Mars dan Jingle Pemilu

Masih sambungan dari ngumpul sosialisasi pemilu kemarin, pulang ke rumah jadi teringat lagu mars pemilu. Eh waktu nyari di YouTube, ternyata taun 2019 lagunya udah ganti. Lagu yang baru lebih bernada riang gembira, tapi mungkin karena belum biasa, rasanya mars yang lama lebih gampang dihapalin.

Supaya gak lupa, saya akan coba tuliskan di sini lirik Mars Pemilu yang diciptakan oleh Mochtar Embut. Lagu ini masih cukup relevan, walaupun nama kabinetnya sudah bukan kabinet ampera lagi, dan saya sendiri harus ingat-ingat ampera itu singkatan dari amanat penderitaaan rakyat. Jadi kabinetnya dulu mengemban misi untuk mengangkat taraf hidup rakyat lepas dari penderitaan akibat penjajahan sebelumnya.

Pemilihan umum telah memanggil kita
S'luruh rakyat menyambut gembira
Hak Demokrasi Pancasila
Hikmah Indonesia merdeka

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya
Pengemban Ampera yang setia
Di bawah Undang Undang Dasar 45
Kita menuju ke pemilihan umum

Mars Pemilu yang lama ini dikenal dengan sebutan mars pemilu orde baru. Dulu saya ingat, menjelang pemilu akan sering diputar di TVRI (dulu stasiun tv cuma ada TVRI), makanya sampai hapal seperti hipnotis hehehe. Tapi idenya bagus sih, mengingatkan biar jangan sampai gak ikutan kasih suara.

Untuk Mars pemilu yang baru, saya baca katanya sudah ada sejak orde reformasi, tapi mungkin karena saya sudah lama tidak pemilu di Indonesia, jadi gak tau juga kalau lagunya sudah ganti dan tidak tahu seberapa sering lagunya ini diperdengarkan di stasiun tv atau radio.

Lirik lagu pemilu baru, diciptakan oleh Nortier Simanungkalit.

Pemilihan umum kini menyapa kita
Ayo songsong dengan gempita
Kita pilih wakil rakyat anggota DPR, DPD, dan DPRD

Mari mengamalkan Pancasila
Undang-undang Dasar 45
Memilih presiden dan wakil presiden
Tegakkan reformasi Indonesia

Laksanakan dengan jujur adil dan cermat
Pilih dengan hati gembira
Langsung umum bebas rahasia
Dirahmati Tuhan yang Maha Esa


Selain mars pemilu sekarang ada lagi namanya jingle pemilu 2019, saya juga baru liat hari ini hehehe

Berikut ini liriknya:

Tiba saatnya Indonesia untuk memilih (Yuk Memilih)
Besama datang ke TPS salurkan aspirasi
Langsung Umum Bebas Rahasia Jujur dan Adil
Demi Indonesia Damai Sejahtera
(Ayo !!!)
Kita Memilih untuk Indonesia
Menggapai cita lewat suara kita
Bagimu Indonesia Sukseskan Demokrasi
Jadi pemilih berdaulat Negara Indonesia Kuat
Jadi pemilih berdaulat Negara Indonesia Kuat
Penyanyi : Kikan
Pencipta Lagu : L. Agus Wahyudi M
Aransemen Lagu : Eros (Sheila On 7)

Jadi sekarang, udah bisa ikut nyanyi dan tetap ingat untuk gunakan hak pilih ya!

Sosialisasi Pemilu 2019 di Chiang Mai

Hari ini, Sabtu 16 Maret 2019, warga Indonesia di Chiang Mai mendapatkan sosialisasi pemilu oleh panitia pemilu luar negeri daerah Bangkok. Walaupun kami jauh dari tanah air, dan jauh dari kedutaan, tidak menghalangi hak sebagai warga negara Indonesia untuk memberikan suara, memilih Presiden dan wakilnya, dan juga memilih anggota DPR untuk Dapil DKI II.

Bapak-bapak panitia PPLN Bangkok dan juga layanan kekonsuleran dari KBRI Bangkok datang ke Chiang Mai dengan 2 agenda utama dan 1 agenda yang ditunggu-tunggu. Agenda pertama yaitu memberitahukan mengenai aplikasi lapor diri WNI di luar negeri dengan nama Peduli WNI dari kementerian Luar Negeri. Berbeda dengan aplikasi lapor diri sebelumnya yang sifatnya lokal dari KBRI Bangkok, kali ini aplikasinya terpusat dari kemlu dan sifatnya untuk seluruh WNI di manapun berada. Tujuan dari adanya aplikasi ini untuk membuat data terpusat mengenai keberadaan WNI yang ada di luar negeri dengan cara melaporkan berdasarkan informasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di e-KTP.

Untuk yang sudah pernah daftar diri seperti kami, disarankan tetap mendaftarkan diri lagi melalui aplikasi Peduli WNI ini, karena aplikasi yang lama tidak langsung terhubung dengan aplikasi yang baru ini. Harapannya, semoga saja kedepannya tidak selalu berulang harus daftar diri berkali-kali setiap ganti aplikasi.

Agenda ke-2 yaitu sosialisasi tata laksana pemilu terutama untuk WNI yang bertempat tinggal di wilayah Thailand. Beberapa bulan lalu, sudah pernah ada sosialisasi untuk mengingatkan kami mengecek apakah kami sudah terdaftar untuk pemilu, dan metode pemilihannya bisa lewat pos ataupun datang langsung ke KBRI Bangkok. Untuk kami yang jauh dari Bangkok, tentunya pilihan lewat pos lebih mudah. Tahun ini merupakan tahun ke -3 buat kami menyalurkan hak pilih kami dengan kirim dari pos. Berbeda dengan pelaksanaan 2 pemilu sebelumnya, tahun ini surat suara untuk memilih Presiden dan anggota DPR dikirimkan sekaligus dalam 1 amplop. Sebelumya, pelaksaan pemilihan anggota DPR dan Presiden terpisah tanggalnya, sehingga kami mendapatkan surat suara yang harus dikirmkan kembali 2 kali.

Setelah dijelaskan bagaimana memilih yang baik dan memastikan suara kami sah, dijelaskan juga kalau masing-masing surat suara harus dimasukkan ke amplopnya dalam keadaan di lem. Jadi nantinya akan ada surat suara untuk memilih presiden dan wakilanya dalam 1 amplop yang harus di lem, lalu surat suara untuk memilih anggota DPR Dapil DKI II dalam 1 amplop lain yang juga harus di lem. Nantinya 2 amplop tersebut beserta surat C-6 yang kami tandatangani di masukkan lagi ke dalam amplop besar yang sudah disediakan juga lengkap dengan alamat pengembalian dan perangko. Tentunya amplop terakhir jangan lupa di lem juga dan tinggal masukkan ke kotak pos di Thailand. Nantinya semua surat suara yang masuk sampai tanggal 16 April akan dibuka bersama-sama untuk dihitung pada tanggal 17 April 2019 di KBRI Bangkok. Jadi untuk teman-teman yang sudah punya surat suara dikirim lewat pos, jangan ditunda-tunda untuk mengirimkan kembali lewat pos ke kedutaan ya.

Oh ya, jadi tadi, kami sudah diberikan surat suara dan tinggal coblos dan kembalikan saja lewat pos. Beberapa teman yang baru datang ke Chiang Mai dan ternyata belum pindah terdaftarnya menjadi pemilih luar negeri kemungkinan masih bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan hak pilihnya tentunya dengan menunjukkan e-ktp dan akan di cek statusnya terlebih dahulu.

Foto bersama sebagian warga Indonesia di Chiang Mai dan panitia pemilu yang datang dari Bangkok.

Agenda yang ditunggu-tunggunya tentunya makan siang bersama hehehe. Setelah mendapatkan penjelasan untuk melapor diri melalui aplikasi Peduli WNI, dan sosialisasi mengenai pemilu 2019, tentunya gak lengkap kalau pulang dalam keadaan lapar hehehe. Setelah makan siang, perut kenyang hati senang, tidak lupa foto-foto dulu di tepi kolam untuk mendokumentasikan dan biar ingat acara ini hehehe.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, aman gak tuh surat suaranya? nantinya di Bangkok mereka akan mendata surat suara yang kembali berapa banyak. Harapannya sih kalau kantor pos sini bekerja dengan baik, tentunya gak ada masalah surat suara hilang di kantor pos. Kalau masalah nanti suara kita ketahuan dong? ya nggak juga, karena surat suara kita yang di lem akan dimasukkan ke kotak suara yang dijaga 24 jam dan diawasi dengan cctv. Nantinya surat suara kita dibuka bersama-sama dengan yang lain. Jadi asas kerahasiaan tetap terjaga.

Pemilu di luar negeri akan diadakan serentak hari rabu 1o April 2019. Sedangkan pemilu di Indonesia diadakan 17 April 2019. Mungkin ada yang bertanya-tanya, nanti bisa ada suara ganda dong? untuk hal ini, kalau ketahuan akan ada hukumannya, jadi semuanya akan dicatat berdasarkan nomor induk kependudukan dan bisa ketahuan kalau ada yang curang.

Ayo kita sukseskan pemilu 2019, gunakan hak pilih Anda. Jangan sampai golput karena golput itu bukan solusi dan bukan pilihan. Jangan lupa asas LUBER (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) dalam pemilu, silakan pilih apa yang kamu mau, tapi jangan tanya pilihan saya, karena itu rahasia hehehe.

Ke Bioskop Lagi

Setelah sekian lama gak ke Bioskop, akhirnya tadi dapat kesempatan nonton berdua doang hehehe. Mumpung anak-anak lagi ikutan kegiatan musim panas dan Joe pulang bisa ijin pulang cepat. Dari kemaren sebenernya udah pengen nonton Captain Marvel, tapi ya Joshua sepertinya belum bisa di ajak nonton ke bioskop. Terakhir itu diajak nonton dia malah pengen keluar dari bioskop melulu, jadi ya gak bisa menonton dengan tenang. Jonathan sebenernya sudah bisa diajak nonton, beberapa kali malah Joe dan Jonathan aja nonton berdua.

Film Captain Marvel ini sesuai judulnya merupakan bagian dari cerita dari Marvel Comic. Tokohnya berbeda dari biasanya, kali ini perempuan. Di posting ini gak akan membahas ceritanya, tapi secara umum filmnya menarik dan adegan berantemnya juga lumayanlah. Oh ya, film ini bukan film anak-anak karena banyak adegan berantemnya. Kapan-kapan bakal nulis soal ceritanya, kalau nggak minta Joe yang nulis review filmnya hehehe.

Di Thailand, sebelum film dimulai ada banyak iklan dan juga memutar 1 lagu penghormatan kepada rajanya. Joe sempat bertanya-tanya, kira-kira gimana ya video yang ditampilkan ketika ada lagu penghormatan kepada rajanya sekarang. Video yang ditampilkan biasanya berganti setelah beberapa waktu, dan kali ini diperlihatkan masa transisi dari raja yang lama ke raja yang baru. Jadi dalam videonya ditunjukkan bagaimana sang ayah mendampingi putranya sejak kecil sampai besar setiap kali ada kegiatan kunjungan ke daerah. Menurut saya, videonya cukup menyentuh, salut untuk yang memikirkan konsep videonya.

Karena acara anak-anak itu dari jam 9 sampai jam 3 sore, kami memilih untuk nonton siang. Untungnya ada yang mulainya jam 12.30, jadi kami sekalian makan siang di mall dan nonton. Tapi karena filmnya saja 2 jam dan iklan sebelumnya 30 menit, kami gak kebagian nonton ekstra ending dari filmnya. Buru-buru jemput anak-anak ke tempat kegiatan mereka.

Beli tiket di sini sejak beberapa waktu lalu sudah langsung pakai e-tiket. Kalau dulu sebelum punya anak, kami beli kartu prabayar supaya tiketnya lebih murah. Terus sejak jarang ke bioskop ya kami gak beli lagi. Tapi sekarang mesinnya bisa nerima kartu kredit, jadi tadi beli tiketnya pakai kartu kredit saja. Sebenarnya tadi rencana beli online pakai aplikasinya, tapi entah kenapa tadi gagal mulu beli onlinenya.

Harga tiket bioskop belum banyak perubahan dari beberapa tahun lalu. Kami beli yang kursinya lebih besar dan lebih belakang, seorang 190 Baht. Kalau 5 baris lebih depannya bedanya sekitar 20 baht per orang. Sebenarnya ada promosi hari tertentu di mana harga tiket cuma 100 baht/orang, tapi ya kami bisanya hari ini, jadi gak apa-apalah bayar lebih.

Dari iklan/trailer film yang ditampilkan, ada beberapa yang sepertinya cukup menarik untuk ditonton di bioskop. Tapi gak tau nih bakal dapat kesempatan lagi gak nonton di bioskop. Buat sebagian orang, punya anak memang tidak jadi halangan buat nonton ke bioskop ber-2, apalagi kalau punya mbak atau kakek nenek yang bisa dititipin anak-anak. Buat kami, ninggalin anak-anak di rumah untuk nonton ke bioskop itu rasanya gak tega. Kalau anak-anak lagi ada acara yang cukup fun buat mereka, ya sah-sah saja kami juga nonton ke bioskop. Jadi kita lihat saja kapan lagi ada acara di mana anak-anak bisa dititipkan hehehe.

Sekian lama gak nonton ke bioskop, saya jadi ingat lagi kenapa beberapa film action itu gak terasa menarik kalau nonton di rumah. Emang beda rasanya nonton dengan layar lebar dan sound system yang bagus, dibanding nonton di rumah dengan gangguan anak-anak hehehe. Tapi kalau di bioskop pakai gangguan anak-anak juga gak lebih baik hehehe. Satu aja sih kekurangannya nonton di bioskop sini, saya belum bisa baca subtitle Thai nya, dan harus mendengarkan percakapannya supaya bisa mengerti mereka lagi ngomong apa. Kalau di rumah biasanya kami nonton pasti ada subtitle bahasa Inggrisnya, jadi walau suaranya kurang jelas, tetap bisa mengikuti ceritanya. Mudah-mudahan dapat kesempatan lagi nonton film-film berikutnya di bioskop tahun ini.

Tentang Kopdar

Kemarin teman saya bercerita, kalau temannya ada yang baru kopdar. Saya sudah lama sekali gak dengar kata kopdar ini, jadi teringat masa-masa di Bandung dulu ikutan kopdar komunitas, ataupun nemenin temen kopdar. Kopdar ini singkatan dari kopi darat, alias ketemuan di dunia nyata dengan teman (atau teman-teman yang selama ini interaksinya di dunia online).

Kalau dulu mungkin orang kenalan kebanyakan dari IRC atau platform chat lainnya (Yahoo, ICQ dan atau Mailing List), sekarang ini sosial media juga menjadi salah satu tempat ketemuan orang di dunia online. Banyak yang saya tahu menambah teman dari FB atau instagram, kalau saya sih biasanya yang ada di sosial media saya adalah orang-orang yang memang saya kenal langsung atau belakangan ini dari group menulis yang membuat saya mulai rajin ngeblog lagi.

Kopdar itu ngapain sih? ya sebenarnya kopdar itu intinya ketemuan. Setelah sekian lama ngobrol pake tulisan dan atau video call, terutama untuk orang-orang yang mungkin sedang cari jodoh sekalian ketemu di dunia nyata. Bisa juga ketemuan kalau mau tukar proyek, ngasih proyek atau bertukar ilmu.

Dari beberapa kali kopdar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat pertemuan pertama ini terasa lebih nyaman buat semua pihak yang bertemu (terutama buat yang mau cari jodoh wkwkwk)

Lokasi bertemu

Tentukan lokasi bertemu yang tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi juga. Biasanya restoran atau coffee shop jadi tempat yang cukup nyaman kalau misalnya sama-sama ngopi. Gak usah kuatir soal siapa yang bayar, namanya baru ketemu ya bayar masing-masing dong ah. Kalau ada yang mau bayarin gimana? ya gak ditolak dong, asal wajar-wajar saja, apalagi kalau misalnya ketemunya rame-rame, masa yang bayar ditumpukan pada 1 orang.

Ngobrol!

Nah kan ketemuan ini tujuannya ngobrol, ya ngobrollah. Topiknya apa? ya sama aja dengan topik selama ini waktu chatting. Bisa soal buku yang sedang dibaca kalau hobi baca, bisa soal film yang sedang tayang kalau hobi nonton, atau apalah topik yang selama ini bisa bikin betah chatting lama-lama.

Topik yang sebaiknya jangan dibicarakan: topik politik atau ngomongin artis, karena 2 topik itu gak akan ada habisnya. Kecuali misalnya udah tau punya pandangan politik yang sama atau selera yang sama terhadap artis tertentu, ya bolehlah diobrolin hehehe. Jangan juga ngobrolin temennya temen yang random banget atau curhat soal kerjaan kantor, karena biasanya agak susah mengikuti pembicaraan kalau gak kebayang siapa yang diomongin.

Oh iya, kalau lagi kopdar, kecuali sedang menunggu berita penting, sebaiknya gak usah ngobrol sambil liatin telepon genggam. Gak perlu juga langsung check in lokasi sambil upload foto ketemuan ke semua sosial media. Foto ya foto aja, nanti uploadnya setelah selesai ketemuannya. Karena kalau langsung upload foto, bisa-bisa akhirnya sibuk balas-balas komen bukannya ngobrol sama yang bertemu.

Berapa lama ketemunya?

Ini sih bebas ya, tapi kalau bisa sediakan waktu 1 – 2 jam. Karena kadang tergantung tempat bertemunya, siapa tau lama nungguin makanannya. Kalau makan buru-buru, ya gak bisa sambil ngobrol jugakan. Namanya ngobrol santai, kalau gak selesai ngobrolnya ya memang bakal bisa dilanjutkan online, tapi kan ini udah sengaja kopdar, masa sih cuma 30 menit. Biasanya juga pas ngobrol online bisa lebih lama dari itu kan heehehe.

Kalau memang lagi punya waktu banyak, abis makan/ngopi bisa dilanjutkan ke temat lain untuk sekedar nongkrong santai. Yang perlu dihindari ketika kopdar adalah minta ditemenin belanja (baik itu nyari buku, kosmetik atau baju), kecuali temennya itu emang lagi rencana shopping juga dan atau memang jago shopping. Kalau sekedar mampir di mini market bareng ya bolehlah. Satu lagi yang sebaiknya tidak dilakukan ketika kopdar: ngajak nonton bareng! mana bisa ngobrol di bioskop, kapan-kapan kalau emang udah cocok jadi temen bolehlah janjian kayak ama temen lama buat ke bioskop hehehe.

Boleh bawa teman gak?

Kalau temannya ini sebenarnya mutual friend atau malah yang berjasa ngenalin, boleh banget di bawa. Kalau misalnya ketemuannya dengan komunitas tertentu juga boleh banget bawa temen, asalkan temannya juga punya minat yang sama dengan komunitas itu. Terus ya pas ngobrol, jangan malah jadi ngajak temen kita doang yang ngobrol, tapi ya ajaklah teman baru itu ngobrol. Kalau kopdarnya dalam rangka mencari jodoh, ya… jangan bawa teman, nanti tau-tau berjodohnya sama teman yang di bawa pula hahahaha.

Saya pernah kopdar bawa teman, itu tapi karena saya janjian mau nginep di rumah temen saya waktu di luar kota dan biar gampang, ketemunya dengan teman saya itu di tempat yang sama dengan janjian sama si kopdar hehehe. Terus saya juga pernah jadi teman yang di bawa kopdar, tapi waktu itu karena komunikasi belum secanggih sekarang ada HP untuk gampang ngecek udah sampe atau belum, akhirnya kami gak menemukan orang yang mau diajak kopdar itu dan malah ngemall aja hehehe. Mungkin teman saya emang ga niat kopdarnya wkwkwk.

Kopdar yang paling berkesan itu buat saya bertemu dengan teman-teman sesama perajut. Pas ketemuan ngomongin benang dan lagi ngerjain apa, terus pulangnya biasanya bawa benang atau harta karun rajutan yang baru atau bisa shopping perlenengkapan rajut bareng.

Kalau sekarang ini, saya sudah gak pernah kopdar lagi. Paling-paling di sini ketemuan dengan warga Indonesia yang baru pindah ke Chiang Mai. Kalau kopdar komunitas harapannya suatu saat bisa ketemu dengan teman-teman di group Kelas LIterasi Ibu Profesional (KLIP), terutama yang sudah mau mampir baca tulisan saya selama beberapa bulan terakhir ini hehehe.

Finger Counting

Saya baru tahu, kalau ternyata menghitung dengan jari itu ada perbedaan di berbagai negara. Selama ini saya pikir, yang penting jari yang diacungkan itu sesuai dengan jumlah yang disebut. Beberapa hari ini saya perhatikan Joshua kalau menghitung kok 1 acungkan telunjuk , 2 – buka telunjuk dan jari tengah, 3 – jempol, telunjuk dan jari tengah, lah waktu 4, dia melipat jempol dan membuka telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking. Saya pikir, ribet banget sih, kenapa 4 nya dia gak cuma buka 1 jari manis saja. Ternyata, sepertinya dia menirukan finger counting sistem american sign language.

sumber : https://www.wikihow.com/Count-to-100-in-American-Sign-Language

Waktu iseng-iseng belajar berhitung angka bahasa Korea, saya juga perhatikan mereka memakai jari yang berbeda dengan biasanya yang saya pakai. Dan karena iseng, saya jadi google dan menemukan gak cuma Korea yang beda, tapi juga antara eropa, amerika, jepang dan cina itu juga ada beda sistem penggunaan jari untuk berhitungnya.

sumber: https://www.researchgate.net/figure/Finger-counting-system-in-Korean-Sign-Language-from-the-viewers-perspective-Note-that_fig1_221792959

Ternyata waktu saya menggoogle lebih banyak lagi, ada berbagai riset mengenai finger counting ini. Hal yang mungkin bagi kita biasa saja, ternyata bisa dibahas secara serius hehehe. Bukan cuma jari yang teracung yang dihitung, tapi jari mana yang dlipat atau sisi mana yang ditunjukkan juga bisa berbeda-beda maknanya.

sumber : https://www.researchgate.net/figure/Finger-counting-systems-in-German-German-Sign-Language-DGS-and-Chinese-Domahs-et_fig2_221792959

Jadi kira-kira kalau kamu biasanya menghitung dengan metode jari yang mana? Kalau saya sampai 5 mengikuti cara Chinese, tapi berikutnya mulai 6 ya saya cuma menambahkan tangan 1 lagi dan mengulang 1 sampai 5 di tangan ke-2 untuk menghitung sampai 10. Siapa sangka ternyata kita bisa menghitung sampai lebih dari 5 hanya menggunakan 1 tangan saja.

Manfaat NgeBlog

Saya masih ingat pertama kali teman saya mengenalkan blog ke saya, saya pikir: apaan itu blog, terus waktu dijelasin yang kepikiran malahan: lah ngapain nulis diary dibaca semua orang? Tapi ya, saya ikut-ikutan aja bikin blog gratisan di blogspot. Ternyata karena banyak temen yang juga ikut-ikutan ngeblog, rasanya ngeblog itu cukup fun, bisa punya bacaan kalau lagi bengong, atau nulis unek-unek tentang orang secara anonim tanpa peduli siapa yang baca. Ya waktu awal ngeblog, kadang-kadang post saya cuma beberapa kalimat, yang kalau saya baca ulang lagi, sangkin anonimnya saya ga ngerti dulu itu kenapa saya nulis begitu. Kenapa anonim? karena saya tau kita gak boleh sembarangan menulis di internet. Apa yang kita tulis akan selalu ada arsipnya, dan bisa jadi boomerang kalau gak hati-hati.

Awal ngeblog itu, ikut-ikutan teman blogger sibuk pilih-pilih template design blog. Berikutnya cari banyak teman blogger untuk dibaca-baca tulisannya dan saling mengunjungi dan berkomentar. Lalu ketika semua orang beralih ke sosial media, saya jadi mengabaikan menulis di blog karena semuanya akhirnya bisa dituliskan sebagai status beberapa kalimat saja di FB. Oh ya, sebelum aktif di FB, sebenarnya pernah juga daftar blog di friendster, untungnya hanya sedikit menulis di sana, karena sekarang tulisan itu hilang. Gak terlalu penting juga sih, makanya ga saya back up.

Banyak teman-teman saya juga beralih dari blogspot ke Friendster, Multiply lalu FB Notes. Lalu link blog mereka gak diurusin lagi. Kemarin saya lagi iseng, baca ulang beberapa post pertama di blog ini. Lihat beberapa komentar teman yang kenal dari hasil blogwalking. Blognya sekarang ada yang sudah ditutup akses publiknya dan ada juga yang dibiarkan begitu saja dan update terakhir udah 10 tahun lalu kali hehehe. Jadi dulu ngeblog itu bisa untuk menambah teman dan kurang lebih seperti sosial media sekarang ini. Tapi banyak juga teman-teman yang mengeluh tulisannya tidak sempat diarsipkan dan hilang begitu saja waktu layanan media sosial seperti friendster dan multiply tutup.

Manfaat yang paling dirasakan dari ngeblog adalah: waktu kenalan sama Joe, hal yang pertama bikin kami nyambung itu karena sama-sama nulis blog. Dan tentunya, walau gak bilang-bilang, Joe baca semua tulisan saya dan saya juga baca semua tulisan dia hehehe. Untungnya, tulisan di blog Joe dulu gak melulu teknis hehehe, jadi bisa mengenal sedikit banyak pandangan dia soal kehidupan. Itulah kenapa dulu setelah pacaran, kami bikin blog ini untuk diisi berdua. Tulisannya ya tetap aja kayak nulis di blog masing-masing, tapi saya jadi lebih mudah gak ngurusin design template, hosting, domain dan sebagainya. Terima beres aja dan tinggal berbagi cerita dan info.

Seperti ditulis oleh Joe di posting sebelumnya, blog lama kami sudah kami tutup, tapi arsipnya masih ada dan cuma kami yang bisa baca. Selain blog ini, kami juga masih membuat beberapa blog yang diisi masing-masing. Tadinya sih niatnya supaya blog ini isinya gak terlalu gado-gado. Tapi sekarang kami memutuskan mengisi blog ini saja dan kasih kategori tulisan sesuai dengan topik yang ditulis. Jadi di sini ada cerita tentang kami, homeschooling anak-anak, seputar Chiang Mai, seputar sosmed, unek-unek kami dan juga tulisan teknis Joe seputar dunia pemrograman dan security. Mungkin nanti kalau saya kembali menekuni hobi main benang yang sudah lama ditinggalkan, topiknya akan nambah di sini hehehe.

Manfaat lain dari ngeblog dengan host sendiri ini, semua tulisan kami tidak hilang dan tetap ada arsipnya. Membaca tulisan lama kadang-kadang bisa membantu mengingat timeline berbagai peristiwa. Memang gak semua hal kami tuliskan di sini, tapi kalau mau mengecek kapan saja kami pulang ke Indonesia dalam 10 tahun terakhir dan siapa saja yang kami temui waktu mudik, kemungkinan besar semuanya ada dalam blog ini. Kalau kami tetap bisa konsisten mengisi blog ini, suatu hari nanti Jonathan dan Joshua bisa membaca apa saja yang pernah kami tuliskan di sini.

Jadi, jangan heran kalau saya makin jarang update FB. Sekarang ini fokusnya mau nulis di blog saja dan sesekali membagikan tulisan di sini ke FB. Dan buat kamu yang lagi mikir-mikir mau blog gratisan atau berbayar, kalau selama ini memang sudah konsisten ngeblog yang gratisan, ya jangan ragu bayar, jaman sekarang domain dan hosting gak mahal kok setahunnya dibandingkan isi pulsa buat paket internet hehehe. Yuk mulai menulis di blog dengan hosting sendiri, supaya tulisan-tulisan kita gak hilang begitu saja.

Buku Baru: Seri Secret Coders

Masih cerita soal buku yang di beli di Big Bad Wolf Desember lalu. Jonathan gak sengaja memilih 1 buku Secret Coders. Sebenarnya beli buku ini awalnya tertarik karena judulnya saja, dan saya malah gak tau isinya berupa komik. Ceritanya mengenai seorang anak usia 12 tahun yang pindah sekolah dan menemukan beberapa misteri yang ternyata bisa dipecahkan dengan pemrograman. Buku ini sejenis pengenalan pemrograman juga buat Jonathan.

Buku yang kami beli di BBW itu hanya buku nomor 2. Waktu kami kembali ke BBW lagi untuk mencari nomor lainnya, kami gak berhasil menemukannya. Akhirnya karena Jonathan sudah baca buku ke-2 itu berkali-kali, kami memutuskan untuk memnbeli buku lainnya dari Amazon.

Buku ini tersedia dalam format Kindle juga. Waktu kami mau beli akhir Februari lalu, Joe baru tahu kalau buku ke-6 baru akan terbit, dan versi kindlenya belum akan langsung ada. Setelah dibanding-bandingkan harganya, beli versi kindle 1 bukunya 7.6 USD, beli 5 buku kindle 39 USD, nah beli buku fisik 6 buku 40.84 USD, plus ongkos kirim ke Chiang Mai sekitar 10 USD totalnya 50.84 USD, jadi harga bukunya lebih mahal sedikit saja daripada versi kindlenya. Akhirnya rasanya masih tetap lebih murah beli buku fisik. Pertimbangan lainnya, baca komik itu lebih enak pakai buku fisik, jadilah kami beli complete box setnya.

Hari ini bukunya tiba, mengingat kami baru memesan sekitar 22 Februari, dan buku ke-6 nya baru terbit akhir Februari, buku ini tergolong cepat sampainya ke Chiang Mai. Sore ini Jonathan langsung menyelesaikan membaca 5 buku yang belum dia baca dalam waktu beberapa jam saja. Saya yakin, besok-besok dia masih akan mengulang-ulang baca buku ini, seperti halnya buku -buku seri lainnya yang dia punya.

Saya juga jadi ikut-ikutan membaca bukunya, dan ya ternyata ceritanya cukup menarik. Buku pertama menjelaskan konsep bilangan biner dengan mengenalkan istilan buka tutup. Kalau terbuka merepresentasikan 1 dan kalau tertutup merepresentasikan 0. Selain mengenalkan konsep biner, buku pertama ini juga mengenalkan pemrograman dengan mengenalkan instruksi Forward sekian langkah, Right or Left sekian derajat, dan sampai pada instruksi Repeat untuk mengulang-ulang instruksi sebanyak angka didepan instruksi Repeat.

Oh ya, cara menjelaskan suatu konsep di buku ini dibuat dalam bentuk percakapan antara 2 orang anak sekolah. Walau dalam cerita ini tokohnya berumur 12 tahun dan Jonathan masih 8 tahun, tapi Jonathan tidak kesulitan mengerti penjelasan dalam buku ini, mungkin karea dia udah mengenal apa itu bilangan biner dan juga udah sering mengganggu papanya minta diajari beberapa dasar pemrograman. Tapi saya merasa membaca buku ini tidak seperti membaca buku pelajaran pemrograman, semuanya dijelaskan dengan cukup sederhana. Ah andaikan saya baca buku ini sebelum kuliah dulu, mungkin saya akan lebih cepat ngerti pemrograman waktu tingkat 1 dulu hahaha.

Kalau melihat Jonathan selalu senang membaca buku-buku seperti ini, rasanya senang banget membelikan dia berbagai buku. Mudah-mudahan saja dia gak bosan dengan buku-buku seperti secret coders ini dan ya siapa tahu nanti besarnya bisa lebih jago mrogram dari papanya hehhehe.

Oh ya, kalau ada yang punya rekomendasi buku lainnya seri belajar pemrograman untuk anak-anak, tuliskan di komentar ya, supaya nambah bahan bacaan Jonathan hehehe.