Vokal Bahasa Thai (bagian 3)

Kali ini melanjutkan tentang vokal dalam bahasa Thai, mari berkenalan dengan 8 vokal lagi dari bahasa Thai, 4 vokal pendek dan 4 vokal panjang. Penulisan huruf vokalnya harus diperhatikan karena tidak hanya menggunakan 1 simbol saja. Seperti biasa, saya akan menggunakan konsonan silent untuk menemani vokalnya, nantinya konsonan tersebut bisa digantikan dengan konsonan lainnya dalam membentuk silabel.

vokal pendekbunyivokal panjangbunyi
เอะeเอee
แอะehแอeeh
โอะoโอoo
เอาะohออooh

Contoh kata dan cara membacanya aturannya masih sama seperti yang disebutkan di tulisan sebelumnya:

KonsonanVokal PendekVokal Panjang
Konsonan Tengah Nada RendahNada Tengah
Konsonan Tinggi Nada RendahNada Menaik
Konsonan RendahNada TinggiNada Tengah

Bunyi e untuk huruf เอะ seperti menyebutkan huruf e ketika kita menyebut alfabet bahasa Indonesia: a, b, c, d, e. Dan bunyi ee untuk huruf vokal panjangnya ya kita menyebutkan huruf e nya agak panjang. Kalau belum dapat gambaran, e dan ee nya seperti kita menyebut kata “enak”.

katacara baca
เกะกะke-ka (nada rendah-rendah)
 เละle (nada tinggi)
เตะte (nada rendah)
เปลplee (nada tengah)
เทthee (nada tengah)
เสนาsee-naa (nada naik – tengah)

Bunyi eh untuk huruf แอะ seperti huruf e tapi disebutkan dengan mulut lebih dibuka sedikit seperti kita menyebut”eh kamu” tanpa memperdengarkan bunyi huruf h nya. Untuk bunyi eeh dari huruf แอ cara mengucapkanya sama seperti eh tapi dengan bunyi e nya agak lebih panjang.

katacara baca
แกะ khe (nada rendah)
และlee (nada tinggi)
แปลplee (nada tengah)
แสงseeng (nada menaik)
แดงdeeng (nada tengah)
แบนbeen (nada tengah)

Bunyi o untuk huruf โอะ sama seperti bunyi o dalam bahasa Indonesia misalnya seperti menyebut kata “bolong”, “bola”, atau “tobat” dan bunyi oo untuk vokal panjang โอ bunyinya sama seperti o yang dipanjangkan seperti ketika kita menjawab “oo begitu”.

katacara baca
โปะpo (nada rendah)
โละlo (nada tinggi)
โมโหmoo-hoo (nada tengah-naik)
โตtoo (nada tengah)
โสภาsoo-phaa (nada naik-tengah)

Bunyi untuk vokal pendek เอาะ dan vokal panjang ออ seperti mengucapkan huruf o dengan membuka mulut lebih terbuka, contohnya ketika kita menyebut bunyi o pertama di kata “ongkos” atau bunyi o ketika menyebut kata “kota”. Vokal panjang disebutkan lebih panjang.

katacara baca
เกาะkoh (nada rendah)
เงาะ ngoh (nada tinggi)
เหาะhoh (nada rendah)
ปอpoo (nada tengah)
ขอkhoo (nada menaik)
หอhoo (nada menaik)
รอrhoo (nada tengah)

Sampai dengan bagian 3 ini sudah ada 20 vokal bahasa Thai, tapi ini belum semuanya. Bagian ke-4 nanti merupakan bagian terakhir dari pengenalan vokal dalam bahasa Thai. Sampai bertemu di tulisan selanjutnya.

Vokal bahasa Thai bagian 2

Melanjutkan tulisan kemarin, hari ini saya akan mengenalkan lebih lanjut huruf vokal dalam bahasa Thai. Selain 8 vokal di bagian pertama, ada 4 vokal yang disebut sebagai ekstra vokal dalam bahasa Thai. Huruf vokal ini walau ada 4 simbol, tapi hanya ada 3 bunyi . Silabel yang menggunakan ekstra vokal tidak bisa punya konsonan akhir.

Kombinasi dari konsonan dengan ekstra vowel ini dibaca mengikuti aturan vokal panjang. Dari penulisan simbol vokal dalam tabel, konsonan อ bisa digantikan dengan konsonan lain.

อำambunyi gabungan dari a dan m
ไอaiai maai malay
ใอaiai maii muan
เอาawbunyi gabungan dari a dan w

Ada 2 cara menuliskan vokal yang dibaca ai, perbedaan dalam pemakaiannya adalah: hanya ada 20 kata dalam bahasa Thai yang menggunakan ใอ (dan harus dihapalkan), sisanya semua kata lain dengan bunyi ai akan menggunakan ไอ.

Berikut ini 20 kata yang menggunakan ai maai muan ใอ:

Thaidibacaarti
ใหญ่yai (nada rendah)besar
ใหม่mai (nada rendah)baru
สะใภ้sa-pai (rendah-tinggi)ipar perempuan
ใช้chai (nada tinggi)menggunakan
ใฝ่fai (nada rendah)memberi perhatian
ใจjai (nada tengah)hati
ใส่sai (nada rendah)menggunakan
หลง-ใหลlong-lai (tengah-menaik)terobsesi
ใครkrai (nada tengah)siapa?
ใคร่kai (nada menurun)keinginan
ใบbai (nada tengah)daun
ใสsai (nada menaik)bening, transparan
ใดdai (nada tengah)yang mana
ในnai (nada tengah)di dalam
ใช่chai (nada menurun)ya
ใต้tai (nada menurun)di bawah
ใบ้bai (nada menurun)tuli
ใยyai (nada tengah)serat
ใกล้glai (nada menurun)dekat
ให้hai (nada menurun)untuk, memberikan

Contoh lain untuk penggunaan ekstra vokal ini adalah sebagai berikut:

Thaidibacaarti
อำam (nada tengah)berbohong
จำjam (nada tengah)mengingat
คำkham (nada tengah)kata
ขำkham (nada menaik)terhibur
ไอai (nada tengah)gas, uap
ไวwai (nada tengah)dengan cepat
ไขkhai (nada menaik)buka
เอาaw (nada tengah)menginginkan
เมาmaw (nada tengah)mabuk
เสาsaw (nada menaik)tiang, pilar

Dari 12 vokal dan konsonan yang sudah diperkenalkan, semoga sudah mulai bisa membaca tulisan Thai sedikit demi sedikit ya.

Kalau mau berlatih membaca bahasa thai, bisa mencoba mendownload buku pelajaran yang digunakan anak SD di sini. Bisa di cek di link ini. Buku ini bukan saya yang menguploadnya, merupakan buku lama dan sekarang sudah tidak dipakai di sekolah lagi tapi masih sangat berguna untuk berlatih membaca Thai.

Bunyi Vokal dalam bahasa Thai (bagian 1)

Kenapa judulnya bunyi vokal? karena untuk merepresentasikan bunyi vokal ada beberapa simbol yang digunakan, beberapa bunyi vokal yang berbeda juga terkadang menggunakan simbol yang hampir sama. Kalau dalam bahasa Indonesia, huruf vokal itu jelas cuma 5 simbol: a, e, i, o dan u. Dalam bahasa Thai ada lebih banyak bunyi vokal. Supaya tulisan ini tidak jadi terlalu panjang saya akan mengenalkan bunyi vokalnya menjadi 4 bagian, dan hari ini tentunya dimulai dengan bagian pertama.

Bunyi vokal dalam bahasa Thai ada yang disebut vokal panjang dan vokal pendek. Sesuai namanya, vokal pendek disebutkan dengan bunyi pendek dan vokal panjang disebutkan dengan bunyi yang lebih panjang. Kalau dalam transliterasi vokal pendek ditulis dengan 1 huruf misalnya a, sedangkan vokal panjang ditulis dengan 2 huruf aa (membunyikan a nya lebih panjang). Kalau mau mendengarkan contohnya, bisa dilihat di situs ini.

vokal pendekbunyivokal panjangbunyi
อะaอาaa
อิi อีii
อุuอูuu
อึeuอือeuu

Dalam tabel ini konsonan tengah อ digunakan untuk menemani vokalnya dan nantinya bisa digantikan dengan konsonan lainnya. Konsonan tersebut tidak memiliki bunyi sehingga ketika dibaca, yang terdengar hanya bunyi vokalnya saja.

Letak simbol vokal dalam bahasa Thai:

  • vokal di kanan konsonan: bunyi a dan aa
  • vokal di atas konsonan: bunyi i, ii, eu dan euu
  • vokal di bawah konsonan: bunyi u dan uu
  • nantinya masih akan ada letak yang lain di pembahasan selanjutnya

Nah seperti saya sebutkan sebelumnya, setelah kita mengenal konsonan dan vokal, kita bisa mulai mempelajari sedikit dari aturan penentuan nada (tone rules). Selain kombinasi konsonan dan vokal, nantinya akan ada lagi beberapa hal lain yang menentukan nada dari sebuah silabel.

KonsonanVokal PendekVokal Panjang
Konsonan Tengah Nada RendahNada Tengah
Konsonan Tinggi Nada RendahNada Menaik
Konsonan RendahNada TinggiNada Tengah

Contoh silabel dengan kombinasi konsonan dan vokal group 1.

Konsonan Tengah + Vokal Pendek: dibaca dengan nada rendah

กะdibaca ka dengan nada rendah
ปะdibaca pa dengan nada rendah
ดุdibaca du dengan nada rendah
บิdibaca bi dengan nada rendah
ตึdibaca teu dengan nada rendah

Konsonan Tengah + Vokal Panjang: dibaca dengan nada tengah/datar

กาdibaca kaa dengan nada tengah/datar
ปาdibaca paa dengan nada tengah/datar
ปูdibaca puu dengan nada tengah/datar
ดีdibaca dii dengan nada tengah/datar
อือdibaca euu dengan nada tengah/datar

Konsonan Tinggi + Vokal Pendek: dibaca dengan nada rendah

สะdibaca sa dengan nada rendah
สิ dibaca si dengan nada rendah
สุdibaca su dengan nada rendah

Konsonan Tinggi + Vokal Panjang: dibaca dengan nada menaik

หาdibaca haa dengan nada menaik
หูdibaca huu dengah nada menaik
ผีdibaca phii dengan nada menaik
ถือdibaca theuu dengan nada menaik

Konsonan Rendah + Vokal Pendek: dibaca dengan nada tinggi

คะdibaca kha dengan nada tinggi
ซิdibaca si dengan nada tinggi

Konsonan Rendah + Vokal Panjang: dibaca dengan nada tengah/datar

คาdibaca khaa dengan nada tengah/datar
ทีdibaca thii dengan nada tengah/datar
ชูdibaca chuu dengan nada tengah/datar
คือdibaca kheuu dengan nada tengah/datar

Untuk saat ini, cobalah mengingat aturan dari kombinasi konsonan dan vokal panjang dan pendek. Kalau ada yang penasaran arti dari kata-kata tersebut bisa diklik linknya ya.

Ini masih 8 bunyi vokal pertama, coba diingat-ingat sebelum datang rombongan vokal berikutnya hehehe. Sampai bertemu di tulisan berikutnya.

Mengenal 5 Nada dalam Bahasa Thai

Mungkin ada yang sudah tidak sabar untuk mengenal lebih lanjut dengan huruf Thai. Tapi sebelum kenalan dengan huruf vokal, sambil mengulang-ulang mengingat konsonan dan kelas-kelasnya ada baiknya kita kenalan dengan 5 nada/tone yang dikenal dalam huruf Thai. Semoga pembaca tidak kecewa karena tertunggu-tunggu ya. Harap maklum, ada begitu banyak informasi penting soal belajar bahasa Thai ini, tapi juga menuliskannya butuh waktu ekstra, jadi kadang butuh dipilih dan dipilah supaya tidak makin membingungkan.

Mengenal perbedaan nada ini penting, karena setelah konsonan, pada saat kenalan dengan vokal kita bisa sekalian belajar aturan menentukan nada dari kombinasi konsonan dan vokal tersebut. Nada ini seperti nada ketika bernyanyi. Kalau nadanya salah, bisa-bisa orang gak tau kita lagi nyanyi apa. Perbedaan pengucapan nada bisa menyebabkan perbedaan arti dari sebuah kata yang sekilas sama ditelinga (penulisannya sudah pasti berbeda). Tapi ada kalanya juga penulisan yang berbeda menghasilkan bunyi yang sama, tapi hal ini sangat jarang terjadi dan dari konteksnya bisa diketahui mana kata yang digunakan.

Contoh kata yang mirip tapi berbeda arti karena perbedaan nada adalah klai dan klai. Kata klai dengan nada menurun dalam bahasa Thai dituliskan ใกล้ artinya dekat, sedangkan kata klai dengan nada datar ditulis dalam bahasa Thai ไกล artinya jauh. Nah ini konteksnya tidak bisa ditebak karena sama-sama mengenai jarak. Kalau bertanya rumahnya di mana? kita bisa-bisa tidak mengerti apakah jawabannya jauh dari sini atau dekat dari sini. Kalau diperhatikan tulisan Thainya juga sekilas mirip, cuma ada 1 tanda baca yang berbeda yang membuat makna kata jadi berbeda.

Seperti sudah beberapa kali saya sebutkan, ada 5 nada yang perlu dikenal dalam bahasa Thai. Nah ketika awal belajar bahasa Thai, saya merasa sulit sekali mengingat bagaimana mengucapkan nada tersebut. Tapi dengan latihan dan mengingat 1 kata yang kita yakin pengucapannya, kita bisa menirukan dan mengingat nada dari setiap kata. Ya, kita harus mengingat nada dari setiap kata. Jadi belajar kosa kata Thai bukan cuma mengingat katanya tapi juga mengingat bunyi nada dari kata tersebut.

Belajar membaca termasuk belajar mengingat bagaimana ejaannya dan otomatis akan ingat nadanya. Tulisan transliterasi bisa saja kita baca sebagai berikut: mai mai mai mai mai. Sekilas kita pikir itu adalah kata yang sama, tapi ketika kita berikan informasi tambahan untuk nadanya menjadi: mai ไม้ (nada tinggi) mai ใหม่ (nada rendah) mai ไม่ (nada menurun) mai ไหม้ (nada menurun) mai ไหม (nada menaik). Dalam tulisan thai menjadi sebagai berikut:ไม้ใหม่ไม่ไหม้ไหม dan artinya kayu yang baru tidak terbakar bukan?

Nah di atas itu sudah ada 4 nada yang kalau kita tuliskan dalam tulisan biasa sama-sama mai. Nada satu lagi apa? Yang satu lagi nada tengah atau nada datar. Contoh katanya ini: มาย dibaca mai juga, tapi nadanya datar, artinya: diukur/dihitung.

Penjelasan teknis dari nada bahasa Thai ini kira-kira bisa dilihat di gambar berikut ini.

Sumber: http://www.thai-language.com/ref/tones
  • Nada tengah dan datar/ Mid tone: silabel diucapkan tanpa mengubah frekuensi suara. Nada tengah ini menjadi patokan untuk naik turunnya nada yang lain. Setiap orang nada tengahnya bisa saja berbeda, tapi ketika mengucapkan nada lain otomatis mengikut sesuai nada tengah.
  • Nada tinggi / High tone: silabel diucapkan lebih tinggi dari nada datar dan semakin menaik
  • Nada rendah/ Low tone: silabel diucapkan dengan nada lebih rendah daripada nada tengah dan semakin rendah
  • Nada menurun/ Falling tone: silabel diucapkan awalnya sedikit lebih tinggi dari nada tengah lalu meninggi dan menurun di bawah dari nada tengah
  • Nada menaik/ Rising tone: silabel diucapkan awalnya sedikit lebih rendah dari nada tengah, lalu semakin rendah dan menaik lebih tinggi nada tengah

Kalau belum jelas, bisa coba cari di YouTube deh penjelasan membedakan 5 tones dalam bahasa Thai, contohnya video ini dan ini . Seperti biasa, penjelasannya dalam bahasa Inggris, tapi cukup mudah kok untuk diikuti. Cara satu-satunya untuk mengenal nada dalam bahasa Thai ya tidak lain dan tidak bukan berlatih dan berlatih. Berlatih membedakan dan berlatih mengucapkan.

Tips dari saya: untuk di awal, ketika latihan mengucapkan nada, mungkin kita tidak usah langsung ingin tahu arti dari setiap kata. Yang terpenting kita bisa membedakan dan mengucapkan nadanya dengan benar. Berikutnya kalau kita sudah mendapatkan kunci dari membunyikan tiap nada, barulah kita mulai mencari arti kata dan mengingat arti dari kata tersebut dan bunyi nadanya. Salah satu yang saya gunakan untuk mengingat nada itu adalah mengingat angka. Kalau kita bisa mengingat semua nada dari angka, kita bisa mengasosiasikan tiap bertemu nada tersebut dengan angka dan membunyikan kata tersebut meniru nada dari angka untuk kata yang baru.

Berikut ini contoh mengingat tone dari tiap angka dalam bahasa Thai bukan dengan mengingat tone nya saja tapi dengan mengingat bagaimana memproduksi bunyi ketika mengucapkan angka tersebut bisa dilihat di video ini.

Udah makin bingung? gak usah bingung dulu, yang penting latihan dan latihan. Belajar bahasa baru kita perlu banyak memorisasi hal baru, dan untuk bahasa Thai kebetulan lebih banyak yang harus diingat hehehe.

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa saya tidak mengikuti penulisan transliterasi dengan menambahkan tanda baca penanda tinggi rendah nada, ya jawabnya karena menuliskan tanda tersebut tidak mudah dan lebih baik ke depannya kita langsung membaca thai scriptnya saja.

Mungkin ada lagi yang bertanya kenapa saya tidak membuat video sendiri atau merekam contoh suaranya sendiri. Nah ini doakan saja saya punya waktu lebih dan kesempatan untuk merekam dan mengedit suara untuk lebih gampang mendengar contohnya ya.

Sampai ketemu di tulisan berikut mengenai pelajaran bahasa Thai.

Joshua dan Alfabet

Beberapa waktu lalu, saya menuliskan mengenai kegiatan Joshua bermain tangram yang membentuk huruf dan angka. Sebelumnya dia sudah pernah bermain juga dengan pattern block, tapi saya pikir dia tidak tertarik dengan mainan itu dan beberapa kali saya sudah berniat untuk menjual saja pattern blocknya. Tapi hari ini saya baru menyadari, ternyata saya salah!

Kesalahan saya adalah, salah dalam memberikan pola yang harus ditiru. Joshua tidak tertarik untuk mengikuti pola gambar-gambar, tapi ketika tadi saya berikan 1 huruf A dan a, dia langsung kerjakan dengan cepat. Memang sejak kenal huruf, Joshua menunjukkan ketertarikan terhadap semua jenis huruf (bahkan huruf Thai dan Rusia!). Jadi, bukan Joshua tidak tertarik dengan pattern block, tapi dia tidak tertarik dengan pattern non alfabet.

awalnya meniru dari kertas yang saya print untuk Jonathan dulu

Tadi sore, bangun dari tidur siang, Joshua bongkar-bongkar lemari mainan dan memilih main pattern block. Awalnya dia menyusun sendiri huruf-huruf. Bahkan dia berusaha mendirikan pattern blocknya menjadi seperti domino yang dijatuhkan. Lalu saya ingat kalau saya punya pola untuk pattern block yang dulu saya persiapkan untuk Jonathan. Salah satu pola yang ada adalah pola membentuk hurf A dan a.

Alkisah, waktu dulu mengajak Jonathan bermain pattern block, saya pernah mencetak beberapa pola termasuk huruf A dan beberapa gambar lain. Tapi karena Jonathan waktu itu kurang tertarik dengan permainan ini, saya tidak mencetak semua huruf. Untungnya, saya masih bisa mencari lagi sumber pola huruf tersebut. Karena printer masih belum beli yang baru, saya download file pdf nya dan saya pikir coba deh kasih ke Joshua di ipad saja. Hasilnya? Joshua dengan sabar mengerjakan semua huruf dari A sampai Z. Saya yang tidak sabar malah nungguin dia main hahaha.

Saya mencoba memfoto setiap huruf yang dia kerjakan, tapi karena saya masih harus menyiapkan makan malam, tau-tau Joshua sudah membereskannya dengan cepat begitu selesai huruf tersebut. Sambil menyusun huruf, kadang-kadang dia bernyanyi atau bersenandung, kadang juga mendeskripsikan apa yang dia lakukan. Sesekali dia menirukan juga seperti suara yang ada di app yang dia mainkan hehe.

Selesai huruf Z, dia kembali ke huruf A, dan meniru huruf A dari ipad. Sepertinya ada perbedaan menyelesaikan dengan meniru dari ipad dan meniru dari kertas, jadi biar lengkap dia ulangi ke A. Saya pikir dia akan terusin lagi ke B sampai Z, ternyata cukup mengerjakan A nya saja.

Selesai dengan pattern block, Joshua melanjutkan membuat huruf dengan lego duplo. Lego duplo ini pernah dia liat di YouTube, sudah beberapa kali dia berlatih bikin sendiri tanpa melihat contoh. Sepertinya apa saja bisa dia bangun asalkan polanya alfabet atau angka hehehe.

Lanjut dengan Lego Duplo block

Dari sejak awal pulang sampai selesai mainan membentuk semua huruf, sepertinya lebih 1,5 jam. Papanya sampai heran, kok bisa ya Joshua lihat ipad buat niruin alfabet doang, gak tertarik buat mainan lain yang dia tau ada banyak di ipad. Dia tidak tertarik main di ipad, beberapa kali malah tertarik buat mainan lego duplonya.

Pelajaran hari ini buat saya adalah kalau ngasih mainan ke Joshua dan dia tidak tertarik, bukan berarti dia benar-benar tidak tertarik, coba dalam bentuk Alfabet dan perhatikan apakah dia tertarik atau tidak.

Joshua juga sudah mulai bisa diajak membereskan mainannya. Waktu dia teralih perhatian ingin main duplo, saya tanyakan: pattern blocknya mau diberesin? karena dia merasa belum sampai huruf Z, ya dia akhirnya ninggalin duplonya dan melanjutkan pattern blocknya. Waktu sampai di huruf Z, dia bertepuk tangan dan berseru kesenangan: you did it!

Joshua berhenti bermain dengan duplo dan pattern block karena papanya pulang dan waktunya makan malam. Selesai makan, dia bantu saya beresin mainannya supaya pattern blocknya bisa di bawa ke kamar atas. Tapi sampai atas, dia melihat domino toy nya, dan memilih menyusun domino Alfabet.

Mainan domino alfabet ini juga sudah beberapa hari ini dia kerjakan dari A sampai Z, belakangan dia minta di foto susunanya sebelum dia jatuhkan. Intinya mainan apa saja akan disusun jadi alfabet dan angka hehehhe.

Musim Perbaikan

Hari ini saya istirahat dulu dari menuliskan tentang Bahasa Thai, mau cerita tentang suatu hal yang beberapa hari ini jadi topik dalam kehidupan. Mungkin bukan cuma kami yang alami dan siapa tau namanya lagi musim. Bukan baru kali ini sih, tapi sudah beberapa kali terjadi.

Saya perhatikan, secara berkala ada yang namanya musim di mana banyak benda rusak satu persatu dan butuh perhatian, entah itu harus ganti baru atau masuk ke bengkel. Musim ini saya sebut musim perbaikan dan keluar duit banyak. Beberapa benda yang masih ada garansi biasanya bisa diperbaiki tanpa biaya, tapi namanya garansi gak bersifat selamanya kan. Nah kalau masa garansi sudah lewat, kadang-kadang ya harus bayar biaya perbaikan, atau ya bahkan ada yang ga bisa diperbaiki dan harus ganti baru.

minggu lalu harus sewa mobil karena mobil nginep di bengkel, eh hari ini mobil perlu ganti batere

Saya ga ingat di mulai dari benda apa yang rusak, tapi hari ini mobil kami tidak bisa menyala, padahal baru juga di bawa ke bengkel untuk cek rutin minggu lalu. Pemeriksaan rutin ini termasuk periksa status batere. Karena penasaran, kami cek lagi sejarah perbaikan mobil dan ternyata ganti batere terakhir itu tahun 2016 November (dan sekarang sudah Juni 2019). Sebenarnya waktu beli baterenya sudah diberitahu kalau batere mobil itu perlu diganti sekitar 2 sampai 3 tahun, bisa lebih cepat kalau ada yang kelupaan dimatikan. Nah saya cukup yakin kalau tidak ada yang dibiarkan menyala di mobil, jadi sepertinya tanpa disadari sudah waktunya ganti batere.

Nah, waktu minggu lalu bawa mobil ke bengkel, ada beberapa hal yang juga perlu diganti. Bawa mobil ke bengkel ini kami usahakan rutin paling tidak 1 kali setahun, dan untuk tahun ini karena banyak kesibukan, baru dilakukan setelah 1 tahun lebih 2 bulan. Nah niatnya untuk ganti oli dan cek rutin saja. Eh ternyata brakepad dan beberapa hal di sekitar roda ada yang perlu diganti karena sudah membahayakan. Bersihkan AC mobil juga ada beberapa hal yang perlu diganti karema sudah sangat kotor akibat musim polusi. Biaya perbaikan jadi lebih banyak dari perkiraan semula. Tapi sekali lagi kami bersyukur, kami tau hal-hal tersebut sebelum terjadi kecelakaan. Kalau sampai kejadian rem gak bekerja, aduh jauh-jauh deh.

Ada untungnya juga baterenya baru sekarang di ganti, jadi biayanya gak terasa numpuk di minggu lalu hehehe. Tadi tukang bengkelnya bilang, waktu saya datang periksa, alat periksa batere mereka sedang rusak, dan mungkin mereka juga gak memperhatikan bahwa batere kami terakhir ganti sudah hampir 3 tahun lalu. Jadi ya, walau jadi ga bisa pergi pagi ini karena mobil tidak menyala, masih mending kejadiannya ada di rumah dan bukan sedang di luar rumah (ambil positifnya aja deh).

Waktu mau acara kumpul Indonesia, tadinya mau ngeprint sesuatu, eh printer ngadat. Minggu lalu saya bawa ke service, dan karena sudah tidak ada garansi, mereka mengenakan biaya yang cukup untuk beli printer baru. Nah kalau masalah begini, akhirnya kami memilih untuk membeli printer baru saja, sekalian supaya dapat garansi lagi. Printer tersebut sudah 2 kali masuk bengkel sebelumnya, tapi waktu itu masih dalam garansi jadi ya cuma repot untuk membawa dan mengambilnya saja, dan untungnya kejadiannya tidak ketika sedang ada kebutuhan mendesak. Masalah printer ini agak dilematis, karena katanya printer terlalu banyak dipakai ya cepat rusak, tapi kalau gak dipakai tiap hari tintanya bisa beku dan menumpuk di headnya dan mengakibatkan kerusakan juga. Tapi kalau gak butuh, masa kita buang-buang kertas buat ngeprint?.

tintanya masih banyak, tapi mati total dan biaya perbaikan sudah mendekati biaya beli printer baru

Nah masih berlanjut soal perbaikan, salah satu tuts piano elektronik kami juga suaranya kencang sendiri. karena sudah lewat masa garansi, kami juga harus membayar biaya perbaikan. Untungnya perbaikannya hanya dibersihkan saja bagian dalamnya dan tidak ada bagian yang harus diganti, biaya pembersihannya juga tidak seberapa dibanding harga piano hehehe. Perbaikan piano ini juga dilakukan setelah menunda sebulan lebih.

piano sedang dibersihkan

Masalah terkunci di kamar kemarin juga salah satu contoh musim kerusakan dan butuh perbaikan. Setelah terkunci itu, kami perlu mengeluarkan semua latch dari pegangan pintu putar yang ada di rumah, dan menambah magnet untuk membuat pintu bisa ditutup. Kursi kerja Joe yang rodanya patah juga salah satu hal yang akhirnya harus beli baru. Untungnya tapi kursi yang lama ternyata bisa diperbaiki oleh tetangga kami dan dengan biaya yang tidak seberapa kami jadi tetap bisa mempergunakan kursi itu.

Beberapa waktu lalu saya juga harus mengklaim garansi harddisk. Ada beberapa harddisk Joe yang rusaknya bergantian, untuk klaim garansi harddisk ini biasaya butuh waktu, jadi kadang-kadang ya harus punya harddisk untuk membackup data sementara harddisknya diklaim. Kalau ada benda yang butuh perhatian ekstra, rasanya jadi menambah kerepotan karena harus anter ke tempat perbaikan, tapi itupun ya harus dilakukan daripada selalu harus beli baru lagi.

Sekarang ini harusnya saya juga memanggil tukang bersihkan AC, sudah setahun lebih AC tidak dibersihkan dan mesinnya terdengar mulai bekerja keras. Tapi saya masih menunggu dulu, karena rasanya lelah berhadapan dengan perbaikan demi perbaikan. Semoga gak ada hal serius juga dengan AC hehehe.

Kadang-kadang sebenarnya wajar saja mengeluarkan biaya untuk perbaikan dibanding beli baru, tapi ya kalau semua terjadi dalam waktu berdekatan rasanya jadi lebih berasa berat. Mungkin ini kenapa orang tua saya selalu mengingatkan kalau ada rejeki ekstra jangan langsung dihabiskan, karena kita tidak tau ada masa di mana kita juga punya pengeluaran ekstra.

Ada gak sih cara menghindari perbaikan ini? ya sebenarnya sama saja dengan kita manusia, semua ada umurnya. Badan kita saja kalau gak cukup istirahat bisa sakit dan butuh istirahat. Semua mesin, atau benda yang dipakai itu ada masanya perlu dibersihkan atau diperbaiki. Kalau tidak bisa diperbaiki ya butuh diganti seperti baju yang kita pakai kalau terlalu sering di cuci juga akan cepat robek dan perlu beli baru. Akhirnya yang bisa dilakukan adalah memperpanjang masa pemakaian dengan memperhatikan cara perawatannya.

Kalau sudah waktunya untuk diganti, ya mau gak mau harus dganti. Setidaknya kalaupun ada biaya yang harus keluar, kami akan mencoba merata-ratakan dengan jumlah hari pemakaian dan menganggap itulah biaya perhari nya. Biaya-biaya seperti ini ada yang jenisnya mendesak harus dilakukan segera (urusan mobil ini contoh urusan yang harus dilakukan segera, kalau ga ada kenderaan jadi ga bisa kemana-mana dengan mudah), dan ada juga yang bisa ditunda (urusan bersihkan AC masih bisa ditunda asal jangan terlalu lama). Menunda perawatan bisa dilakukan asal jangan terlalu lama, kalau tidak dirawat, bisa-bisa biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak lagi karena misalnya harus ganti beli baru. Untuk ini, kita harus punya yang namanya dana cadangan perbaikan.

Pelajaran dari musim perbaikan kali ini adalah:

  • rawatlah barang sesuai petunjuk pemakaian
  • selalu beli barang yang bergaransi (kalau memang ada pilihan garansi), dan perhatikan kondisinya menjelang masa garansi berakhir
  • pengecekan rutin diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih parah di saat kita sedang membutuhkan
  • selalu punya dana untuk perbaikan, terutama untuk hal-hal yang butuh perbaikan mendesak
  • selain benda-benda, perhatikan juga untuk cek rutin kesehatan, karena kesehatan kita pun butuh perhatian lebih daripada benda-benda itu
  • tetap bersyukur dan mencari hal positif dari setiap kerusakan yang terjadi.

Bunyi konsonan Thai di akhir

Hari ini kita lanjutkan berkenalan dengan tulisan Thai. Dari 44 konsonan, jika berada di awal silabel akan menghasilkan 21 bunyi, tapi jika diletakkan di akhir silabel, bunyi yang dihasilkan hanya ada 8. Hal ini kenapa orang Thai tidak bisa menyebutkan nama saya dengan benar, karena buat mereka silabel ris- itu akan dibaca menjadi rit, tidak ada bunyi akhir ‘s’. Oh ya tidak semua 44 konsonan ini bisa digunakan untuk akhir dari silabel.

Silabel yang mempunyai bunyi akhir biasanya disebut dengan silabel tertutup. Silabel tertutup dalam bahasa Thai mempunyai 8 bunyi yang dikelompokkan menjadi 2. Pengelompokkan ini berguna untuk aturan tinggi rendahnya silabel tersebut di baca. Selain kelas konsonan, jenis bunyi akhir juga akan menentukan nada dari sebuah silabel.

  • bunyi akhir mati: plosive/stop consonant, bunyi plosive ini dihasilkan ketika bagian dari mulut (lidah, bibir atau tenggorokan) memberhentikan udara yang lewat sehingga suaranya berhenti. Dalam bahasa Thai, konsonan plosive yang dikenali hanya ada 3 bunyi yaitu /-p/, /-t/, dan /-k/
  • bunyi akhir hidup: sonorant/resonant, bunyi akhir dengan menggunakan konsonan sonorant. Bunyi sonorant ini cenderung dapat di dengungkan dan beresonansi. Bunyi ini dihasilkan dari hidung. Dalam bahasa Thai silabel tertutup dengan bunyi akhir sonorant yang dikenali adalah bunyi /-n/, /-ng/ , atau /-m/. Selain bunyi sonorant, bunyi dipthong /-y/ dan/-w/ juga menghasilkan bunyi akhir hidup.
BunyiMCHCLCcatatan
-kข, ฃค,ฅ,ฆmati
-tจ,ฎ,ฏ,ด,ตฐ,ถ,ส,ศ,ษท,ฒ,ฑ ,ธ,ช,ฌmati
-pบ,ปพ,ภ,ฟmati
-nghidup
-nน,ณ,ญ,ร,ล,ฬhidup
-mhidup
-yhidup
-whidup

Huruf-huruf berikut tidak pernah digunakan sebagai bunyi akhir dari silabel tertutup: ฉ,ผ,ฝ,ห,ฮ.

Kesannya ribet banget ya bahasa Thai ini, mengingat 44 huruf konsonan nya aja belum bisa, eh udah harus ingat kelasnya, harus ingat bunyinya kalau di awal dan di akhir, terus kapan bisa bacanya? Gak usah panik dulu, sekarang yang penting tau dulu, lancar kaji karena diulang, kalau sering-sering disebutkan lama-lama akan hapal kok.

Perkenalan dengan konsonan sudah cukup, berikutnya akan dibahas mengenai vokal. Setelah vokal ada lagi namanya tanda baca penentu bunyi (tone mark). Setelah tone mark baru deh kita ngomongin aturan lengkapnya. Sampai ketemu di tulisan berikutnya.