Seminggu Blog DrakorClass.Com

Hari ini, blog drakorclass.com tepat seminggu. Rasanya masih agak euforia sampai sekarang. Seminggu ini saya malah jadi berkurang nonton drakor, tapi malah belajar mainan WordPress, Instagram dan Twitter. Cerita hari ini tapi bukan tentang mainan itu, tapi tentang teman-teman belajar saya di DrakorClass.com

drakorclass
drakorclass.com

Saya sebut mainan, karena sifatnya coba-coba dan kayak sedang main game saja. Ketika melihat hasilnya, rasanya senang karena menemukan hal baru. Walau sudah bertahun-tahun ngeblog, punya IG dan Twitter, memang baru seminggu ini saya mencoba-coba berbagai hal.

Lanjutkan membaca “Seminggu Blog DrakorClass.Com”

Belajar Ngeblog lagi untuk DrakorClass.Com

Belajar ngeblog itu bukan cuma belajar menulis saja. Memang, inti dari sebuah blog tentu saja kontennya. Tapi, dalam menampilkan kontennya ada banyak hal yang perlu dipelajari kalau mau membuat blognya ramai dikunjungi.

Bukan, tulisan ini isinya bukan instruksi lengkap bagaimana cara belajar ngeblog, tapi cuma sekedar ringkasan dari hal-hal yang belakangan ini saya rasa perlu saya pelajari lagi dalam rangka membuat blog bareng dengan teman-teman di grup drakor dan literasi.

kontributor drakorclass.com
dari WAG drakor dan literasi jadi ngeblog bareng di drakorclass.com
Lanjutkan membaca “Belajar Ngeblog lagi untuk DrakorClass.Com”

Zoom Drakor dan Literasi (4)

Tantangan topik menulis seputar kokoriyaan berakhir akhir September lalu, maka dengan ini, grup drakor dan literasi melakukan gunting pita penutupan kegiatan tantangan menulis dengan zoom lagi. Hahaha, nggak kok, tidak ada gunting pita, dan tantangan tidak perlu ditutup. Kami menyiapkan proyek baru lagi, tentunya.

Berhubung tanggal 30 September 2020 itu jatuh di hari Rabu, kegiatan zoom yang biasa dilakukan di akhir bulan kami majukan ke awal bulan Oktober. Hari Minggu kemarin, sebagian dari kami menyempatkan diri bertemu kangen lewat zoom.

Lanjutkan membaca “Zoom Drakor dan Literasi (4)”

Mencari Topik Menulis Setiap Hari

Setelah selesai dengan tantangan menulis kokoriyaan sebanyak 30 topik bersama grup drakor dan literasi, sekarang ini saya kembali lagi harus memikirkan topik tulisan apa lagi yang mau ditulis setiap harinya. Sebenarnya ada banyak sih contoh-contoh topik tulisan untuk 30 hari, tapi sejauh ini saya belum menemukan yang cocok untuk saya tuliskan.

Topik Seputar Drama Korea

Karena tidak menemukan topik yang sesuai, makanya kemarin kepikiran untuk menulis 30 topik seputar Korea, dan yang bikin lebih seru karena dikerjakan bareng-bareng.

Awalnya, setelah menyusun 30 topik kokoriyaan, sempat terpikir untuk mengerjakannya setiap hari 1 topik. Untung saja tidak jadi karena beberapa topik ternyata cukup sulit dan butuh untuk berpikir ekstra untuk bisa menyelesaikannya.

Topik bulan pertama
Lanjutkan membaca “Mencari Topik Menulis Setiap Hari”

Zoom Drakor dan Literasi (3)

Akhir bulan, waktunya untuk bertemu dengan teman-teman grup drakor dan literasi. Harapannya sih bertemu beneran, sambil ngopi atau ngeteh bareng. Tapi karena jarak geografis di antara kami yang tersebar di berbagai kota, sementara ini harus mencukupkan diri bertemu virtual via aplikasi Zoom meeting.

Bulan Agustus, grup kami sudah sampai ke topik 25 dari 30 topik yang pertama kali dijadwalkan. Bulan September masih akan ada 5 topik terakhir. Ternyata, setelah di bulan Juni dan Juli kami menulis 10 topik per bulan, penurunan jumlah topik di bulan Agustus membuat ada rasa kehilangan. Tapi, kalau dipaksakan menuliskan 10 topik, sudah pasti kami akan keteteran juga.

Lanjutkan membaca “Zoom Drakor dan Literasi (3)”

Antara K-pop dan K-drama

Hari Sabtu, harinya menuliskan tentang kokoriyaan. Tidak terasa, sudah menuliskan 25 topik tentang kokoriyaan bersama teman-teman di grup drakor dan literasi. Walaupun tulisannya berkurang dari 10 topik per bulan menjadi 5 topik per bulan, obrolan di WAG sih jalan terus setiap harinya.

Dari sekian banyak anggota yang bergabung, sebagian besar terpapar K-pop dan K-drama secara bersamaan. Pakai kata terpapar sudah seperti penyakit saja ya, hehehe. Maksudnya, mereka memang sudah lama berkecimpung dengan hallyu wave dan mengenal hampir semua nama aktor dan juga artis K-pop.

Lanjutkan membaca “Antara K-pop dan K-drama”

K-pop, Musiknya atau Visual yang Bikin Menarik?

Sebelum menjadi penggemar kdrama, saya tidak pernah tau apa itu K-pop. Sampai sekarang juga saya bukan penggemar K-pop. Tapi tanpa disadari, setelah sering ngobrol dengan teman-teman yang punya band idol favorit, saya ternyata sering mendengar musik K-pop dan cukup bisa menikmatinya juga.

K-pop menurut wikipedia

Kalau dulu, saya pikir, aneh banget sih beberapa orang nyanyi dan nari-nari gitu. Boyband, girl band dari dulu sudah ada, tapi kali ini anggotanya lebih banyak dari Backstreet Boys ataupun New Kids on The Block. Saya tidak bisa mengikuti lagunya karena saya tidak mengerti mereka bilang apa. Tapi ternyata, belakangan saya tahu kalau K-pop itu bisa dinikmati tanpa lirik dan tanpa visual tari-tariannya!

Lanjutkan membaca “K-pop, Musiknya atau Visual yang Bikin Menarik?”