Menggunakan SSH key di TPM

Trusted Platform Module (TPM) adalah teknologi kriptografi berbasis hardware. TPM digunakan untuk memastikan proses boot tidak dimodifikasi (secure boot), dan digunakan oleh sistem operasi untuk enkripsi (misalnya Bitlocker) dan menyimpan informasi user (Windows Hello).

Di dalam komputer, TPM ini bisa berupa sebuah chip, atau sudah ada di dalam CPU. Prosesor Intel sejak Skylake/Intel Gen 6, dan AMD (sejak AM4) sudah punya fitur TPM built in. Kita bisa menggunakan fitur TPM ini untuk key SSH.

Ketika berbicara tentang SSH, ada banyak implementasinya (misalnya dropbear, tinyssh, dsb), saya akan menggunakan spesifik OpenSSH di tulisan ini.OpenSSH ini tersedia di hampir semua platform, termasuk juga Windows.

Intinya di sini saya akan membahas bagaimana membuat SSH Key yang tidak bisa dicopy, dan kita cukup menggunakan PIN atau sidik jari untuk login SSH.

Login SSH dengan fingerprint/Windows Hello
Lanjutkan membaca “Menggunakan SSH key di TPM”

eSIM fisik dengan eSIM.me

Di tulisan ini saya ingin membahas mengenai eSIM dalam bentuk physical SIM. Ini praktis untuk menambah fitur eSIM pada ponsel yang tidak punya eSIM, dan praktis juga untuk membeli eSIM yang ingin dipindah ke mobile hotspot 4G (dikenal juga sebagai MIFI atau modem 4G/5G).

eSIM (embedded SIM) adalah versi digital dari SIM (Subscriber Identity Module) card. Meski standard untuk teknologi ini sudah ada cukup lama (2016), teknologi ini masih relatif eksklusif (biasanya ada di ponsel high end saja). Beberapa ponsel baru (misalnya iPhone yang dijual di Amerika) sudah tidak lagi memakai SIM fisik dan hanya memiliki eSIM.

Paket dari eSIM.me

SIM vs eSIM

SIM adalah smart card yang berisi informasi pelanggan dan di dalamnya key digital yang digunakan untuk validasi pelanggan dan juga untuk enkripsi. Pada SIM Card fisik (kadang disebut juga pSIM/Physical SIM), key ini diset oleh provider dan tidak bisa diekstrak . Andaikan key bisa diekstrak, maka bisa dibuat clonenya (belasan tahun yang lalu, SIM card jenis tertentu bisa diekstrak, yang baru sudah lebih aman).

Lanjutkan membaca “eSIM fisik dengan eSIM.me”

Mesin Waktu Ini Sudah 20 Tahun

Hari ini 20 tahun yang lalu, saya mulai ngeblog bareng Joe di blog ini. Walaupun ngeblog bareng, sebenarnya terlihat jelas siapa penulis dari setiap posting yang ada. Dari gaya bahasa dan hal-hal yang dituliskan juga teman-teman kami bisa dengan jelas mengetahui ini tulisan Risna atau Joe.

Saya tidak tahu, apakah ada yang membaca semua tulisan kami sejak awal kami ngeblog. Apalagi blog ini pernah hampir dilupakan saat media sosial semakin marak.

Blogger yang namanya sering terdengar di awal kami ngeblog, sebagian besar sudah tidak mengeblog lagi. Ada yang jadi penulis buku, ada yang jadi komika, ada juga yang hilang aja tanpa jejak.

Sekarang, pembaca blog ini sebagian besar teman saya di komunitas menulis KLIP dan MGN, dan sebagian lagi orang-orang yang ingin membaca tulisan teknis dari Joe. Entah apakah ada teman yang sekedar kepo masih memeriksa tulisan di blog ini atau tidak, karena sebagian pembaca blog ini adalah pembaca yang sunyi alias tidak meninggalkan jejak.

Awal mula ngeblog, komputer masih pakai monitor tabung begini
Lanjutkan membaca “Mesin Waktu Ini Sudah 20 Tahun”

20 Tahun ngeblog bareng

Tanggal 7 April tahun 2004, saya memutuskan ngeblog bareng dengan Risna. Waktu itu statusnya masih pacar (kami menikah tahun 2007). Kalo nulis di blog, manggilnya masih “mbak Risna”.

Dulu mulai ngeblog dengan komputer seperti ini

Hari ini polusi di Chiang Mai sedang tinggi, jadi kemungkinan kami tidak akan keluar rumah selain ke Gereja. Jadi di posting ini saya ingin bernostalgia 20 tahun blogging bareng.

Lanjutkan membaca “20 Tahun ngeblog bareng”

Paskah 2024 dan Mencari Telur Paskah di Gereja

Tahun 2023 ada kegiatan pra paskah di gereja yang merupakan Easter Family Experience, sayangnya kegiatan itu tidak ada lagi tahun ini. Sebagai gantinya, tahun ini untuk pertama kali diadakan kegiatan mencari telur paskah untuk anak-anak kecil yang dibatasi sampai dengan kelas 5 SD. Otomatis yang bisa ikut hanya Joshua.

Seperti biasa di Minggu Paskah, ada ibadah subuh di gereja kami yang bergabung dengan gereja Thai. Tadinya kami sudah berencana untuk menghadiri kebaktian pukul 6 pagi, karena kami pikir kegiatan mencari telur paskahnya diadakan di pagi hari.

Ketika kami tahu kalau acaranya hanya di sore hari setelah ibadah sore, kami memutuskan untuk ibadah sore saja. Alasan lain tidak jadi pergi di pagi hari walau sudah bangun awal, karena polusi udara yang masih cukup tinggi.

Lanjutkan membaca “Paskah 2024 dan Mencari Telur Paskah di Gereja”

Chiang Rai Trip Hari ke-2: Mengunjungi Kuil di Chiang Rai dan AstroPark di Chiang Mai

Tulisan ini merupakan lanjutan cerita jalan-jalan kami di bulan Maret 2024 bersama keluarga adik yang datang dari Indonesia. Setelah hari sebelumnya kami mengunjungi Golden Triangle, Laos dan Night Bazaar Chiang Rai, hari ke-2 kami mengunjungi beberapa kuil yang memang menjadi tujuan wisata orang ke Chiang Rai. Sebelum pulang ke rumah, kami mampir dulu ke Princess Sirindhorn AstroPark yang berada di Chiang Mai.

Lanjutkan membaca “Chiang Rai Trip Hari ke-2: Mengunjungi Kuil di Chiang Rai dan AstroPark di Chiang Mai”

Chiang Rai Trip Hari ke-1: Golden Triangle dan Chiang Rai Night Bazaar

Bulan Maret sebenarnya bukan bulan yang ideal untuk berjalan-jalan di utara Thailand. Musim panas dan polusi merupakan kombinasi yang kurang mendukung untuk jalan-jalan. Akan tetapi sepupu Jonathan datang di bulan Maret, karena waktu liburan sekolah mereka ya di bulan Maret.

Kami cukup beruntung karena, ketika keluarga adik datang dengan 2 anaknya, polusi sedikit berkurang. Bahkan ketika di Chiang Rai, ada hujan cukup deras yang membuat kami berkesempatan melihat langit biru yang cerah.

Tulisan ini sekedar catatan rute perjalanan kami ke Golden Triangle dan Chiang Rai.

Lanjutkan membaca “Chiang Rai Trip Hari ke-1: Golden Triangle dan Chiang Rai Night Bazaar”