Kisah Maria dan Marta, Memilih yang Esensial

Tulisan hari ini melanjutkan tentang Kisah Maria dan Marta dari tulisan di. Instagram. Saya upload dan salin ulang dari Instagram ke blog untuk memudahkan membacanya.

Lanjutkan membaca “Kisah Maria dan Marta, Memilih yang Esensial”

Tantangan dalam Hidup

Ketika membaca tema tantangan menulis awal minggu ini dari KLIP saya langsung bilang dalam hati, ini topik yang kalau ditulis bisa panjang banget. Mulai dari mendefinisikan tantangan, mengkategorikan tantangan dan termasuk menceritakan berbagai tantangan dalam hidup.

Tapi… seperti biasa, waktu mulai menuliskannya saya malah ketemu dengan kutipan berikut ini : “Tantangan terbesar bukan saat kita menghadapi kesulitan, tapi saat kita melawan kemalasan diri kita sendiri.”

Lanjutkan membaca “Tantangan dalam Hidup”

Just Do It, Nothing is Impossible

Beberapa waktu belakangan ini, saya banyak menulis hal-hal baru yang saya pelajari sejak adanya situs Drakor Class. Walau terkesan dadakan, tapi jadi juga saya dan teman-teman yang hobi nulis dan nonton drakor membuat situs ini. Sejak 10 Oktober 2020, sampai hari ini, situs ini sudah mengajarkan banyak hal baru buat saya.

Setiap mendapatkan pengalaman yang baru, rasanya menyenangkan sekali. Prinsip tidak ada kata terlalu tua untuk belajar membuat saya menikmati perjalanan belajar bersama teman-teman di Drakor Class. Ada satu prinsip lagi yang membuat kami terkesan impulsif, yaitu prinsip: lakukan saja! alias Just Do It!

Lanjutkan membaca “Just Do It, Nothing is Impossible”

Tidak Pernah Terlalu Tua Untuk Belajar

Pernahkan pembaca merasa terlalu tua untuk mulai belajar sesuatu? Terkadang, alasan terlalu tua itu sebenarnya bukan berarti kita benar-benar sudah terlalu tua, tapi hanya alasan untuk menutupi keenganan kita untuk bergerak dari zona nyaman untuk mempelajari hal baru. Kemungkinan lain karena kita tidak merasa butuh, sehingga kita malas memaksakan diri untuk mempelajari hal baru tersebut.

Lanjutkan membaca “Tidak Pernah Terlalu Tua Untuk Belajar”

Menghargai Recehan

Hari ini saya lagi agak rajin membereskan kertas-kertas tagihan air dan listrik, dan juga beberapa kertas bon pembelian di minimarket. Setelah memilih kertas yang mau dibuang dan disimpan, saya melihat tumpukan koin recehan yang biasanya di lokasi yang sama dengan kertas-kertas tadi. Kerajinan saya bergeser dari membereskan kertas jadi membereskan koin recehan yang terakhir kami kategorikan sekitar tahun lalu.

Koin dibagi menjadi 3 tempat, supaya gampang menggunakannya
Lanjutkan membaca “Menghargai Recehan”

Be Yourself and Keep Going

Hari ini payung yang dibeli online tiba. Sebenarnya payung ini biasa saja, yang penting kalau hujan bisa melindungi diri biar tidak basah. Kenapa beli online? Karena ceritanya payungnya ada fitur 1 tombol untuk membuka pintu terkembang otomatis (yang mudah-mudahan tidak cepat rusak). Nah yang bikin saya dapat ide menulis hari ini, waktu membaca tulisan di kotaknya: Be yourself and keep going. Pas banget buat jadi judul tulisan hari ini.

bukan iklan payung

Tulisan ini saya tulis sebagai bagian dari tantangan menulis KLIP dengan tema: Merdeka menjadi diri sendiri. Jangan lupa, merdeka jadi diri sendiri tentunya adalah kemerdekaan yang bertanggung jawab. Selalu ada batasan dan norma yang tetap harus diingat ketika kita menikmati kemerdakaan itu.

Merdeka Masa Muda

Masa muda juga sudah merdeka jadi diri sendiri. Kemerdekaan yang saya peroleh di masa muda menjadi masa pembelajaran juga untuk saya.

Lanjutkan membaca “Be Yourself and Keep Going”

Dorothy Ingin Pulang dan Singa Pengecut, “The Wonderful Wizard of Oz”

Tulisan ini akan menjadi bagian terakhir membahas karakter yang ada di buku “The Wonderful Wizard of Oz”. Sebelumnya saya sudah menuliskan tentang Tin Woodman yang ingin punya hati dan Scarecrow yang ingin punya otak. tulisan kali ini membahas tokoh utama dari buku ini seorang gadis kecil dari Kansas bernama Dorothy yang ingin Pulang ke Kansas dan usahanya untuk pulang, dan Singa Pengecut yang ingin meminta keberanian supaya hidupnya lebih bahagia.

Dorothy Ingin Pulang

Bagian yang menarik dari tokoh Dorothy buat saya adalah, walaupun tanah Oz merupakan tempat yang lebih indah dari Kansas, tapi dia lebih ingin pulang ke rumahnya untuk bertemu dengan Bibi Em dan Paman Henry. Alasannya ya karena setiap manusia selalu merasa kalau tidak ada tempat yang lebih baik selain rumah sendiri.

The Scarecrow listened carefully, and said, “I cannot understand why you should wish to leave this beautiful country and go back to the dry, gray place you call Kansas.”

“That is because you have no brains” answered the girl. “No matter how dreary and gray our homes are, we people of flesh and blood would rather live there than in any other country, be it ever so beautiful. There is no place like home.”

Alasan Dorothy ingin pulang ke Kansas

Ketika mendengar alasan Dorothy yang sangat sederhana, saya teringat dengan peribahasa “Hujan emas di negeri orang, Hujan batu di negeri sendiri, lebih baik di negeri sendiri.” Sepertinya inilah juga yang dirasakan Dorothy, walaupun tanah Oz indah dibandingkan Kansas, tetap saja dia lebih suka tinggal di Kansas. Dia juga ingin pulang karena tidak ada tempat yang lebih baik daripada rumah sendiri.

Lanjutkan membaca “Dorothy Ingin Pulang dan Singa Pengecut, “The Wonderful Wizard of Oz””