11 Tahun Menikah

Hari ini 11 tahun yang lalu, kami menikah setelah mengenal satu sama lain sekitar 3 tahun. Dan selama 14 tahun kami masih selalu menjadi pengguna aplikasi messenger. Mulai dari Yahoo Messenger, Agile messenger di handphone dengan OS Symbian, Google Talk /Google Hangout, BBM, dan sekarang pake Telegram. Dari jaman internet masih mahal dengan paket GPRS, sampai sekarang jaman 4G dengan harga relatif lebih murah.

Joshua belajar mengetik, berikutnya belajar pake app messenger

Kami gak pernah long distance relationship, waktu pacaran kami tinggal 1 kota (bahkan 1 kantor dan kuliah bareng), tapi kami sering chat sampe sekarang. Beberapa temen saya sampe terheran – heran ngapain sih masih chat, kenapa ga telpon saja langsung atau ya kan nanti bisa ngobrol di rumah. Alasannya sih karena ga semua yang kami bicarakan itu penting banget sampe perlu di telpon. Ya saya bersyukur punya pasangan yang mau mendengar semua cerita saya bahkan yang ga penting sekalipun. Kadang-kadang, jadi perempuan itu cuma pengen didengar, jadi misalnya saya baca berita yang aneh, reflek pertama bukan share di FB tapi share ke Joe.

Sejak Agustus 2015 sudah ada 1463 shared media di chat Telegram saja

Isi percakapan chat kami kadang sekedar ngasih tau udah sampe rumah dari anter anak, atau ngasih tau anak pup (buat jadi catatan kapan terakhir anak pup) dan juga yang jelas kalau nunggu Joe pulang kerja kemungkinan berbagai hal udah lupa dan ga jadi dikasihtau. Isi percakapan kami ya kira2 kayak FB pribadi yg menyampaikan apa yg kami pikirkan, hadapi, alami, rasakan, atau sesuatu yang sepertinya menarik untuk diketahui. Jadi kami ga pernah ngobrol di halaman FB karena ya semuanya japri aja. Kami ga terus2an chat sepanjang hari, tapi kami menggunakan chat seperti untuk update status satu sama lain sedang di mana dan atau sedang apa. Jadi ya komunikasi selalu ada walau ga selalu bersama (Joe di kantor, saya di rumah).

Sudah 100x pup disebut

Salah satu nasihat papa saya yang saya inget mengenai kehidupan pernikahan ya harus selalu komunikasi. Kita harus selalu bisa menceritakan apa saja dengan pasangan kita. Dan ya karena sejak menikah kami jauh di perantauan, di negeri asing yang awalnya bahkan orang Indonesianya langka, tentunya semua hal akhirnya ceritanya ke pasangan (mau nelpon ke ortu mahal, VOIP ke Indonesia kualitasnya jelek kalo telpon lama).

Menikah 11 tahun tentunya ga selalu penuh bunga, kadang ada juga salah paham atau kesel dan marah. Kadang kalau lagi marahan kami menumpahkan unek2 pake e-mailĀ  atau bahkan via chat biar semua bisa dituliskan tanpa interupsi. Biasanya cara marahan begini bisa menghindari kemarahan tambah dashyat karena ada waktu untuk berpikir mencerna perasaan pasangan dan bercermin sapa tau memang saya salah. Saya relatif reaktif, kalau marahan lisan cepet naik level emosi, makanya kalau marah saya memilih diam dan menuliskan kemarahan saya atau sebaliknya kalau Joe lagi marah ya saya coba mencerna kenapa dia jadi marah dengan membaca penjelasan dia beberapa kali. Namanya manusia pastinya sering merasa ga salah dan ga terima dipersalahkan, jadi dengan tulisan kami berusaha menyampaikan apa yang kami rasakan dan ya udah bisa berbaikan lagi setelah masing-masing mengaku salah.

Mungkin ada yang akan bertanya lagi, terus kalau udah semua diobrolin pake chat, pas ketemu masih ngobrol gak? ya masih dong, tapi biasanya banyak topik yang ga bisa juga diobrolin di depan anak-anak, jadi kalau lagi bareng kami berusaha ngobrolin hal yang menarik juga buat anak-anak (dan Jonathan suka nguping dan nimbrung). Nah kalau anak-anak udah tidur baru bisa ngobrolin hal lain kalau ada yang penting. Tapi kadang-kadang ya kami bisa cuma bareng-bareng menikmati tontonan aja.

Chat dengan Jonathan dipenuhi sticker

Aduh cerita jadi panjang begini, semoga kami tetap bisa menjaga komunikasi walaupun mungkin nantinya tanpa teknologi dan juga kami berusaha ajarkan ke anak-anak kami juga soal pentingnya komunikasi.

One thought on “11 Tahun Menikah”

  1. Wah ada tulisan dari Risna, bahannya ringan dan menarik. Lebih banyak lagi menulis di sini ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *