakah yang dia bikin itu benar.

Selain huruf dan angka, mainan yang dia suka ya code-a-pillar. Joshua ini suka terlalu rajin dan terlalu iseng, jadi pernah sekali dia ambil semua HP yang ada di kamar papanya, terus dia main code-a-pillar 5 hp sekaligus hahaha. Terus mainnya ya dibarengin levelnya. Terlalu rajin bener deh.

kerjaan homeschool gak cukup 1 halaman sekali duduk

Salah satu contoh kerajinan Joshua adalah ketika mengerjakan buku homeschoolnya, seharusnya dia cukup mengerjakan 1 halaman 1 hari, tapi dia sekali duduk akan mengerjakan beberapa halaman sekaligus. Kadang-kadang 1 buku langsung habis dia kerjakan. Apalagi karena dia sudah bisa membaca instruksinya, waktu saya tinggal sebentar ke dapur, eh tau-tau dia udah hampir selesai 1 buku. Ini salah satu alasan juga kenapa saya gak bisa sering-sering kasih buku kerja. Bukunya kan cuma sedikit untuk level preschool.

Joshua ini sekarang nempel banget sama papanya. Kalau papanya gak dirumah, dia selalu nanyain: where is papa? kalau dikasih tau papa kerja, dia ngerti sebentar terus nanya lagi: where is papa, let’s find papa. Terus ngomong sendiri lagi: papa not home terus wajah sedih sebentar, terus ya main lagi. Kalau papanya pulang dia bakal senang banget menyambut sambil melompat-lompat gembira dan bilang: Hi Papa, you’re home. Terus langsung narik papanya ke kamar kerja karena dia pengen aja gitu gangguin papanya main komputer.

Joshua juga akur sama Jonathan, dia suka niru-niru apa yang dilakukan Jonathan, tapi kalau Jonathan pinjam mainanya, dia suka gak kasih hehehe. Besarnya udah hampir sama, tapi masih lebih tinggi Jonathan sih. Bisa jadi tahun depan badannya akan sama besar.

Karena sering nemenin papanya main komputer, dia sudah tau caranya membuka browser, buka situs youtube, ganti lagu lain, bahkan kata papanya dia mulai ajarin papanya untuk click subscribe channel yang dia suka hahaha (gawat). Joshua suka liat lagu-lagu alpabet berbagai bahasa. Oh ya hampir lupa, dia suka liatin abjad Rusia juga, suatu hari dia menuliskan huruf Rusia dari awal sampai akhir sambil berusaha jelasin ke kami, entah gimana caranya dia mengingat huruf-huruf itu.

Joshua juga suka memperhatikan program yang dibikin papanya. Walau dia gak mengerti, dia suka membaca tulisan teks dan angka yang ada di program. Mungkin dia lagi berusaha memahami bahasa pemrograman seperti dia memahami notasi matematika hehehe.

Selain fakta matematika, Joshua juga suka menceritakan fakta yang dia lihat. Misalnya waktu di luar rumah dia suka bilang: there are four trees. There are birds on the trees. Terus kalau dengar suara yang dia gak tau asalnya dia suka nanya: what is that sound coming from? Salah satu hobinya di komputer papanya juga lihatin foto-foto dari kumpulan google photo kami, terus dia akan jelasin misalnya look Jonathan is jumping on the trampolin. Joshua is eating rice and egg. Kalau ngomong apa-apa dia suka pakai kalimat lengkap dan dalam bahasa Inggris, jadi lucu kadang dengarnya hehehe. Joshua emang lebih suka berbahasa Inggris, walaupun ya dia juga menirukan kata-kata bahasa Indoenesia dan Thai yang kami sebutkan.

Semoga setelah berumur 4 tahun ini Joshua bisa lebih banyak berkomunikasi selain tetap rajin belajar, dan mau mencoba berbagai jenis makanan baru. Tetap jadi anak yang ceria dan akur sama kakaknya. Tumbuh sehat dan kuat juga tentunya. Amin.

Mainan Code-a-pillar

Beberapa minggu lalu saya menuliskan review app Code-a-pillar. Ketika browsing untuk mencari tahu lebih banyak sebelum menuliskan reviewnya kami baru tau kalau app ini ada mainan fisiknya. Setelah menimbang-nimbang dan melihat beberapa videonya, akhirnya kami memesan online dari ebay. Harga mainan ini dengan ongkos kirim ke Thailand sekitar 53.95 USD atau sekitar 1717 Thai Baht. Mainan ini harganya cukup reasonable, karena mainan playdough aja bisa hampir 1000 baht.

Hari ini mainannya sudah tiba di Chiang Mai. Termasuk cepat juga, padahal estimasi awalnya tibanya minggu ke-2 Juni. Niat awalnya sih mau dibuka pas Joshua ulang tahun, tapi kata papanya: ah udahlah mending dikasih sekarang, biar lebih puas mainnya. Alasan lain sih sekalian memeriksa apakah mainannya seperti yang diharapkan dan tidak ada masalah.

Hari ini saya banyak kegiatan antar jemput Jonathan dan Joshua tidur siang ditinggal di rumah karena ada si mbak. Waktu saya datang, Joshua sudah bangun, dia langsung bawa-bawa mainan ini minta dibukain. Saya pengennya dia main sama papanya saja, karena saya belum masak buat makan malam, tapi dia gak sabar dan berkali-kali minta dibukain hehehe.

code-a-pillar masih dalam kemasan

Akhirnya setelah saya selesai masak dan Joshua sudah mandi sore, saya buka deh itu mainan. Packagingnya bagus dan cukup aman dari kemungkinan mainnya rusak. Waktu dikirimkan mainan ini sudah dipasangkan batere di dalamnya, jadi memang bisa langsung dimainkan. Joshua sudah berkali-kali memencet tombol powernya, tapi sebelum dikeluarkan dari packaging ya cuma suaranya saja yang yang kedengaran. Musiknya sama dengan musik yang ada di app nya, jadi dia sudah mengenali dan semakin antusias ingin memainkan.

Mainan sudah dipasangi 4 batere AA

Begitu saya buka, langsung deh dijalankan sambil diperhatikan dengan seksama apakah jalannya sesuai instruksi. Wajahnya sangat ceria dan sangat bersemangat. Karena code-a-pillarnya sering nabrak atau masuk kolong kursi, Joshua ganti-ganti susunannya. Dia juga suka kalau mainannya muter-muter doang, jadi dia sengaja susun abis belok kanan belok kanan lagi.

Setelah papanya pulang, tentunya main dulu sama papanya baru mau makan malam. Ini sih tapi kayaknya papanya juga yang kesenengan dapat mainan lucu begini.

Kesimpulan sementara dari bermain code-a-pillar hari ini mengenai mainan ini adalah:

  • butuh ruangan luas biar mainannya gak nabrak mulu
  • harus dicoba beberapa kali untuk memperkirakan berapa jauh 1 instruksi dilakukan oleh “ulat bulu”-nya
  • anaknya jadi lebih banyak bergerak daripada main app tentunya
  • ukuran mainanya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil untuk anak 4 tahun, Jonathan aja yang 8 tahun masih ikut-ikutan seneng sama mainan ini hehehe, konektornya juga tidak terlalu sulit untuk dibongkar pasang
  • membuat anak semakin mengerti konsep arah maju, kanan dan kiri
  • mengajarkan berpikir secara sekuensial karena di ulat bulunya keliatan apa gerakan yang dilakukan
  • kemungkinan akan butuh banyak batere kalau tiap hari dimainkan berjam-jam. Sekarang sih masih hari pertama, jadi sejauh ini baterenya belum habis hehehe.

Sepertinya baru bisa segitu dulu ceritanya. Sebenarnya ada lagi bagian yang bisa dibeli terpisah untuk menambah panjang mainan code-a-pillar, tapi kami mau lihat dulu berapa lama Joshua senang dengan mainan ini. Kalau memang dia masih tetap senang, ya nanti bisa ditambahkan kalau ada rejeki ekstra hehehe.

Review App: Code-a-pillar

Tulisan ini membahas aplikasi gratis Code-a-pillar yang tersedia gratis untuk Android dan iOS. Catatan: tulisan ini opini pribadi, dan saya tidak dibayar untuk menuliskannya.

Selain main Tangram, sekarang ini Joshua suka main game Code-a-pillar dari Fisher Price. Namanya seperti itu karena aplikasinya bertujuan mengajarkan pemrograman sederhana (coding) dengan memberikan instruksi lurus, belok kanan atau belok kiri ke seekor ulat bulu (caterpillar).

Instruksi cara bermainnya diucapkan oleh ulat bulunya, Joshua bisa dengan mudah mengikutinya. Dalam waktu singkat, Joshua boisa menyelesaikan 13 level yang diberikan di dalam aplikasinya, tapi ya dia tetap senang berlatih untuk mengulangi lagi dari awal.

Joshua sudah selesai 13 level

Sekarang ini Joshua mengerti benar mana itu right (kanan) dan left (kiri) walaupun orientasi ulatnya dari berbagai arah. Kalau lurus tentunya dari dulu juga sudah tau hehehe. Selain belajar problem solving/coding, aplikasi ini juga mengajarkan untuk berhitung dan mengenali warna.

video 13 level app Code a pillar

Waktu saya mencari tahu mengenai aplikasi ini, ternyata aplikasi ini merupakan pendamping dari mainan fisik ulat bulu untuk seri belajar: Think & Learn Code-a-pillar. Mainannya terlihat lucu, karena bisa dibongkar pasang untuk menyusun instruksinya. Lalu setelah disusun, tinggal dijalankan untuk melihat hasil dari urutan instruksi yang diberikan. Untuk melihat mainannya bisa dilihat di video berikut:

sumber: https://youtu.be/iYEKD1Befg8

Dan melihat lucunya mainan ini, kami memutuskan untuk memesan mainan ini (yang pengen bapaknya kayaknya, anaknya aja gak tau ada mainannya hahahah). Sebenarnya sekalian juga buat hadiah ulang tahun Joshua yang sebentar lagi 4 tahun, siapa tahu nanti besarnya bisa jadi programmer handal kayak bapaknya hahahha. Mudah-mudahan mainannya sampai pada waktunya dan gak mengecewakan.

App nya sebenarnya sangat sederhana, tapi dengan adanya mainan fisiknya nantinya diharapkan bisa lebih banyak lagi eksplorasi yang dilakukan untuk mengarahkan caterpillarnya, dan sebenarnya code a pillar ini seperti versi lebih awal dari bahasa pemrograman Logo seperti yang ada di buku Secret Coders.

Pengenalan Geometri: Pattern Blocks dan Tangram

Ada banyak permainan anak-anak yang mengajarkan anak untuk mengenal bentuk dan menyusun gabungan bentuk yang ada menyerupai bentuk lain yang lebih besar. Permainan ini sebenarnya secara tidak langsung merupakan pengenalan geometri 2 dimensi kepada anak-anak. Ada 2 mainan yang belakangan ini sedang disukai Joshua, yaitu pattern block dan tangram.

Sebelum kenal tangram, Joshua sudah mengenal menyusun puzzle pattern block dan puzzle magnet kayu yang dibeli sejak jaman Jonathan kecil. Pattern block ini ada banyak kepingan dengan berbagai bentuk. Pattern block pertama yang dia mainkan ada 6 bentuk dengan 6 warna, bentuk segitiga hijau, bujursangkar oranye, jajaran genjang berwarna biru, belah ketupat berwarna coklat muda, trapesium merah dah heksagon kuning.

Cara bermain pattern block ini biasanya anak diminta untuk meletakkan kepingan yang sesuai dengan cetakannya. Dulu saya rajin mencari template dari internet, print dan laminating. Karena bentuk dan warna yang menarik, anak-anak senang menyusun kepingan block yang ada di atas cetakan. Permainan ini membutuhkan banyak kepingan bentuk, dan biasanya jadi pekerjaan ektra untuk membereskannya hehehehe.

sumber: https://www.prekinders.com/pattern-blocks/

Selain mainan pattern block ini, kami juga punya mainan varian pattern block bentuknya berbeda. Mainan ini juga dari bentuk lingkaran, setengah lingkaran, persegi panjang, busur dan segitiga. Bedanya, mainan ini dalam kotak kayu dan bermagnet. Biasanya diberikan kartu berupa gambar yang bisa diikuti anak-anak untuk membentuk gambar besarnya. Joshua sudah menyukai mainan ini sejak dia masih belum berumur 3 tahun. Kalau dulu mainnya belum terlalu bisa mengikuti kartu yang ada, sekarang dia mulai suka mengikuti contoh yang ada.

Belakangan ini, Joshua tertarik dengan Tangram. Awalnya dia kenal tangram dari permainan OSMO Tangram. Tanpa diajarin, dia bisa mengikuti apa yang harus dilakukan dengan aplikasi OSMO Tangram. Dia bisa bermain cukup lama mengikuti berbagai bentuk mulai dari yang sederhana yang tidak menggunakan semua kepingan, sampai ke bentuk yang menggunakan 7 kepingan tangram.

OSMO Tangram ini memberi petunjuk di awal mulai dengan warna apa, dan diletakkan di sebelah mana kepingan warna lain. Kalau misalnya Joshua salah meletakkan dan harus membalik kepingan, aplikasi OSMO nya juga memberi tahu. Bisa dilihat sekilas OSMO Tangram di video YouTube berikut:

Tangram (Hanzi: 七巧板; Pinyinqīqiǎobǎn; harfiah: ‘tujuh papan ketrampilan’) adalah sebuah permainan teka-teki transformasi yang terdiri dari tujuh keping potongan, disebut tans, yang disatukan untuk membentuk pola. Tujuan dari permainan ini adalah untuk membentuk pola tertentu (hanya diberi garis bentuk atau siluet) menggunakan ketujuh potongan, yang mungkin tidak tumpang tindih. Permainan ini dianggap telah diciptakan di Tiongkok semasa Dinasti Song, dan kemudian di bawa ke Eropa oleh kapal dagang pada awal abad ke-19. Ia menjadi sangat populer di Eropa saat itu untuk sementara waktu, dan kemudian populer lagi semasa Perang Dunia I. Permainan ini merupakan salah satu permainan teka-teki transformasi yang paling populer di dunia. Seorang psikolog Tiogkok menyebut tangram sebagai “tes psikologi paling awal di dunia”, walaupun orang membuatnya untuk hiburan dan bukan untuk analisis.

Wikipedia: Tangram

Kemarin, dia menemukan mainan tangram baru yang bisa membentuk angka dan huruf selain bentuk-bentuk yang selama ini dia cobakan di OSMO. Dia mengikuti petunjuk menyusun tangram yang terdiri dari 7 kepingan bentuk menjadi bentuk huruf dan angka sesuai dengan contoh yang diberikan. Dan dia mulai berusaha mengingat menyusun kepingan tangram menjadi angka dan huruf tanpa melihat kartunya.

membentuk huruf E

Kelebihan dari puzzle tangram ini dibandingkan dengan puzzle bentuk yang dia mainkan sebelumnya adalah, kepingannya hanya ada 7. Membereskan 7 keping mainan tentunya jauh lebih gampang dibandingkan membereskan banyak kepingan mainan. Dari 7 keping ini bisa menjadi berbagai bentuk. Favorit Joshua tentunya membentuk huruf dan angka.

Sambil bermain Joshua juga seperti presenter yang menyebutkan apa bentuk dan warna yang dia pegang. Lalu juga menyebutkan di sisi mana dia harus letakkan warna yang lain. Lalu setelah selesai dia akan memberi tahu ke saya atau papanya sambil berkata: look, this is A. Sayangnya, kalau divideokan dia malah jadi diam, jadi saya tidak bisa menunjukkan video dia sedang bermain tangram.

Mana yang lebih baik, main OSMO Tangram atau Tangram biasa? Untuk tahap awal, main OSMO Tangram (dimana displaynya ada di iPad) dengan petunjuk apa yang harus dilakukan jika kita salah meletakkan kepingan, cukup membantu dia belajar bermain Tangram. Gambar yang ada dalam aplikasi juga membuat lebih sedikit lagi hal yang harus di bereskan. Sisi negatifnya, ya OSMO Tangram tetap saja membutuhkan iPad, kadang-kadang anak bisa terdistract dan malah jadi main yang lain dan bukan OSMO Tangram lagi.

Template yang bisa ditiru dengan tangram ini juga ada banyak di internet. Banyak juga yang menjual kepingan tangramnya tanpa kartu-kartu, tapi anehnya gambaran yang diberikan untuk ditiru kadang-kadang warnanya tidak sama dengan warna kepingannya dan ini bisa membingungkan untuk anak yang baru belajar tangram. Joshua tapi sudah bisa mengikuti walaupun contoh yang diberikan warnanya tidak sama dengan kepingannya.

menyusun angka 1 tanpa kartu contoh

Bermain tangram dan pattern block ini salah satu bentuk bermain sambil belajar, pelajaran yang didapatkan antara lain:

  • kesempatan untuk mengenalkan bentuk (segitiga, bujursangkar, belah ketupat, heksagon, jajaran genjang, dan lain-lain)
  • belajar warna (setiap keping biasanya punya warna yang berbeda)
  • melatih kemampuan spasial, mereka bisa mengerti hubungan bentuk yang satu dengan yang lain dan membaliknya jika dibutuhkan
  • membantu anak melihat gambaran besar dari bentuk-bentuk yang disusun, terutama untuk anak yang belajar secara visual.
  • bisa digunakan untuk mengenalkan kongruensi, kesamaan dan juga simetri.
  • dan tentunya seperti kegunaan bermain puzzle lainnya, bermain ini bisa membantu melatih kemampuan problem solving pada anak.

Kalau lagi kehabisan ide mau ajak anak main, bisa dicoba dibikin mainan Tangram ini. Saya yakin ada banyak template untuk membentuk kepingan tangram selain template bentuk-bentuk yang ingin disusun dari tangram ini.

Memanfaatkan Waktu untuk Keluarga

Dua hari lalu kami mendapat pengumuman kalau hari ini akan ada pemadaman listrik dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore karena ada kabel yang akan diganti. Seluruh komplek rumah akan terkena pemadaman karena yang diganti itu letaknya persis di depan komplek. Kantor Joe yang juga berada dalam komplek yang sama, jadi diliburkan juga. Berhubung kalau di rumah tanpa listrik sama dengan kepanasan karena gak bisa nyalain AC, kami merencanakan untuk keluar rumah saja ngadem.

Pagi-pagi kami sudah bersiap bangun lebih awal, mandi dan sarapan. Setelah jam 8 kami sudah siap untuk keluar rumah. Ada beberapa pilihan untuk jalan-jalan hari ini. Ke taman, ke kebun binatang atau ke mall. Tapi mall baru buka jam 11 pagi, jadi ya gak bisa juga dong kepagian ke mall hehehe. Akhirnya setelah nanya ke anak-anak maunya ke mana, kami putuskan ke taman saja.

Karena listrik belum padam, kami santai dulu di rumah. Jam 9 lewat sedikit listriknya baru padam. Waktu kami keluar dari komplek, ternyata ada antrian mobil keluar dari komplek. Hampir semua penghuni baru memutuskan keluar komplek setelah listrik padam, padahal pengerjaanya membutuhkan mobil besar yang menghalangi jalan masuk dan keluar dari komplek. Untungnya kami menunggunya tidak terlalu lama. Sekitar 5 menit kami bisa keluar dari komplek.

Di taman, tidak terlalu banyak orang, matahari juga sudah terasa menyengat. Untungnya ada banyak bagian yang cukup teduh oleh pohon-pohon. Setelah bermain sekitar 30 menit di playground, anak-anak mulai kepanasan. Akhirnya kami ngadem di coffeeshop yang juga menjual eskrim di dalam taman.

Setelah es krim habis, kami putuskan masih ada waktu buat ke mall. Mall nya juga cukup dekat dari taman. Belum jam 11 kami sudah tiba di mall. Karena mall baru buka jam 11, kami harus menunggu mall buka dulu baru boleh masuk ke dalam. Untungnya mereka buka beberapa menit sebelum jam 11.

Karena belum lapar, kami memutuskan untuk duduk-duduk dulu menunggu Joshua main. Eh tau-tau dia kabur, dikirain dia kabur ke tempat main lego seperti biasa, ternyata dia kabur ke toko yang menjual mainan. Dia ambil 1 mainan dan kabur dari toko itu. Si penjaga toko sepertinya berusaha mencegah Joshua, tapi Joshua terlalu cepat. Sempat agak panik karena bapaknya yang mengejar Joshua gak melihat dia di tempat lego, baru kemudian kami melihat dia ternyata juga sedang mencari kami untuk minta dibeliin mainan tangram.

Mbak-mbak penjaga tokonya sepertinya agak kesal, walaupun saya sudah minta maaf. Setelah saya bilang saya akan bayar mainan yang diambil Joshua, baru dia agak relaks. Mainannya masih utuh dalam kotak. Ya memang salah kami juga, karena tadinya kami pikir Joshua akan pergi langsung ke tempat main lego, waktu dia kabur duluan kami gak langsung kejar. Baru sekali ini Joshua main ambil mainan begitu. Saya kasih tau Joshua lain kali gak boleh ambil begitu saja, tapi harus bayar dulu baru boleh diambil. Pelajaran buat kami juga, gak boleh biarin Joshua jalan duluan. Untungnya mall nya masih sangat sepi, jadi bisa dilihat kalau dia belok ke tempat yang tidak biasanya.

Membelikan mainan buat Joshua itu tidak pernah mengecewakan. Dia langsung bermain dengan rajinnya. Waktu kami makan dia juga tetap meneruskan main tangram. Besok saya akan tulisan cerita tentang mainan tangram ini. Saya mengerti kenapa Joshua tertarik dengan tangram ini. Selain dia sudah kenal dengan tangram di OSMO, mainan ini memberikan kartu untuk membentuk angka dan huruf dan aneka bentuk lainnya dengan tangram. Ada total 50 hal yang bisa dibentuk dengan tangram. Joshua langsung memulai dengan huruf A, lalu setelah huruf K dia berubah pikiran untuk membentuk angka 1.

Sekitar jam 12, kami memutuskan untuk makan. Selesai makan, saya telpon tetangga saya dan ternyata pekerjaan ganti kabelnya sudah selesai dan listrik sudah menyala seperti semula. Kami memutuskan pulang supaya anak-anak bisa tidur siang. Hari ini Jonathan diliburkan dari mengerjakan buku homeschool, tapi mendapat kesempatan untuk bermain di taman dan mall.

Senangnya hari ini pemadaman listrik tidak berlangsung lama seperti pengumuman. Karena pemadaman listrik, kami jadi bisa punya waktu keluarga di hari Jumat selain Sabtu dan Minggu hehehe. Punya nomor telepon tetangga itu penting, supaya tahu kabar kalau ada pemadaman seperti ini, dan tentunya kalau ada pemadaman yang sudah didahului pengumuman begini, tidak usah merasa kesal atau sebal, kesempatan untuk meliburkan diri dari kegiatan rutin dan jalan-jalan di luar dengan anak. Gak harus yang jauh dari rumah, karena toh terkadang pemadamannya selesai lebih cepat dari jadwal semula. Senang bisa memanfaatkan waktu yang hanya beberapa jam menjadi waktu keluarga. Mati lampu, gak harus mati gaya di rumah hehehe.

Lagu-lagu Badanamu

Pertama kali saya tahu mengenai Badanamu ini, saya hanya tahu lagu-lagu dari YouTubenya saja. Karakter animasi Bada merupakan tokoh seperti bear yang berbulu putih tebal dan ekor yang sangat pendek. Konon setelah baca-baca tokoh Bada ini animasi dari seekor anjing pomeranian. Karakter Bada ini punya banyak teman-teman seperti Mimi, Abby, Punk, Curly, dan Jess.

Gambar dari pinterest: https://www.pinterest.com/badanamu/badanamu-friends/?lp=true

Niat menuliskan mengenai Badanamu ini sudah dari dulu, tapi sudah beberapa kali saya tunda, karena ternyata Badanamu ini bukan cuma lagu saya tapi merupakan sebuah program edukasi lengkap dan bahkan menjual buku juga selain lagu-lagu yang ada di YouTube. Saya kaget juga membaca kalau mereka kantor utamanya ada di Seoul, USA dan China. Saya pikir wah bisa buat belajar bahasa Korea juga, eh tapi ternyata fokus mereka mengajarkan dalam bahasa Inggris saja. Karena saya belum jadi juga mencoba aplikasi ataupun menjadi member dari Badanamu Club, saya tidak bisa bercerita banyak mengenai program lengkap mereka. Sekarang ini saya akan menuliskan kenapa kami menyukai lagu-lagu dari Badanamu (apalagi sekarang bisa dengar di Apple Music juga).

Kami ketemu lagu-lagu Badanamu ini secara gak sengaja. Sejak Joshua suka mendengar berbagai lagu ABC, phonics dan counting, kadang-kadang dia suka menunjuk ke lagu yang direkomendasikan oleh YouTube. Begitu mendengarkan lagu-lagunya, saya langsung suka. Ada beberapa alasan kenapa saya jadi suka dengan lagu Badanamu ini.

  • karakternya lucu dan menggemaskan
  • musicnya enak didengar dan bikin bersemangat
  • liriknya (ini penting) juga cukup banyak mengajarkan hal positif untuk anak-anak
  • ada program phonics juga, mengenalkan bunyi setiap huruf dalam alphabet
  • ada program membaca juga, dan sepertinya ini salah satu yang bikin Joshua bisa cepat membaca
  • ada program mengenalkan emosi juga
  • ada nursery rhymes juga

Bukan cuma Joshua, saya dan Joe juga suka mendengarkan lagu-lagu dari Badanamu ini. Bahkan kalau pagi-pagi, saya pasang lagu ini buat memberi semangat menyiapkan sarapan pagi.

Coba dengarkan lagu ini:

Rise and Shine

Liriknya sebagai berikut:

Rise and Shine
CHORUS
Wake up now.
Come and play.
Rise and Shine.
It’s a brand new day! (x2)
VERSE 1
If you make your bed and brush your teeth.
Fold your clothes nice and neat.
Eat your breakfast, eat your greens.
Your momma won’t complain about a thing.
CHORUS
Ths sun is up!
No time to waste.
Get up and go!
Today is our day.
Rise and shine.
Come and play.
Rise and Shine.
It’s a brand new day!
VERSE 2
If you comb your hair, rinse your face.
Scrub your toes and wash your feet.
Take a shower and soap with suds.
Your momma will give you so much love.
CHORUS
Ths sun is up!
No time to waste.
Get up and go!
Today is our day.
Wake up now.
Come and play.
Rise and Shine.
It’s a brand new day! (x2)
Ths sun is up!
No time to waste.
Get up and go!
Today is our day.

Rise and Shine, Badanamu

Jonathan aja kalau bangun pagi malas-malasan di kasih lagu ini langsung jadi semangat hehehe. Joshua sih dikasih lagu apa aja bakal semangat. Dan kalau dilihat dari liriknya, ini seperti versi lain dari lagu bangun tidur ku terus mandi jaman saya masih kecil hehhee. Ada bagian merapihkan tempat tidur juga dan ya abis itu semua baru deh main.

Lagu berikutnya yang saya juga sekarang pakai untuk mengajarkan Joshua sikat gigi, cuci muka dan sisiran judulnya Brush brush brush.

Brush brush brush

Lirik lagunya:

VERSE 1
I wanna be clean,
So I brush my teeth.
Up and down,
And underneath.
I wanna be clean,
Don’t you see?
So I brush my teeth
Because it’s good for me.
Good for me!
Brush brush brush! X 4
VERSE 2
I wanna be clean,
So I wash my face.
Up and down,
And all over the place.
I wanna be clean,
Don’t you see?
So I wash my face
Because it’s good for me.
Good for me!
Wash wash wash! X 4
VERSE 3
I wanna be clean,
So I brush my hair.
Side to side,
And up in the air.
I wanna be clean,
Don’t you see?
So I brush my hair
Because it’s good for me.
Good for me!
Brush brush brush! X 4

Brush brush brush, Badanamu

Joshua sampai sekarang masih suka males kalau diajarin sikat gigi, tapi kalau saya kasih sikat gigi sambil nyanyiin lirik lagu ini, dia jadi mau disikat giginya. Setelah sikat gigi setelah itu cuci muka. Selesai mandi nyanyiin bagian sisir rambut. Semua dalam 1 lagu hehehe.

Nah ini lagu berikut (yang terakhir akan saya share di sini), lagu tentang semua adalah pemenang.

Everyone is a Winner

1, 2, 3, 4, whoa, here we go
It’s time to play
Time to play
1, 2, 3, 4, whoa, here we go
It’s time to play
Time to play the games
CHORUS
And everyone is a winner
Even if you lose sometimes
So let’s try our best to deliver
Let’s have the time of our lives
The first game up
To try to win the cup
Is a three-legged race
So try to stay up
But if you fall, I will pick you up
And carry you across the goal line
(CHORUS)

The second game up
To try to win the cup
Is a tug-of-war
So don’t give up
But if you fail, don’t get upset
I will help you on your feet again
(CHORUS) x2

Everyone is a Winner, Badanamu

Bagus-bagus kan liriknya, ini lagu bukan cuma buat anak kecil, tapi ya buat orang dewasa juga rasanya masih enak buat didengar. Bahkan kadang-kadang kata Joe, beat nya lagu Badanamu ada juga yang seperti lagu party (padahal gak pernah tuh pergi ke party yang pake lagu-lagu disko hahaha).

Lagu-lagu Badanamu di Apple Music

Sekarang ini, lagu-lagu Badanamu jadi lagu yang hampir setiap hari kami dengarkan dari Apple Music. Lagu-lagu Project Pop dan Korean minggir dulu deh ya hehehe. Kami senang menemukan ini dalam bentuk musicnya saja karena artinya bisa diperdengarkan tanpa menambah screentime ke anak-anak.

Seperti saya sebutkan sebelumnya, Badanamu ini bukan hanya lagu saja, di YouTube channelnya juga bisa dilihat ada pelajaran menggambar karakter yang ada dalam Badanamu. Kalau dari websitenya saya lihat mereka juga ada app nya. Kalau gak ingat ongkos kirim, saya tertarik beli buku-bukunya juga hahaha. Tapi untuk sekarang sepertinya cukup lagu-lagu di Apple Music dan YouTube saja. Kalau suatu hari kami memutuskan untuk mencoba appsnya pasti akan saya tulis reviewnya.