Kdrama: My Mister

sumber wikipedia: https://en.wikipedia.org/wiki/My_Mister

Drama My Mister ini tidak termasuk dalam genre yang biasanya saya tonton. Tapi kemarin setelah menonton beberapa genre romance comedy, agak bosan dengan cerita-cerita klise. Iseng lihat film apa yang kira-kira menarik ya, coba liat deh drama yang dapat award sebagai best drama di Baeksang Award tahun 2019: My Mister.

Tanpa membaca resensi sebelumnya dan bahkan tidak tau siapa nama pemerannya, jadilah saya mulai menonton ‘My Mister’. Kesan saya? film ini sangat menyedihkan! Kalau ini kisah cinta yang menyedihkan pasti saya sudah berhenti menontonnya di episode pertama, tapi karena ceritanya lebih ke cerita kehidupan, saya terusin deh nontonnya sampai habis walaupun butuh waktu lebih lama mencernanya hehehe.

Sedikit catatan, kalau kamu tipe orang yang gampang stress sedih menangis berkelanjutan atau depresi, sebaiknya jangan menonton drama ini. Kadang-kadang melihat kehidupan orang lain yang punya lebih banyak masalah dari kita memang bisa membuat kita merasa lebih baik, tapi bisa juga membuat kita jadi semakin terbeban.

Tokoh Wanita: Si Pegawai Temporer

Cerita drama ini tentang seorang wanita berusia 21 tahun yang sudah tidak punya orang tua dan harus mengurus neneknya yang bisu, tuli dan lumpuh. Selain itu, dia juga harus membayar cicilan hutang orangtuanya ke rentenir.

Untuk membiayai hidupnya dan neneknya, dia bekerja sebagai pegawai temporer di sebuah perusahaan konstruksi yang tugasnya membantu sebuah tim inspeksi bangunan dalam hal distribusi surat-surat ataupun fotokopi dokumen dan mengentri data ke komputer. Di kantornya tentunya dia tidak membutuhkan berinteraksi dengan teman kerjanya. Jadi digambarkan tokoh ini jarang sekali berbicara.

Pulang dari pekerjaan temporer, dia juga sambil bekerja paruh waktu mencuci piring di restoran besar. Digambarkan, untuk menghemat, dia bahkan menyisihkan sisa makanan yang ada di piring sebelum dia cuci untuk di bawa pulang dan di makan kemudian.

Udah cukup sedih belum? Nah jadi neneknya tadinya dia masukkan ke panti jompo supaya ada yang mengurus selagi dia kerja, tapi karena dia gak punya duit untuk bayar biaya rutinnya, akhirnya dia harus membawa neneknya pulang. Harusnya dia bereskan biaya administrasinya dulu sebelum bisa bawa neneknya pulang, tapi ya namanya gak punya duit, dia pun ‘menyelundupkan’ neneknya keluar dari rumah jompo itu. Karena dia gak kuat untuk gendong neneknya, sampe di satu titik, dia bawa neneknya menggunakan keranjang belanja dari supermarket dekat rumahnya.

Haduuuh, udah deh gak usah lanjutin nontonnya ya, sedih amat sih. Itu rentenirnya juga jahat banget, nagihnya sampe ditungguin di rumahnya. Ceritanya ternyata si rentenir yang sekarang menagih ke dia adalah teman tumbuh bersama di masa kecilnya, orangtuanya berhutang itu ke orangtua si rentenir.

Somehow si rentenir mewarisi pekerjaan jadi rentenir dari orangtuanya dan si cewek juga mewarisi hutang dari orangtuanya. Namanya uang ya, walau waktu kecil tumbuh bersama, tetap aja dihitung tuh bunga hutangnya. Gak ada tuh ceritanya dibebaskan dari hutang karena ada perasaan kasihan misalnya.

Filmnya selain sedih juga ada beberapa bagian adegan kekerasan. Si rentenir ini menagih hutang kadang-kadang main pukul, tapi si cewek juga preman, nggak diam aja menerima, dia melawan dong dan kadang pukul balik. Tapi ya namanya tenaga cewek yang badannya lebih kecil, walau semangat tinggi tapi karena basically dia kurang makan ya mana bisa melawan cowok tinggi besar.

Jadi gimana ceritanya, akankah si cewek bisa melunasi hutang dan bunganya yang sudah banyak itu? tonton aja deh kalau mau tahu.

Loh jadi ini my mister nya mana? katanya judulnya my mister, kok ceritanya tentang si cewek. Si rentenir kan belum mister, katanya tumbuh bersama, kemungkinan si rentenir paling beda dikit umurnya dari si cewek.

Tokoh Pria: Si Mister

Hehehe, sabar…ini kan ceritanya biar gak terlalu spoiler, jadi ceritanya dari sudut pandang pemeran utama wanita dulu. Nah jadi si cewek 21 tahun itu kerja di perusahaan konstruksi jadi pegawai sementara untuk membantu tim nya si mister. Si mister ini insinyur sturktural, tapi karena politik di kantornya, dia dipindahkan jadi tim inspeksi keamanan gedung.

Si mister ini digambarkan orang yang lurus-lurus aja. Pekerja keras, cerdas, teliti, serius, dan selalu baik hati ke semua orang. Mister baik hati ini istrinya pengacara,sudah punya anak 1 di sekolahkan di Amerika. Bagian yang ini saya kurang jelas anaknya tinggal dengan siapa di Amerika, karena anaknya paling juga masih SD dan masih cukup muda. Mungkin ada di sebut umurnya, bisa jadi saya terlewat, tapi dari fotonya sih paling anaknya sekitar 8 – 10 tahun.

Si mister anak ke-2 dari 3 bersaudara yang mana laki-laki semua. Mereka tinggal di perkampungan yang saling mengenal satu sama lain dan bahkan sudah berteman sejak kecil dan bersekolah di sekolah yang sama. Kegiatan mister ini tiap hari pulang kerja ngumpul dengan 2 saudaranya yang lain dan kadang dengan teman-teman sekolahnya yang tergabung dalam klub bola untuk minum-minum di salah satu warung minum milik temannya juga.

Bagian minum-minum setiap hari ini sebenarnya bagian yang paling saya tidak suka dari drama Korea. Tapi kalau dari cerita tukang pijet di sini, anaknya juga tiap hari pulang kerja suka minum-minum sama teman-temannya dan bahkan sama adiknya juga (anak tukang pijet saya 2 laki-laki) dan ya sering juga mabuk katanya. Siapa yang bayarin minum-minum tiap hari? kadang ya patungan bagi rata rekeningnya, kadang ada yang traktir gantian.

Kehidupan si mister ini yang awalnya baik-baik saja berubah sejak ada usaha menyuap bos nya yang salah alamat ke dia karena namanya mirip.

Dikisahkan abangnya mister sudah tidak bekerja dan berpisah dari istrinya karena urusan hutang (bikin bisnis gak sukses), mamanya si mister minta tolong biar si mister modalin abangnya. Lah si mister juga masih pegawai biasa, jadi gak punya duit untuk modalin abangnya. Lagi mikir-mikir gimana caranya biar dapat duit untuk modalin abangnya, eh ada orang datang kasih amplop isinya duit segepok.

Namanya godaan ya, orang lurus seperti si mister pun agak tergoda untuk menerima suap tersebut. Tapi si mister heran, kenapa juga dia di suap? dia kan gak begitu tinggi jabatannya sampai harus di suap? Lagi sambil mikir, dia simpan tuh duit ke laci mejanya dan rencana diambil sebelum pulang. Tapi ternyata, si pegawai temporer yang saat itu pakai kacamata hitam untuk menutupi bekas pukulan rentenir melihat gerak gerik si mister yang berusaha menyembunyikan uang suap ke lacinya.

Bagian ini agak terlalu panjang untuk diceritakan dan ga mau spoiler tapi intinya si cewek pegawai temporer berusaha mengambil uang suap si mister buat bayar hutang, karena toh dia tahu si mister kemungkinan ga akan terima tuh uang suap. Plus gak mungkin si mister bakal umumkan duit suap hilang.

Si cewek mengalihkan perhatian si mister dengan minta dibelikan makan malam dan minum sepulang kerja. Si mister yang takut ketahuan disuap mengiyakan membelikan makanan buat si cewe dan minum dengan niat balik lagi ke kantor setelahnya untuk ambil amplopnya. Tapi tentunya si mister gak jadi naik ke ruang kantornya karena lift sedang di service. Tapi keesokan harinya, si mister datang pagi-pagi mau ambil amplopnya ternyata sudah ga ada dong.

Haduh itu episode pertama loh semuanya diceritakan. Ampun ya ceritanya rumit amat. Terus sampai beberapa episode itu ceritanya banyak politik kantor usaha menjatuhkan bos nya si mister dan si mister biar dipecat atau minta berhenti dari kantor.

Sampai di titik ini, saya malah jadi penasaran, ini drama kok bisa jadi drama terbaik sih. Jalan ceritanya terlalu lamban rasanya, cerita sedih cenderung membuat waktu berjalan terasa lambat memang. Tapi kebetulan-kebetulan yang terjadi terasa masuk akal dan akhirnya duit yang hilang dari laci malah menyelamatkan karir si Mister karena duitnya ditemukan kembali di tempat sampah dan diserahkan ke pihak yang menginvestigasi.

Akhir yang bahagia

Loh kok udah berakhir aja sih, baru juga cerita episode pertama. Hahaha, ini drama potensi untuk berakhir dengan kesedihan gede banget. Tapi perlu diketahui akhirnya bahagia supaya penonton bertahan menontonnya. Penyelesaian masalahnya gak sederhana, tapi juga gak terlalu berbelit-belit. Kalau berakhir dengan sedih juga, saya gak rekomendasikan film ini untuk ditonton hehehe.

Cewek 21 tahun, si pegawai temporer dengan permasalahan hidupnya menjadi sumber masalah sekaligus membantu memecahkan masalah si Mister di tempat kerja dan juga di keluarganya Ceritanya tapi juga si cewek ini agak ‘jahat’ menurut saya. Tapi ya ceritanya ini semua karena dia butuh survive dalam hidupnya, jadi si cewek ini seperti bermuka 2. Kadang dia seperti membantu bos nya mister untuk membuat si Mister berhenti kerja, tapi kadang dia juga bantuin si Mister.

Di akhir cerita, semua permasalahan di selesaikan dengan tuntas dan ya buat tokoh utama bahagia. Tokoh pendukungnya juga cukup bahagia dan ga ada kesedihan yang besar lagi. Memang lebih menyenangkan ya menonton drama yang berakhir bahagia, setidaknya bisa memberikan harapan setiap masalah ada penyelesaiannya dan hidup ini juga akan selalu ada bahagianya.

Ah susah ya nulis cerita tanpa spoiler. Tapi ya kalau mau tau endingnya juga tonton aja sendiri hehhee.

Relationship: Keluarga dan Teman

Bagian lain yang menarik dari film ini selain cerita mister dan si cewek yang kebetulan tinggal di lingkungan yang sama, digambarkan bagaimana kehidupan bertetangga yang masih sangat dekat antara mister dan teman-temannya karena mengenal bertahun-tahun dan pertemanan yang akrab karena mereka tumbuh besar bersama dan menangis dan tertawa bersama.

Hubungan antara mister dengan abang dan adiknya juga cukup akrab dan mereka sangat sayang dengan ibunya. Tapi anehnya, istrinya si mister yang bukan dari lingkungan tersebut malah merasa jadi outsider dan gak bisa akrab dengan keluarga ataupun dengan teman-teman si mister.

Masalahnya juga karena gak ada komunikasi sih. Ibunya si mister merasa menantunya yang pengacara itu sudah capek bekerja di kantor, jadi kalau ada kegiatan makan bersama si ibu akan melarang si menantu itu untuk membantu di dapur. Nah si menantu kan jadi kikuk dan serba salah. Si Mister ini juga jarang mengungkapkan apa yang ada di pikirannya, jadi kesannya kayak orang kesepian di tengah keramaian.

Istrinya mister juga merasa kegiatan si mister minum-minum tiap hari sama teman-temannya ini membuat dia malas pulang cepat ke rumah, karena paling juga di rumah ga ada siapa-siapa, sedangkan untuk ikutan minum-minum dia merasa gak nyambung sama teman-teman mister. Jadi ya salah satu pelajaran yang penting juga adalah: pastikan pasangan anda bisa nyambung dengan teman-teman anda, atau kalau gak bisa nyambung, bagi waktu yang bener jangan sampe pasangan merasa di nomor 2 kan.

Sedikit Spoiler

Dalam drama ini, dengan perhatian Mister yang tulus dan selalu baik hati walaupun dalam kesusahannya, si cewek akhirnya jatuh hati dengan si Mister. Nah ini saya akan spoiler sedikit, saya suka drama ini karena si mister tetap konsisten sampai akhir dan drama ini tidak jadi drama roman picisan ataupun klise di mana tokoh cowok dan ceweknya walau beda umur jauh banget digambarkan ‘jadian’.

Kisah cinta si mister dan si pegawai temporer bukan kisah cinta romantis tapi lebih ke arah hubungan dengan sesama manusia. Eh penonton jangan kecewa, lebih gak masuk akal soalnya kalau endingnya si mister menerima cinta si pegawai temporer. Kalau gak jadi nonton gara-gara faktor ini ya gak apa-apa, tapi endingnya bahagia kok, lebih bahagia deh daripada kalau mereja terlibat secara romantis hehehe.

Konsonan Ganda dalam bahasa Thai (4)

Tulisan ini merupakan bagian terakhir tentang pembahasan konsonan ganda dalam bahasa Thai. Untuk mengingat kembali, saya akan tuliskan resume dari 3 bagian pertama.

  1. aksonnaam อักษรนำ dimana aturan membaca silabel konsonan ke-2 tergantung dari jenis konsonan pertamanya (leading konsonan). Lebih lengkapnya baca lagi di bagian 1.
  2. อ นำ ย (o nam yo) dan หอนำ (honam). Walaupun ada 2 konsonan, kata yang dihasilkan hanya memiliki 1 silabel. Tanda baca yang ada di atas konsonan ke-2 mengikuti aturan baca dari kelas konsonan pertama. Lengkapnya baca di bagian 2.
  3. กษรควบแท้ atau akson khuap thee dan อักษรควบไม่แท้ atau akson khuap mai thee. Di bagian ini hanya ada 1 silabel yang dihasilkan oleh konsonan ganda. Lengkapnya baca di bagian 3.

Nah di bagian terakhir ini, saya hanya menambahkan beberapa contoh lain. Salah satu kesulitan dalam membaca tulisan Thai, setelah mengingat sekian banyak bentuk, harus ingat juga aturan membacanya. Kalau dalam bahasa Indonesia konsonan ganda itu biasanya akan dibunyikan bersama-sama, tapi dalam bahasa Thai tidak begitu.

Jadi jangan heran kalau membaca tulisan Thai yang tidak ada spasi dan konsonan semua beruntun ya hehehe. Menurut teman-teman yang asli Thai, setelah sering berlatih kita akan hapal dengan ejaan dari kata-kata tersebut.

Konsonan Ganda sebagai Silabel Lengkap

Masih ingat dengan vokal yang berubah bentuk? Vokal o pendek (โ-ะ) yang tidak dituliskan juga menyebabkan kita harus membaca 2 konsonan yang berurutan dengan menyisipkan bunyi o diantaranya. Konsonan pertama menjadi konsonan awal dan konsonan kedua menjadi konsonan akhir dan bunyi o pendek diantara konsonan awal dan akhir. Konsonan ganda ini tidak termasuk cluster, tapi saya tuliskan di sini karena yang terlihat oleh pembaca 2 huruf konsonan.

Berikut ini contohnya:

กบkop (nada rendah)
รสrot (nada tinggi)
ผลphon (nada naik)
ส่งsong (nada rendah)

Konsonan ganda di mana ada huruf o yang tidak dituliskan ini ada banyak sekali contoh lainnya, dan kadangkala bukan berupa 1 kata lengkap tapi menjadi bagian silabel dari kata lain.

Konsonan ganda รร yang bukan berbunyi r

Beberapa kata serapan dari sanskrit biasanya akan memiliki konsonan ganda รร yang dikenal dengan sebutan รอ หัน (ro han).

Kalau bukan bunyi r jadi bunyinya apa dong? bisa jadi bunyinya ‘an’ kalau di akhir silabel, atau ‘a’ pendek kalau ditengah-tengah 2 konsonan. Loh kok jadi jauh banget ya? Ya ini namanya kasus khusus.

Ada banyak kasus khusus dalam bahasa Thai terutama untuk penggunaan huruf ร ini, dan satu-satunya cara untuk ingat ya dihapalkan.

Untuk lebih lengkapnya saya akan tuliskan lain kali hehe. Sekarang ini saya akan memberi beberapa contoh kata dan membacanya saja ya.

Setelah belajar mengenai berbagai bentuk konsonan ganda dalam tulisan Thai, jangan heran kalau menemukan teks dengan beberapa huruf konsonan beruntun tanpa vokal sama sekali. Karena walau tidak tuliskan, di sana sini bisa jadi ada huruf vokal yang kita ketahui setelah belajar bagian konsonan ganda ini. Selain itu, kadang-kadang ada juga konsonan yang walau dituliskan tapi tidak perlu di baca. Kapan-kapan saya lanjutkan mengenai huruf yang tidak di baca dan juga mengenai kasus khusus lainnya dalam bahasa Thai.

Gimana Mengucapkan merk Samsung?

Waktu di Indonesia, saya tidak pernah terpikir untuk mempertanyakan bagaimana sih mengucapkan merk Samsung yang benar. Karena semua orang juga ngerti kalau saya sebut samsung itu ya merk Samsung. Nah waktu tinggal di Thailand sini, kadang-kadang saya suka ragu bagaimana mengucapkan kata Samsung, karena kalau saya sebut Samsung seperti biasa, orang yang mendengarnya suka bingung.

Nah, di sini tuh kadang-kadang saya dengar orang Thai menyebutnya Semsang atau semsong. Jadi sepertinya terpengaruh membaca teks Inggris yang mana huruf a kadang dibunyikan jadi e seperti apple jadi eppen.

Hari ini iseng mencari tahu cara membaca Samsung dari bahasa aslinya: Korea. Penulisannya begini: 삼성 nah kalau dibunyikan dalam bahasa Indonesia tulisan tersebut dibaca samsong. Iya bener pakai bunyi o bukan bunyi u. Terus kenapa kira-kira ditulisnya pakai u? Ya itukan yang nulis bukan orang Indonesia pada awalnya.

Nah karena saya pikir, mungkin itu karena yang menuliskan samsung orang dari negara berbahasa Inggris. Saya coba cari tau beberapa video YouTube tentang bagaimana menyebutkanSamsung dalam bahasa Inggris. Ternyata ada beberapa video yang saya temukan (dan orang yang komen pun gak sepakat dengan pengucapannya).

Ada yang menyebutkannya semsong

samsung dibaca semsong dalam bahasa Inggris

Ada yang menyebutnya samsung seperti pengucapan dalam bahasa Indonesia. Video yang ini dikomentari salah oleh beberapa orang, tapi ada juga yang bilang itu pengucapan sudah benar dari negara asalnya.

samsung seperti bahasa Indonesia

Untuk membandingkannya bisa juga coba buka di google translate ini. Menurut google translate Samsung di baca semsong dalam bahasa Inggris dan dibaca samsong dalam bahasa Korea.

Karena penasaran, saya coba pakai google translate untuk melihat dalam bahasa Thai translasinya jadi bagaimana. Ternyata dalam bahasa Thai : ซัมซุง dibacanya samsung seperti dalam bahasa Indonesia (tapi tentunya disebutkan dengan nada tertentu). Kalau dari huruf yang digunakan, u nya cukup diucapkan singkat, tapi ketika saya dengarkan google translate, pengucapan u nya terdengar agak panjang jadi samsuung.

semsong dan samsong

Jadi yang benar samsung, samsong atau semsong? Ya akhirnya tergantung di negara mana kali ya mengucapkannya. Kalau kita mau maksa sebut samsong di negara yang berbahasa Inggris dan mereka ga ngerti, akhirnya kita harus mencoba menyebutnya Semsong ataupun samsung.

Pada akhirnya bahasa itu buat alat komunikasi, kalau tidak dimengerti berarti ada yang salah dan kita harus mengikuti kosa kata yang dimengerti oleh lawan bicara kita. Tapi kalau ditanya bagaimana pengucapan asli dari merk Samsung? nah itu berarti mengikuti pengucapan dari negara asal merk tersebut yaitu Korea. Mereka akan mengucapkannya Samsong.

Banyak merk yang mengalami perubahan penyebutan seperti halnya samsung ini. Kalau kamu biasanya menyebut merk mengikuti bahasa setempat atau mengikuti bahasa asal negara merk tersebut? Saya akan berusaha mengingat pengucapan dari negara asalnya dulu: samsong, kalau yang dengar tidak mengerti ya baru deh coba ucapkan kombinasi lainnya hehehe.

Toko Barang Bekas (dari Jepang) di Chiang Mai

Sejak beberapa tahun lalu, dapat info ada toko barang bekas dari Jepang di Chiang Mai. Tadinya sih mikir, ngapain juga ya mereka beli barang bekas dari Jepang 1 kontainer penuh, terus di jual di Chiang Mai, apa ada yang beli? Terus awalnya iseng-iseng lihat Facebooknya, eh kok banyak mainan ya. Jadilah penasaran dan mendatangi gudang penjualan barang bekas itu.

Awalnya cuma tahu 1 tempat saja, waktu itu ke sana bawa Joshua masih belum 2 tahun, jadi kadang-kadang ke sana sambil gendong. Namanya gudang, tempatnya padahal berdebu dan ya agak panas. Tapi ya begitulah, kan alasannya ke sana mau nyari mainan buat anak juga, jadi anak masih balita juga di bawa aja ke sana hahaha.

Setelah beberapa lama, mungkin karena tergolong ‘sukses’, toko barang bekas dari Jepang ini ada beberapa tempat. Barang-barangnya gak cuma mainan, tapi juga ada stroller bayi, kursi makan, baby gate, baju, sepatu, tas, elektronik, alat olahraga, piring dan gelas keramik, alat masak teflon, setrikaan, dan furniture seperti lemari kayu bahkan piano. Untuk mainan anak-anak mereka jualnya per kilo, jadi kalau beli mobil-mobilan yang ringan, beli mainan perkilo ini termasuk murah, untuk furniture kami gak pernah beli, dan saya gak pernah nanya.

Beberapa tempat agak rapi jualannya, mereka pilihin dan kasih label harga. Terus dikasih diskon lagi kalau beli lebih dari sekian ratus baht. Beberapa tempat benar-benar seperti gudang. Kalau beli mainan, kita harus cek sendiri apakah cukup lengkap atau menyesal kemudian.

Waktu baru nemu tempat beli ini, kami cukup banyak beli mainan di sana, bahkan Joe bahagia banget nemu mainan Sega yang rencananya dioprek tapi akhirnya gak sempat ngoprek tapi udah dimainin. Terus ada juga beberapa mainan yang cukup lama dimainin anak-anak dan akhirnya bosan. Ada juga mainan untuk belajar baca Jam atau belajar bilangan pecahan. Waktu beli Jonathan belum bisa baca jam analog dan belum belajar pecahan. Eh tapi waktu belajar, Jonathan gak butuh alat peraga udah langsung bisa hehehehe.

Karena punya anak 2, kadang-kadang kami beli mainan agak ‘boros’, alasannya: nanti kan bisa dipakai berdua. Jadi ya waktu nemu toko bekas, serasa nemu toko mainan (padahal ya itu, tokonya banyak jual yang lain selain mainan).

Setelah beberapa kali mengunjungi toko bekas, kamipun merasa udah gak ada yang menarik lagi. Saya kadang-kadang masih lihatin FB nya sih kalau lagi iseng. Sekarang ini anak-anak udah makin jelas maunya main apa, jadi kami udah gak terlalu butuh ke toko bekas Jepang itu.

Hari ini, ada teman yang dulu juga sering saya ajak lihat-lihat toko bekas dari Jepang, ngajakin saja buat lihat-lihat lagi. Karena udah lama gak ke sana, jalannya aja udah lupa hahaha. Nama tokonya juga beda-beda dan hampir lupa. Akhirnya tadi nyari dulu di daftar halaman FB yang pernah dilike buat nyari petunjuk jalan ke tokonya hehhehe.

Supaya gak lupa, saya akan tuliskan juga di sini 3 toko yang kami kunjungi hari ini.

Toko HugJang Japan Shop

ร้านฮักจัง โกดังสินค้านำเข้าจากญี่ปุ่น

Toko ini ada 2 bagian, display yang udah dirapihin dan dalam ruangan ber AC, dan bagian yang di luar yang setengah rapi tanpa AC (tapi ada atapnya).

Ini foto-foto bagian luar

Harga barang di luar biasanya lebih murah daripada barang-barang yang sudah di atur dalam ruang AC. Kadang-kadang, kalau beruntung bisa menemukan mainan bagus dan murah.

Ini foto-foto beberapa barang di bagian dalam.

Toko CM- Used Products

Toko ini sebenarnya toko barang bekas Jepang pertama yang kami dulu sering kunjungi. Mainannya dulu juga banyak yang bagus-bagus. Tapi sejak lokasinya pindah ke tempat yang sekarang, rasanya tempatnya jadi super sempit karena barangnya juga sepertinya banyak yang tidak laku dan belum mencari sudah lelah duluan melihatnya hehehe.

Kemungkinan, barang-barang yang baru di upload ke FB sudah duluan diambilin orang yang rajin memantau, jadi yang tersisa itu ya barang-barang yang tidak lengkap dan atau harus diperiksa dengan teliti.

Toko Felice Chiang Mai

โกดังญี่ปุ่นมือสอง -Felice Chiang Mai

Nah toko ini yang sebenarnya tempatnya paling besar, barangnya bahkan sampai 2 lantai. Tapi mainannya paling sedikit. Mereka banyak menjual furniture seperti lemari-lemari, meja, piano dan bahkan tempat tidur lengkap dengan kasurnya. Tempat ini tidak ada AC nya dan paling banyak debunya hehehe.

Kalau mau lihat foto-foto toko ini (dan toko sebelumnya) bisa lihat di FB nya saja ya. Foto-foto yang saya sertakan di sini hanya contoh yang saya ambil hari ini. Dan kebetulan toko terakhir karena tidak ada yang menarik saya terlewat dan tidak memfoto sama sekali.

Bonus buat yang membaca sampai habis, hari ini langit Chiang Mai sangat indah. Seperti lukisan saja ya.

Kalau di Indonesia, ada gak ya toko barang bekas dari Jepang seperti ini?

Mempermudah Ganti HP Android

Jaman dulu, kalau kita ganti HP, biasanya kita perlu memindahkan daftar kontak kita secara manual. Setelah HP semakin pintar, ganti HP bisa lebih mudah apalagi bila kita sudah membiasakan diri membackup berbagai data kita. Kebiasaan membuat salinan data ini merupakan kebiasaan yang baik, apalagi kalau kita mempunyai koneksi internet yang cukup cepat.

Saya sering mendapat cerita teman yang HP nya error lalu harus di reset dan semua daftar kontak hilang. Kisah lainnya teman yang pakai iphone/ipad dan mengijinkan anaknya menggunakan gadgetnya sering tanpa sengaja foto-foto di HP terhapus karena anaknya berusaha masuk dengan paksa dan otomatis menghapus data padahal belum pernah di backup. Atau aplikasi chat WA yang lupa di backup waktu ganti HP ataupun hang dan harus reinstal paksa dan mengakibatkan percakapan sebelumnya hilang.

Jaman sekarang ini, hal-hal itu sudah bisa dihindari kalau kita sinkronisasi data kita atau back up di berbagai layanan yang ada di internet, termasuk nantinya mempermudah ketika kita ganti HP. Apalagi kalau kita punya internet koneksi 24 jam, tentunya bisa kita set sinkronisasi data dilakukan ketika kita tidur misalnya.

Ada yang bilang simpan data di Internet tidak aman dan rawan kebocoran privasi. Untuk ini, ya semuanya ada plus minusnya ya, tentunya kita perlu mengamankan semua account yang kita punya. Kalau saya, karena semua foto dan notes saya gak ada konten yang sensitif, kalau cuma ketauan jadwal tiap minggu ngapain aja sih masih gak apa-apa hehehee.

Beberapa hal yang perlu diingat sebelum ganti HP Android adalah:

  • salin kontak lokal semua ke google contacts, dengan cara ini waktu kita ganti HP, kita tidak perlu mencatat ulang nomor-nomor kontak kita
  • kalau terbiasa mencatat jadwal di HP, sinkronisasi ke google Calendar. Waktu ganti HP, otomatis jadwalnya kebawa juga.
  • backup foto ke Google Photos setiap kali HP terhubung WiFi dan atau terhubung WiFi dan dicharge. Dengan cara ini kita juga bisa mengosongkan storage lokal kita ketika foto sudah di backup. Kalau mau punya backup dengan ukuran asli, bisa juga dilakukan dengan kabel data ketika terhubung ke komputer/laptop.
  • backup percakapan WhatsApp ke google drive setiap harinya. Kalau saya, saya set proses backup setiap jam 2 malam, dengan asumsi jam segitu saya lagi tidur. Kalau di backup ketika kita aktif menggunakan HP, pastinya HP akan terasa lambat sekali.
  • percakapan Telegram, semua data otomatis tersimpan di server, jadi tidak perlu di backup.
  • percakapan LINE tidak saya back up karena jarang pakai.
  • biasakan gunakan layanan yang ada loginnya dan ada fasilitas sinkronisasi data ke server, misalnya untuk notes saya gunakan color notes, ketika pindah HP, semua notes saya otomatis terbawa.
  • untuk tulisan yang lebih panjang, saya sudah terbiasa menggunakan google docs, google spreadsheet dengan menyimpan salinan lokalnya untuk mempercepat akses ketika tidak terhubung ke internet, dan nantinya akan disinkronisasi ketika terhubung ke internet.
  • untuk FB, kalau dirasa penting kita bisa juga mendownload semua data kita sesekali. Tapi saat ini saya tidak banyak mengupdate FB dan tidak merasa ada yang penting untuk dibackup, mungkin nanti dibackup kalau ada niat deaktivasi
  • berbagai aplikasi saya login menggunakan FB atau google dan datanya tersimpan di server, kalau lupa password, selalu bisa reset password hehehe
  • untuk keamanan FB dan Google account, saya pakai pengaman tambahan (google authenticator), nah untuk pengecekan pengaman tambahan ini saya perlu pindahkan secara khusus (ini saya minta tolong Joe hehehe)
  • berbagai file lain yang bukan foto dan tidak masuk kategori manapun bisa juga disimpan di dropbox

Dengan mempunyai salinan terhadap semua data kita, seandainya HP saya hilangpun (aduh jangan sampai deh), data saya semua tetap bisa dikembalikan ke HP yang baru. Mungkin akan ada yang bilang: aduh harus langganan berapa banyak tuh untuk simpan data doang. Coba aja hitung-hitung lagi, lebih penting mana kehilangan data atau langganan yang kalau dirata-ratakan perharinya gak seberapa.

Berikut ini proses menyalin data dari HP android lama ke yang baru. Ketika nyalakan HP, setelah setting bahasa dan region akan sampai ke bagian ini

copy apps dan data ketika HP baru beli di nyalakan

Selanjutnya ikuti saja langkah-langkahnya

Saya pilih yang pertama: A backup from and android phone.

Dari gambar, kalau kita tidak ingin menyalin data dari HP lama, kita bisa juga memilih “Don’t Copy”.

akan ada petunjuk membuka google app di hp lama
kita akan di minta untuk memberi perintah”set up my device”

Di HP lama, kita bisa gunakan perintah suara atau ketikkan di google search box “set up my device”, nantinya HP baru akan otomatis mengenali melalui koneksi dengan jaringan Bluetooth dan WiFi.

tekan next di hp lama dan baru
kita akan diminta mengecek apakah bentuknya sama dan klik next di hp lama

Kalau ada beberapa HP android di dekat kita, ketika kita memberi perintah suara, bisa saja HP lain menangkap perintah kita. Untuk meyakinkan kita gak salah menyalin HP, maka kita harus memberi perintah lanjut/next di HP lama yang memang kita ingin salin datanya ke HP baru.

masukkan login akun google kita

Di HP yang baru tentunya kita akan diminta untuk login menggunakan google account kita. Lalu proses menyalin aplikasi dan data dari HP lama pun dimulai.

proses menyalin data di mulai ke Hp baru
kita bisa memilih apa saja yang ingin kita salin

Proses menyalin data ini bisa dipilih, tapi karena saya ingin memindahkan semuanya, maka saya pilih semua. Dengan memilih ini bahkan sejarah telepon keluar masuk juga akan pindah. Calendar, contacts dan photo tentunya juga nantinya tidak perlu diinput ulang. Setting wifi yang sudah pernah kita simpan passwordnya juga akan otomatis terbawa.

Kalau proses ini selesai, apakah HP baru kita sudah 100 persen sama dengan HP baru? sayangnya belum, masih ada tahapan berikut yang harus dilakukan, antara lain:

  • login ulang aplikasi seperti FB, Dropbox, Telegram, Amazon, Apple Music, Grab, Coursera, Duo Lingo, Memrise dan aplikasi lainnya. Beberapa aplikasi yang login menggunakan akun google otomatis sudah bisa langsung di pakai.
  • Memindahkan WhatsApp: backup ke google drive di HP lama, lalu buka dan restore di HP baru. Hapus aplikasi WA di HP lama supaya tidak konflik lagi.
  • Memindahkan file-file di folder “download” secara manual kalau memang masih ada yang penting. Untuk hal ini bisa juga diakali menggunakan dropbox (tapi sekarang ini saya tidak menggunakan dropbox tapi simpan di chat telegram).
  • untuk aplikasi banking dan yang butuh security lebih, Joe pernah menuliskannya di sini.

Biasanya, setelah yakin aplikasi yang dipindahkan berjalan baik di HP baru, saya akan hapus aplikasinya di HP lama. Setelah 1 bulan memakai HP baru dan tidak pernah merasa butuh sesuatu dari HP lama, baru deh saya bolehkan Joe factory reset atau terserah mau dioprek apalagi hehehe. Biasanya HP lama akan dipakai Joe untuk keperluan pentest atau ya untuk cadangan kalau ada HP yang butuh di service.

Walaupun sudah dipermudah begini, saya masih merasa malas proses ganti HP. Prosesnya hanya beberapa jam, tapi ya harus dikerjakan juga untuk pemakaian beberapa tahun ke depan. Ok, semoga lain kali ganti HP jangan sampai kehilangan data penting ya.

Pandanglah ke Langit Biru

Hari ini, sebenarnya banyak yang pengen dituliskan. Tapi rasanya mata sudah ketarik-tarik minta istirahat. Jadi salah satu yang menarik hari ini adalah gumpalan awan putih di langit biru.

langit biru…awan putih…

Iya, hari ini salah satu hari yang cerah setelah beberapa minggu kemarin selalu mendung atau hujan sepanjang hari di Chiang Mai. Waktu keluar siang hari, untung Joe yang nyetir, jadi saya bisa foto-foto. Rasanya ingin merekam keseluruhan corak awan di langit biru.

Kadangkala, di 1 lokasi yang sama, kita bisa mendapatkan pemandangan langit yang berbeda ketika melihat ke kanan dan ke kiri kita.

Melihat langit biru jadi teringat lagu Sherina dan jadi pengen naik balon udara juga. Kebayang kalau langit di Chiang Mai aja begini indahnya di foto dari mobil, kalau melihatnya dari balon udara di atas bakal lebih indah lagi kali ya.

sumber dari Youtube

Langit biru
Awan putih
Terbentang indah
Lukisan yang kuasa
Ku melayang
Diudara
Terbang dengan balon udaraku
Oh sungguh senangnya lintasi bumi
Oh indahnya dunia

Lirik Lagu Balon Udara

Ada yang suka melihat dan memfoto langit juga gak sih selain saya?

Kalau Mesin Mobil Mati di Tengah Jalan

Hari ini ada pengalaman yang sempat bikin deg-degan dan panik. Ceritanya mobil kami itu mobil otomatis yang ada fitur auto-off kalau kita injak rem terlalu lama dan akan nyala sendiri ketika kita angkat kaki dari rem. Ceritanya fitur ini tuh buat menghemat pemakaian bensin. Sebenarnya dari awal agak gak suka dengan fitur ini, tapi kita bisa matikan secara manual. Tapi mematikan fitur ini gak bisa permanen, alias tiap kali menyalakan mesin harus ingat untuk menonaktifkan fitur auto-off nya.

Waktu mengantar anak-anak tadi pagi, di sebuah pertigaan tak jauh dari rumah jalannya agak macet. Oh ya saya punya kebiasaan tidak memanaskan mesin mobil, jadi nyalakan mesin dan langsung jalan deh. Nah waktu macet itu mesinnya mati, dan biasanya kalau kita angkat rem atau pencet tombol nonaktifkan auto-off, mobilnya akan menyala lagi. Tapi tadi pagi waktu saya pencet tombol auto-off, mesinnya gak mau nyala lagi! Saya pencet gas juga tetep gak nyala. Saya putar kunci matikan dan nyalakan, tetap saja mesinnya mati. Saya langsung panik karena posisi mobil persis di tengah-tengah jalan dan mobil di depan sudah mulai bergerak lagi.

Pertigaan ini punya kenangan tersendiri buat saya. Waktu Jonathan berumur sekitar 1 bulan, mobil kami sebelumnya pernah berhenti juga di situ karena masalah batere, untungnya waktu itu pak bos dari kantor Joe lagi luang waktunya dan bersedia nganterin kami dan membantu urusan mobil mogok. Tadi, waktu tadi mobil mati tiba-tiba, panik duluan menyerang dan kepikiran kayak pertigaan bermuda (eh itu sih segitiga bermuda ya). Apalagi waktu mencoba menyalakan mesin mobil beberapa kali gak langsung bisa. Antara mau langsung telepon Joe dengan tetap berusaha dan berharap bujukin mobil supaya nyala lagi.

Anak-anak gak ngerti emaknya panik untungnya hehehe. Terus ya ingat untuk menyalakan lampu segitiga dan mempersilahkan mobil di belakang lewat dengan gesture: maap mobilnya mogok.

Setelah itu tarik napas dalam-dalam sambil matikan mesin dan ngomong ke diri sendiri: “Ayo tenang dulu. Coba pikirkan apa yang harus dilakukan sebelum menyalakan mesin mobil”. Dalam hati ya tentu berdoa dan berharap.

Memang sih ya, kalau panik itu gak baik. Waktu saya agak tenang, saya langsung teringat lah ini posisi gigi masih belum di posisi P, pantesan aja mesin tidak mau menyala. Akhirnya coba lagi dan tidak lupa mematikan semua AC, radio dan kembalikan gigi ke P. Putar kunci mobil seperti biasa. Fiuh lega banget mesinnya nyala!.

Karena masih kuatir, saya gak berani pencet apapun yang lain termasuk nyalakan AC atau tombol auto-off.

Sebenarnya tujuan antar anak-anak tadi pagi itu ga jauh. Jalan juga sampai, tapi jalannya tidak ada trotoarnya dan ya biar cepat makanya mengantar pakai mobil hehehe. Jadi setelah mesin menyala lagi, saya tetap matikan AC mobil dan untungnya gak ada acara macet lagi jadi mobilnya gak sampe auto-off lagi.

Sampai di tujuan, saya ga berani matikan mesin. Setelah anak-anak turun dan masuk ke tempat kegiatannya, baru deh berani nonaktifkan auto-off dan nyalakan AC. Tunggu beberapa menit sambil “cerita (kirim pesan telegram)” ke Joe biar perasaan tambah tenang. Sebenarnya waktu mobil udah bisa jalan ya sudah tenang, tapi kalau belum cerita rasanya kurang plong hehehhe.

Waktu nyetir pulang ke rumah sebenarnya masih agak khawatir. Joe saranin apa mau dibawa ke bengkel? Tapi saya yakin batere mobil masih baru karena 2 bulan lalu baru diganti dan bensin juga penuh. Jadi ya mudah-mudahan saja tadi itu masalahnya karena kebiasaan buruk gak menunggu mesin mobil panas langsung jalan.

Pelajaran hari ini buat saya adalah:

  • Jangan panik! Ini sih teorinya buat segala hal kita harus tenang, tapi ya gitu deh, namanya panik gak diundang datangnya. Tapi kalau dah tau kita panik, harus bisa menenangkan diri, tarik napas dalam-dalam dan tenangkan diri dulu.
  • Selalu mematikan AC dan Radio sebelum mematikan mesin, supaya waktu menyalakan berikutnya AC dan Radio masih mati
  • Panaskan mesin sebelum mulai jalan
  • Selalu nonaktifkan auto-off biar gak kejadian mati di tengah jalan.
  • Pastikan tidak ada lampu mobil yang menyala ketika turun dari mobil.

Mudah-mudahan kejadian begini gak terjadi lagi. Selama di Chiang Mai, rasanya mengalami mesin mobil mati di tengah jalan ini sudah ada 3 kali dan selalu masalahnya karena batere yang sudah perlu diganti. Sedangkan kejadian mesin tidak menyala ketika masih di rumah sudah ada 2 kali. Kalau mesin tidak menyala dan masih di rumah sih biasanya nggak sampai panik, paling ya batal pergi. Tapi kalau mesin mati di tengah jalan apalagi sambil bawa anak, ya rasanya lebih gimanaaa gitu.

Ada yang punya pengalaman yang sama soal mobil mati mesin di jalan begini? Kira-kira apa masalahnya selain masalah batere yang perlu diperiksa ya?