Mengenal Transformer, LLM, dan ChatGPT

Tulisan ini ingin memperkenalkan cara kerja ChatGPT. Tidak terlalu teknis, tapi juga tidak terlalu awam. Untuk yang ingin mempelajari lebih dalam lagi sampai detailnya, akan saya berikan link-link yang bisa dipelajari di akhir. Tulisan ini juga bukan tulisan praktis sekedar bagaimana memakai ChatGPT dengan prompt tertentu.

Memahami sedikit dasar teori bisa membuat kita paham batasan dan keanehan ChatGPT, misalnya: kenapa ChatGPT selalu menyatakan bahwa ada 3 huruf “n” dalam kata “banana”, kenapa bingung jika percakapannya panjang, kenapa hasilnya tidak selalu sama, kenapa jawabannya kadang ngawur.

Selain itu semoga dengan membaca tulisan ini jadi bisa lebih memahami berbagai informasi yang sering disebutkan ketika ada yang merilis saingan baru (atau versi baru ChatGPT), misalnya apa itu jumlah parameter dan panjang konteks.

Dihasilkan ChatGPT dengan prompt “Generate simple disney like illustration for this topic “Transformer, LLM, and ChatGPT”


Lanjutkan membaca “Mengenal Transformer, LLM, dan ChatGPT”

Flipper Zero

Flipper Zero merupakan tool hacking/pentesting serbaguna. Harganya tidak terlalu murah (169 Euro) tapi juga tidak terlalu mahal jika dibandingkan benda lain yang jadi saingannya, mengingat fungsionalitas nya banyak.

Saat ini Flipper Zero ini cukup populer di kalangan orang awam (terutama di Amerika) karena bisa digunakan untuk iseng misalnya melakukan bluetooth spamming attack untuk membuat semua iOS/Android di sekitar jadi restart.

Karena benda ini bisa dipakai untuk hacking, dan karena popularitasnya, Amazon sampai mem-ban penjualan benda ini dan pernah juga disita oleh agensi telekomunikasi Brazil.

Update Firmware Flipper Zero
Lanjutkan membaca “Flipper Zero”

Mengenal aneka fitur Windows modern: Sandbox, Terminal, WSL, WSA, dan Winget

Dulu saya suka Windows, Lalu Linux, dan kemudian macOS, tapi sekarang ini saya lebih sering memakai Windows lagi. Tulisan ini tentang fitur baru Windows yang berguna untuk programmer dan security researcher. Saya hanya membahas Windows 11 Pro, meskip sebagian besar fitur sudah ada di Windows 10, tapi di Windows 11 sudah banyak improvement.

Turn Windows Feature on or off
Lanjutkan membaca “Mengenal aneka fitur Windows modern: Sandbox, Terminal, WSL, WSA, dan Winget”

Kualitas udara, sensor, dan purifier

Sebelum ribut-ribut mengenai kualitas udara Jakarta, di Chiang Mai sudah sering ribut sejak belasan tahun yang lalu. Di Chiang Mai kualitas udara hanya menurun di bulan tertentu (musim panas sekitar Maret/April), ketika ada pembakaran hutan dari negara-negar tetangga ( walau sayangnya akhir ini penurunan kualitas udara bertambah lama).

Sejak bertahun-tahun yang lalu kami sudah cukup serius memperhatikan kualitas udara ini:

  • Saya punya beberapa sensor, dari mulai DIY dengan Arduino sampai yang harganya 200an USD
  • Setiap kamar kami ada air purifier, saya juga pernah membuat air purifier DIY
  • Di mobil kami ada 2 air purifier
  • Kami punya masker LG yang memiliki HEPA filter

Di tulisan ini saya ingin membagikan pengalaman menghadapi polusi dari sejak belasan tahun lalu.

Particulate Matter 2.5 micrometer (PM2.5)

Ada banyak ukuran kualitas udara, misalnya dari bau, dari gas berbahaya, dsb. Ada polusi yang jelas terlihat mata (debu) dan bisa difilter dengan sekedar masker kain, dan ada yang tidak terlihat mata. Partikel yang ukurannya sekitar 2.5 micrometer (microns) dan kurang itu disebut PM2.5

Jadi ketika membicarakan kualitas udara, saya tidak akan membicarakan tentang udara yang berbau atau beracun (misalnya dari industri), tapi lebih berfokus pada particulate matter. Sensor dan filter yang saya bicarakan juga akan berfokus apada PM2.5.

Lanjutkan membaca “Kualitas udara, sensor, dan purifier”

Recovery harddisk dengan partisi NTFS

Ini adalah pengalaman saya merecover data dari sebuah hard disk (bukan SSD) yang partisinya memakai filesystem NTFS (New Technology Filesystem) yang umum dipakai Windows saat ini (di masa depan Microsoft mungkin akan memakai ReFS/Resilient File System). Metode yang saya pakai untuk recovery ini mungkin berguna untuk beberapa kasus, tapi tidak semua kasus, tergantung jenis kerusakan yang terjadi.

Harddisk yang rusak

Kerusakan pada Hard disk

Bentuk kegagalan (failure) hard disk berbeda dengan SSD, jadi harap dicatat bahwa banyak hal di tulisan ini yang tidak berlaku untuk SSD. Hard Disk memiliki komponen mekanis: head dan platter dan juga komponen elektronik (controller). Controller hard disk adalah PCB yang memiliki CPU dan RAM dan menjalankan firmware hard disk.

Lanjutkan membaca “Recovery harddisk dengan partisi NTFS”

Otomasi di iOS/iPadOS dengan Shortcuts, Pythonista, dan iSH

Saya paling tidak suka mengerjakan hal-hal yang berulang atau yang langkahnya panjang jika melibatkan tablet, ponsel atau apapun yang melibatkan komputer. Tool otomasi iOS masih cukup terbatas dibandingkan dengan PC dan Android (kecuali jika dijailbreak). Walau demikian ada beberapa aplikasi (Shortcuts, Pythonista, dan iSH) yang bisa mengotomasi cukup banyak hal di iOS/iPadOS tanpa perlu jailbreak.

Shortcurts + Widgets

Shortcuts

Shortcuts merupakan aplikasi bawaan di iPhone sejak iOS 13, dan juga tersedia untuk iPadOS dan macOS. Kita bisa menyusun perintah-perintah yang akan dikerjakan oleh sebuah shortcut ketika ditekan. Bentuk shortcut yang paling sederhana adalah meluncurkan aplikasi dengan parameter tertentu.

Lanjutkan membaca “Otomasi di iOS/iPadOS dengan Shortcuts, Pythonista, dan iSH”

Wireguard, Tailscale, ZeroTier dan ngrok

Ketika membuat posting Cloudflare Tunnel, banyak yang bertanya dan membandingkan ini dengan berbagai teknologi lain. Nah di posting ini saya akan membahas beberapa teknologi lain seputar tunnel dan VPN .

Wireguard

Ini adalah teknologi VPN yang sederhana dan cepat. Spesifikasinya cukup pendek dan sudah diimplementasikan di kernel berbagai sistem operasi, clientnya tersedia di berbagai sistem operasi juga, termasuk di iOS dan Android. Saya bahas sedikit tentang Wireguard dulu karena ini jadi dasar untuk Tailscale.

Wireguard ini cukup sederhana sehingga bisa dipakai untuk IOT, misalnya sudah ada implementasi Wireguard untuk ESP32. Tapi bagian ini tidak akan saya bahas sekarang, mungkin di posting lain.

Wireguard hanya menangani koneksi dari satu titik ke titik lain. Contoh: saya bisa setup server wireguard, lalu client pertama bisa konek ke server itu. Client lain juga bisa konek ke server situ. Atau bisa saya set Wireguard di dua server supaya keduanya seolah-olah di jaringan yang sama.

Ada beberapa keterbatasan Wireguard: jika client pertama ingin konek ke client kedua, maka koneksi dilakukan melalui server (tidak bisa langsung dari client pertama ke kedua). IP sebuah server harus fixed IP, jika memakai dynamic DNS dan IP server berubah di tengah-tengah koneksi, maka kita perlu disconnect lalu reconnect dengan IP yang baru.

Setup Wireguard tidak terlalu sulit (jika dibandingkan openvn misalnya), tapi juga tidak sederhana untuk orang awam. Perlu setup server, perlu setup key, copy paste key, distribusi konfigurasi dengan membuat file atau menggenerate QR (untuk mobile), dsb. Sudah ada beberapa proyek untuk menyederhanakan interface ini, tapi tetap tidak semudah teknologi yang lain.

Lanjutkan membaca “Wireguard, Tailscale, ZeroTier dan ngrok”