Tablet Windows

Baru-baru ini saya membeli tablet Windows 8.1 dengan prosessor Intel. Tabletnya harganya sekitar 100 USD, tapi saya sekalian membeli casing, dan memilih pengiriman via DHL, jadi totalnya 125 USD. Tablet ini saya beli dari Aliexpress dari penjual ini:

 

http://www.aliexpress.com/item/CHUWI-VI8-2GB-32GB-8-inch-IPS-Intel-Z3735F-Windows-8-1-Bluetooth-Dual-Cameras-Multi/32246675377.html

 

15646965829_32f2b3e8b7

 

Karena memakai DHL, barang tiba sangat cepat, barang saya pesan tanggal 4 Februari, dan sampai sini (Chiang Mai), tanggal 7 Februari.

Saat ini sebenarnya kami sudah punya beberapa tablet: iPad (1), Android (2), PlayBook (4), tapi saya penasaran belum pernah pake tablet windows (meski sudah memakai laptop Windows yang touch screen). Sebagai catatan: tablet-tablet yang saya miliki semuanya masih dipakai .Tablet iPad dipakai Jonathan untuk bermain dan belajar, dan kadang saya pinjam untuk pentesting dan juga app development. Tablet Android saya pakai untuk pentesting dan development. Playbook memang sudah jarang dipakai (karena sudah tidak dimaintain oleh RIM), tapi Jonathan masih suka menonton Video yang ada di PlayBook (tablet playbook cukup banyak free spacenya karena tidak ada app-nya, sedangkan tablet yang lain kebanyakan sudah penuh karena app).

Tablet Chuwi VI8 ini memiliki prosessor Bay Trail Z3735F, memiliki RAM 2 GB, Flash memory 32 GB. Ketika sampai, sekitar 20 GB Free spacenya. Windows yang disertakan adalah Windows 8.1 with Bing. Sebenarnya ada 5 GB yang dipakai oleh recovery partition, tapi saya belum berhasil menghapusnya, tiap kali saya hapus partisi recoverynya, Windowsnya jadi error (saya sudah menyalin recoery partitionnya ke USB, jadi bisa recover ketika error) update: ternyata memang partisinya tidak bisa dihapus karena installasi Windows menggunakan WIMBoot.

Sekarang ini saya memakai SD Card 16GB bekas dari salah satu device saya yang lama.

Pertama saya akan bicara dulu kelemahan benda ini, yang sudah saya ketahui dari sebelum membeli karena sudah membaca review di Internet. Benda ini tidak memiliki HDMI, dan kualitas kamera depannya sangat jelek (jadi jangan harap bisa memakainya untuk Skype), kamera belakangnya juga so-so. Saya sengaja memilih tablet tanpa HDMI, karena selama saya punya tablet, baru sekali memakai HDMI-nya (dulu waktu jalan-jalan, di sebuah hotel di Bangkok). Kalaupun suatu saat butuh HDMI, saya akan membeli dongle Miracast. Mengenai kamera, jarang sekali kamera tablet dipakai sejak punya handphone dengan kamera yang bagus. Jika ingin berskype, saya juga bisa memakai handphone saya.

Kelemahan yang baru saya ketahui setelah membeli adalah: port USB-nya cuma satu, sekaligus jadi port charging, jadi ketika memakai USB Keyboard (atau benda USB lain), tidak bisa sambil charging. Tapi saya lihat sudah ada yang memiliki solusi seperti ini di Internet, tinggal dibeli/dibuat kalau nanti dibutuhkan. Ketika charging dan dipakai secara ekstensif, tablet jadi panas. Tapi ini cukup jarang terjadi.

Sekarang ke bagian enaknya: tablet ini memakai prosesor Intel, jadi semua program desktop jalan di sini. Saya sudah nekat menginstall visual studio (untuk test hal-hal tertentu), dan bisa jalan dengan normal. Windows 8.1 dengan Bing artinya default search enginenya adalah Bing, tapi bisa diganti dengan search engine apapun (saat ini saya berusaha lebih banyak memakai IE yang lebih hemat energi dipakai di tablet). Selain lisensi Windows, kita diberikan juga lisensi memakai Office 365 personal, yang terdiri dari: Office 2013 selama setahun, plus disk space di OneDrive (1 TB), dan Skype 60 menit/bulan untuk tujuan tertentu selama setahun. Officenya bisa dipakai di 1 PC dan 1 tablet.

Space memang menjadi masalah, setelah menginstall Office, Visual Studio, Evernote, Chrome, JDK, LiveWriter, Cygwin, dan lain-lain, space saya masih 7.5 GB Free. Saya bisa mendapatkan space sisa cukup banyak karena saya memanfaatkan fitur NTFS Compression untuk folder-folder tertentu. Saya juga menggunakan CCLeaner untuk membersihkan file-file sampah. Di desktop, saya agak “Sebel” dengan OneDrive yang memiliki file yang available offline dan online. Di tablet yang kapasitasnya terbatas, pembedaan ini terasa sangat berguna. Kita bisa melihat semua file kita, dan membuat file yang kita pakai saja yang offline, dan sisanya online.

 

compression

 

Untuk beberapa aplikasi lain, seperti ThunderBird, Firefox, Telegram, dsb, saya menggunakan versi Portable Apps, jadi semua bisa ditaruh di SDCard. Sebenarnya aplikasi seperti Visual Studio juga bisa ditaruh di SD Card (dengan trik Mount Point), tapi proses installasinya jadi lama (karena SD Card saya lambat), jadi akhirnya saya biarkan saja di Drive C.

Software Windows Desktop sulit dipakai tanpa keyboard eksternal, karena soft keyboardnya menutupi layar. Untuk aplikasi Windows (aplikasi versi tablet), komponen GUI akan mengecil sehingga keyboard tidak menutupi layar. Di Kantor saya memakai Mac, dengan OS X, tapi saya bisa mengakses tablet ini dengan mudah menggunakan Team Viewer. Jadi sekarang memakai tablet ini seperti memakai Window di Virtual Machine. Dengan Team Viewer, saya seperti memakai keyboard eksternal.

Saya belum benar-benar membawa device ini keluar untuk jalan-jalan seharian, tapi dari testing saat ini, benda ini bisa tahan lebih dari 7 jam pemakaian tingkat menengah (browsing, install, dsb). Sejauh ini saya puas memakai benda ini, dan merasa benda ini cukup cepat. Untuk benda seharga 100 USD, benda ini worth the money.

4 thoughts on “Tablet Windows”

  1. Mau tanya jadi penasaran dgn tablet ini …
    Kalau install prog yg dibikin di vb.net apa support di tablet ini … txs

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.