Mengunjungi Museum di Bangkok dan Pattaya

Saya baru tahu kalau setiap tanggal 18 Mei, diperingati sebagai hari Museum Internasional. Hari tersebut ditetapkan sejak tahun 1977 oleh International Council of Museum (ICOM). Hari Museum International ini tentunya dalam rangka membuat semakin banyak orang datang ke Museum.

Dulu saya pikir museum itu selalu menyimpan barang kuno saja dan terkait dengan sejarah, tapi menurut wikipedia museum itu sebuah bangunan atau institusi yang merawat dan menampilkan koleksi benda-benda yang sifatnya artistik, mengandung nilai budaya, sejarah, atau untuk kebutuhan ilmiah.

Ada banyak jenis museum. Walaupun kebanyakan museum mengumpulkan benda untuk kebutuhan studi dan penelitian, tapi umumnya museum itu ditujukan untuk dilihat oleh umum. Melihat benda yang ada di museum diharapkan selain memberi wawasan juga memberi kesenangan tersendiri.

Tanpa disadari, setiap jalan-jalan, kami sering memilih mengunjungi museum. Kami bahkan pernah membeli MusePass, yang merupakan kartu untuk kunjungan ke berbagai Museum di Thailand. Minggu lalu, ketika kami ke Pattaya dan Bangkok, kami juga mengunjungi beberapa museum.

Museum Ripley’s Believe It or Not!

Museum Ripley’s ini terletak di sebuah mall di Pattaya. Ada 7 atraksi terpisah yang bisa dilihat oleh pengunjung. Kita bisa memilih hanya melihat sebagian atau melihat semuanya. Sesuai dengan judul acara televisi, benda yang dipajang di sana juga aneh-aneh dan mungkin banyak yang tidak bisa dipercaya.

Museum seperti ini bukan saja menarik untuk orang dewasa, tapi juga untuk anak-anak. Akan tetapi, mungkin saja ada bagian yang terlalu menakutkan seperti atraksi Rumah Hantu ataupun atraksi Scream in the Dark.

Anak-anak senang melihat dan membaca keterangan yang dipajang di sana. Ada berbagai pajangan ilusi optik ataupun persoalan matematika yang membuat anak-anak mencoba berkali-kali. Saya akan menuliskan terpisah tentang kunjungan kami ke sana.

Children’s Discovery Museum Bangkok

Tempat ini sudah beberapa kali kami kunjungi. Salah satu alasannya adalah karena tempat ini ada cukup banyak kegiatan untuk anak-anak, dan tidak ada biaya masuk alias gratis. Lokasi Children’s Discovery Museum ini dekat sekali dengan pasar Chatucak. Kalau mengunjunginya di akhir pekan, ideal sekali anak-anak main dengan bapaknya, ibunya bisa belanja, hehehe. Tapi kami ke sana bukan di akhir pekan, jadi ya saya tidak berkesempatan belanja di pasar Chatucak.

Terakhir kali ke sini sepertinya di tahun 2017, waktu itu Joshua belum terlalu mengerti dengan permainan yang ada. Tapi kemarin ketika kami ke sana, dia sudah lebih bisa menikmati berbagai kegiatan dan permainan yang ada.

Ada berbagai kegiatan yang dibagi menurut umur. Ada outdoor dan indoor juga. Di masa pasca pandemi ini, untuk mengunjungi tempat itu diwajibkan menunjukkan bukti antigen dalam waktu 24 jam terakhir. Selain itu, untuk kegiatan di dalam ruangan, selalu dibatasi 40 menit saja, karena setiap pergantian jam, 20 menit terakhir digunakan untuk membersihkan ruangan. Mereka memang sangat serius mengupayakan jangan sampai ada anak yang terinfeksi Covid-19 ataupun penyakit menular lainnya di sana.

Museum Madame Tussauds Bangkok

Di Ripley’s Pattaya, ada juga salah satu kegiatannya melihat patung-patung lilin seperti di museum Madame Tussauds ini. Tapi orang-orangnya yang dibikin patung lilinnya tentu berbeda. Kalau di Ripley’s yang dibuat adalah patung lilin dari keanehan yang ada, sedangkan di Madame Tussauds Bangkok isinya tokoh ternama mulai dari pemimpin negara, olahragawan sampai artis ternama.

Sebenarnya, awalnya kami tidak berniat untuk mengunjungi Museum Madame Tussauds ini. Kami pikir, anak-anak belum tentu mengenali tokoh-tokoh yang ada. Akan tetapi, karena toh sudah tidak harus bayar lagi (digabung dengan paket dari melihat Ocean World Bangkok) dan toh masih ada waktu, kami jadi juga melihat Madame Tussauds ini.

Anak-anak (terutama yang besar), ternyata lebih memperhatikan dan jadi bertanya tentang tokoh-tokoh yang ada. Mereka bahkan sempat juga ikutan main game Wii dari display yang disediakan di sana.

Science Centre for Education (Bangkok Planetarium)

Salah satu tempat yang juga menarik untuk dikunjungi di Bangkok adalah Science Centre for Education alias pusat ilmu pengetahuan. Tempat ini sudah beberapa kali kami kunjungi sebelumnya. Akan tetapi, karena sedang direnovasi, ternyata tempatnya dipindahkan dan isinya semakin wow.

Tiket masuk ke tempat ini juga relatif murah, ada 7 lantai yang bisa dikunjungi dengan berbagai topik berbeda yang bisa dilihat. Oh ya, kami tidak ke planetariumnya, karena sebelumnya kami sudah pernah ke sana dan penjelasannya semua dalam bahasa Thai yang belum sepenuhnya bisa saya mengerti.

Dari semua lantai, yang paling menyenangkan buat Joshua tentu saja lantai pertama, karena di sana dia bisa main game scratch walau sebentar saja. Namanya liburan, lama ga ketemu komputer. Sekalinya ketemu komputer yang ada scratchnya, dia langsung bahagia banget. Makanya ketika pulang ke Chiang Mai, dia langsung sibuk lagi melanjutkan belajar program Scratch.

Penutup

Nantikan tulisan saya tentang masing-masing tempat yang kami kunjungi tersebut. Tapi untuk saat ini saya minta rekomendasi, seandainya pulang ke Jakarta/ Bandung/ Jogja/ Solo/ Bali apakah ada museum yang menarik untuk dikunjungi bersama anak-anak?

Satu tanggapan pada “Mengunjungi Museum di Bangkok dan Pattaya”

  1. Eh baru tahu kalau Bangkok banyak museum gini ya Risna, asik – asik kayanya. Mau deh nanti kalau ada kesempatan ke Bangkok lagi.

Tinggalkan Balasan ke May Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: