Pentingnya sebuah gelar

Sebuah gelar Sarjana, Master atau PhD kadang tidak penting sama sekali. Kadang seorang pengusaha bisa sukses tanpa gelar sama sekali. Kadang gelar yang susah payah diraih sama sekali tidak terpakai. Kalau gitu apakah perlu meneruskan kuliah? Ini sekedar bahan renungan buat mereka yang ragu atau capek meneruskan kuliah.

Saya dan istri saya beruntung bisa menyelesaikan gelar sampai Master dengan cepat dan lancar, tapi banyak juga yang sulit sekali perjuangannya. Mulai dari masalah dana, masalah sulitnya mengikuti materi kuliah, dan bahkan sebagian harus bersusah payah mengatur waktu bekerja dan waktu untuk keluarga.

Jika Anda yakin 100% dengan jalan hidup Anda dan yakin tidak akan menyesal di masa depan, silakan berhenti kuliah. Tapi jika belum yakin, maka teruskanlah. Sebuah gelar artinya bisa sangat penting di masa depan. Contohnya: mungkin Anda punya kemampuan bagus sekali dan ingin bekerja di luar negeri, tapi tidak bisa mendapatkan visa ke negara tertentu karena tidak punya gelar Sarjana.

Untuk meyakinkan diri meneruskan kuliah, lihat juga berbagai statistik yang ada. Di berbagai kisah inspiratif, banyak orang kaya yang tidak kuliah, tapi jika dilihat lebih jelas lagi: kebanyakan yang tidak kuliah nasibnya kurang bagus dibanding yang kuliah.

Kuliah dan gelar memang bukan jaminan, tapi menurut saya ini bagian dari sebuah usaha. Tidak semua usaha membuahkan hasil, tapi bukan berarti yang dilakukan itu sia-sia.

Joshua dan Angka

Posting ini cuma mau mendokumentasikan beberapa cara Joshua bermain dengan angka, supaya ingat kapan dia semakin mengenal angka. Semua ini mau-maunya dia saja dan gak pernah kami suruh, jadi dia memang kreatif kalau mau belajar sesuatu bisa menemukan caranya sendiri.

Sekarang ini Joshua sudah lancar berhitung sampai beberapa ratus, bahkan menghitung mundur dari 100 kembali ke nol juga dia sering lakukan dengan sabar (saya yang ga sabar nungguin dia ngitung mundur hehehe).

hitung 100 ke 200 pakai punya kakaknya

Oh ya, Joshua paling lancar menghitung dalam bahasa Inggris. Tapi juga dia bisa berhitung sampai 20 dalam bahasa Indonesia dan Thailand. Beberapa waktu lalu dia mulai mempelajari menghitung dalam bahasa Mandarin sampai 10, dan waktu saya belajar angka dalam bahasa Korea, dia juga ikutan menghitung dalam bahasa Korea sampai 20 hehehe.

Selain mainan playdough untuk membuat angka-angka, sekarang ini kalau dikasih ipad ujung-ujungnya juga menulis angka sambil memilih warnanya. Dia akan menuliskan angka, lalu misalnya menyebut five blue. Kalau kita ada disampingnya, kita akan dia tarik untuk ikut menyebutkan five blue.

Kadang-kadang dia sangat rajin, bikin bingkai angka pakai warna hitam, lalu warna tengahnya dia isi warna berbeda. Lalu ya dia minta kita sebut nama angkanya dan warnanya.

Selain menulis angka, dia juga senang mengetik angka. Kalau papanya lagi bekerja dengan laptop, dia akan mengambil alih laptop dan mengetik nomor-nomor.

mengetik angka

Joshua ini memang ada musimnya, sebelumnya musim alphabet, lalu musim berusaha membaca, lalu musim menghapalkan tabel perkalian tanpa mengerti konsep perkalian. Sekarang ini musimnya kembali membentuk angka sambil mempelajari dasar penjumlahan.

Dia suka menjumlahkan dengan jarinya, atau dengan benda-benda yang bisa dia hitung, atau bahkan dengan menggambarkan bulatan-bulatan untuk dihitung di white board.

Saya gak tahu setelah ini musim apalagi untuk Joshua, tapi selama dia mau belajar dengan semangat (tanpa disuruh), saya sih senang karena tandanya dia memang ingin belajar dan mudah-mudahan semangat belajarnya tetap ada sampai besar nantinya.

Joshua dan Playdough

Joshua saat ini berumur 3 tahun 9 bulan. Dia sudah bisa berhitung sampai 100 dari beberapa bulan yang lalu, saya lupa persisnya. Setiap kali dia sedang semangat dengan 1 hal, dia akan mengulang-ulang hal yang sama setiap harinya sampai dia merasa menguasai hal tersebut atau ada hal lain yang lebih menantang buat dia.

Setelah beberapa waktu lalu dia berusaha menghapal tabel perkalian, dia kembali lagi tertarik dengan angka. Kali ini dia punya hobi baru, main playdough. Cetakan playdoughnya ada angka dan huruf, entah kenapa dia cuma mau bikin angka saja. Saya coba tawarkan, mau bikin a b c, dia bilang nggak, mau angka saja.

Sudah beberapa hari ini dia dengan tekun main playdough bikin angka 0 sampai 10, lalu diteruskan sampai beberapa belas. Awalnya tentunya dia minta kami yang bantuin, tapi belakangan dia mulai bisa main sendiri. Pemilihan dough juga ternyata membantu membuat dia bisa main sendiri.

Sebelumnya, kami main playdough homemade. Lalu karena saya belum bikin lagi, papanya inisiatif beliin playdough merek Crayola. Playdough Crayola ini ternyata gampang sekali mengering. Baru dimainkan pagi hari, sorenya sudah jadi kepingan keras seperti sengaja dikeringkan.

Pengalaman mengeringnya playdough crayola, membuat kami membeli merk PlayDoh. Tapi ya ternyata kalau dimainkannya seharian dan gak langsung disimpan, keesokan harinya doughnya terasa agak mengering walau gak seperti Crayola.

PlayDoh orange

Tadi pagi, Joshua insist mau main playdough yang orange, selama ini dia tidak menunjukkan punya warna favorit, ternyata sekarang dia mulai punya warna favorit.

Setelah beberapa lama main dengan dough orange yang sudah agak keras, akhirnya saya bujukin supaya ganti warna, dan dia pilih warna biru.

PlayDoh Biru

Hari ini, dia membuat bola-bola untuk dihitung setiap kali selesai membuat angkanya. Jadi dia akan cetak angka, lalu menunjuk sejumlah bulatan dough yang ada sambil berhitung.

Joshua selalu menemukan cara bermainnya sendiri, kadang-kadang saya heran darimana ide dia untuk bermain seperti itu. Tapi biasanya ya saya ikuti saja maunya seperti apa, asal gak harus terus menerus ditemani.

Sepertinya kalau PlayDoh kali ini habis, saya harus bikin sendiri lagi supaya bisa puas mainnya dan gak selalu kekeringan seperti sekarang.

Masa Liburan Sekolah di Chiang Mai

Tahun ajaran akademik di Chiang Mai dimulai sekitar pertengahan bulan Mei sampai Oktober, lalu anak-anak sekolah akan libur sekitar sebulan dan term ke-2 mulai November sampai Maret. Lalu anak sekolah di sini akan libur sekitar 2 bulan, jadi pas Liburan Songkran alias Tahun Baru Thailand di pertengahan April, sekolah itu sudah pasti libur.

Biasanya liburan Songkran orang Thailand berkumpul bersama keluarga atau jalan-jalan sekeluarga untuk liburan musim panas. Di saat libur sekolah, arus lalu lintas juga lebih kosong dari biasanya, karena tentunya tidak ada kesibukan antar jemput anak ke sekolah. Tapi kan Songkran itu cuma beberapa hari, sedangkan liburan sekolah itu 2 bulan. Anak-anak liburan sekolah ngapain aja dong?

Satu hal yang saya perhatikan berbeda dengan di Indonesia jaman saya sekolah dulu, masa liburan di sini itu banyak kegiatan di sekolah yang disebut summer camp atau holiday camp. Jangan bayangkan camp itu kegiatan menginap, camp ini sebenarnya gak beda dengan kegiatan sekolah, tapi ya tentunya lebih banyak mainnya, gak harus pakai seragam dan gak ada pekerjaan rumah.

Kegiatan camp yang ditawarkan sekolah-sekolah ini biasanya merupakan alternatif buat orangtua yang ga bisa cuti untuk pergi liburan ke luar kota. Saya perhatikan, untuk orangtua yang anaknya masih kecil, camp ini walau harganya lebih mahal dari uang sekolah biasanya, tapi jadi solusi untuk menitipkan anak daripada anaknya main gadget aja seharian.

Untuk homeschoolers seperti kami, kegiatan camp ini merupakan waktunya untuk sosialisasi dan sekalian sebagai hari “liburan mama dari mengajar” hehehe. Minggu lalu Jonathan dan Joshua saya ikutkan salah satu camp selama 5 hari. Setiap hari dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Mereka cukup senang karena mendapatkan banyak teman baru dan kegiatan yang berbeda dari biasanya. Buat Jonathan, dia senang karena libur dari mengerjakan tugas sekolah, buat Joshua ya pengalaman kalau sekolah seperti apa.

Kegiatan camp nya ngapain aja sih? ya biasanya mereka sosialisasi dengan anak-anak lain, masak-masak, eksperimen science, bikin craft bareng, dan tentunya melatih anak-anak punya keteraturan. Untuk anak seumuran Joshua, mereka bahkan dikasih kesempatan tidur siang setelah jam makan siang.

Kegiatan camp yang diadakan sekolah-sekolah sifatnya tidak wajib diikuti dan mereka menerima umum yang bukan murid di sekolah tersebut. Biasanya setiap minggu akan dibuat tema yang berbeda-beda. Anak-anak bisa daftar hanya 1 minggu atau ikut full. Kalau liburnya sebulan, misal mau ikut full harganya akan lebih murah dibanding ambil perminggu. Kegiatan camp ini win-win sih, anak-anak happy, orangtua yang bekerja bisa tetap bekerja, orangtua yang biasanya ngadepin anak 24 jam jadi bisa istirahat sejenak hehehe.

Dulu waktu Jonathan ikut kelas aerial silk dan piano, ada juga kegiatan camp seperti ini. Pilihannya bisa setengah hari ataupun dari jam 9 sampai jam 3 sore. Di tempat les gambar Jonathan juga sekarang ini ada minggu kraft khusus. Biasanya les nya sekali datang itu 2 jam, untuk kegiatan membuat craft ini, 1 sesi nya 3 jam dan setiap hari.

Karena sudah ada yang mengumpulkan informasi summer camp ini, saya gak akan tuliskan detail apa saja camp yang ada. Silakan kunjungi blog family guide in Chiang Mai untuk melihat ada apa saja kegiatan camp di tahun 2019 ini.

Kalau di Indonesia ada gak ya kegiatan liburan begini yang diisi dengan berbagai hal yang menarik untuk anak-anak? Kalau dulu sih jaman saya sekolah, udah jelas gak ada, tapi sekarang kan udah beda jamannya dengan dulu. Kalau dulu libur sekolah gak butuh camp, tinggal main ama anak tetangga seharian, nah kalau sekarang gimana?

Mars dan Jingle Pemilu

Masih sambungan dari ngumpul sosialisasi pemilu kemarin, pulang ke rumah jadi teringat lagu mars pemilu. Eh waktu nyari di YouTube, ternyata taun 2019 lagunya udah ganti. Lagu yang baru lebih bernada riang gembira, tapi mungkin karena belum biasa, rasanya mars yang lama lebih gampang dihapalin.

Supaya gak lupa, saya akan coba tuliskan di sini lirik Mars Pemilu yang diciptakan oleh Mochtar Embut. Lagu ini masih cukup relevan, walaupun nama kabinetnya sudah bukan kabinet ampera lagi, dan saya sendiri harus ingat-ingat ampera itu singkatan dari amanat penderitaaan rakyat. Jadi kabinetnya dulu mengemban misi untuk mengangkat taraf hidup rakyat lepas dari penderitaan akibat penjajahan sebelumnya.

Pemilihan umum telah memanggil kita
S'luruh rakyat menyambut gembira
Hak Demokrasi Pancasila
Hikmah Indonesia merdeka

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya
Pengemban Ampera yang setia
Di bawah Undang Undang Dasar 45
Kita menuju ke pemilihan umum

Mars Pemilu yang lama ini dikenal dengan sebutan mars pemilu orde baru. Dulu saya ingat, menjelang pemilu akan sering diputar di TVRI (dulu stasiun tv cuma ada TVRI), makanya sampai hapal seperti hipnotis hehehe. Tapi idenya bagus sih, mengingatkan biar jangan sampai gak ikutan kasih suara.

Untuk Mars pemilu yang baru, saya baca katanya sudah ada sejak orde reformasi, tapi mungkin karena saya sudah lama tidak pemilu di Indonesia, jadi gak tau juga kalau lagunya sudah ganti dan tidak tahu seberapa sering lagunya ini diperdengarkan di stasiun tv atau radio.

Lirik lagu pemilu baru, diciptakan oleh Nortier Simanungkalit.

Pemilihan umum kini menyapa kita
Ayo songsong dengan gempita
Kita pilih wakil rakyat anggota DPR, DPD, dan DPRD

Mari mengamalkan Pancasila
Undang-undang Dasar 45
Memilih presiden dan wakil presiden
Tegakkan reformasi Indonesia

Laksanakan dengan jujur adil dan cermat
Pilih dengan hati gembira
Langsung umum bebas rahasia
Dirahmati Tuhan yang Maha Esa


Selain mars pemilu sekarang ada lagi namanya jingle pemilu 2019, saya juga baru liat hari ini hehehe

Berikut ini liriknya:

Tiba saatnya Indonesia untuk memilih (Yuk Memilih)
Besama datang ke TPS salurkan aspirasi
Langsung Umum Bebas Rahasia Jujur dan Adil
Demi Indonesia Damai Sejahtera
(Ayo !!!)
Kita Memilih untuk Indonesia
Menggapai cita lewat suara kita
Bagimu Indonesia Sukseskan Demokrasi
Jadi pemilih berdaulat Negara Indonesia Kuat
Jadi pemilih berdaulat Negara Indonesia Kuat
Penyanyi : Kikan
Pencipta Lagu : L. Agus Wahyudi M
Aransemen Lagu : Eros (Sheila On 7)

Jadi sekarang, udah bisa ikut nyanyi dan tetap ingat untuk gunakan hak pilih ya!

Sosialisasi Pemilu 2019 di Chiang Mai

Hari ini, Sabtu 16 Maret 2019, warga Indonesia di Chiang Mai mendapatkan sosialisasi pemilu oleh panitia pemilu luar negeri daerah Bangkok. Walaupun kami jauh dari tanah air, dan jauh dari kedutaan, tidak menghalangi hak sebagai warga negara Indonesia untuk memberikan suara, memilih Presiden dan wakilnya, dan juga memilih anggota DPR untuk Dapil DKI II.

Bapak-bapak panitia PPLN Bangkok dan juga layanan kekonsuleran dari KBRI Bangkok datang ke Chiang Mai dengan 2 agenda utama dan 1 agenda yang ditunggu-tunggu. Agenda pertama yaitu memberitahukan mengenai aplikasi lapor diri WNI di luar negeri dengan nama Peduli WNI dari kementerian Luar Negeri. Berbeda dengan aplikasi lapor diri sebelumnya yang sifatnya lokal dari KBRI Bangkok, kali ini aplikasinya terpusat dari kemlu dan sifatnya untuk seluruh WNI di manapun berada. Tujuan dari adanya aplikasi ini untuk membuat data terpusat mengenai keberadaan WNI yang ada di luar negeri dengan cara melaporkan berdasarkan informasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di e-KTP.

Untuk yang sudah pernah daftar diri seperti kami, disarankan tetap mendaftarkan diri lagi melalui aplikasi Peduli WNI ini, karena aplikasi yang lama tidak langsung terhubung dengan aplikasi yang baru ini. Harapannya, semoga saja kedepannya tidak selalu berulang harus daftar diri berkali-kali setiap ganti aplikasi.

Agenda ke-2 yaitu sosialisasi tata laksana pemilu terutama untuk WNI yang bertempat tinggal di wilayah Thailand. Beberapa bulan lalu, sudah pernah ada sosialisasi untuk mengingatkan kami mengecek apakah kami sudah terdaftar untuk pemilu, dan metode pemilihannya bisa lewat pos ataupun datang langsung ke KBRI Bangkok. Untuk kami yang jauh dari Bangkok, tentunya pilihan lewat pos lebih mudah. Tahun ini merupakan tahun ke -3 buat kami menyalurkan hak pilih kami dengan kirim dari pos. Berbeda dengan pelaksanaan 2 pemilu sebelumnya, tahun ini surat suara untuk memilih Presiden dan anggota DPR dikirimkan sekaligus dalam 1 amplop. Sebelumya, pelaksaan pemilihan anggota DPR dan Presiden terpisah tanggalnya, sehingga kami mendapatkan surat suara yang harus dikirmkan kembali 2 kali.

Setelah dijelaskan bagaimana memilih yang baik dan memastikan suara kami sah, dijelaskan juga kalau masing-masing surat suara harus dimasukkan ke amplopnya dalam keadaan di lem. Jadi nantinya akan ada surat suara untuk memilih presiden dan wakilanya dalam 1 amplop yang harus di lem, lalu surat suara untuk memilih anggota DPR Dapil DKI II dalam 1 amplop lain yang juga harus di lem. Nantinya 2 amplop tersebut beserta surat C-6 yang kami tandatangani di masukkan lagi ke dalam amplop besar yang sudah disediakan juga lengkap dengan alamat pengembalian dan perangko. Tentunya amplop terakhir jangan lupa di lem juga dan tinggal masukkan ke kotak pos di Thailand. Nantinya semua surat suara yang masuk sampai tanggal 16 April akan dibuka bersama-sama untuk dihitung pada tanggal 17 April 2019 di KBRI Bangkok. Jadi untuk teman-teman yang sudah punya surat suara dikirim lewat pos, jangan ditunda-tunda untuk mengirimkan kembali lewat pos ke kedutaan ya.

Oh ya, jadi tadi, kami sudah diberikan surat suara dan tinggal coblos dan kembalikan saja lewat pos. Beberapa teman yang baru datang ke Chiang Mai dan ternyata belum pindah terdaftarnya menjadi pemilih luar negeri kemungkinan masih bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan hak pilihnya tentunya dengan menunjukkan e-ktp dan akan di cek statusnya terlebih dahulu.

Foto bersama sebagian warga Indonesia di Chiang Mai dan panitia pemilu yang datang dari Bangkok.

Agenda yang ditunggu-tunggunya tentunya makan siang bersama hehehe. Setelah mendapatkan penjelasan untuk melapor diri melalui aplikasi Peduli WNI, dan sosialisasi mengenai pemilu 2019, tentunya gak lengkap kalau pulang dalam keadaan lapar hehehe. Setelah makan siang, perut kenyang hati senang, tidak lupa foto-foto dulu di tepi kolam untuk mendokumentasikan dan biar ingat acara ini hehehe.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, aman gak tuh surat suaranya? nantinya di Bangkok mereka akan mendata surat suara yang kembali berapa banyak. Harapannya sih kalau kantor pos sini bekerja dengan baik, tentunya gak ada masalah surat suara hilang di kantor pos. Kalau masalah nanti suara kita ketahuan dong? ya nggak juga, karena surat suara kita yang di lem akan dimasukkan ke kotak suara yang dijaga 24 jam dan diawasi dengan cctv. Nantinya surat suara kita dibuka bersama-sama dengan yang lain. Jadi asas kerahasiaan tetap terjaga.

Pemilu di luar negeri akan diadakan serentak hari rabu 1o April 2019. Sedangkan pemilu di Indonesia diadakan 17 April 2019. Mungkin ada yang bertanya-tanya, nanti bisa ada suara ganda dong? untuk hal ini, kalau ketahuan akan ada hukumannya, jadi semuanya akan dicatat berdasarkan nomor induk kependudukan dan bisa ketahuan kalau ada yang curang.

Ayo kita sukseskan pemilu 2019, gunakan hak pilih Anda. Jangan sampai golput karena golput itu bukan solusi dan bukan pilihan. Jangan lupa asas LUBER (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) dalam pemilu, silakan pilih apa yang kamu mau, tapi jangan tanya pilihan saya, karena itu rahasia hehehe.

Ke Bioskop Lagi

Setelah sekian lama gak ke Bioskop, akhirnya tadi dapat kesempatan nonton berdua doang hehehe. Mumpung anak-anak lagi ikutan kegiatan musim panas dan Joe pulang bisa ijin pulang cepat. Dari kemaren sebenernya udah pengen nonton Captain Marvel, tapi ya Joshua sepertinya belum bisa di ajak nonton ke bioskop. Terakhir itu diajak nonton dia malah pengen keluar dari bioskop melulu, jadi ya gak bisa menonton dengan tenang. Jonathan sebenernya sudah bisa diajak nonton, beberapa kali malah Joe dan Jonathan aja nonton berdua.

Film Captain Marvel ini sesuai judulnya merupakan bagian dari cerita dari Marvel Comic. Tokohnya berbeda dari biasanya, kali ini perempuan. Di posting ini gak akan membahas ceritanya, tapi secara umum filmnya menarik dan adegan berantemnya juga lumayanlah. Oh ya, film ini bukan film anak-anak karena banyak adegan berantemnya. Kapan-kapan bakal nulis soal ceritanya, kalau nggak minta Joe yang nulis review filmnya hehehe.

Di Thailand, sebelum film dimulai ada banyak iklan dan juga memutar 1 lagu penghormatan kepada rajanya. Joe sempat bertanya-tanya, kira-kira gimana ya video yang ditampilkan ketika ada lagu penghormatan kepada rajanya sekarang. Video yang ditampilkan biasanya berganti setelah beberapa waktu, dan kali ini diperlihatkan masa transisi dari raja yang lama ke raja yang baru. Jadi dalam videonya ditunjukkan bagaimana sang ayah mendampingi putranya sejak kecil sampai besar setiap kali ada kegiatan kunjungan ke daerah. Menurut saya, videonya cukup menyentuh, salut untuk yang memikirkan konsep videonya.

Karena acara anak-anak itu dari jam 9 sampai jam 3 sore, kami memilih untuk nonton siang. Untungnya ada yang mulainya jam 12.30, jadi kami sekalian makan siang di mall dan nonton. Tapi karena filmnya saja 2 jam dan iklan sebelumnya 30 menit, kami gak kebagian nonton ekstra ending dari filmnya. Buru-buru jemput anak-anak ke tempat kegiatan mereka.

Beli tiket di sini sejak beberapa waktu lalu sudah langsung pakai e-tiket. Kalau dulu sebelum punya anak, kami beli kartu prabayar supaya tiketnya lebih murah. Terus sejak jarang ke bioskop ya kami gak beli lagi. Tapi sekarang mesinnya bisa nerima kartu kredit, jadi tadi beli tiketnya pakai kartu kredit saja. Sebenarnya tadi rencana beli online pakai aplikasinya, tapi entah kenapa tadi gagal mulu beli onlinenya.

Harga tiket bioskop belum banyak perubahan dari beberapa tahun lalu. Kami beli yang kursinya lebih besar dan lebih belakang, seorang 190 Baht. Kalau 5 baris lebih depannya bedanya sekitar 20 baht per orang. Sebenarnya ada promosi hari tertentu di mana harga tiket cuma 100 baht/orang, tapi ya kami bisanya hari ini, jadi gak apa-apalah bayar lebih.

Dari iklan/trailer film yang ditampilkan, ada beberapa yang sepertinya cukup menarik untuk ditonton di bioskop. Tapi gak tau nih bakal dapat kesempatan lagi gak nonton di bioskop. Buat sebagian orang, punya anak memang tidak jadi halangan buat nonton ke bioskop ber-2, apalagi kalau punya mbak atau kakek nenek yang bisa dititipin anak-anak. Buat kami, ninggalin anak-anak di rumah untuk nonton ke bioskop itu rasanya gak tega. Kalau anak-anak lagi ada acara yang cukup fun buat mereka, ya sah-sah saja kami juga nonton ke bioskop. Jadi kita lihat saja kapan lagi ada acara di mana anak-anak bisa dititipkan hehehe.

Sekian lama gak nonton ke bioskop, saya jadi ingat lagi kenapa beberapa film action itu gak terasa menarik kalau nonton di rumah. Emang beda rasanya nonton dengan layar lebar dan sound system yang bagus, dibanding nonton di rumah dengan gangguan anak-anak hehehe. Tapi kalau di bioskop pakai gangguan anak-anak juga gak lebih baik hehehe. Satu aja sih kekurangannya nonton di bioskop sini, saya belum bisa baca subtitle Thai nya, dan harus mendengarkan percakapannya supaya bisa mengerti mereka lagi ngomong apa. Kalau di rumah biasanya kami nonton pasti ada subtitle bahasa Inggrisnya, jadi walau suaranya kurang jelas, tetap bisa mengikuti ceritanya. Mudah-mudahan dapat kesempatan lagi nonton film-film berikutnya di bioskop tahun ini.