Kilas Balik Januari 2020

Berhubung hari ini saya lagi agak kekurangan ide menulis. Maka, saya memakai jurus membaca kembali tulisan lama untuk mencari ide menulis. Hasilnya? Tentu saja dapat ide berlimpah, hahaha. Beberapa hari ke depan, saya berencana untuk menuliskan kilas balik dari setiap bulan di tahun 2020 ini, melalui tulisan-tulisan yang ada di blog ini.

Lanjutkan membaca “Kilas Balik Januari 2020”

Musim Dingin di Chiang Mai 2020

Halo Desember,

Kita ketemu lagi dengan bulan Desember. Tidak terasa, tinggal 30 hari lagi tahun 2020 akan habis. Eh, terasa sih sebenarnya, tapi ya walau terasa tetap saja ya namanya sudah menjelang akhir tahun. Musim dingin di Chiang Mai juga sudah mulai terasa dibandingkan bulan sebelumnya. Padahal, musim dingin di Thailand itu secara resmi diumumkannya sejak tanggal 22 Oktober lalu. Tapi, baru beberapa hari ini benar-benar terasa musim dinginnya.

Chiang Mai sudah terasa dingin
Lanjutkan membaca “Musim Dingin di Chiang Mai 2020”

Kasus Covid Baru di Chiang Mai dan Utara Thailand

Hari ini akhir November 2020, dan Pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Vaksin sudah ada harapan, tapi entah kapan akan dijual dan berapa harganya. Kami di Thailand sudah merasa cukup aman sejak bulan Juni. Sepertinya juga aturan pemakaian masker selain karantina wajib selama 14 hari di tempat-tempat yang ditentukan sangat membantu terkendalinya kasus ini.

Beberapa hari lalu, kekhawatiran akan adanya kasus baru dari orang yang masuk secara ilegal lewat perbatasan darat benar-benar terjadi. Tapi kalau selama ini khawatirnya yang masuk itu imigran ilegal, kali ini ternyata bukan imigran, tapi warga negara Thai yang pulang tapi pulang lewat jalan ilegal karena tidak mau terkena urusan karantina.

Lanjutkan membaca “Kasus Covid Baru di Chiang Mai dan Utara Thailand”

Ternyata Komunitas Hallyu di Indonesia Banyak dan Keren

Tadi malam, seorang teman sekelas di Drakor Class memberi tahu kalau ada acara pertemuan dalam jaringan untuk komunitas hallyu (bukan halu) yang cinta dengan kebudayaan Korea. Acara ini diselenggarakan oleh Korean Cultural Center Indonesia (@kcc.id) yang berlokasi di Jakarta dalam rangka Korean Cultural Day.

Kegiatan KCC.ID ini ada banyak yang online sekarang ini gara-gara pandemi. Beberapa minggu lalu juga saya ikutan belajar bahasa Korea melalui drama Korea secara gratis. Tapi, belum sempat diceritakan saja di blog ini hehehe.

Pengumuman acara daring ketemu komunitas hallyu
Lanjutkan membaca “Ternyata Komunitas Hallyu di Indonesia Banyak dan Keren”

Joshua dan Papanya

Waktu bayi, Joshua cuma nempel ke saya (mamanya). Jarang sekali dia mau berlama-lama sama papanya. Setelah agak besar, mungkin tepatnya setelah saya berhenti menyusuinya (sekitar umur 2 tahun), Joshua mulai nempel sama papanya. Sampai sekarang, Joshua senang sekali nempel sama papanya. Awalnya, dia tidak bolehin kalau papanya berbagi perhatian ke Jona juga, tapi sekarang dia senang kalau mereka melakukan sesuatu bersama bertiga. Tulisan hari ini sekedar catatan saja, supaya suatu hari nanti, Joshua bisa membaca kelakuannya di masa kecil seperti apa.

Nempel mulu sama papanya
Lanjutkan membaca “Joshua dan Papanya”

Ketika Jumlah Like Menjadi Penting

Hari ini, 25 November, diperingati sebagai Hari Guru Nasional di Indonesia. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan Selamat hari Guru untuk para guru di Indonesia.

Tahun 2020 ini, banyak orang tua yang harus turun tangan mendampingi anak belajar di rumah akibat pandemi. Tanpa bermaksud berdebat tentang makna kata guru, saya merasa para orang tua ini juga perlu diselamati karena mereka menjadi guru pendamping selama belajar di rumah. 

Hari ini, saya juga ingin menuliskan beberapa hal yang belakangan ini saya baca tentang dinamika belajar yang terjadi di Indonesia.

Lanjutkan membaca “Ketika Jumlah Like Menjadi Penting”

24 November 2003

Hari itu merupakan hari terakhir di bulan puasa di tahun 2003. Karena perkuliahan sedang libur, aku memutuskan untuk jalan-jalan ke rumah sepupuku Dea yang ada di Depok. Joe, teman kuliahku S2 saat itu juga berencana pulang ke rumah orangtuanya di Depok. Aku belum pernah naik bis ke Depok. Biasanya kalau ke Jakarta, aku akan naik kereta api dan berhenti di Gambir. Tapi, naik bis AC biayanya lebih ekonomis daripada naik kereta api, dan relatif lebih cepat juga. Jadilah kami naik bis bareng dari Bandung ke Depok pada hari itu.

Foto iseng di dalam bis dari tempat kami duduk
Lanjutkan membaca “24 November 2003”