Review Coursera: Mountains 101, Dog Emotion and Cognition, dan Animal Behaviour and Welfare

Keisengan saya belajar di Coursera masih berlanjut, setelah sebelumnya menyelesaikan Dino 101 dan The Truth About Cats and Dogs, saya meneruskan 3 course lagi dalam urutan ini:

  • Animal Behaviour and Welfare
  • Dog Emotion and Cognition
  • Mountains 101

Dari dulu saya bukan pencinta binatang (dan sejak SMP tidak memelihara Anjing ataupun Kucing) tapi sejak mengambil The Truth About Cats and Dogs saya jadi lebih penasaran mengenai hewan di sekitar kita. Hal itulah yang membuat saya mengambil Animal Behaviour and Welfare dan Dog Emotion and Cognition.

Sertifikasi Coursera sejauh ini, topik serius Machine Learning dan Deep Learning Specialization tidak saya masukkan

Animal Behaviour and Welfare

Setelah mengikuti kelas ini saya jadi sedih karena ternyata kita sering kurang memahami binatang dan memperlakukan binatang di berbagai tempat (baik itu hewan ternak, kebun binatang, maupun hewan peliharaan) tanpa memperhatikan kesejahteraan (welfare) mereka. Binatang punya berbagai kebutuhan, dan mereka bisa sejahtera jika kebutuhannya terpenuhi.

Continue reading “Review Coursera: Mountains 101, Dog Emotion and Cognition, dan Animal Behaviour and Welfare”

Masalah aneh MacBook 2015

Posting kali ini setengah teknis, tapi sebenarnya hanya sekedar cerita. Ceritanya tentang masalah MacBook yang tiba-tiba tidak bisa login, hingga akhirnya bisa diperbaiki setelah menginstall Ubuntu, dan kembali menginstall macOS.

Risna memakai MacBook sampai tahun lalu, dan tiba-tiba suatu hari: nggak bisa login. Tepatnya begini: layar login ada, bisa memasukkan username dan password, tapi setelah itu proses login tidak kunjung selesai. Saya pikir ini masalah sederhana, ada beberapa petunjuk di berbagai forum dan website. Misalnya ini dan ini dan masih banyak lagi.

Sebagai background: Macbooknya adalah tahun 2015 (kode: MacBook8.1 bukan MacBook Pro), dan saya beli di tahun 2018 (second hand, sudah habis garansi + apple carenya). Saya beli agak buru-buru untuk mengikuti konferensi BEVX karena Macbook pro saya terkena tumpahan kopi dan butuh segera komputer Apple untuk pelatihan exploitasi iOS. Setelah konferensi itu tidak saya pakai lagi dan dipakai oleh Risna (karena saya benci keyboardnya).

Saya sudah mengaktifkan SSH di Mac tersebut jadi bisa login dari remote dengan SSH, tapi remote desktop tidak bisa. Mungkin ada setting yang stuck, jadi saya juga sudah mengikuti petunjuk untuk menghapus NVRAM/PRAM, tapi masih gagal. Sudah saya cek syslog dan berbagai log lain via command line, tidak ada pesan error.

Continue reading “Masalah aneh MacBook 2015”

Ulang tahun ke-5 Joshua

Hari ini adalah ulang tahun ke-5 Joshua. Walaupun saat ini sudah memasuki era new normal, tapi kami tidak merayakan ulang tahun Joshua bersama teman-teman, cukup sekeluarga saja. Joshua saat ini sedang sangat suka Minecraft, jadi saya terpikir untuk membuatkan ucapan selamat di Minecraft.

Happy Birthday di Minecraft

Saya dan Jonathan membuat ucapan selamat di server lokal kami, berupa tulisan Happy Birthday Joshua, dan juga sebuah kue besar dengan angka 5 di atasnya. Saya dan Jonathan bekerja sama di server minecraft memakai Raspberry Pi 4 (saya memakai versi yang 4 GB untuk server Minecraft).

Continue reading “Ulang tahun ke-5 Joshua”

Mengenal Scripting Zed Attack Proxy (ZAP)

Zed Attack Proxy (ZAP/Zaproxy) adalah intercepting proxy untuk pentesting aplikasi berbasis web. ZAP bisa dipakai untuk aplikasi web maupun aplikasi mobile/desktop yang memakai HTTP/HTTPS/Websocket. Jika belum mengenai ZAP, saya pernah menuliskan dasarnya di artikel hacking aplikasi web dengan zaproxy sekitar 2.5 tahun yang lalu. Sekarang saya ingin meneruskan dengan pengenalan scripting ZAP. Dengan scripting, kita bisa mengotomasi atau menambahkan fitur baru pada ZAP.

Sebenarnya tadinya saya ingin menampilkan banyak skrip, tapi setelah saya review lagi, sebagian besar skrip saya tertarget khusus untuk client tertentu dan tidak bisa saya sebarkan. Sebagian script lain hanya modifikasi kecil dari script komunitas yang sudah open source.

Add-ons vs Script

ZAP bisa ditambah fiturnya melalui dua cara: add-ons dan script. Add-on ditulis dalam Java tidak terbatas kemampuannya dan bahkan bisa dipakai untuk menambahkan bahasa scripting baru. Script lebih mudah dibuat dan dijalankan tidak perlu dicompile, mudah reload dan testnya, tapi kemampuannya terbatas.

Langkah untuk membuat Add-ons seperti ini: kita perlu menulis kode dalam bahasa Java, mengcompilenya, dan meload Add-on-nya. Contoh hal yang bisa dilakukan Add On: menambah berbagai fitur di menu ZAP, bisa mengubah tampilan, membuat dialog baru, menambah bahasa scripting baru, dsb.

Script sifatnya lebih sederhana: kita bisa mengedit dan menjalankan script langsung di dalam ZAP sendiri. Defaultnya script bisa ditulis dalam Javascript, dan Zest tapi kita bisa memakai bahasa lain jika menginstall add-on-nya (misalnya sudah ada add-on untuk Python dan Ruby).

Beberapa bahasa scripting yang disupport oleh ZAP

Script komunitas

Sebelum membuat script sendiri, sebaiknya cek dulu apakah sudah ada yang membuat skrip serupa. Saat ini sudah ada repositori skrip komunitas di:

Continue reading “Mengenal Scripting Zed Attack Proxy (ZAP)”

Berbagai cara murah hosting aplikasi web

Sekarang ini ada banyak sekali alternatif untuk menaruh aplikasi kita di web agar bisa diakses publik. Harganya hosting mulai dari yang gratis, sampai yang mahal, tapi di sini saya ingin memfokuskan ke:

  • cara yang murah atau gratis
  • terpercaya, reliable, bebas iklan
  • bisa menjalankan skrip/aplikasi, bukan hosting file statik

VPS Gratis dan Murah

Jika ingin bisa menjalankan apa saja, maka VPS adalah solusi terbaik. Dengan VPS Anda bisa menjalankan semua software terbaru dan bahkan menggunakan OS Alternatif bukan hanya Windows/Linux. Ada banyak penyedia VPS saat ini, dan sebagian cloud hosting menyediakan VPS gratis dalam jangka waktu tertentu atau dengan batasan tertentu. Contoh yang gratis:

  • Amazon memberikan instance EC2 gratis setahun (t2.micro atau t3.micro tergantung region)
  • Google memberikan Compute Engine gratis instance f1-micro (tapi limit bandwithnya sangat kecil: 1 GB egress)
  • Azure memberikan gratis VM Windows atau Linux selama 12 bulan
  • Oracle Cloud memberikan VM Gratis (dengan batas yang cukup besar)
Continue reading “Berbagai cara murah hosting aplikasi web”

Delapan tahun memakai Raspberry Pi

Raspberry Pi adalah komputer mini, atau istilah resminya: Single Board Computer (SBC). Raspberry Pi ukurannya kecil, bisa dihubungkan dengan keyboard dan monitor untuk menggantikan PC, atau bisa juga digunakan untuk mengendalikan robot serta otomasi lain. Harganya relatif murah, mulai dari 5 USD untuk Raspberry Pi Zero, 35 USD untuk Raspberry Pi standard terbaru, dan 70 USD untuk Raspberry Pi 4 versi 8 GB.

Beberapa hari lalu Raspberry Pi 4 dengan RAM 8GB dirilis, saya jadi ingat bahwa saya sudah memakai Raspberry Pi sejak sekitar 8 tahun yang lalu. Di posting ini saya ingin menuliskan berbagai oprekan yang pernah saya lakukan dengan Raspberry Pi dari dulu sampai sekarang.

Pertengahan tahun 2015 saya pernah menuliskan berbagai hal yang saya lakukan dengan Raspberry Pi saya. Posting ini adalah rangkuman pemakaian sejak Raspberry Pi pertama, dan sekaligus update untuk posting lama tersebut (dulu hanya sampai Raspberry Pi 2).

Raspberry Pi 1 (2012)

Saya membeli Raspbery Pi pertama saya Desember 2012, waktu itu modelnya Raspberry Pi 1B. Raspberry Pi ini sangat menarik karena saya bisa dengan mudah bereksperimen, baik itu software (Linux dan berbagai OS lain) dan juga hardware (dengan General Purpose Input Output/GPIO). Karena sangat puas, pada April 2013 saya membeli dua lagi Raspberry Pi 1B. Inilah awal saya memiliki banyak Raspberry Pi.

Raspberry Pi pertama yang saya terima

Banyak OS alternatif tidak punya sumberdaya orang yang banyak seperti Linux untuk membuat driver, sehingga jumlah driver yang ada untuk OS tersebut terbatas. Hasilnya: berbagai OS alternatif ini jadi sulit dijalankan di berbagai PC karena hardware PC sangat beraneka ragam, jadinya kebanyakan OS alternatif hanya jalan di emulator. Karena Raspberry Pi ini cukup populer dan hardwarenya sudah pasti sama, jadi banyak OS alternatif yang diport ke Raspberry Pi dan bisa dinikmati di hardware beneran, bukan hanya sekedar di emulator.

Continue reading “Delapan tahun memakai Raspberry Pi”

Review Coursera: The Truth About Cats and Dogs dan Dino 101: Dinosaur Paleobiology

Risna sudah menuliskan tentang sertifikat Coursera gratis yang tersedia untuk puluhan course di masa pandemi ini. Risna sudah menyelesaikan dan mendapatkan sertifikat course Bahasa Korea. Karena saya sudah terlalu banyak belajar teknis yang berhubungan dengan IT, saya memutuskan mengambil course yang non IT. Dua pertama yang saya selesaikan adalah:

Di posting ini saya ingin memberikan review singkat dan membagikan pelajaran yang saya petik dari dua course ini. Sebagai catatan: saat ini saya juga sedang mengambil Mountains 101, jadi akan saya sebut juga sesekali.

The Truth About Cats and Dogs

Saya belum pernah melihat film romantis dengan judul yang sama dengan nama course ini (film tahun 1996), tapi sepertinya judul coursenya memang diilhami film tersebut. Course ini hanya 5 minggu, dan materinya sangat ringan, tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kucing dan anjing.

Continue reading “Review Coursera: The Truth About Cats and Dogs dan Dino 101: Dinosaur Paleobiology”