Outernet: packet radio from space

Outernet adalah layanan broadcast data via satelit yang sifatnya terbuka dan gratis. Kita bisa menerima data yang dikirimkan dengan receiver yang bisa dibeli jadi atau dirakit sendiri. Data yang disiarkan outernet beraneka ragam, mulai dari cuaca, berita, sampai artikel yang bisa kita usulkan.

Sebenarnya proyek Outernet ini sudah dimulai cukup lama, sejak 2014 mereka sudah memulai broadcast di Ku Band, tapi sekarang mereka memakai L Band. Jangkauan Outernet sampai saat ini sudah hampir seluruh bumi.

Akhir tahun lalu mereka memberi diskon untuk  kit receiver Outernet. Tadinya 99 USD belum termasuk ongkos kirim, tapi waktu itu dijual 89 USD, sudah termasuk ongkos kirim. Semestinya saya akan menerima paketnya bulan Maret, tapi baru dikirim April. Baru sabtu sore lalu saya menerima paketnya.

Sebagai catatan: mereka juga memulai kampanye Indiegogo untuk menjual hardware receiver, tapi sampai saat ini backer project tersebut belum mendapatkan barangnya. Kalau tertarik dengan Outernet, sebaiknya pesan langsung dari webnya, jangan dari Indiegogo. Tadinya mereka menjual sebagian kit saja (misalnya Antenna saja, atau LNA saja, atau SDR saja), tapi sekarang kita harus membeli kit langsung.

Paket yang saya terima adalah: CHIP (komputer 9 USD), Patch Antenna, dan SDRx yang merupakan gabungan software  defined radio (SDR), plus low-noise amplifier/LNA dan sebuah kertas manual singkat.

Merakit kit ini cukup mudah: colokkan SDRx ke CHIP, colokkan Antenna ke SDRx, beri power melalui colokan micro USB di CHIP dan arahkan antenna ke satelit. Bagian terakhir itu mungkin kedengaran sulit, tapi sekarang ada software Sattelite AR untuk Android. Cukup masukkan nama satelit (Inmarsat I4 untuk daerah Asia Pasifik), dan arahkan ke angkasa, nanti kita bisa tau di mana kira-kira satelitnya berada.

Jika Anda ingin mulai membeli receiver, atau membuat sendiri receivernya, coba install dulu software Sattelite AR-nya untuk mengetahui apakah Anda akan bisa mendapatkan signal satelit dengan mudah dari tempat Anda berada. Jika Anda ingin membuat sendiri receivernya, Anda bisa memakai Raspberry Pi dengan SDR Receiver yang bagus (misalnya dari sini), Anda juga perlu membeli atau membuat LNA (misalnya dengan design dari sini) dan tentunya Anda perlu membuat antennanya.

Untuk mengakses outernet, kita cukup melakukan koneksi via WIFI, lalu mengakses interfacenya dengan web browser. Defaultnya outernet akan berfungsi seperti access point. Sayangnya saya memiliki sedikit kesulitan di sini: akses pointer Outernet tidak terlihat meskipun LED pada CHIP dan SDRx terlihat menyala. Setelah dicoba-coba, ternyata access point-nya hidden, jadi perlu kita masukkan namanya manual. 

Sekarang untuk memudahkan koneksi, saya ubah modenya menjadi WIFI Client agar bergabung ke jaringan WIFI di rumah.

Setelah semua siap, kunjungi bagian Tuner. Pastikan satelit yang benar sudah dipilih (defaultnya untuk Eropa). Perlu diperhatikan di tab status bahwa SNR harus lebih dari 3 supaya kita bisa menerima file. Jika SNR baik, setelah agak lama, paket akan mulai berdatangan. Dibutuhkan waktu cukup lama sampai transfer dimulai. Di hari pertama saya mencoba sekitar satu jam dan tidak mendapatkan apa-apa (hanya file parsial).

Karena hari pertama akan hujan, saya bawa masuk kit outernetnya. Hari Minggu, sebelum mengantar Jonathan ke dokter gigi, saya setup lagi outernet receivernya. Ketika pulang dari dokter gigi kami ke kebun binatang. Waktu tiba di rumah, sudah ada cukup banyak file yang diterima, termasuk juga data cuaca.

Saat ini saya belum punya tempat yang permanen yang tahan cuaca. Receivernya saya tahan dengan kotak yang diberikan.

Saat ini jika kita ingin mengirimkan berita via Outernet atau memilih artikel untuk disiarkan, kita bisa membeli kredit (minimal 10 USD untuk 1000 credit). Satu pesan broadcast biayanya 10 kredit. Untuk sebuah artikel, biayanya 10 kredit plus 5 kredit untuk tiap 1000 byte artikel.

Saya sendiri belum membeli credit, belum tahu untuk apa. Mungkin kalau iseng, saya bisa membeli kredit 10 USD dan mengucapkan selamat ulang tahun ke 100 orang.

Bagi kebanyakan orang, Outernet ini saat ini tidak semenarik Internet, karena sifatnya yang searah (butuh internet untuk bisa mengirimkan sesuatu), kontennya masih relatif sedikit (hanya sekitar 20 megabyte per hari disiarkan). Bagi sebagian orang, ternyata outernet ini sudah berguna, misalnya untuk mereka yang membutuhkan data cuaca ketika berlayar.

Rencana mulia Outernet adalah menyebarkan berita dan ilmu ke seluruh dunia bebas biaya, termasuk juga ke daerah yang sulit dijangkau Internet (terlalu sulit/terlalu mahal). Untuk saat ini sebelum tujuan mulia tersebut tercapai, Outernet bisa jadi mainan menarik untuk hacker dan orang yang suka teknologi radio. Saat ini software outernet sifatnya proprietary, tapi sudah ada yang melakukan reverse engineering modulasi, coding, framenya.

 

2 thoughts on “Outernet: packet radio from space”

  1. Kalo saya sih secara umum nggak mau susah payah debugging resepsi outernet ini kalo bikin sendiri. Misalnya ada yang bilang kalo pake SDR Chip tertentu akan overheat, jadi harus didinginkan (atau memakai chip yang lain), ada juga yang bermasalah karena kabelnya terlalu panjang, terus saya nggak yakin juga misalnya salah solder waktu bikin LNA, bagaimana cara testingnya, dsb.

    Intinya terlalu banyak yang mungkin salah, jadi akhirnya lebih gampang beli 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *