Mesin Waktu Ini Sudah 20 Tahun

Hari ini 20 tahun yang lalu, saya mulai ngeblog bareng Joe di blog ini. Walaupun ngeblog bareng, sebenarnya terlihat jelas siapa penulis dari setiap posting yang ada. Dari gaya bahasa dan hal-hal yang dituliskan juga teman-teman kami bisa dengan jelas mengetahui ini tulisan Risna atau Joe.

Saya tidak tahu, apakah ada yang membaca semua tulisan kami sejak awal kami ngeblog. Apalagi blog ini pernah hampir dilupakan saat media sosial semakin marak.

Blogger yang namanya sering terdengar di awal kami ngeblog, sebagian besar sudah tidak mengeblog lagi. Ada yang jadi penulis buku, ada yang jadi komika, ada juga yang hilang aja tanpa jejak.

Sekarang, pembaca blog ini sebagian besar teman saya di komunitas menulis KLIP dan MGN, dan sebagian lagi orang-orang yang ingin membaca tulisan teknis dari Joe. Entah apakah ada teman yang sekedar kepo masih memeriksa tulisan di blog ini atau tidak, karena sebagian pembaca blog ini adalah pembaca yang sunyi alias tidak meninggalkan jejak.

Awal mula ngeblog, komputer masih pakai monitor tabung begini
Lanjutkan membaca “Mesin Waktu Ini Sudah 20 Tahun”

20 Tahun ngeblog bareng

Tanggal 7 April tahun 2004, saya memutuskan ngeblog bareng dengan Risna. Waktu itu statusnya masih pacar (kami menikah tahun 2007). Kalo nulis di blog, manggilnya masih “mbak Risna”.

Dulu mulai ngeblog dengan komputer seperti ini

Hari ini polusi di Chiang Mai sedang tinggi, jadi kemungkinan kami tidak akan keluar rumah selain ke Gereja. Jadi di posting ini saya ingin bernostalgia 20 tahun blogging bareng.

Lanjutkan membaca “20 Tahun ngeblog bareng”

Paskah 2024 dan Mencari Telur Paskah di Gereja

Tahun 2023 ada kegiatan pra paskah di gereja yang merupakan Easter Family Experience, sayangnya kegiatan itu tidak ada lagi tahun ini. Sebagai gantinya, tahun ini untuk pertama kali diadakan kegiatan mencari telur paskah untuk anak-anak kecil yang dibatasi sampai dengan kelas 5 SD. Otomatis yang bisa ikut hanya Joshua.

Seperti biasa di Minggu Paskah, ada ibadah subuh di gereja kami yang bergabung dengan gereja Thai. Tadinya kami sudah berencana untuk menghadiri kebaktian pukul 6 pagi, karena kami pikir kegiatan mencari telur paskahnya diadakan di pagi hari.

Ketika kami tahu kalau acaranya hanya di sore hari setelah ibadah sore, kami memutuskan untuk ibadah sore saja. Alasan lain tidak jadi pergi di pagi hari walau sudah bangun awal, karena polusi udara yang masih cukup tinggi.

Lanjutkan membaca “Paskah 2024 dan Mencari Telur Paskah di Gereja”

Cerita 6 Bulan Menggunakan MG4 EV

Tak terasa, sudah 6 bulan lebih menggunakan mobil listrik. Sampai saat ini kami belum menginstal wall charger di rumah, kok bisa? Ya ini ceritanya panjang. Tapi ternyata bisa kok tanpa wall charger di rumah, karena di Chiang Mai sudah ada banyak tempat mengisi baterai mobil.

Di tulisan ini, saya juga akan menceritakan apa saja yag pernah kami alami selama 6 bulan menggunakan mobil listrik MG 4. Tulisan ini sekedar catatan saja, walaupun ada beberapa masalah kecil, secara keseluruhan kami merasa puas menggunakan mobil listrik. Pengalaman sebulan pertama memakai mobil MG 4 EV bisa dibaca di tulisan sebelumnya.

Ukuran MG 4 EV pas untuk keluarga dengan 2 anak
Lanjutkan membaca “Cerita 6 Bulan Menggunakan MG4 EV”

Joshua Belajar Main Catur

Beberapa bulan terakhir ini, Joshua belajar main catur. Awalnya dia hanya bertanya nama-nama dari setiap buah catur yang ada. Lalu dia mulai mempertanyakan gerakan masing-masing. Lalu, seperti saat dia tertarik dengan sesuatu, dia akan mempelajari dan menonton berbagai video tentang hal tersebut. Sekarang ini, saya merasa sudah perlu lebih sering latihan juga biar tidak terlalu sering kalah dengan Joshua.

Papan catur kecil pertama yang kami belikan buat Joshua (2 Desember 2023)

Karena melihat semangatnya untuk bermain catur, awalnya kami membelikan mainan catur yang bijinya kecil supaya mudah dibawa-bawa, akan tetapi sepertinya terlalu kecil juga risiko kehilangan biji caturnya lebih tinggi. Berikutnya kami membelikan permainan catur yang agak besar dan magnetik. Tidak tanggung-tanggung, kami belikan 2 set, biar kalau ada biji yang hilang bisa ada gantinya. Harga permainan caturnya juga tidak mahal, dan kami juga tahu kalau mainan ini sangat bagus kalau memang dia ingin pelajari lebih serius. Kami juga berlangganan Chess Kid (setahun 49 USD) dan hasilnya sudah mulai terlihat.

Lanjutkan membaca “Joshua Belajar Main Catur”

Persiapan Pernikahan dan Bibit, Bebet, Bobot

Hari ini ulang tahun pernikahan kami ke-17. Tidak ada rencana perayaan, yang ada rencana meeting yang akhirnya ditunda. Dari siang ada teman yang berharap meeting kami ditunda karena ingin mengajak kami makan malam bersama (mereka tidak tahu kalau hari ini hari istimewa). Jadilah setelah meeting ditunda, kami berangkat untuk makan bersama mereka. Makan malam shabu-shabu di musim dingin merupakan satu tradisi buat kami yang sama-sama sudah lama di Chiang Mai ini.

Mungkin akan ada yang berpikir: “Segitu nggak romantiskah kehidupan pernikahan di usia ke-17? Apa sudah tidak ada lagi tuh yang namanya perayaan dengan kencan berdua ala anak jaman now di restoran ternama dengan menu yang tidak bisa disebutkan namanya?” Bukan kami tak romantis, tapi ya itu bukan gaya kami. Jadi memang, tradisi kami menjelang hari ini adalah mengingat kembali apa saja yang sudah kami lalui sepanjang bersama dan menuliskan sebagai ucapan syukur di blog ini.

Kilas balik persiapan 17 tahun yang lalu

Khusus hari ini, saya menemukan beberapa harta karun digital yang saya bahkan sudah lupa isinya apa saja. Salah satunya, Joe menemukan catatan kegalauan saat menjelang hari H yang ada di backup SD Card dari Nokia Communicator.

Lanjutkan membaca “Persiapan Pernikahan dan Bibit, Bebet, Bobot”

Kilas Balik Katekisasi Pranikah

Sebelum menikah saya sudah pernah menuliskan tentang katekisasi pranikah yang kami ambil bersama. Ketika ikut katekisasi pranikah dulu, sebagian topik baru bagi saya, tapi di banyak topik, saya mikir: ah itu kan jelas, logis, masuk akal, kenapa harus diajarkan di kelas?

Kebersamaan

Sekarang, 17 tahun setelah kami menikah, saya sekarang bisa lebih jelas melihat bahwa apa yang logis buat kami, ternyata tidak logis bagi banyak orang. Sudah ada beberapa orang yang kami kenal yang bercerai, dan juga sudah menikah lagi.

Sesuai dengan materi katekisasi yang mencakup banyak hal (konsep pernikahan, kesehatan, keuangan, dsb), masalah keluarga yang kami lihat dialami oleh orang-orang juga beraneka ragam.

Lanjutkan membaca “Kilas Balik Katekisasi Pranikah”