Cara bertanya di dunia maya

Ini saya tuliskan karena sering sekali mendapatkan pertanyaan baik langsung maupun di group yang menurut saya tidak jelas dan kemudian membuang waktu semua orang. Jika seseorang bertanya dengan cara yang baik maka kemungkinan dijawabnya akan lebih besar dan lebih cepat.

Cari dulu di Google

Ada satu hal penting sebelum bertanya: cobalah dulu mencari dengan Google. Sekarang ini Google bisa ditanya dengan bahasa natural: “apa ibukota Indonesia?” dan akan dijawab “Jakarta”. Berbagai pesan error juga bisa dicopy paste ke Google untuk mencari jawabannya. 

Kalau sudah mentok, bisa bertanya ke group atau langsung ke seseorang. Misalnya: “saya berusaha mencari tahu tentang topik X, sudah saya cari di Google dengan kata kunci berikut, tapi tidak ketemu jawabannya. Apakah ada kata kunci lain yang lebih baik?”

Salam sambil bertanya

Hal pertama adalah mengenai salam. Di dunia nyata, biasanya kita memberi salam dulu, menunggu jawaban, lalu bertanya. Di dunia maya tidak perlu seperti itu, beri salam sambil bertanya akan lebih efisien. “Selamat siang”, nunggu saya menjawab beberapa jam kemudian, lalu saya jawab “Selamat sore”, beberapa jam kemudian orang tersebut sudah tidak online, tidak tahu tadinya ingin bertanya apa.  Kadang saya sedang online dan bisa langsung menjawab: “selamat siang”, lalu harus menunggu orang tersebut mengetikkan pertanyaan panjangnya.

Akan lebih efisien jika langsung: “Selamat siang, saya ingin bertanya mengenai <jelaskan masalahnya>”. Untuk sebagian pertanyaan, saya sudah tahu jawabannya dan bisa langsung saya jawab, atau bisa saya berikan linknya. Untuk pertanyaan yang lebih rumit, saya bisa mikir dulu untuk menjawab nanti (atau kadang perlu menunggu sampai rumah untuk mengirimkan suatu dokumen atau artikel di komputer saya). Jika pertanyaan via email, maka subjectnya harus jelas, bukan sekedar: “Halo”, “Salam kenal”, dsb.

Tanya di tempat yang benar

Tujuannya ada banyak group, dengan banyak sub group (misalnya untuk  security ada Forensic, Web Security, Reverse Engineering, dsb) adalah supaya diskusinya terfokus. Jika semua group dipakai untuk tanya apa saja, ya buat apa ada banyak group?

Buat apa ada group Python, Javascript, dsb kan sama-sama programming? kenapa nggak boleh nanya SQL injection di Reverse Engineering, kan sama-sama security? Sekalian aja kenapa gak boleh bertanya tentang memelihara burung di group botani, kan sama-sama mahluk hidup.

Kenali topik Anda apa dan tanyakan di group yang sesuai. Jangan maksa bertanya topik yang di luar group. Jika jawabannya adalah: carilah group lain, maka carilah group lain ada banyak daftar group telegram, Facebook dsb di berbagai website.

Pertanyaan harus jelas

Pertanyaan juga sebaiknya yang jelas. Sering kali di sebuah group yang anggotanya sudah beberapa ratus atau bahkan beberapa ribu (Group Telegram anggotanya bisa ribuan) seseorang datang cuma bilang: “Halo, ada yang tau XX” dengan XX adalah sesuatu yang sangat umum, misalnya “Ada yang tahu Tensorflow?” (di group Machine Learning), “ada yang tahu mysql?” (di group Database), “Ada yang tahu heap? (di group Reverse Engineering). 

Kalau setiap anggota group yang anggotanya 2000 orang harus menghabiskan 2 detik dari menerima notifikasi sampai membaca pesannya, Anda menghabiskan total 4000 detik di bumi ini dari semua orang. Ini seperti orang yang memblokir lift karena sedang ngobrol dengan temannya, atau parkir di pinggir jalan yang sudah sempit sehingga orang sulit lewat: semuanya membuang waktu orang lain.

Pertanyaan seperti itu nggak jelas, dan dari ribuan orang kemungkinan ada yang tahu jawabannya (apalagi bertanya di group yang memang membahas topik itu). Masalahnya adalah: Anda ingin tahu apa? misalnya bertanya “Ada yang tahu mysql?”, lalu dijelaskan “mysql adalah dbms bla bla bla”, lalu ternyata yang ingin ditanyakan adalah: “mysql saya gak jalan”. Biasanya kemudian ada yang mengambil asumsi tertentu (Mysql di Linux dengan systemd), dan kemudian langsung menjawab dengan systemcl, tapi ternyata Mysql-nya di Windows. 

Jadi pertanyaan harus jelas:  bukan dengan mulai “siapa yang tahu topik X”, tapi tanyakan dengan jelas apa yang ingin Anda ketahui. Lalu berikan konteks yang jelas: saya sedang berusaha melakukan X tapi gagal. Berikan informasi tambahan yang perlu misalnya: saya coba di Linux, atau saya coba dengan software versi X, atau apapun yang kira-kira penting. Contoh info yang penting: ini saya download dari situs lain karena situs resminya down (ternyata di situs itu cuma ada versi lama), saya compile sendiri (ternyata salah opsi ketika compile), dsb. 

Jika pertanyaan berhubungan dengan kode program, sertakan kode programnya. Jika sangat singkat (1 fungsi kecil) bisa langsung di teks pesan, tapi jika lebih panjang, masukkan ke gist atau pastebin. Jangan mengirimkan image/screenshot source code. Image sulit dibaca, tidak bisa copy paste dengan mudah untuk menunjukkan salahnya, dan kadang tidak lengkap. Jika ada pesan error: tunjukkan dengan lengkap (tapi jika errornya panjang, masukkan ke gist atau pastebin).

Bersiap menerima jawaban

Bagian berikutnya adalah: bersiaplah menerima jawaban. Tanyalah ketika Anda sedang di depan komputer, kadang sudah dijawab dengan sangat cepat, tapi kemudian dijawab lagi dengan “Oh saya lupa versinya, nanti saya cek lagi” atau “OK, nanti saya coba kalo sudah di desktop”. Kenapa nggak nanya pas sedang di depan desktop? Ini terutama jika pertanyaan diajukan ke group dengan ribuan orang di dalamnya, yang biasanya merespon dengan cepat. Yang lebih menyebalkan lagi adalah: sudah dijawab baik dengan jawaban yang sudah jelas, atau direspon dengan pertanyaan klarifikasi, tapi kemudian tidak dibalas sama sekali oleh penanya awal.

Jika jawaban semua orang adalah: pelajari dulu topik X. Maka jangan ngeyel. Jika ada yang bertanya: saya coba bongkar aplikasi X dengan ida pro, kok munculnya “db” semua ya? Setelah dijawab, kembali ke pertanyaan sederhana “ini artinya apa?” dst.  Bisa terlihat bahwa orang tersebut masih buta soal reversing. Semua orang menyarankan coba dulu bongkar aplikasi lain, supaya paham hal-hal dasar, lalu dijawab: tapi saya maunya langsung bongkar aplikasi X. Maunya disuapi belajar langkah demi langkah.

Ada banyak hal yang tidak bisa dijawab dengan singkat (pertanyaanya sangat umum). Coba jika ada yang bertanya: saya bingung konsep diferensial di kalkulus, tolong jelaskan ke saya? Apakah Anda bisa menjelaskannya dengan singkat dan bisa dipahami lewat chatting? (beberapa pertanyaan sejenis ini misalnya: saya bingung konsep managemen memori di C). Jadi jawaban yang bisa diberikan paling-paling: coba baca buku X atau Y, lihat video Youtube, lalu coba-coba sendiri.

Sharing

Terakhir: ucapkan terima kasih. Ini tujuannya selain untuk kesopanan juga untuk menutup topik (bahwa jawaban yang diberikan sudah cukup jelas dan membantu). Kadang masih ada beberapa jawaban ekstra karena dikira topiknya belum selesai.

Bentuk terima kasih yang paling bagus adalah dengan membagikan apa yang Anda tahu. Jika Anda tahu jawaban sesuatu, atau mengerti topik sesuatu, Anda bisa menuliskannya di blog misalnya, supaya orang berikutnya bisa membaca jawaban Anda. Jadi jangan cuma jadi orang yang pasif menerima jawaban  untuk kepentingan sendiri saja.

Jika tidak dijawab

Meskipun sudah bertanya dengan baik dan sopan, belum tentu pertanyaan Anda dijawab, dengan banyak alasan:

  • Memang tidak ada yang tahu jawabannya
  • Orang yang tahu jawabannya sedang tidak ada waktu untuk menjawab, atau mungkin terlewat membaca pertanyaan itu
  • Reputasi Anda jelek, orang sudah malas menjawab
  • Tidak ada kewajiban bagi orang lain untuk menjawab

Coba renungkan juga: berapa kali Anda menjawab seseorang, ketika ada yang bertanya dan Anda tahu jawabannya. Apakah Anda menunggu orang lain yang menjawabnya? atau Anda sendiri orang yang suka membantu orang lain? (bukan hanya mengenai menjawab pertanyaan, tapi secara umum berbuat baik pada orang yang tidak Anda kenal). Menjawab pertanyaan orang lain itu sekedar amal, tidak wajib.

Penutup

Sekalian saya ingin menyampaikan uneg-uneg mengenai berbagai kondisi group teknologi saat ini. Kebanyakan group ini noise nya sangat tinggi (banyak sampahnya) karena banyak anggota yang tidak peduli sopan-santun.

Untuk orang yang suka berjualan, mengirimkan pengumuman seminar dsb, tolong jangan memotong diskusi yang sedang berjalan. Jika ada seseorang sedang di tengah sesi tanya jawab, tiba-tiba ada yang nyelonong memforward message mengenai seminar, itu sangat mengganggu. Kalo saya admin groupnya, sudah saya ban orang yang seperti itu.

Orang-orang tersebut tidak peduli dengan isi group, yang kepikiran cuma begini: oh ternyata group itu aktif (ada message baru), saya forward deh info seminarnya tanpa peduli mengganggu diskusi (sering kali butuh 2-3 detik buat scroll message teks yang panjang sekali). Bahkan sering kali tidak melihat bahwa baru saja beberapa pesan sebelumnya info itu sudah diforward oleh orang lain.

Jangan ngejunk di group yang berfokus pada hal tertentu. Sudah ada group keluarga, group SD/SMP/SMU/jurusan/universitas, group kantor, group temen kompleks dsb yang bisa dipakai untuk ngejunk, kirim-kirim meme, politik, dsb. Kalau semua group hanya dipakai untuk meme politik, buat apa bikin group baru?

Mungkin sebagian akan mikir: ah ribet banget sih, santai aja lah ngejunk. Salah satu alasan banyak orang yang memiliki ilmu jarang mau sharing atau menjawab di group adalah: 90% waktunya dipakai untuk membaca sampah, jadi daripada waktunya dibuang percuma mereka memilih pergi. Ya silakan saja memiliki group penuh sampah, tapi jangan salahkan juga kalau tidak ada orang berkualitas yang mau join. Sebaliknya jangan sakit hati jika dikick dari group yang berkualitas karena sering tidak sopan atau ngejunk.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.