SalesMan

Udah lama ga nulis, banyak kejadian yang menarik untuk ditulis, tapi…as usual, pas mau ngetik kok lupa intinya, samimawon :P. Cerita kali ini adalah kisah nyata yang merupakan gabungan dua kejadian yang terjadi di tempat dan waktu yang berbeda. Kesamaan tokoh adalah kedua tokoh tersebut merupakan salesman.

Kejadian pertama sekitar beberapa bulan yang lalu (mungkin sudah setahun lebih bahkan). Waktu itu lagi nyari barang elektronik di BEC, tiba-tiba seorang ibu yang sedang membeli komputer untuk anaknya yang sma datang untuk mengambil pesanannya dan terlihat ngobrol akrab dengan sang salesman. “Wah hebat ya adik ini, lulusan Informatika ITB, anak saya juga saya suruh masuk ke sana, tapi kira-kira bisa ga ya, resepnya apa dong dik?”. Gue mendengar kalimat tersebut reflek melihat lebih teliti si penjual tersebut. Ikut nimbrung dan bertanya angkatan berapa. Dia ngakunya angkatan 99. Nanya lagi wali angkatan 99 siapa yah, jawabnya : “umm..saya lupa namanya, abis saya dulu ga gaul sih”. Oh..kalau bu Inge masih inget? “yang mana yah? aduh gimana yah, saya itu lulusnya cepet banget, ga sempet lama bersosialisasi di sana.” Gue langsung merasa something wrong. Kalau lulusan IF ITB, ga mungkin dong ga kenal dengan dosen yang paling ngetop di ITB itu. Belum lagi, mana mungkin dong ga inget nama walinya sendiri. Minimal walau dia kuliah 3.5 tahun, dia akan minta tandatangan beliau selama 7 kali!. Gue langsung merasa pasti dia ngaku2 doang deh…..

Kejadi kedua baru-baru ini dialami tidak secara langsung oleh gue. Ceritanya adiknya temen ada yang lagi nyari rumah ke perumahan Kota Baru Parahyangan. Cerita-cerita dia ngaku anak Informatika ITB juga, katanya sih angkatan 96. Terus dia kasih kartu nama juga. Pas baca namanya, gue merasa : kok ga kenal yah. Untuk konfirmasi gue tanya ke seorang teman angkatan 96. Dan…ternyata temen gue bilang: ga ada tuh nama kayak gitu, tapi emang sering tuh ada orang yang ngaku-ngaku Informatika ITB, padahal mungkin cuma pernah kursus komputer di ITB. Well jadi ragu dengan profesionalisme Kota Baru Parahyangan yang menghire sales yang ngaku-ngaku gitu. Oh ya, si orang itu katanya cukup meyakinkan loh ngomongnya.

Well…yang jadi permasalahan adalah, emangnya kalau dia ngaku anak IF ITB jualanya bakal laku apa yah? kalau iklan aja isinya banyak yang bohong untuk mengangkat suatu produk, kenapa sih salesman pun harus ikutan berbohong tentang jati dirinya. Buat apa sih? apa gunanya yah? Gue ga pernah malu ngaku dulu sekolah di SD Negeri yang masuk sore. Gue juga ga malu ngaku kalau gue ga pernah sekolah di swasta bergengsi, tapi kayaknya gue juga ga perlu mengaku-aku kuliah di suatu tempat yang terkenal (misalnya Harvard, MIT dsb) hanya untuk membuat gue terlihat hebat di mata orang lain dan supaya orang lain mau mendengarkan jualan gue.

Anyway…jadi inget, dulu ada kenalan di chatting yang ngaku anak ITB, jurusan….akutansi (mari tertawa), mana ada akuntasi di ITB, kalau di lembaga yang mengaku-aku kerjasama dengan ITB mungkin kali yah. Eits…tulisan ini bukan bagian dalam arogansi ke-ITB-an ataupun lembaga tertentu. Tapi hanya mau bilang : hati-hati dengan salesman (atau dengan siapapun) sekarang ini banyak sekali penipu, dan para penipu itu tidak pernah kehabisan akal untuk mendapatkan duit dengan cara tidak halal. (Mungkin mereka menganggap neraka hanya bagian dari dongeng sajah…higs…)

2 thoughts on “SalesMan”

  1. ‘Ceritanya adiknya temen ada yang lagi nyari rumah ke perumahan Kota Baru Parahyangan.’
    bener neehhhh cuman temeennnnnn 😉 ??
    *lagi ngantuk berat di suatu jumat sore yg dingin..ya iyalah dingin..wong pake ac koq :lol:*
    **cowet mode on**

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.