Festival Bunga Chiang Mai 2025

Salah satu kegiatan di Chiang Mai yang menarik untuk mama saya ketika berkunjung adalah melihat Festival Bunga. Tahun 2025 ini, merupakan kali ke-2 buat mama saya melihat Chiang Mai Flower Festival.

Festival Bunga di Chiang Mai selalu diadakan di akhir pekan pertama di bulan Februari. Tapi tahun ini kegiatannya mundur seminggu dari tanggal 1 ke tanggal 8 Februari. Untungnya saat mama saya masuk ke Thailand, ijin berkunjung di Thailand untuk orang Indonesia bisa berlaku sampai 2 bulan, jadi mama saya masih bisa melihat festival bunga di tahun 2025 ini.

Sebelumnya mama saya melihat Festival Bunga Chiang Mai tahun 2019. Waktu itu kami mengunjungi langsung ke taman di pagi hari dan menunggu mobil parade sampai di taman tanpa menonton paradenya.

Untuk melihat sesuatu yang berbeda, kami sengaja melihat kegiatan parade di Sabtu 8 Februari 2025 pada pagi hari di depan jembatan Nawarat, dan mengunjungi taman bunga pada sore harinya. Konon selain hiasan bunga, taman juga dihias dengan lampu warna warni yang menambah keindahannya.

Kami mengambil banyak sekali foto dan video pada hari itu. Saya akan membagikan cerita melalui sebagian foto saja.

Melihat Parade dan Marching band

Bertahun-tahun di Chiang Mai, kami jarang melihat paradenya walau hampir setiap tahun mengunjungi festival bunganya. Alasannya sih waktu itu karena jalanannya ditutup dan kami tidak tahu harus parkir di mana. Untuk pergi naik taksi, kami kuatir lama menunggu taksi untuk pulangnya.

Setelah terbiasa banyak berjalan kaki, akhirnya kami memutuskan untuk parkir di seberang pantip plaza yang lokasinya hanya 1 ruas jalan terpisah dari jembatan nawarat yang dilalui oleh parade. Jarak yang harus dijalani tidak terlalu jauh, kurang lebih 1 km saja.

Kami sampai di sana setelah selesai sarapan tentunya, dan langsung disambut dengan berbagai tarian dan juga marching band. Kagum juga melihat mereka yang mengisi parade ini harus berjalan kaki sejauh 5 km.

Anak sekolah yang membawa alat musik yang berat harus sudah bangun sejak subuh dan standby untuk berjalan 5 km sambil menunjukkan kemampuannya bermain alat musik. Ada juga beberapa yang berpakaian tradisional yang sepertinya sangat tidak nyaman untuk berjalan kaki. Bahkan saya perhatikan ada yang memakai sepatu hak tinggi, dan ada juga yang malah tidak menggunakan alas kaki.

Selain anak sekolah, yang ikut parade ini ada juga yang sepertinya orang kantoran atau mungkin juga dari organisasi tertentu.

Selain marching band, ada juga parade mobil hias yang di atasnya juga ada seperti pasangan putri dan pangeran.

Foto dengan latar belakang anak sekolah yang bermain marchign band. Hebat mereka bisa perform beberapa lagu sambil jalan sejauh 5 kilometer.
Tidak ingat ini rombongan dari mana, tetapi sepertinya wanita yang memakai hiasan kepala itu seharusnya duduk di atas mobil yang dihias. Duh kebayang kalau dia harus jalan 5 kilometer dengan baju seperti itu, panas banget pastinya.
Ini juga bagian dari marching band lain lagi. Selain berjalan, mereka juga perlu menari-nari dan memutar-mutarkan tongkatnya. Pakaiannya juga sepertinya panas ya.
Setiap rombongan parade akan ada yang membawa spanduk pengenalnya. Ada yang menggunakan roda tinggal dorong, ada juga yang harus diangkat. Untuk rombongan ini walaupun spanduknya didorong, tapi perhatikan dong sepatu hak tingginya. Hebat banget ya mereka bisa jalan 5 kilometer dengan sepatu setinggi itu.
Selain rombongan sekolah dengan marching band, ada banyak mobil hias yang ditarik dengan traktor di depannya.
Selain ada orang-orangan hias, di mobil itu ada orang beneran juga. Mungkin putri terpilih dari kecamatan setempat.
Di mobil yang ini selain putri ada pangerannya juga. Walaupun mereka sepertinya tidak harus lelah berjalan kaki, mereka wajib tersenyum ramah sambil melambai-lambaikan tangan ke penonton yang banyak di pinggir jalan.
Nah kalau ini rombongannya sengaja menggunakan kostum yang agak tradisional. Tapi terlihat mereka jalannya lebih santai dibandingkan yang membawa perlengkapan marching band ataupun dengan sepatu tinggi.

Sebelum jam 12 siang, kami merasa sudah cukup melihat paradenya. Kami berjalan kembali ke parkir mobil setelah mampir di Pantip plaza yang lokasinya di ujung jalan dari Night Bazaar. Ternyata Pantip Plaza juga yang dulunya berjualan elektronik sudah berubah menjadi mall nongkrong. Lumayan bisa beli makanan siang untuk dibawa pulang ke rumah.

Keramaian di Chiang Mai sudah Kembali

Sore hari setelah makan malam di rumah, kami ke taman bunga dan parkir di seberangnya seperti tahun-tahun sebelumnya. Tempat parkir dadakan ini berbayar 50 baht, tetapi pastinya lebih aman daripada parkir di pinggir jalan yang biasanya juga belum tentu dapat.

Tahun ini ada banyak sekali orang yang datang di malam hari. Rasanya Chiang mai memang sudah kembali normal dengan keramaiannya. Tahun lalu memang kami tidak mengunjungi festival bunga. Tapi saya ingat keramaian seperti ini itu mengingatkan keramaian di tahun 2008, saat kami pertama kali melihat parade dan juga mengunjungi taman di malam hari.

Banyak yang berjualan di sepanjang jalan menuju ke taman. Ada yang berjualan suvenir, makanan, minuman, dan tentu saja tanaman. Karena kami sudah makan, kami hanya membeli minuman ketika pulangnya saja.

Bunga dan Lampu di Taman

Tahun ini bunganya makin terlihat indah karena ada banyak lampu yang menambah keindahan taman bunga di malam hari.

Acara festival bunga di Chiang Mai ini berlangsung sekitar 3 hari dari Jumat sore sampai hari Minggu. Tapi tentunya paling ramai di hari Sabtu karena acara parade itu diadakan Sabtu pagi dan panggungnya juga ramai di hari Sabtu malma.

Untuk yang berencana ke Chiang Mai dan suka bunga, mungkin bisa merencanakan kunjungannya di awal bulan Februari, udaranya masih cukup sejuk, polusi udara belum terlalu tinggi dan banyak kegiatan festival seperti ini.

Penulis: Risna

https://googleaja.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.