Perempuan dan Literasi yang Menginspirasi

Tantangan menulis Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP) minggu ini sudah diberikan sejak hari Senin, tanggal 8 Maret 2021 yang bertepatan dengan hari perempuan internasional 2021.

Temanya tentu tidak jauh dari misi KLIP yang mengusung konsistensi menulis (literasi) dan beranggotakan perempuan semua.

Kalau diingat kembali, KLIP ini merupakan komunitas khusus perempuan pertama yang cukup aktif saya ikuti. Sebelumnya saya tidak pernah terpikir ikut komunitas khusus perempuan.

Saya memang sudah ikut komunitas ITBMH alias ibu-ibu alumni ITB, tapi saya tidak terlalu aktif membaca grupnya karena ada banyak sekali posting per hari dan komentar-komentarnya di sana. Ikut ITBMH waktu itu nyari menu MPASI saja, hehe.

Di tahun 2018, tanpa sengaja saya membuka grup ITBMH dan menemukan postingan tentang grup ODOP99days yang kemudian berubah nama menjadi KLIP. Waktu itu saya bergabung dengan motivasi mengisi blog ini kembali sekali seminggu.

Karena merasa bukan orang yang pandai bergaul, saya lebih suka jadi pembaca sunyi (silent reader) dan mengamat-amati saja. Mengikuti ODOP benar-benar hanya membantu saya untuk konsisten mengisi blog, tanpa merasa perlu kenalan dengan sesama anggota.

Melihat teman-teman yang usianya lebih muda tapi prestasi menulisnya sudah panjang, sempat membuat saya minder juga. Ada yang menulis buku, ada yang selalu menang lomba penulisan, ada yang sudah sering jadi narasumber untuk memberi workshop kepenulisan, ada yang sangat serius mengisi blog nya dan menghasilkan uang dari sana.

Tapi itu cerita lalu.

Setelah mengenal teman-teman di KLIP satu demi satu dari obrolan di WhatsApp Grup. Saya bisa melihat lebih dekat apa yang menggerakkan mereka untuk aktif di bidang kepenulisan. Apapun prestasinya, mereka tidak pelit berbagi ilmu pastinya.

Meminjam istilah dari teman seperjuangan yang saya rekrut ikut KLIP 2020, anggota KLIP ini isinya sangat mengintimidasi tapi juga sekaligus menginspirasi.

Kenapa mengintimidasi?

Karena mereka, tetap berprestasi dan berkarya di antara prioritas utama pekerjaan, atau mengasuh anak dan keluarga. Iya, sebagian anggota KLIP masih aktif bekerja, bukan semuanya ibu rumahtangga loh.

Lalu, kenapa menginspirasi?

Tulisan mereka sangat beragam. Ada yang dengan rutin menjadi pengisi artikel di media tertentu, ada yang rajin menulis fiksi dan non fiksi, dan banyak yang menjadi penulis topik pengasuhan anak. Bukan cuma itu saja, ada juga yang jadi penulis buku cerita untuk anak-anak.

Saya jadi bertanya-tanya, kenapa dulu saya sempat ragu bergabung dengan komunitas yang isinya perempuan semua (dan tidak saya kenal).

Mungkin sempat terpikir kalau perempuan semua nanti ada banyak drama di dalamnya, atau kalau perempuan semua kok rasanya kayak arisan aja sih.

Tapi ternyata saya salah. Perempuan yang sudah melek literasi tidak begitu ceritanya. Drama dalam hidup cukup drama yang ada di layar kaca, sisanya mari kita berkarya.

Kalau membaca tentang masa dulu di mana banyak perempuan buta huruf karena tidak diberi kesempatan bersekolah, sungguh saya bersyukur kalau sekarang ini perempuan mendapat kesempatan yang sama untuk belajar dan berkarya.

Walaupun mungkin tidak semua perempuan menjadi penulis ternama seperti Agatha Christie ataupun J.K. Rowling, tapi semoga semua perempuan bisa menuliskan apa saja yang bisa menjadi inspirasi untuk orang lain. Terutama tentunya untuk anak-anaknya.

Dengan menulis, kita meninggalkan keabadian. Seperti kata sebuah peribahasa latin: Verba volant, scripta manent yang artinya kata-kata lisan lenyap menguap, sementara tulisan abadi menetap.

Mari menulis!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.