Tips Belajar Melalui Kelas WhatsApp Group (WAG)

Beberapa waktu lalu, saya menuliskan tentang banyaknya kelas online bertaburan saat ini. Sebagian berbayar, banyak yang gratis juga. Antara pilihan belajar via Zoom, IG Live dan WA Group, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kesamaanya tentunya pengajar tidak bisa langsung melihat hasil kerja kita, ketika ada kesulitan kita harus bisa mendeskripsikan apa masalahnya lewat kata-kata, foto, screen shoot dan video. Pengajar hanya bisa membantu dari jauh.

Berbeda sekali dengan kelas tatap muka, di mana kalau ada kesulitan, pengajar bisa langsung turun tangan melihat apa masalahnya dan menunjukkan apa yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan.

Setelah mengikuti kelas belajar Canva melalui metode Zoom dan WAG, saya sampai pada kesimpulan kalau saya lebih suka belajar lewat WAG. Tapi, ada juga orang yang lebih suka lewat Zoom, karena katanya belajarnya hanya di saat itu dipaksa mendengarkan pengajar.

Salah satu hasil belajar Canva

Berikutnya, saya juga belajar mengedit Video menggunakan Kinemaster melalui WAG. Hasilnya, saya makin suka dengan kelas WAG dibandingkan kelas ZOOM.

Metode belajar lewat WAG

Metode belajar lewat WAG ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Biasanya kelas akan berlangsung beberapa hari.

Hari pertama, pengajar akan memberikan materi berupa tulisan untuk dibaca atau video tutorial untuk ditonton. Pastikan membaca dan menonton semua yang diberikan.

Berikutnya diberikan penugasan untuk mencoba sesuai dengan contoh. Hasilnya bisa dibagikan di WAG untuk kemudian dikomentari/dinilai oleh pengajar (atau bahkan oleh teman se grup).

Dari komentar yang masuk, kita bisa melakukan perbaikan. Setelah hasilnya memuaskan, tentunya kita bisa upload ke sosial media (atau ke tulisan blog).

Kenapa saya lebih suka belajar via WAG?

Berikut ini alasan kenapa saya lebih suka belajar lewat WAG daripada ZOOM:

  • Waktunya jauh lebih fleksible.
  • Tidak disetrap di depan komputer dan mendengarkan penjelasan panjang lebar selama beberapa jam.
  • Bisa langsung membaca video tutorial yang diberikan dan mencobakan, bahkan saya bisa mencoba videonya berkali-kali kalau belum mengerti juga.
  • Bisa bertanya langsung ke titik permasalahan saya.
  • Bisa melihat hasil dari teman-teman yang dibagikan di WAG untuk diamati, tiru dan modifikasi.
  • Bisa belajar dari masukan yang diberikan oleh pengajar ketika mengoreksi pekerjaan teman yang sama-sama belajar.

Kekurangan belajar lewat WAG

Namanya belajar jarak jauh, pengajar tidak langsung melihat kita mengerjakan atau tidak penugasan yang diberikan. Mungkin dari 100 perserta, hanya 20 orang yang melakukan penugasan dengan sungguh-sungguh. Dan pengajar hanya bisa memotivasi untuk mengerjakan.

Kalau kekurangan kelas ZOOM adakalanya penjelasan terlalu cepat dan kita terlewat sehingga ketinggalan, di Kelas WAG ini juga ada kekurangannya. Kelas yang berlangsung berhari-hari, dengan jumlah peserta yang banyak, bisa jadi jumlah pesan yang masuk jadi terlalu banyak.

Materinya bisa terhilang, dan ada saja kemungkinan ada rasa malas untuk melihat isi grupnya. Apalagi kalau kelasnya gratis, ada banyak yang akan merasa tidak rugi untuk tidak ikut belajar.

Tips belajar via WAG

Untuk mengoptimalkan cara belajar lewat WAG, saya punya beberapa tips yang biasanya saya lakukan:

  • Siapkan file dokumen untuk menyalin informasi dari materi yang saya rasa perlu, dulu saya hanya membintangi saja di WA, tapi ternyata setelah ada banyak pesan yang dibintangi, akhirnya malah bingung mencarinya.
  • Jika diberikan beberapa video tutorial di Youtube, simpan dalam bentuk playlist di akun YouTube kita. Selain itu tentunya alamat video tutorialnya perlu di salin (dengan judulnya) di dokumen catatan materi.
  • Jika diberikan video tutorial dalam bentuk file, simpan semua video tutorial dalam 1 folder dengan nama yang jelas.
  • Pastikan membaca semua materi yang diberikan, dan menonton semua video tutorial 1 kali sebelum mencoba membuat sendiri.
  • Coba untuk melakukan tugas dengan mengikuti video tutorial sambil menonton video tutorial ke sekian kali.
  • Perhatikan hasil pekerjaan teman-teman di grup dan komentar yang diberikan oleh pengajar untuk koreksi.
  • Jika ada pertanyaan dari teman segrup yang merupakan informasi baru buat kita, pastikan kita salin juga pertanyaan dan jawaban dari pengajar.

Khusus untuk belajar Canva atau Kinemaster dan segala yang berhubungan dengan gambar dan gambar bergerak, mulailah dengan proyek sederhana. Jangan langsung berusaha membuat yang rumit.

Kalau langsung berusaha membuat yang rumit, akhirnya tidak kunjung selesai dan membuat kita jadi malas meneruskannya. Tips lainnya, walaupun kita merasa sudah bisa ketika menonton videonya, tetap saja sebaiknya dicoba. Melihat dan melakukan itu 2 hal yang berbeda.

Penutup

Setiap orang punya cara belajar yang berbeda. Kenali cara belajar kita untuk mendapatkan hasil yang baik.

Sebenarnya belajar lewat WAG ini mirip dengan saya mencari sendiri dengan mencari di internet. Ada banyak sekali video tutorial yang bisa dicontoh, tapi dengan adanya grup belajar, saya punya pengajar dan teman segrup yang bisa ditanya langsung.

Belajar melalui WAG juga biasanya diberikan materi secara bertahap, tidak seperti diberikan sejumlah materi untuk dibaca sekaligus. Saya lebih suka pemberian materi sedikit demi sedikit, daripada diberikan seabrek abrek, hehehe.

Bagaimana dengan pembaca? Punya pengalaman belajar lewat WAG? Atau punya cerita tentang cara belajar jarak jauh lainnya?

Penulis: Risna

https://googleaja.com

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.