Review Radxa Rock 5 Model B

Radxa Rock 5 Model B (ROCK5B) adalah Single Board Computer dengan SOC (System on a Chip) Rockchip RK3588 dengan pilihan RAM sampai dengan 16 GB. Saya punya terlalu banyak SBC yang tidak saya review karena semuanya mirip, tapi ROCK5B ini menurut saya levelnya sudah mendekati level desktop, jadi layak dibahas.

Radxa Rock 5B

RAM maksimum SBC ini tergolong besar, sampai 16GB (untuk ukuran tahun 2022). RAM Raspberry Pi 4B terbesar saat ini adalah 8GB. CPU ROCK5B ini juga sangat cepat, bisa dicek cek benchmark di sini, atau lihat ringkasannya di tabel di bawah ini.

Benchmark dari sini, saya hanya membandingkan SBC yang saya punya

Kecepatan benda ini sekitar 2-4 kali lebih lambat dari Apple M1 Pro, tapi harganya juga jauh lebih murah (Mac Book M1 Pro, 16 GB minimal sekitar 1200 USD). Dibandingkan Raspberry Pi 4B, ROCK5B ini beberapa kali lebih cepat (dalam kasus tertentu puluhan kali lebih cepat).

Lanjutkan membaca “Review Radxa Rock 5 Model B”

Mengganti Batere Gadget

Saat ini kebanyakan gadget elektronik bisa memiliki umur yang panjang, dan biasanya masalah utamanya adalah batere. Kadang batere menjadi menggelembung, atau kadang baterenya tiba-tiba mati. Saat ini sebagian batere bisa mudah dicari gantinya, dan proses penggantiannya juga kadang tidak sulit.

Sudah beberapa kali saya mengalami masalah pada batere, baik itu di ponsel atau di gadget yang lain. Batere Lithium ini memang rawan bisa tiba-tiba mati, atau menggelembung. Jika mengalami masalah seperti ini sebaiknya jangan gunakan devicenya, terutama jika menggelembung karena ada kemungkinan bisa meledak.

iPhone yang menggelembung (bukan batere original)
Lanjutkan membaca “Mengganti Batere Gadget”

Raspberry Pi Pico

Raspberry Pi Pico adalah board microcontroller dari yayasan pembuat board mikrokomputer Raspberry Pi. Microcontroller yang dipakai di Pico adalah RP2040 yang dirancang oleh tim Raspberry Pi. Saya sudah langsung membeli board ini sejak diluncurkan, tapi belum sempat menuliskannya, dan memang baru akhir-akhir ini sempat ngoprek lebih jauh board ini.

Rasberry Pi Pico

Microcontroller RP2040 selain digunakan di Raspberry Pi Pico (selanjutnya saya sebut Pico saja supaya singkat) juga sudah digunakan di berbagai board lain. Di tulisan ini saya akan menuliskan Pico, untuk hal-hal yang spesifik Pico (misalnya ukuran Flash memory), dan RP2040 untuk hal-hal yang sama di semua board yang berdasarkan RP2040.

Lanjutkan membaca “Raspberry Pi Pico”

Bereksperimen dengan LoRa

LoRa merupakan teknologi proprietary untuk komunikasi radio jarak jauh yang butuh daya rendah (low power-wide area network). Nama LoRa sendiri singkatan dari “long range“. Di tulisan ini saya akan mempernalkan teknologi ini dan eksperimen yang sudah saya lakukan menggunakan LoRa.

LoRa dan LoRaWAN

LoRa merupakan protokol proprietary (artinya dimiliki perusahaan tertentu, bukan teknologi terbuka) tepatnya dimiliki oleh SemTech. Walau proprietary, tapi LoRa sudah didukung banyak perusahaan lain yang bergabung pada LoRa Alliance. LoRa hanya merupakan bagian standard modulasinya, sedangkan di layer atasnya ada yang namanya LoRaWAN (LoRa Wide Area Network). Di tulisan ini saya hanya membahas LoRa saja.

LoRa memiliki kecepatan rendah (hanya puluhan kilobit per second), jadi hanya cocok untuk mengirim data sensor atau teks singkat. LoRa tidak cocok digunakan mengirimkan data besar (misalnya gambar/video). LoRa memakai daya sangat rendah, sehingga device dengan batere bisa mengirim data selama beberapa tahun.

Lanjutkan membaca “Bereksperimen dengan LoRa”

Aneka device e-ink

Dari dulu saya merasa senang dengan gadget yang memakai layar e-ink. Layar e-ink tidak memancarkan cahaya (tidak seperti layar LCD) jadi mata tidak cepat lelah. Layar e-ink juga bisa terbaca dengan jelas di luar rumah. E-ink hanya butuh daya ketika layarnya diupdate, setelah gambarnya muncul gambar terakhir tidak akan berubah walau tidak dialiri listrik lagi, jadi lebih hemat batere.

Kelemahan e-ink adalah: refresh ratenya lambat. Jika kita membeli modul e-Ink sendiri (misalnya untuk dipakai dengan Arduino), refresh ratenya dalam hitungan detik. E-reader pertama yang saya beli dulu butuh sekitar 0.8-1 detik untuk berganti halaman. Tapi sekarang sudah ada yang refresh ratenya cukup cepat untuk menonton video (walau masih kurang lancar). Kelemahan lain e-ink adalah: tidak bisa dibaca dalam gelap (karena tidak memancarkan cahaya), tapi sekarang sudah banyak device yang menyertakan backlight untuk dipakai di malam hari.

Lanjutkan membaca “Aneka device e-ink”

Website bertenaga matahari

Sudah ada beberapa orang yang membuat website bertenaga surya. Maksudnya website bertenaga surya di sini adalah menjalankan sebuah device (seperti Raspberry Pi atau Single Board Computer lain) dengan energi dari panel surya. Single Board Computer tersebut menjalankan web server, dan tentunya perlu terkoneksi ke Internet.

Jonathan ingin ikut membantu

Website yang pertama saya baca adalah Low Tech Magazine dan yang kedua adalah We are now Solar Powered. Ketika membaca artikel kedua, matahari sedang bersinar terik. Saya jadi terpikir: kalau membuat sesuatu seperti itu di sini apakah sulit dan mahal? Saya cek di Shopee, dan ternyata sudah ada paket: panel surya 50W, batere 12V 5AH, dan charge controller ternyata tidak terlalu mahal, kurang dari 40 USD, jadi saya putuskan untuk membelinya.

Jika kita ingin memakai listrik AC (alternating current), maka kita perlu punya inverter DC ke AC. Tapi karena saya hanya inggin menggunakan device USB yang memakai DC (direct current), saya tidak membeli inverter.

Saya tidak mengubah website ini jadi bertenaga surya, saya mensetup website baru. Website ini sudah terlalu besar (database, dan segala konten medianya sudah puluhan gigabyte, maklum website ini sudah dari 2004) dan pengunjungnya sudah terlalu banyak.

Alamat website eksperimental saya: https://solar.yohanes.mobi/

Lanjutkan membaca “Website bertenaga matahari”

Konfigurasi Komputer Juli 2021

Setiap beberapa tahun, saya membuat posting catatan pribadi tentang konfigurasi hardware dan software yang saya pakai sehari-hari. Catatan ini kadang berguna untuk mengetahui umur sebuah komponen atau sebagai pengingat kenapa saya membeli komponen atau memiilh konfigurasi tertentu.

Desktop

Sekarang saya memakai Intel di Desktop dan AMD di server. Untuk urusan Windows, AMD sering kali tertinggal dalam hal support software, misalnya dulu akselerasi VM Android hanya bisa dilakukan dengan Intel HAXM. Sekarang ini sepertinya 99% sudah sama saja antara Intel vs AMD, tapi tetap saja ada beberapa hal tertentu yang lebih mudah memakai prosessor Intel. Contoh: jika memakai software spesifik intel seperti Intel Pin, dan ada sesuatu yang tidak berjalan, saya akan bertanya-tanya: apakah ini bug di kode saya? apakah bug di Intel Pin? ataukah karena saya memakai AMD?

Saat ini saya memakai Windows 10 Pro di Intel I5 (Comet Lake, socket 1200 LGA), 6 core (support hyperthreading). Memori DDR4 sebesar 64 GB. Graphic Cardnya Radeon RX570 memori 4GB. Alasannya memakai Graphics Card ini: dulu saya ingin memakai Hackintosh juga, walau akhirnya tidak jadi karena sudah memakai Mac M1.

Saya memakai NVME SSD 1 TB untuk Windows. Karena proyek saya sekarang banyak yang butuh disk space besar, saya juga membeli NVME 2 TB untuk data. Saya juga masih memakai RAID 4TB untuk menyimpan salinan data penting di lokal plus 3TB untuk data yang kurang penting.

Saya membeli monitor termurah resolusi 4K yang bisa saya temukan di Chiang Mai: Philips 27 inch seri 278e1a/67. Dari pengalaman memakai 2 monitor FHD di kantor vs 1 monitor 4K, memakai 1 monitor 4K lebih nyaman untuk saya.

Saat ini desktop saya sebenarnya ada dua, satu lagi adalah Mac Mini M1 (RAM 16 GB, disk 512GB). Desktop ini terhubung ke monitor/keyboard yang sama. Saya memakai program display_switch sebagai switch KVM. Setelah sekian lama memakai mechanical keyboard, akhirnya saya mencoba berganti keyboard ke split keyboard.

Keyboard split yang saya beli pertama adalah FreeStyle 2. Ternyata saya suka memakai split keyboard, posisi tangan terasa lebih natural. Keyboard ini tidak mekanis jadi tidak berisik dan bisa saya bawa ke kantor.

Freestyle 2 split keyboard (dibeli dari Amazon)
Lanjutkan membaca “Konfigurasi Komputer Juli 2021”