Memperbaiki Mainan

Jonathan dan Joshua saat ini memiliki banyak mainan. Seperti biasa, semua mainan yang dimainkan akan rusak. Sebisa mungkin jika mainannya masih bisa diperbaiki, maka saya akan mencoba memperbaikinya.

Selain mainan yang rusak karena dimainkan, kadang kami membeli mainan second hand dari toko second hand maupun yard sale yang sering diadakan oleh expat yang akan meninggalkan Chiang Mai. Selain lebih hemat, beberapa mainan yang kami beli second susah didapatkan di Chiang Mai (atau sangat mahal jika memesan via Amazon).

Masalah Batere

Kebanyakan mainan dan buku elektronik biasanya tidak rusak, tapi ada masalah dengan baterenya. Masalah pertama dan yang paling sering adalah: batere habis. Saya memiliki stock berbagai jenis batere standar selain AA dan AAA juga batere koin CR2032 dan LR44.

Masalah berikutnya: konektornya kotor atau berkarat. Masalah lain adalah kabel yang lepas. Untuk masalah kompartemen batere yang berkarat, saya menggunakan aluminium foil. Untuk kabel yang lepas tentunya disolder, dan kemudian dilapisi hot glue agar lebih sulit lepas lagi.

Baru-baru ini kami membeli mobil mainan yang bisa dinaiki (ada motornya). Waktu pertama melihat mainannya di toko barang bekas, Risna ragu apakah kira-kira baterenya mudah dicari. Setelah saya baca di Internet, kebanyakan mainan ini menggunakan sealed lead acid battery, dan ternyata memang benar. batere penggantinya relatif murah (200 baht, atau sekitar 75 rb rupiah).

Sebenarnya mobil-mobilan ini ditujukan untuk Joshua, tapi Jonathan masih suka naik ini walaupun sudah terlalu kecil untuknya. Harga baru mainan mobil seperti ini relatif mahal di Chiang Mai tapi sangat murah di toko second hand.

Piano Jonathan pernah  rusak karena tersentak. DC Jack yang semestinya menempel ke PCB jadi lepas. Yang saya lakukan adalah menyolder langsung dari kaki DC Jack ke titik lain yang masih bagus.

Yang ini agak ekstreem, salah satu mainan Jonathan PCB-nya mati (kereta mainan). Karena bendanya relatif sederhana, saya memprogram ATTiny dan mengganti boardnya dengan microcontroller tersebut.

Patah

Kerusakan lain yang paling sering adalah: bagian mainannya patah. Jika bagian yang patah masih ada biasanya saya akan menggunakan super glue untuk menempelkan kembali bagian yang lepas. Sebagian parts bisa diprint dengan 3D printer (tapi sejauh ini sedikit sekali yang saya print).

Buku

Selain mainan, kadang saya juga memperbaiki hal lain, misalnya buku. Kami punya banyak  buku interaktif untuk anak-anak  (biasanya dalam bentuk lift the flaps). Kerusakan yang mungkin biasanya adalah: robek. Ini tentunya gampang diperbaiki dengan lem.

Salah satu buku yang kami beli halamannya ada yang robek dan teksnya hilang (buku seri Winnie the Pooh). Ini sangat menganggu, dan sayangnya kami tidak bisa menemukan buku dengan judul yang sama di sini. Sayang membeli 1 buku saja dari Amazon, karena harga plus ongkos kirimnya relatif mahal, sedangkan belasan seri lainnya kami beli dengan harga murah dari toko buku bekas.

Saya tidak menemukan versi bajakan buku ini di Internet, tapi setelah mencari-cari lebih jauh, ternyata buku ini disewakan dengan proteksi DRM Adobe. Setelah proteksinya dihapus, saya print halamannya dan saya lem ke bagian yang rusak.

Mari memperbaiki

Bapak saya dulu rajin membongkar dan memperbaiki apa saja, dan sepertinya sifat itu menurun ke saya. Dari sejak kecil Jonathan sudah sering melihat saya memegang obeng dan membongkar berbagai mainannya kalau rusak. Sekarang ini dia jadi sering penasaran dengan isi sebuah mainan, dan bahkan kadang minta dibukakan walaupun tidak/belum rusak.

Sekarang ini memperbaiki benda elektronik yang rumit sulit dilakukan karena batasan dari berbagai perusahaan besar, sampai-sampai sudah ada usulan hukum (billright to repair di Amerika (dan saat ini sedang ditentang oleh berbagai perusahaan besar). Untungnya banyak mainan masih cukup sederhana untuk diperbaiki sendiri.

Jika kita ingin anak kita memiliki curiosity dan ingin lebih sedikit menambah sampah di bumi ini, salah satu yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki sendiri mainan bekas atau rusak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *