Ngoprek Software dan Hardware

Catatan: istilah “ngoprek” di sini saya pakai sebagai padanan hacking dalam definisi positif (a hacker is a computer hobbyist who pushes the limits of software or hardware, someone messing about with something in a positive sense, that is, using playful cleverness to achieve a goal).

Sebagian orang heran, kenapa sih sebagian orang suka menghabiskan waktu mengoprek hardware dan software. Kenapa nggak pake produk yang “sudah pasti jalan”. Misalnya sebagian menyarankan menggunakan produk Apple sehingga semua bisa langsung jalan (misalnya iPhone dan komputer Mac MacBook/iMac/Mac Mini). Menurut saya ada beberapa alasan mengapa ngoprek itu perlu:

  1. Saya bisa lebih mengerti benda yang saya pakai, dan bisa memaksimalkan penggunaan benda tersebut
  2. Tidak ada satu kombinasi software/hardware yang benar-benar bisa memenuhi keinginan saya
  3. Software-software dan hardware yang ada sekarang ini, hampir semuanya “busuk” (mengesalkan, banyak bugnya, fiturnya kurang lengkap).

Mengenai point terakhir tersebut, tadinya saya mau nulis panjang lebar. Tapi orang ini sudah menuliskan keluhannya: Everything is Broken and Nobodys Upset. Saya masih bisa menambahkan banyak daftar lagi di keluhan tersebut, tapi intinya: semua kombinasi software dan hardware sekarang ini mengesalkan.

Saya sudah mencoba berbagai sistem operasi (Windows, Linux, Mac), bukan sekedar sebagi pengguna, tapi sebagai developer. Saya memakai Windows sejak 3.11, memakai Mac OS X sejak Tiger (memakai prosessor Power PC), memakai Linux sejak 1998. Saya sudah mengembangkan lusinan software dalam semua platform tersebut. Demikian juga dalam hal mobile, memakai Palm OS, smartphone Symbian, ngoprek Android, ngoprek iOS.

Untuk berbagai masalah yang ada di software dan hardware, saran orang-orang adalah: coba restart atau coba reinstall (backup, wipe clean, reinstall, restore). Untuk aplikasi web: coba logout lalu login lagi, atau: coba ganti browser. Yang lebih mengesalkan lagi: coba tunggu versi berikutnya.

Sebagian orang “menyelesaikan” masalahnya dengan membeli software dan hardware dari satu vendor saja dengan harapan semua bisa berjalan dengan baik. Misalnya saat ini yang paling terkenal adalah Apple, karena mereka memiliki: hardware desktop sendiri (Macbook, iMac, dsb, bahkan sampai keyboard dan mouse), sistem operasi sendiri (OSX dan iOS), toko digital sendiri (iTunes), tablet sendiri (iPad), ponsel sendiri (iPhone), layanan cloud sendiri (iCloud).

Tapi menggantungkan diri pada pihak lain (apalagi satu pihak saja) untuk kenyamanan juga berisiko tinggi. Misalnya orang ini accountnya dihack, dan semua datanya di semua device apple milikinya diwipe. Tentunya orang tersebut salah, seharusnya dia membuat backup datanya, tapi itu berarti harus membeli harddisk eksternal, harus tahu cara mengkonfigurasi time machine, dsb. Ini masih level “ngoprek” yang sederhana, tapi sudah terlihat bahwa itu tetap diperlukan.

Bahkan dengan semua software dan hardware dari satu perusahaan pun, kita tidak bisa berhenti berinteraksi dengan orang lain: attachment tertentu tidak bisa dibuka di OSX (karena softwarenya tidak ada), presentasi yang sangat bagus yang sudah dibuat dengan keynote di OSX tidak terlihat indah ketika diexport ke format PDF atau Power Point (dan ketika diexport ke format HTML5 dengan isi movie di sebagian slidenya, filmnya tidak bisa dibuka oleh firefox karena tidak mendukung format mp4).

Solusi saya untuk berbagai masalah komputer adalah dengan mengenal software dan hardware dan menghack-nya sesuai kebutuhan saya. Jika memungkinkan, setiap hardware yang saya miliki akan saya jailbreak, bahkan kalau perlu (dan masuk akal) akan saya install serial port. Saya memilih software yang bisa dikonfigurasi sefleksibel mungkin, walaupun software itu mungkin terlihat “kuno” (misalnya saya memakai editor teks Emacs yang sudah ada lebih dari 30 tahun). Saya suka memakai berbagai skrip buatan sendiri, karena saya tahu dengan tepat apa yang terjadi:

  1. Saya bisa membetulkan errornya jika ada perubahan di OS, di layanan web, atau apapun
  2. Saya tahu dengan tepat bahwa software tersebut tidak membocorkan data
  3. Saya bisa memindahkan skripnya dari satu OS ke OS lain

Membuat skrip sendiri atau mengkonfigurasi berbagai opsi memang butuh waktu, tapi saya anggap itu sebagai investasi di awal. Daripada memakai program atau layanan otomatis yang akhirnya error di kemudian hari dan harus menunggu orang lain membetulkannya.

Lagipula dibandingkan dengan kebanyakan hobi lain (nonton bola atau sinetron misalnya), ngoprek hardware dan software ini rasanya lebih berguna. Sekaligus mengasah ilmu.

Sebagai tambahan: saat ini banyak gerakan DIY (Do It Yourself) dan ngoprek secara umum (hacking). Beberapa website yang sering saya baca:

Dan beberapa orang yang kesukannya adalah Hacking/DIY. Semoga suatu saat saya bisa menurunkan kesenangan ngoprek ini pada Jonathan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *