A Series of Unfortunate Events

Memikirkan hal-hal yang terjadi di 2020 di mana banyak kejadian yang tidak nenyenangkan datang silih berganti, saya jadi teringat dengan buku anak yang saya tonton filmnya di tahun 2004 dan sudah pula menjadi serial TV oleh Netflix yang berjudul A Series of Unfortunate Events.

Saya belum membaca bukunya, waktu itu pernah membeli buku versi bahasa Indonesianya, tapi kami tinggal di Indonesia. Saya tidak berhasil menyelesaikan membaca bukunya, karena dari awal ceritanya banyak kejadian menyedihkan.

Biasanya, buku anak-anak itu diberikan akhir yang membahagiakan, atau kisah yang menyenangkan. Tapi, buku ini berbeda. Dari judulnya dan dari bagian awal buku ini, sudah diberitahukan kalau mencari kisah yang membahagiakan, jangan baca buku tersebut.

Oh ya, karena ingat dengan buku tersebut, saya juga jadi ingat dan memulai menonton serialnya di Netflix. Serialnya di Netflix juga cukup menarik dan dari dialognya, saya merasa seakan-akan sedang dibacakan bukunya.

Continue reading “A Series of Unfortunate Events”

Kurikulum CLE (Christian Light Education)

Setelah 3 tahun Homeschooling dengan memakai kurikulum dari CLE, saya baru menyadari kalau saya belum pernah menuliskan tentang kurikulum ini dalam 1 tulisan. Dalam beberapa tulisan, seperti di sini dan khusus tentang pelajaran matematika sudah pernah saya tuliskan sedikit tentang kurikulum ini, tapi saya akan mencoba menuliskan lebih banyak tentang kurikulum CLE dan kenapa kami memutuskan untuk tetap menggunakannya sampai sekarang.

Buku-buku CLE kelas 5

Tentang Kurikulum CLE

Christian Light Education merupakan bagian dari Christian Light Publisher yang menyediakan kurikulum belajar berbasis ajaran Kristen untuk digunakan di sekolah atau di rumah. Materi belajar ini dikembangkan sejak tahun 1969 (50 tahun) dan terus menerus diperbaiki untuk memenuhi kebutuhan.

Continue reading “Kurikulum CLE (Christian Light Education)”

Kdrama: It’s Okay to Not be Okay

Drama ini baru selesai tayang hari Minggu kemarin, tapi saya baru selesai nontonnya hari Senin. Awalnya drama ini hampir saya tinggalkan karena beberapa menit pertama terkesan menyeramkan. Cerita dimulai dengan sebuah dongeng ala Rapunzel, seorang anak wanita yang dikekang seorang penyihir yang merupakan ibunya dan dikurung di sebuah kastil dan dilarang mempunyai teman.

Poster di Netflix

Saya memang tidak mencari tahu detail dari drama ini sebelum menontonnya, tapi mengambil asumsi dari judulnya kalau ceritanya akan membahas seputar psikologi manusia. Apalagi judul lainnya adalah Psycho but It’s Okay.

Waktu melihat bagian awalnya ada cerita penyihir, saya pikir drama ini akan menjadi drama horor. Saya memang tidak suka cerita fantasi yang mengarah ke horor, tapi ketika ceritanya berlanjut dengan pembacaan buku dongeng, saya pun jadi terpikat dengan drama ini.

Ada beberapa daya tarik dari drama ini yang membuat saya meneruskan menontonnya sampai akhir. Kalau Anda termasuk yang tidak suka horor seperti saya, ceritanya bukan cerita horor kok jadi coba teruskan saja menontonnya. Saya akan berusaha menuliskannya tanpa memberikan spoiler.

Continue reading “Kdrama: It’s Okay to Not be Okay”

The King 2 Hearts (2012): Kisah Second Lead yang Lebih Mengesankan

Sebelum seorang aktor mendapatkan peran utama, mereka harus puas menjadi pemeran pendukung atau pemeran utama kedua (second lead) yang selalu jadi korban dan nasibnya belum tentu berakhir sebahagia tokoh utama. Ada beberapa drama yang bahkan membuat penonton lebih menyukai cerita tambahan daripada cerita utamanya.

Ada banyak kisah tidak bahagia dari second lead ini, terutama kalau mereka bersaing dengan first lead alias si tokoh utama. Beberapa penonton memilih tidak meneruskan menonton filmnya karena lebih suka kalau si second lead yang mendapatkan kebahagiaan. Tapi ada juga beberapa drama di mana first lead dan second lead tidak bersaing memperebutkan orang yang sama, tapi mempunyai kisah masing-masing.

Formula drakor romcom itu biasanya selalu jelas. Biasanya akan ada setidaknya 4 tokoh utama, 2 wanita dan 2 pria. Kalau diketahui yang mana tokoh utama pertama dan tokoh utama kedua, maka yang berakhir bahagia itu pastilah tokoh utama pertama. Belum pernah ada drama di mana tokoh utama pertama sukses jadian dengan tokoh utama kedua. Makanya kadang-kadang lebih baik tidak tahu siapa yang tokoh utama pertama dan siapa tokoh utama kedua supaya tidak jadi spoiler atau berharap harap cemas.

Dalam drama dengan tema cinta bersegi-segi, biasanya karakter tokoh utama kedua bisa lebih berkualitas dari karakter tokoh utama pertama, tapi tentu saja tokoh utama pertama akan jadi pemenangnya. Contohnya saja di Don’t Dare to Dream, karakter 2 sahabat Lee Hwa-sin dan Go Jung-won, yang menyukai wanita yang sama Pyo Na-ri.

Pemirsa bisa galau bolak balik memihak Go Jung-won bisnisman di industri busana yang baik hati dan penuh kelembutan atau Lee Hwa-sin si senior news anchor yang sombong, angkuh, punya prinsip wartawan tidak boleh bohong yang membuat dia dimusuhi keluarga sendiri dan ternyata hampir terlambat menyadari perasaannya ke Pyo Na-ri.

Sebelum Jo Jung Suk mendapatkan peran utama seperti di Don’t Dare to Dream, dia juga pernah menjadi second lead yang menurut saya karakternya dan kisahnya lebih mengesankan dari kisah pemeran utamanya.

Berhubung The King 2 Hearts belum pernah saya review, jadi sekalian saja saya tuliskan untuk tulisan topik second lead ini. Tokoh utama dari drama ini ada 5 orang. Jadi selain first lead dan second lead untuk wanita dan pria, ada juga tokoh antagonis yang jahatnya ga ketulungan.

Continue reading “The King 2 Hearts (2012): Kisah Second Lead yang Lebih Mengesankan”

Upgrade ke Mi Band 5

Mi Band 5 baru saja diluncurkan secara global tanggal 15 July 2020 yang lalu. Sebenarnya Mi Band 4 yang sebelumnya dibeli bulan September tahun lalu masih baik-baik saja dan baterainya juga masih bertahan lebih dari seminggu. Tapi karena Mi Band 3 yang dibeli Maret 2019 yang kemudian dipakai Jonathan sejak saya beli Mi Band 4 sudah semakin drop baterainya, jadi ya saya cari-cari alasan aja buat ganti ke Mi Band 5.

Mi Band 5 sudah sampai

Alasan utamanya: saya cukup puas dengan pemakaian Mi Band sebelumnya, dan saya yakin fitur dari Mi Band 5 pasti lebih oke dari yang sebelumnya. Beberapa hari lalu, Joe kasih tau kalau Mi Band 5 nya sudah ada di toko online resmi di Thailand. Dengan promosi dan voucher yang ada, harganya 931 baht (sekitar 430ribu rupiah) sudah termasuk ongkos kirim. Hari ini Mi Band 5 sudah sampai, dan langsung dicoba.

Tulisan berikut ini merupakan rangkuman kesan pertama dari Mi Band 5, karena saya sebelumnya tidak pernah membaca apa fitur-fitur baru dari Mi Band 5 dibandingkan Mi Band 4. Oh ya, ini bukan iklan ya, saya nulis tidak dibayar.

Continue reading “Upgrade ke Mi Band 5”

Dinner Mate, Lebih Indah dari Cinta Pertama

Jumpa lagi dalam obrolan Kokoriyaan. Siapa yang udah selesai menonton drama Diner Mate? Kalau belum selesai dan tidak mau terpapar spoiler, silakan kembali lagi setelah selesai menontonnya. Tapi kalau tidak keberatan dengan spoiler, yuk mari sini saya ceritakan kisah Dinner Mate yang lebih indah dari kisah standar dan menjemukan tentang cinta pertama.

Mulanya dari sering makan bareng

Ceritanya

Cerita ini bermula dengan cerita untuk mewujudkan keinginan penonton CLOY di mana Seo Dan mendapat kesempatan ke-2 berpasangan dengan Alberto Gu. Eh, gak gitu juga ding, hehehe. Tapi pemerannya kebetulan memang pemeran Seo Dan dan Alberto Gu dijadikan berpasangan sejenak. Loh kenapa sejenak? Karena Seo Ji0-hye memang jadi pemeran utama tapi Kim Jung Hyun si pemeran Mr. Gu hanya menjadi cameo di drama Dinner Mate ini.

Tokoh pria di drama ini diperankan Seo Seung-heon, berprofesi sebagai psikiater yang menggunakan makanan sebagai bagian dari terapinya. Sedangkan tokoh wanitanya berprofesi sebagai produser acara konten digital (sejenis YouTube) yang sangat mengandalkan jumlah penonton dan like dari pemirsa.

Pertemuan pertama antara tokoh wanita dan pria ini bisa dibilang awalnya tidak sengaja, tapi kemudian berlanjut menjadi takdir (eh emangnya CLOY?). Jadi si tokoh wanita terbang ke Jeju Island untuk memberi kejutan ke kekasihnya, yang diperankan si Mr.Gu. Tokoh wanita ini juga berpikir kalau si pria akan melamarnya.

Continue reading “Dinner Mate, Lebih Indah dari Cinta Pertama”

Macam-macam Face Shield

Ketika perjalanan ke Bangkok kemarin, saya perhatikan ada beberapa orang menggunakan face shield selain masker. Sebenarnya sudah tahu lama tentang face shield ini, tapi mau beli langsung kok tidak ketemu juga. Akhirnya pulang dari Bangkok, kami membeli face shield secara online.

Secara garis besar ada 3 jenis face shield yang tersedia online. Tapi karena sekilas berbeda, kami membeli 5 face shield yang harganya mulai dari 19 baht sampai 150 baht. Saya akan mereview masing-masing faceshield tersebut.

Tipe pertama, model kacamata

model ini kebesaran untuk anak-anak

Waktu pertama kali melihat ini, datangnya berupa lembaran plastik dan kacamata yang terlepas dari plastiknya. Awalnya saya merasa aneh karena terlihat plastiknya buram dan tidak bening. Lalu saya berhasil melepas 1 lapisan di bagian luar plastiknya, tapi terlihat masih tetap buram. Akhirnya saya baru menyadari kalau ternyata ada 1 lapisan lagi di bagian dalam yang perlu dilepas. Dan sekarang plastiknya terlihat lebih bening.

Continue reading “Macam-macam Face Shield”