Upgrade SSD Surface Pro X

Surface Pro X adalah tablet/notebook dari Microsoft yang memakai prosessor dengan arsitektur ARM64 (versi yang saya miliki prosessornya adalah Microsoft SQ1). Berbeda dengan kebanyakan tablet lain, SSD Surface Pro X bisa diupgrade sendiri dengan mudah dan murah. Harga dasar resmi Surface X adalah 999 USD untuk versi RAM 8 GB dan SSD 128 GB, dan jika kita memilih kapasitas SSD 256 GB harganya jadi naik menjadi 1299 USD, padahal kita bisa membeli SSD pengganti dengan kapasitas 512 GB kurang dari 100 USD.

SSD lama 128 GB vs 512 GB

Perlu dicatat bahwa tidak semua seri Surface memakai prosessor dengan arsitektur ARM64 (saat ini hanya seri Surface Pro X). Selain itu perlu diperhatikan bahwa saat ini yang sangat mudah diganti SSD-nya juga hanya Surface Pro X.

Lanjutkan membaca “Upgrade SSD Surface Pro X”

Notifikasi Bel Rumah ke Telegram

Posting ini cuma cerita singkat tentang bel rumah wireless tanpa batere yang dihubungkan ke Telegram via Raspberry Pi. Risna sudah menulis bahwa sekarang kami memakai bel rumah wireless yang tanpa batere. Setelah beberapa bulan, ternyata bel rumah ini bekerja cukup baik. Smembeli dua receiver: satu yang berbunyi normal supaya bisa didengarkan siapa saja (misalnya ketika pembantu kami di rumah), dan satu lagi saya hubungkan ke Raspbery Pi yang akan memberi notifikasi ke telegram jika bel ditekan.

Isi receiver

Kenapa tidak sekalian membeli bel pintar seperti Ring? pertama: kami malas menambahkan kabel untuk catu daya ke pagar. Kedua: saya tidak ingin bergantung pada Amazon. Apalagi ketika membaca berita: Amazon down, bel pintu jadi tidak berfungsi, Ring juga tidak punya layanan resmi di sini, bagaimana jika ada recall seperti ini?. Lagipula yang kami butuhkan hanyalah pemberitahuan bahwa belnya berbunyi.

Lanjutkan membaca “Notifikasi Bel Rumah ke Telegram”

Review PinePhone: Smartphone Open Source

PinePhone merupakan smartphone open source, salah satu proyek hardware dari Pine64. Tidak seperti smartphone Android, PinePhone ini dapat menjalankan sistem operasi Linux murni, dengan berbagai pilihan distribusi (distro) seperti di desktop dengan pilihan berbagai shell/desktop environment.

Organisasi Pine64 membuat berbagai hardware open source yang saat ini meliputi: SBC (Single Board Computer), Laptop , Tablet, Smartphone, kamera security, Solder pintar, SmartWatch, dan beberapa hardware lain. Di posting ini saya hanya akan membahas PinePhone, dan kali lain saya akan membahas berbagai hardware lain dari Pine64 yang saya miliki.

PinePhone dengan OS KDE Plasma

Sebelum Anda kecewa membaca sampai akhir, kesimpulan saat ini: smartphone ini belum siap dipakai umum, tapi cocok untuk para hacker (orang yang suka ngoprek) baik hardware maupun software. Pinephone ini bukan satu-satunya smartphone open source yang ada saat ini, tapi ini yang paling murah (versi termurah: 149 USD) dan paling banyak pengembangnya. Proyek hardware open source lain adalah Librem 5 dari Purism tapi harganya beberapa kali lipat dari PinePhone (749 USD) dengan spesifikasi yang tidak beda jauh.

Lanjutkan membaca “Review PinePhone: Smartphone Open Source”

Review Raspberry Pi 400

Raspberry Pi 400 adalah keluarga terbaru Raspberry Pi yang saya miliki. Ini tidak memakai prosessor baru, masih sama dengan SOC pada Raspberry Pi 4 tapi dalam bentuk keyboard. Kalau Raspberry Pi 4 punya banyak versi dengan RAM yang berbeda, RPI 400 ini hanya ada versi RAM 4GB.

Harga resmi benda ini adalah 70 USD (tanpa kit) dan 100 USD (dengan kit). Kit meliputi: kabel micro HDMI to HDMI, mouse, micro SD, dan buku. Saat ini ada banyak layout keyboard: UK, US, Jerman, Perancis, Spanyol dan Italia. Saya memakai keyboard US sesuai yang umum di Indonesia dan juga Thailand dan tidak membeli versi kit. Saya membeli ini dari Cytron.io (perusahaan Malaysia) di hari launching dan dikirim ke Thailand dalam waktu beberapa hari dari dalam Thailand (jadi tidak ada pajak impor).

Di awal masa mikrokomputer masuk rumah pada tahun 1980an, banyak komputer yang dijual dalam form factor keyboard seperti ini dan tinggal dicolok ke TV di rumah. Hal tersebut untuk mengurangi harga komputer, karena kebanyakan rumah tangga sudah punya layar TV. RPI 400 ini juga dibuat seperti itu: untuk dihubungkan ke TV atau layar yang sudah dimiliki (kebanyakan TV sekarang sudah memiliki input HDMI).

Ada banyak sistem operasi alternatif untuk Raspberry Pi 4, termasuk juga Android 11, tapi di tulisan ini saya memakai Raspbian yang merupakan OS resmi. Pada Raspberry Pi 4 yang saya miliki, saya menginstall Raspberry Pi OS versi 64 bit (sampai saat ini masih beta), tapi untuk RPI 400 ini saya menggunakan versi 32 bit saja karena ini yang sudah stabil.

Bagian depan keyboard

Hardware

Saya sudah pernah membeli keyboard resmi Raspberry Pi, dan RPI 400 sangat mirip dengan keyboard tersebut. Bedanya: di bagian depan keyboardnya ada colokan untuk power (via port USB-C), ethernet, dua micro HDMI, micro SD, 3 USB A, dan GPIO Pin Selain itu tombol F10 bisa menjadi tombol power jika ditekan bersama dengan tombol Fn.

Lanjutkan membaca “Review Raspberry Pi 400”

Mencoba Bel Pintu Tanpa Baterai

Dari sejak ngontrak rumah di Chiang Mai, rumah yang kami tempati sistem belnya sudah rusak kabelnya. Jadi kami selalu mengakali dengan membeli bel tanpa kabel. Biasanya bel tersebut butuh baterai, baik untuk bagian penerima yang mengeluarkan suara maupun yang dipencet. Masalah berikut yang muncul adalah: baterainya tidak tahan lama dan lama-lama jadi malas ganti baterai. Nah sekarang ini kami mencoba memakai bel pintu yang tanpa baterai.

Bel yang di pencet tanpa baterai, penerimanya dicolok di rumah

Teorinya, bel ini bisa tanpa baterai karena ketika tombolnya dipencet, tenaga yang dihasilkan dari gerakan pencet itu cukup untuk mengirimkan sinyal ke penerimanya. Lalu bagian penerimanya tentu saja butuh listrik untuk membunyikan melodi yang bisa kita dengar. Jadi tidak ada lagi kebutuhan akan baterai.

Lanjutkan membaca “Mencoba Bel Pintu Tanpa Baterai”

Upgrade ke Mi Band 5

Mi Band 5 baru saja diluncurkan secara global tanggal 15 July 2020 yang lalu. Sebenarnya Mi Band 4 yang sebelumnya dibeli bulan September tahun lalu masih baik-baik saja dan baterainya juga masih bertahan lebih dari seminggu. Tapi karena Mi Band 3 yang dibeli Maret 2019 yang kemudian dipakai Jonathan sejak saya beli Mi Band 4 sudah semakin drop baterainya, jadi ya saya cari-cari alasan aja buat ganti ke Mi Band 5.

Mi Band 5 sudah sampai

Alasan utamanya: saya cukup puas dengan pemakaian Mi Band sebelumnya, dan saya yakin fitur dari Mi Band 5 pasti lebih oke dari yang sebelumnya. Beberapa hari lalu, Joe kasih tau kalau Mi Band 5 nya sudah ada di toko online resmi di Thailand. Dengan promosi dan voucher yang ada, harganya 931 baht (sekitar 430ribu rupiah) sudah termasuk ongkos kirim. Hari ini Mi Band 5 sudah sampai, dan langsung dicoba.

Tulisan berikut ini merupakan rangkuman kesan pertama dari Mi Band 5, karena saya sebelumnya tidak pernah membaca apa fitur-fitur baru dari Mi Band 5 dibandingkan Mi Band 4. Oh ya, ini bukan iklan ya, saya nulis tidak dibayar.

Lanjutkan membaca “Upgrade ke Mi Band 5”

Upgrade Mini PC buat Nonton

Hari ini saya cuma mau menuliskan sekedar catatan buat kami ingat tentang pesanan yang sudah cukup lama dinantikan. Pesanan ini terkena efek pandemi Covid-19, selama beberapa bulan kantor pos Thailand juga tidak menerima barang-barang dari luar negeri, otomatis pesanan kami juga tertahan dan baru sekarang ini dikirimkan setelah Thailand mulai kembali normal.

Kemarin Mini PC untuk pengganti Mini PC Windows yang kami gunakan untuk media center akhirnya tiba. Mini PC sebelumnya sudah kami pakai sejak tahun 2016, diskspace-nya sudah penuh (RAM 2GB dan eMMC 32GB) dan untuk sekedar mengupdate Windowsnya sekalipun sudah repot perlu USB eksternal, selain itu juga sudah terasa lambat.

Sebenarnya setelah diakalin sama Joe, Mini PC yang lama masih tetap bisa digunakan sampai dengan hari ini, tapi daripada tiba-tiba mati mendadak, awal bulan Mei lalu Joe memesan penggantinya dari Aliexpress (butuh hampir 2 bulan barangnya sampai).

Mini PC yang baru tiba kemarin

Untuk cerita teknisnya, tunggu saja kalau Joe ingat menuliskannya. Secara fisik benda baru ini lebih mungil lagi dari Mini PC sebelumnya, padahal secara spesifikasi tentunya lebih tinggi daripada spesifikasi yang lama.

Mini PC yang baru ini RAM 4G, eMMC 64GB dan masih bisa diupgrade sampai 256GB. Harganya memang sedikit lebih mahal dibandingkan yang sebelumnya, tapi benda ini juga sudah support kalau suatu saat kami ganti TV yang bisa 4K. Harganya 142,6 USD sudah termasuk license Windows 10 home edition (kami pilih yang bebas ongkos kirim ke Thailand).

Lanjutkan membaca “Upgrade Mini PC buat Nonton”