Nostalgia di Sekolah Dasar

Hari ini saya sedang melatih diri untuk mencoba mengingat seberapa ingatan saya sekarang tentang masa kecil saya. Kalau mengingat secara spesifik, rasanya kok sulit, tapi ada beberapa hal yang saya ingat secara random.

Saya gak pernah diberi uang jajan dari kecil. Waktu SD kelas 1, lokasi sekolah itu dekat dari rumah jadi saya bisa jalan kaki. Orang tua saya gak pernah memberi saya uang jajan. Saya juga ga punya kebiasaan jajan. Ada sih warung-warung di depan sekolah, ada juga yang jual mainan, tapi saya tidak pernah punya keinginan untuk membeli apa-apa.

Nah tapi seperti pernah saya tulis sebelumnya, waktu SD kelas 1, tanpa saya mengerti beberapa teman menyerahkan uang jajannya 100 rupiah sehari ke saya karena mereka menyontek PR dari saya. Saya sudah gak ingat lagi PR jaman SD itu kayak apa ya? rasanya saya gak pernah juga berlama-lama ngerjain PR. Biasanya bahkan pulang sekolah saya tinggal main-main saja. Uang yang diberi teman saya itu ya saya kumpulin aja. Kalau sudah banyak saya tukar dengan lembaran uang 1000-an ke mama saya. Uangnya saya kumpulkan di dompet di rumah.

Setelah kelas 3 SD, saya diberikan ongkos becak atau bemo untuk sekolah karena kami pindah rumah agak jauh dari sekolah. Saya ingat kelas 3 SD itu saya masuk sekolah jam 1 siang sampai jam 5 siang. Iya saya sekolahnya SD Negeri Inpres yang bangkunya gak cukup untuk semua kelas masuk bersamaan. Jadi kelas 1 itu masuk sekolah jam 10 – 12, kelas 2 masuk jam 7.45 – 12, kelas 3 – 5 masuk siang jam 1- 5, lalu kelas 6 SD masuk pagi lagi.

Kelas tertentu saya bisa sharing becak dengan kakak saya, sisanya ya saya kadang jalan kaki setengah jalan supaya bayar angkotnya lebih murah dan sisanya saya kantongi. Ada kalanya juga saya naik sepeda ke sekolah. Saya gak ingat umur berapa saya bisa mahir naik sepeda, tapi saya ingat sering naik sepeda itu kelas 4 atau 5 SD.

Saya ingat, kadang-kadang ada les tambahan dari gurunya untuk acara sekolah, misalnya menari atau les tambahan ketika kelas 6 SD. Les tambahan ini wajib. Jadi sekolah pagi sampai jam 1, semua disuruh pulang dulu lalu datang lagi jam 3- 5. Saya ingat kadang-kadang saya bermain sepeda cukup jauh juga dengan teman-teman saya sepulang dari les tambahan. Tapi kalau sekarang ditanya daerah mana dulu sepedaanya, saya gak ingat lagi hehehe.

Ada memor yang juga saya ingat banget, waktu itu datang dokter untuk vaksinasi gratis. Saya yang sebenarnya takut bilang ke guru kalau menurut orangtua saya, saya sudah dapat imunisasi lengkap, jadi saya gak perlu lagi disuntik. Ada beberapa teman yang juga gak ikut imunisasi lagi, dan kami mengetawai teman-teman yang nangis ketika disuntik (padahal sendirinya kabur hahahha).

Memori paling berkesan waktu kelas 6 SD itu ketika saya masuk TV untuk acara cerdas cermat, walaupun kami kalah dan cuma dapat juara 3. Nah tapi hadiahnya dipakai sama kepala sekolahnya dan gak dikasihin ke kami huhuhuhu. Saya ingat banget kalau saya ajak 2 teman saya yang ikutan tim cerdas cermat untuk menghadap kepala sekolah meminta hadiah yang diberikan, tapi ya waktu itu saya belum bisa menang argumen lawan kepala sekolah hehehehe.

Gimana dengan teman-teman masa SD, masih ada yang ingat? Yang saya ingat paling teman yang masuk ke SMP yang sama. Teman yang ikut cerdas cermat bahkan sampai SMA masih ketemu lagi walau cuma 1 orang yang sekelas sama saya. Sekarang masih kontak? masih sama 1 orang, yang 1 lagi nggak tau kabarnya. Ada beberapa nama teman-teman SD yang masih saya ingat, tapi waktu saya coba cari di FB saya tidak menemukannya.

Salah satu hal yang juga lucu kalau diingat, waktu SD itu pertemanan bisa dari deket banget lalu jadi musuhan (eskete), terus nanti baikan lagi dan jadi deket banget lagi. Penyebab musuhannya apa? saya ga ingat lagi. Namanya juga anak-anak ya, hal-hal kecil aja bisa bikin ribut.

Setelah menulis beberapa kenangan SD ini, ada banyak kenangan lain muncul di kepala, misalnya kenangan masak air sampai gosong di ruang guru, berantem sama temen 1 kelompok karena masalah pinjam tip-ex, jadi mata-mata di kelas yang suka disuruh guru mencatat siapa yang ribut ketika guru perlu keluar ruangan sebentar. Di suruh membantu ibu guru nulis di papan tulis (padahal tulisan saya gak bagus-bagus amat). Bikin guru berantem karena saya sebel dijadiin kurir bolak balik buat menyampaikan pesan mereka ke guru lain (ini sebenarnya dasar aja gurunya hubungannya udah ga bagus, terus ngapain juga saya harus mondar mandir menyampaikan pesan dengan awalan: kata bu A bla bla bla).

Ternyata memori itu bekerjanya butuh dipancing ya, kalau udah ingat 1 hal, bisa jadi kemana-mana hahahhaa. Sepertinya tulisan random ini harus diakhiri sebelum tambah random lagi :). Menyenangkan juga mengingat-ingat masa kecil, siapa tau nanti ada teman SDN 060855 nyasar ke blog ini dan ingat saya hehehe.

Serasa hidup seratus tahun

Saya dulu lahir dan menghabiskan masa kecil di tempat yang boleh dibilang agak primitif. Tempatnya tidak ada listrik (memakai lampu dian), tidak ada toilet (buang air di kali), memakai kayu untuk memasak (tidak memakai minyak tanah atau gas), dinding rumahnya dari anyaman bambu.

Dulu saya kadang berpikir: sayang sekali dulu saya nggak punya kesempatan belajar komputer dari kecil (seperti anak-anak di Amerika pada masa itu misalnya). Tapi setelah bertemu banyak orang, terutama orang tua, saya jadi bisa nyambung ketika bercerita dengan mereka (“dulu waktu saya masih kecil, belum pake listrik, bisa kamu bayangkan nggak?”). Saya jadi merasa pernah hidup di awal abad 20 (atau bahkan seperti akhir abad 19 di Eropa).

Komputer pertama saya bukan IBM PC tapi Apple II/e yang dibeli bapak saya karena dapat dengan harga sangat murah (bapak nggak ngerti berbagai jenis komputer). Sekarang waktu saya melihat berbagai video Youtube mengenai komputer lama, saya merasa bisa mengerti yang mereka bicarakan. Saya jadi sempat merasa hidup remaja di tahun 1980an.

Sekarang saya jadi lebih bisa menikmati cerita sejarah, tapi biasanya sampai sekitar 1900an atau kahir 1800an saja, karena sebelum itu tidak banyak yang bisa dilakukan oleh orang biasa (bukan dari keluarga ningrat atau kaya). Sebelum itu banyak penemuan dasar seperti toilet juga belum umum. Baru pertengahan abad 19 toilet dengan flush banyak dipakai. Kertas tisu toilet baru diterima di Eropa tahun 1930an setelah teknologinya cukup matang.

Saya tidak tahu berapa lama lagi akan hidup, tapi dengan pernah mengalami masa kecil di kampung, pernah memiliki komputer lama, dan dengan membaca banyak sejarah, saya merasa telah hidup lama sekali. Meski begitu tentunya saya berharap ingin punya umur panjang untuk melihat berbagai hal di masa depan.

15 Tahun ngeblog bareng

Hari ini tepat 15 tahun kami ngeblog bareng. Cerita mengenai awal ngeblog bareng ini sudah dituliskan waktu saya posting mengenai 10 tahun ngeblog bareng (kami ngeblog setelah beberapa bulan pacaran). Kenapa kami masih ngeblog di sini sementara orang lain memakai sosmed (berganti-ganti sosmed) dan kenapa ngeblognya campur-campur antara cerita teknis, cerita kehidupan dan hal random lainnya sudah pernah juga dituliskan di posting 14 tahun blogging bareng.

Sekitar setahun terakhir ini kami tambah rajin ngeblog. Risna mulai memaksakan diri lebih banyak ngeblog dengan mengikuti writing challenge dan saya berusaha menambahkan banyak konten baik teknis maupun non teknis.

Jumlah posting blog sampai saat ini

Menulis teknis yang akurat dan enak dibaca itu sulit dan butuh waktu jadi itu sebabnya cerita teknisnya tidak selalu ada. Saya tahu banyak yang suka membaca blog ini dan minta topik tertentu tapi tidak bisa saya tuliskan dengan singkat karena prerequisite ilmunya banyak.

Saya berikan contoh topik yang sering diminta orang: bypassing SSL Pinning. Secara praktis ada beberapa tool yang memungkinkan kita membypass SSL pinning dan tekniknya jalan pada 90% aplikasi yang ada. Masalahnya adalah pada 10% aplikasi lain yang tidak bisa dibypass itu bagaimana? biasanya orang bertanya karena aplikasi yang ingin dicoba tidak bisa dibypass SSL pinningnya dengan berbagai tool yang sudah ada.

Topik bypassing SSL pinning ini meliputi banyak hal: mengenai bagaimana kerjanya SSL? apa itu SSL certificate? apa isinya? Apa itu public key? lalu biasanya public key ini harus dihash, apa itu hashing? setelah dihash informasinya biasanya disimpan dalam encoding base64.

Tanpa dasar semacam itu sulit sekali membuat artikel singkat bypass SSL Pinning yang bisa membypass berbagai aplikasi. Saya sudah mulai membahas banyak topik dasar di blog ini walau tidak disharing ke sosmed, sekarang semuanya dimasukkan kategori: basic security.

Tapi hidup ini nggak cuma soal teknis, jadi saya akan menulis lebih banyak hal lagi yang belum saya tuliskan. Ada banyak minat sesaat saya yang sering tidak saya tulis padahal bisa jadi kenangan. Saya dulu sempat suka dangdut (misalnya ada posting Jadilah Bintang), suka Anime dan Manga (dulu saya sempat melukis Sailor Moon dengan cat minyak di pelajaran seni rupa, dan salah satu keisengan adalah membuat program kuis Sailor Moon), pernah suka campur sari (belum pernah saya tulis), dan masih banyak lagi.

Sekarang ini juga saya jadi sering membaca berbagai topik random karena berbagai pertanyaan dari Jonathan yang sering ke mana-mana (misalnya: “If nothing made out of matter can not exceed the speed of light, can we use anti-matter instead?“, “How many rovers are there on Mars?”). Kadang bingung bagaimana menuliskan topik random seperti ini. Kadang ketertarikan Jonathan juga tidak bertahan terlalu lama karena memang kadang hal-hal yang dia pikirkan masih jauh dari kemampuannya saat ini.

Berbagai keisengan Jonathan ini rencananya juga akan saya tuliskan. Kadang ini masih berhubungan dengan teknis juga. Misalnya sekarang Jonathan sedang berusaha membuat kalkulator di minecraft. Dia sudah melihat beberapa video untuk berbagai pendekatannya (misalnya ada pendekatan sangat sederhana dengan semacam lookup table, dan pendekatan dengan konversi ke biner dulu).

Saya senang sampai sekarang masih bisa ngeblog bareng Risna. Semoga kami bisa tetap ngeblog bareng terus menuliskan kisah hidup kami sampai tua nanti.

Dongeng

Sejak beberapa tahun terakhir ini Jonathan minta diberi cerita sebelum tidur. Awalnya saya memberi cerita-cerita yang memang saya hapal (misalnya kisah kura-kura dan kelinci yang berlomba lari), lalu kadang saya membaca sesuatu dari buku. Tapi sejak Jonathan bisa lancar membaca bukunya sendiri, ceritanya sekarang berubah: tentang topik apa saja.

Dongeng di malam hari ini jadi kesempatan bagi Jonathan untuk mendapatkan perhatian penuh dari saya karena adiknya tidur bersama mamanya. Tapi beberapa hari terakhir ini Joshua sepertinya mulai penasaran juga dan ikut masuk kamar kakaknya untuk ikut mendengarkan cerita.

Kadang saya cerita tentang masa lalu saya di kampung. Hidup tanpa listrik, tanpa telepon, menggunakan kayu bakar, rumah dengan dinding bambu. Buang air di kali depan rumah. Segala pengalaman saya setelah itu juga saya ceritakan, termasuk juga sampai bisa masuk ITB. Untuk berbagai kenakalan, misalnya menghack kampus dan hampir DO, saya ceritakan juga tapi dengan penjelasan bahwa itu tidak baik, dan setelah peristiwa itu saya tidak melakukan hal semacam itu lagi.

Berbagai fakta tidak penting yang pernah saya ketahui juga ternyata menarik bagi Jonathan. Setelah membaca buku Murderous Math, Jonathan ingin tahu trik matematika apa yang saya tahu, dan saya ingat tentang perpangkatan 2 untuk bilangan yang berakhiran 5 (5 pangkat 2, 25 pangkat 2, dst). Caranya: ambil bilangan sebelum angka 5 (anggap ini X), kalikan dengan (X+1) dan tambahkan akhiran 25. Contohnya 35×35, 3 x 4 = 12, jadi hasilnya: 1225.

Di lain kesempatan saya membahas tentang sejarah komputer. Pembahasannya bisa ke mana-mana, dari mulai sejarah transistor sampai bahasa pemrograman. Waktu saya cerita tentang KIM-1, Jonathan tertarik sekali dan ingin mencobanya di emulator. Keesokan harinya saya menemukan website emulator KIM-1, dan dia memasukkan satu digit demi satu digit program (dari Internet) untuk menampilkan jam.

Kadang saya bercerita panjang lebar demi mengajari Jonathan untuk memahami sebuah lelucon. Contohnya dalam pelajaran sainsnya dia belajar tentang bebatuan dan ada dibahas sedikit tentang penggunaan dinamit untuk tambang. Saya kemudian menjelaskan tentang bahan peledak C-4, hanya supaya dia mengerti joke: If A is for Apple and B is for Banana then what is C for? Plastic Explosives. Untungnya Jonathan cukup cerdas jadi dia bisa langsung paham dan tertawa dengan joke-joke semacam itu.

Masalah cerita sebelum tidur ini mengingatkan saya dulu waktu kecil diberi banyak dongeng oleh nenek. Dulu saya hanya mendengarkan saja, berbeda dengan Jonathan yang banyak bertanya. Sekarang ini berbagai pertanyaannya belum ada yang aneh, saya belum tahu nanti di masa depan akan seperti apa pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya.

Membaca Buku Digital

Posting ini sekedar mengupdate bagaimana sekarang saya membaca buku elektronik. Tahun 2012 saya sudah mulai memakai Kindle dengan eink, dan mulai membeli konten dari Amazon. Sekarang sudah 7 tahun sejak Kindle pertama yang saya beli.

Kindle pertama sudah rusak (terinjak waktu menggendong Jonathan), lalu sudah beli lagi Kindle keyboard 3G dan Kindle paperwhite. Sekarang keduanya masih ada dan kadang masih dipakai untuk membaca jika ada cerita fiksi yang sedang saya sukai.

Kindle e-ink masih enak untuk membaca buku fiksi/non teknis yang tidak perlu dibaca acak. Untuk buku teknis yang harus bolak balik mengecek ke halaman lain, Kindle terasa sangat lambat dan layarnya kurang besar. Saya lebih suka membaca dengan kindle yang klasik, lebih terasa seperti kertas. Sayangnya yang klasik ini tidak bisa dibaca dalam gelap.

Selain masalah sifatnya yang seperti kertas, batere kindle cukup tahan lama. Asalkan kita tidak menyalakan fitur wirelessnya, baterenya masih cukup untuk beberapa minggu dengan pemakaian ringan (atau beberapa hari jika cukup berat). Dulu saya pikir kindle ini bakal jadi pegangan ketika liburan supaya tidak terlalu memikirkan batere, kenyataannya tetap saja saya lebih sering memegang HP.

Handphone memang lebih praktis karena selalu dibawa ke mana saja, sedangkan repot sekali membawa Kindle ke mana-mana jika tidak berniat secara khusus membaca sesuatu. Biasanya saya mulai dulu membeli dan membaca sebuah buku di HP, dan jika terasa menarik, saya download juga kontennya di kindle lalu saya teruskan baca di Kindle karena layar HP (yang sudah 6 inch) masih terasa terlalu kecil untuk membaca teks panjang.

Beberapa minggu terakhir ini saya memakai iPad untuk membaca dan sejauh ini cukup suka. iPad sangat cocok untuk membaca buku teknis, PDF readernya sangat cepat dan layarnya cukup besar untuk menampilkan semua informasi. Batere iPad juga cukup tahan lama dibandingkan HP.

Untuk konten, saya tetap membeli dari Amazon karena masih yang paling murah. Pernah saya menghabiskan pulsa Telkomsel hasil pentesting untuk membeli beberapa buku bahasa Indonesia dan pernah juga saya mendapatkan satu kupon dari Google Play Books dan membeli satu buku, tapi selain itu belum pernah membeli buku lain.

Sekarang saya juga sedang trial Scribd yang memiliki cukup banyak buku fiksi yang menarik (misalnya dari Stephen King, Agatha Christie dan Terry Pratchett) , tapi sayangnya belum punya cukup banyak waktu untuk membaca. Biasanya jika saya sudah mulai membaca cerita yang menarik jadi penasaran dan terus membaca, jadi kalau belum punya waktu sangat banyak, saya urungkan dulu membaca buku non teknis.

Konten teknis sekarang saya dapatkan dari Safari Books Online. Ini sangat praktis dan bisa diakses dari HP, web, dan juga dari iPad. Sesekali saya membeli juga buku dari humble bundle jika ada yang menarik (dan tidak ada di Safari Books). iPad juga memiliki fitur print to PDF, jadi berbagai blog teknis kadang saya save menjadi PDF untuk dibaca menggunakan software iBooks.

Seminggu terakhir ini saya juga mencoba menggunakan Apple Pencil untuk memberikan anotasi dan juga untuk mencatat. Sejauh ini Apple Pencil memang sangat nyaman dipakai, tapi saya belum optimal untuk tujuan utamanya: untuk membaca dan mencoret-coret berbagai paper.

Saya belum terbayang bagaimana saya akan membaca buku di masa depan. Mungkin di masa depan jika teknologi layar lipat sudah semakin murah dan bagus, sehingga tidak perlu lagi membawa-bawa tablet.

Joke Matematika untuk anak-anak

Sampai saat ini Jonathan masih terus menerus membaca ulang seri buku Murderous Math dan masih suka segala hal yang berbau matematika. Sekarang dia senang kalau bisa mengerti sebuah joke yang berhubungan dengan matematika.

Contohnya mengenai basis bilangan biner:

There are only 10 types of people in the world: those who understand binary, and those who don’t.

Lalu mengenai oktal

Q. Why do mathematicians confuse Halloween and Christmas?
A. Because 31 Oct = 25 Dec.

Hal-hal yang berhubungan dengan simbol matematika.

Lalu mengenai pi

Dan permainan kata berdasarkan istilah-istilah di matematika.

Contoh lain yang berhubungan dengan geometri

Saya senang Jonathan mulai bisa menghargai joke-joke seperti ini. Sekarang setiap kali menemukan joke/meme lucu yang berhubungan dengan matematika (dan juga bahasa, tapi ini akan saya bahas kali lain) yang age appropriate untuk Jonathan akan saya simpan atau saya forward langsung ke account Jonathan.

Machine Learning dan Deep Learning Specialization (Coursera)

Awal tahun ini (8 Januari) saya iseng mulai ikut Machine Learning di Coursera. Setelah dua minggu ternyata saya masih semangat, jadi saya memutuskan untuk membayar, tujuan utamanya bukan supaya dapat sertifikat, tapi supaya semangat karena sudah bayar 79 USD.

Di tengah kesibukan saya selama Januari-Februari (nemu banyak bug), saya bisa menyelesaikan Course ini pada 23 Februari. Saya mengerjakan semua kuis dan tugas programming dengan Octave. Materinya dari sangat low level sekali, dari mulai linear regression sampai mengimplementasikan neural network (forward dan back propagation) dengan perkalian matriks.

Materi Machine Learning ini memang tidak membahas deep learning, jadi saya penasaran ingin belajar topik itu. Saya jadi ingat dengan blog senior saya Pak Benny Prijono (indoml.com). Pak Benny sudah mengikuti dan mereview banyak course dan membuat banyak catatan yang sangat rapi. Setelah membaca semua reviewnya, sepertinya yang menarik berikutnya adalah deep learning specialization dari pengajar yang sama.

Pengajar Machine Learning (Andrew Ng) memang enak cara penjelasannya. Dan beliau juga yang mengajar materi spesialisasi deep learning. Cara berbicaranya menurut saya agak terlalu lambat (saya terbiasa dengan kecepatan Bu Inge), tapi untungnya player video coursera mendukung percepatan video hingga 2x kecepatan normal (saya memakai kecepatan 1.50-1.75x tergantung materinya).

Kanan bawah adalah Andrew Ng, pengajar materi Machine Learning dan Deep Learning

Spesialisasi Deep Learning terdiri dari 5 Course. Review lengkapnya dalam bahasa Indonesia bisa dilihat di indoml.com, daftar 5 mata kuliahnya adalah:

Biayanya 49 USD/bulan sampai selesai. Kalau bisa selesai sebelum sebulan seperti saya, bisa hanya bayar 49 USD saja. Ada juga trial gratis 7 hari jika belum yakin apakah ingin mendapatkan sertifikat atau tidak. Untuk saya sendiri kemungkinan besar sertifikat ini tidak akan saya pakai, tapi tanpa membayar kita tidak bisa mengakses kuis dan tugas pemrogramannya.

Ikut course saja tentunya tidak membuat kita jadi expert

Saya memulai ini tanggal 23 Februari dan selesai semua materinya pada 4 Maret. Selesai dalam arti melihat sampai habis semua videonya (termasuk video opsional), semua kuis dan semua tugas pemrograman (ada 22 tugas pemrograman). Meskipun kesannya ngebut, tapi sebenarnya saya masih sangat santai, saya masih tetap melakukan banyak kegiatan biasa, ke kantor tiap hari, pergi ke kolam renang, menghadiri pernikahan, ke gereja, mengantar Jonathan ke Tae Kwon Do, Joshua ke dokter gigi, mengisi blog ini tiap hari, dan bahkan sempat bug hunting dan menemukan beberapa bug.

Tips supaya bisa cepat selesai adalah:

  • play video dengan kecepatan lebih tinggi (dengan 1.5x, video 1 jam jadi 40 menit).
  • Download materinya di ponsel dengan aplikasi coursera supaya bisa diakses kapan saja
  • Ketika iseng menunggu sesuatu, lihat videonya
  • Luangkan waktu sedikit di pagi/malam hari

Tapi sejujurnya memang ada beberapa hal yang membuat saya bisa menyelesaikan lebih cepat yaitu:

  • Saya sudah terbiasa memakai Python tiap hari
  • Saya sudah pernah utak-atik beberapa proyek machine learning walau dulu kurang paham cara kerjanya
  • Saya bekerja di perusahaan yang berhubungan dengan math optimization dengan bos yang merupakan Professor dalam bidang Matematika

Terus setelah belajar Machine Learning dan Deep Learning ini jadi bisa bikin apa? Saat ini saya belum terpikir untuk mengaplikasikan langsung ilmu saat ini, saya masih ingin belajar berbagai topik lain seputar ML, misalnya Reinforcement Learning yang tidak dicakup di semua course yang saya ikuti.

Bagi saya saat ini ilmu ini sekedar untuk melengkapi toolbox saya dalam menyelesaikan masalah. Banyak problem bisa diselesaikan dengan cepat menggunakan tool yang tepat. Dengan dasar ilmu ini, saya berharap nantinya bisa mengajari juga anak-anak saya mengenai topik AI. Seperti computational thinking, topik AI ini perlu mulai diperkenalkan sejak dini, bahkan sekarang ada penerbit di China yang sudah membuat buku AI untuk anak pre-school.

Setelah mengikuti coursenya, saya bisa mulai membaca beberapa paper ML dan bisa memahami sebagian besar isinya. Dan praktisnya sekarang saya bisa menghargai meme machine learning/deep learning seperti ini.

Meme LSTM (Long Short-Term Memory), sebuah arsitektur RNN (recurrent neural network)

Untuk yang ingin terjun ke bidang ML dan masih malas membaca buku teknis, menurut saya sebaiknya ikuti berbagai MOOC (Massive Open Online Course) seperti Coursera ini. Tidak harus course spesifik yang ini, walau menurut saya ini sangat bagus. Akan lebih bagus lagi kalau sambil membaca buku dan mengikuti course.

Saya lihat banyak sekali pemula di berbagai group machine learning yang bingung berbagai konsep sederhana (dan ingin langsung bisa mengerjakan task tertentu), padahal jika mau mengikuti course online semua akan jadi lebih jelas. Dibandingkan membaca buku: ada kuis yang menguji apakah kita benar mengerti, ada forum untuk bertanya materi spesifik, dan ada tugas programming yang menguji apakah kita bisa mengimplementasikan yang kita pelajari. Tentunya jangan mencontek atau menyalin jawaban dari Internet, kalau begitu percuma.

Sebagai informasi, saat ini Coursera juga membuka course AI for Everyone, tujuannya memperkenalkan AI ke orang non teknis. Supaya seseorang bisa tahu ekspektasi AI seperti apa, bagaimana caranya bekerjasama dengan Team AI, dsb. Coursenya baru dibuka awal bulan ini. Jika tidak ingin dapat certificate, coursenya bisa diikuti dengan gratis.