Perkiraan Musim Dingin 2019 di Chiang Mai

Kemarin baca berita kalau dalam minggu ini Thailand keseluruhan termasuk Chiang Mai akan banyak hujan badai dan suhu udara akan turun beberapa derajat pengaruh dari badai di Cina.

Hari ini baca berita kalau pemerintah Thailand mengumumkan musim dingin akan segera tiba tanggal 17 Oktober ini. Perkiraannya juga tahun ini musim dingin akan lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya dan berlangsung sampai bulan Februari 2020.

terjemahan dari chiangmai news

Menurut berita ini Bangkok di bulan Desember dan Januari bisa mencapai 15 – 17 derajat celcius, sedangkan Chiang Mai bisa jadi berkisar antara 12 – 14 derajat celcius. Beberapa tahun terakhir ini musim dinginnya bisa dibilang sangat singkat, tahun lalu malah siang harinya ya gak terlalu dingin dan mataharinya super terik. Tahun lalu musim dinginnya baru terasa setelah minggu ke-2 bulan November.

Hari ini, sesuai perkiraan hujan deras turun sejak jam 12-an tadi dan belum ada tanda-tanda berhenti. Biasanya kalau sudah ada pengumuman, pemerintah kota Chiang Mai sudah akan siap sedia pompa air supaya tidak terjadi banjir. Semoga saja mereka tetap sigap seperti tahun-tahun sebelumnya. Polisi lalu lintas juga biasanya akan lebih sibuk dari biasanya, karena efek lain dari hujan deras ya jalanan macet. Perkiraan hujan ini masih akan berlangsung sampai beberapa hari ke depan. Walau pemerintah kota sudah bersiap-siap, saya berharap hujannya ada jedanya. Kadang-kadang efek lain dari hujan bukan cuma jalanan macet dan banjir, tapi juga bisa jadi pemadaman listrik kalau ada pohon tumbang yang bisa saja nyangkut di kabel listrik.

Prakiraan hujan setiap hari sampai hari Jumat

Buat yang mau jalan-jalan ke Thailand terutama ke Chiang Mai, waktunya untuk melirik harga tiket ke sini. Musim dingin itu waktu yang baik untuk berjalan-jalan, karena musim dingin di sini biasanya tidak ada hujan ataupun salju. Matahari bersinar menghangatkan udara yang dingin. Bunga-bunga juga biasanya bermekaran dan ya udaranya cukup segar (asal gak ada yang bakar-bakaran).

Biasanya awal musim dingin tidak selalu dimulai dengan hujan. Saya juga tidak tahu kenapa tahun ini curah hujannya sepertinya banyak sekali. Udah beberapa bulan ini sering hujan, sampai-sampai rumput di halaman baru juga di potong sudah meninggi dengan cepat.

Semoga musim dingin tahun ini juga tetap tanpa hujan seperti biasa jadi bisa enak jalan-jalan dengan anak-anak ke taman atau ke tempat-tempat lainnya. Semoga juga orang yang bakar-bakar sawah nggak mulai lebih awal, jadi bisa menikmati musim dingin tanpa kuatir polusi.

Oh ya, mungkin ada yang bertanya-tanya, di Chiang Mai ada apa yang menarik di musim dingin? Yang paling dekat itu festival Loy Kratong dan Yi Peng di bulan November. Kalau tahun lalu festival ini jatuhnya di akhir November, tahun ini bisa jadi di minggu ke-2 antara 9 – 13 November (tergantung bulan purnamanya kapan). Walaupun bukan hari libur nasional (karena toh acaranya bisa dilakukan sore hari), festival ini cukup meriah. Selain festival di bulan November, bulan Desember dan awal Januari biasanya banyak bunga-bunga bermekaran di sekitar Chiang Mai, termasuk bunga sakura. Atau kalau tidak bisa ke Chiang Mai di akhir tahun, bisa juga merencanakan datang di awal Februari 2020 untuk festival bunga. Biasanya sih musim dinginnya masih terasa di awal Februari. Tahun depan festival bunga itu jatuhnya antara 7 – 9 Februari 2020.

Dingin di Chiang Mai harus bawa apa aja nih persiapannya? Ya kalau biasa di negeri yang bersalju, ke sini itu 12 derajat sih malah terasa hangat, jadi gak perlu baju yang tebal-tebal. Tapi kalau gak biasa dengan suhu di bawah 20 derajat, mungkin sediakan baju tebal 1 dan topi, karena kadang-kadang udara dingin itu bikin pusing kepala hehehhe.

Toko 20 Baht di Chiang Mai

Baru-baru ini teman saya bercerita kalau dia menemukan toko serba 20 Baht, tokonya 3 lantai dan full AC, tokonya juga menyediakan minuman gratis di lantai 3 buat orang yang mungkin udah capek keliling dan naik tangga. Saya pikir: kok bisa ya mereka menjual benda seharga 20B, sedangkan makanan saja 1 porsi skrg ini paling murah 30 baht.

minuman gratis di lantai 3

Sebelum ke sana, saya langsung menuduh dalam hati: pasti yang dijual barang-barang jelek dan gak berkualitas. Ada yang bilang ada harga itu tidak berbohong. Ada harga ada rupa. Jadi ya, apa yang bisa diharapkan dari benda seharga 20 baht?

Jam dinding 20 baht, lumayanlah berfungsi baik dan lucu

Tapi walaupun saya udah berpikir benda 20 baht itu kurang berkualitas, saya tetap saja penasaran pengen lihat apa saja sih yang dijual sampai 3 lantai? Ternyata saya gak sepenuhnya benar. Ada juga benda-benda 20 baht yang sepertinya cukup masuk akal dibeli di sana daripada beli dengan harga lebih mahal.

Kemarin itu, saya beli sendal jepit untuk Jonathan yang sejauh ini dipakai masih baik-baik saja. Sendal jepit sejenis kalau beli di toko lain pastinya tidak ada yang jual lebih murah dari 20 baht. Selain itu saya beli jam dinding kecil bergambar penguin. Sekilas jam dindingnya plastiknya memang tipis, tapi masih menunjukkan jam dengan benar sampai sekarang. Terakhir beli jam dinding dengan ukuran yang sama itu di toko 60 baht. Pernah juga beli jam dinding dengan harga lebih dari 100 baht, tapi tak lama kemudian jarum jamnya bermasalah dan selalu tiba-tiba jadi terlambat jamnya walaupun baterenya baru diganti.

Selain sendal jepit dan jam dinding, saya juga beli tudung saji plastik, tempat sendok dan juga celengan plastik yang bisa dibuka bawahnya. Sejauh ini, benda-benda tersebut masih baik dan bahan plastiknya juga tidak terlalu jelek. Saya perhatikan kalau di toko lain, untuk barang sejenis mereka akan menjual di atas 40 baht.

Saya perhatikan di toko itu juga di jual berbagai aksesori HP. Nah saya coba lihat 1 dudukan HP untuk mobil, beneran deh barangnya gampang rusak hehehe. Sepertinya untuk kabel charger, earphone, ataupun screen guard dan casing HP, kualitas 20 baht nya tidak bisa diandalkan. Jadi saya pastikan tidak beli di situ.

Toko itu juga menjual gelas keramik, bukan cuma 1 nya 20 baht, tapi beberapa gelas dijualnya 2 seharga 20 baht. Ada beberapa benda lain yang dijualnya juga lebih dari 1 seharga 20 baht.

Jadi toko itu ada apa saja? macam-macam. Ada baju, kacamata hitam, celana pendek, mainan anak-anak dari plastik (sebagian besar kurang bagus kualitasnya), boneka, obeng, peralatan dapur, bahkan kosmetik juga ada. Biasanya kosmetiknya berupa sample yang di dalam sachetan. Tapi ada juga sih lipstik, pensil alis, maskara, bedak compact, shampo, masker muka dengan harga 20 baht itu. Saya tidak tahu kualitas dari kosmetik yang dijual. Beberapa merk yang dijual samplenya cukup pernah dengar, tapi beberapa merk saya belum pernah tau. Yang jelas saya ga beli kosmetik karena selain saya gak makai banyak kosmetik, saya juga gak beranilah membeli yang tidak pernah saya pakai sebelumnya.

Jadi kira-kira menarik gak toko itu untuk dikunjungi? Ya menarik aja, tapi perlu teliti sebelum membeli. Walaupun rasanya 20 baht itu murah, tapi kalau belinya banyak padahal gak butuh ya jadinya mahal. Saya pakai prinsip, kalau gak butuh gak akan beli. Kalau butuhpun biasanya beli kalau memang kualitasnya terlihat cukup bagus. Kalau memang kualitasnya jelek, ya mendingan beli yang lebih mahal dari 20 baht tapi kualitasnya lebih baguslah ya.

Oh ya, ternyata toko 20 baht ini bukan cuma ada di 1 lokasi. Ternyata ada beberapa toko 20 baht di Chiang Mai, tapi yang saya kunjungi baru yang 1 ini saja. Lokasinya juga cukup dekat dengan tempat wisata yang sering jadi tujuan turis datang ke Chiang Mai.

Ular di Halaman Rumah

Udah lama ga nulis blog! Awalnya gara-gara kecapean, lalu kemalasan, lalu seperti biasa malas berkelanjutan hahaha. Padahal ada banyak yang pengen diceritakan, tapi ya ternyata memang hukum Newton soal kemalasan ini harus dikalahkan dengan niat!

Salah satu yang perlu dituliskan (supaya diingat) adalah: hari Minggu yang lalu ada ular masuk ke halaman rumah kami. Ularnya kepalanya kecil sih, tapi saya tidak berhasil melihat badannya secara lengkap karena terhalang rumput yang sangat subur di musim hujan ini. Kira-kira apa yang akan kamu lakukan kalau melihat ada ular di halaman rumah?

hasil foto di zoom terus di screen capture biar bisa keliatan lebih dekat

Sedikit cerita, beberapa hari sebelumnya kakak saya yang di Medan bercerita kalau ada ular masuk ke rumahnya. Untungnya dia punya teman yang bisa bantu menangkap ularnya. Waktu itu saya mulai kepikiran, aduh ini halaman rumah rumputnya sudah tinggi, waktunya manggil tukang rumput untuk memotongnya. Kami memang tidak memotong rumput sendiri, soalnya halamannya lumayan besar dan ga punya alat potongnya. Terus biasanya panggil tukang potong rumput 1 bulan sekali (kalau lagi musim kering malah bisa 2 bulan baru panggil). Saya udah kepikiran harus panggil tukang rumput, jangan sampai ada ular di halaman rumah.

Daerah komplek rumah kami masih banyak bagian seperti “hutan”, jadi tanah kosong berisi pohon-pohon dan rerumputan. Bahkan di bagian belakang tembok pagar rumah juga ya isinya pepohonan juga. Di satu sisi, karena tidak punya tetangga belakang rumah, sinar matahari masuk ke rumah tanpa penghalang. Di sisi lain, kepikiran akan ada kemungkinan berbagai binatang bisa saja ada di sana. Beberapa waktu lalu, pernah ada teman yang anter Jonathan bilang dia melihat ular menyeberang jalan di depan rumah kami. Tapi saya pikir: selama masih di luar halaman rumah, gak masalah.

Nah, jadi waktu hari Minggu itu, saya lagi melihat ke luar pintu dapur, abis cucipiring. Terus saya pikir eh itu apaan ya berdiri tegak di halaman. Saya perhatikan lagi…dan ternyata oh no…. itu ular! Karena Joe juga lagi ada di rumah, saya langsung panggil dia. Saya pikir kalau ular dengar suara dia akan langsung kabur. Tapi ternyata saya salah. Joe datang, lalu hal berikutnya yang terpikir adalah: mari kita foto ularnya! Untung kamera HP saya bisa zoom jadi ga harus terlalu dekat juga untuk memfotonya. Terus? diapain fotonya? Cari di Google Lens ular itu jenis apa.

Hasil pencarian ternyata jenis ularnya itu namanya Bandotan tutul kalau dalam bahasa Indonesia atau Checkered keelback. Hal yang pertama dicari tahu tentunya apakah ini ular berbahaya? Kalau wikipedia benar, ular ini tergolong non venomous alias tidak berbisa. Jadi walaupun tetap aja kuatir ularnya masuk rumah, kami memutuskan tidak mengganggu ularnya dan menutup pintu rumah. Ularnya sepertinya nyasar ke halaman kami dari belakang rumah. Kalau membaca deskripsinya, ularnya kan tinggal emang di tempat basah dan berumput, jadi dia tidak akan masuk rumah. Tapi tentunya, kami gak berharap ularnya tinggal terus di halaman rumah kami. Hari Senin, langsung deh panggil tukang rumput untuk memotong rumput.

Perasaan sebenarnya agak takut. Apalagi waktu saya cerita ke mbak yang bantu di rumah dia bercerita ada tetangga yang lihat ular besar di komplek ini. Ular besar itu konon makan anak kucing. Nah ini sebenarnya ceritanya gak ada hubungannya dengan ular yang ada di halaman rumah kami. Tapi seperti biasa, adalah berbagai spekulasi: jangan-jangan itu anaknya? jangan-jangan ada induknya di dekat rumah ini (bisa jadi sih di hutan belakang rumah). Tapi ya saya tetap dengan prinsip: selama tidak di dalam rumah, ular tidak akan mengganggu kalau tidak kita ganggu.

Terus, ada lagi nih cerita tidak berhubungan yang dihubung-hubungkan. Biasanya ada kucing suka main ke halaman rumah kami dan pup sembarangan karena ada sedikit tanah yang agak berpasir di dekat parkiran mobil. Saya sering jengkel karena jadinya berasa bau banget tiap keluar masuk rumah. Nah, entah berhubungan atau tidak, kucing itu tidak pernah kelihatan lagi selama seminggu ini. Saya merasa senang rumah tidak bau, tapi jadi masih agak kuatir apakah benar ada ular pemakan kucing itu di komplek sini. Yang pasti sih, halaman rumah kami rumputnya sudah tidak tinggi lagi. Setiap keluar masuk rumah, saya perhatikan sekeliling halaman rumput dan sejauh ini tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan hehehehe (tetap saja ya merasa kuatir sedikit).

Nah, jadi kesimpulannya kalau ketemu ular di foto? ya tergantung juga, kalau ularnya besar jangan pakai mikir, cari orang buat ngusir deh hahaha. Kami berani memfoto (dari agak jauh) karena ularnya gak bergerak walaupun dengar suara kami. Ularnya juga keliatan kecil. Terus ya setelah tutup pintu, cari tau kira-kira apa yang bisa dilakukan supaya ular tidak masuk rumah.

Awalnya kepikiran tabur garam di depan pintu (kan biasanya diceritakan kalau orang kemping di alam tabur garam tuh sekeliling). Ternyata untuk ular, bukan garam yang ditakuti, tapi wewangian! Nah jadi rumah bersih dan wangi itu ada manfaatnya juga supaya ular takut ya hehehe.

Terus waktu Joe baca-baca soal wewangian pengusir ular, terus entahlah bagaimana sampai juga ke bagian sejarah pohon kemenyan yang merupakan sarang ular dan metode mengusir ularnya adalah dengan membakar getah pohonnya.

Sejarawan Yunani bernama Herodotus yang akrab dengan kemenyan dan mengetahui bahwa kemenyan dipanen dari pohonnya di Arab Saudi bagian selatan. Dia juga melaporkan bahwa getah berbahaya untuk di panen karena ular berbisa juga hidup di pohon-pohon tersebut. Dia juga menjelaskan metode yang digunakan oleh orang-orang Arab untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan membakar getah dari pohon kemenyan sehingga asap akan mengusir ular tersebut pergi

sejarah kemenyan dari Wikipedia

Berikutnya jadi ada imajinasi menghubungkan cerita kemenyan dan ular. Cerita jaman dukun yang bisa mengusir ‘Iblis’, jangan-jangan sebenarnya yang mereka pikir iblis itu ya ular. Jadi waktu sebelum membakar dupa kemenyan, ularnya ga takut dan mematuk korban. Nah berikutnya setelah orang-orang ‘berdoa’ sambil bakar kemenyan, somehow ularnya kabur dan merekapun selamat gak dipatuk ular. Jadi dari dulu yang jadi masalah itu ularnya, bukan iblisnya (ya namanya imajinasi ya).

Kesimpulannya: jagalah kebersihan dan kewangian lingkungan (loh kok ga nyambung). Hahaha ya maksudnya, jangan biarkan rumput tumbuh terlalu tinggi kalau ga mau mengundang hewan-hewan tak diundang bersembunyi di antara rerumputan apalagi di musim hujan. Terus berikutnya kalau rumah bersih dan wangi, mudah-mudahan ularnya gak mau masuk karena dia akan memilih habitatnya dong ah. Gak perlu panik juga, selama tidak diganggu dan memang jenis tidak berbahaya, tidak ada alasan untuk membunuh ularnya. Kalau gak ada rumput tinggi, ularnya pasti cari tempat lain yang lebih nyaman dan ga diganggu orang toh. Tapi yaaa tetap ya, saya ga berharap ketemu ular lagi. Nggak yang kecil ataupun yang besar. Eh tapi juga ga berharap kucing yang suka pup balik lagi hehehe.

Jangan percaya Petisi Online

Dari dulu saya gak tertarik ikutan petisi online walau kadang mempertanyakan apakah ada gunanya dan pernah bisa dipakai untuk mencapai tuntutannya. Sekarang saya makin ga percaya dengan petisi online, apalagi yang dari change.org. Saya tau buat sebagian orang ikut serta dalam petisi online itu terasa memberi suara untuk perubahan, tapi sekarang saya makin yakin kalau pembuat petisi online ini gak beda jauh dengan pembuat hoax.

Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu saya heran dapat e-mail dari change.org yang menyatakan saya sudah menandatangi petisi online untuk beberapa hal yang sedang ramai di Indonesia. Loh kok bisa? walaupun orangnya pakai nama lain, tapi orang tersebut jelas-jelas pakai e-mail saya. Ternyata ya masalahnya si change.org tidak memverifikasi apakah yang tandatangan petisi itu beneran orang yang memiliki e-mail tersebut. Udah gitu gak tanggung-tanggung, orang tersebut tandatangan 19 petisi dalam 1 hari. Langsung deh saya bikin akun di change.org dan ganti passwordnya. Petisi yang ditandatangani oleh orang yang make e-mail saya juga untungnya masih bisa dibatalkan.

Penipu petisi atau polling ini merugikan bukan secara materi, tapi lebih ke membuat seolah-olah protes yang mereka ajukan banyak yang dukung, padahal ya bisa jadi itu dukungan semu. Terus mereka seperti berusaha membuat seolah-olah petisinya ini sudah didukung oleh masyarakat banyak. Terus dengan modal petisi itu, mereka sebarkan dan berusaha mempengaruhi lebih banyak orang lagi.

Alasan lain tidak percaya dengan jumlah pendukung petisi online selain kasus e-mail tidak diverifikasi adalah: jaman sekarang ini 1 orang bisa punya banyak e-mail karena ada banyak layanan bikin e-mail gratisan. Tapi dibandingkan bikin account baru, mungkin orang-orang yang ingin bikin ramai dengan petisi online ini lebih suka mengumpulkan e-mail dari situs tertentu dan ya dipakailah untuk tandatangan petisi.

Jadi kalau ada petisi online klaim sudah ditandatangi sekian banyak orang, belum tentu kalau petisi itu benar-benar ditandatangani oleh pemilik e-mailnya, karena beberapa sistem sepertinya sengaja tidak memverifikasi kalau yang tandatangan itu benar-benar pemilik akun e-mail. Mereka sudah seperti jaman lomba idol yang butuh dukungan sebanyak-banyaknya tanpa peduli identitas pendukungnya.

Tapi ini opini saya ya, kalau pembaca masih pada mau ikutan petisi online ya silakan saja. Pesan saya sih, pakailah identitas dan e-mail yang memang milik Anda sendiri, jangan makai e-mail orang lain. Kalau makai e-mail orang lain, itu namanya ga berani mengakui dukungan terang-terangan tapi sok-sokan mau ikutan petisi.

Festival Makanan Vegetarian di Thailand

Sejak datang ke Chiang Mai, kami diberitahu kalau setiap tahunnya ada yang namanya festival makanan vegetarian di Thailand, biasanya dalam 9 hari akan banyak tukang jualan makanan yang mengkhususkan menjual makanan vegetarian dan bisa dilihat dengan tanda bendera kuning bertuliskan เจ (dibaca: je ) yang artinya makanan vegetarian.

Tanda makanan vegetarian (sumber: wikipedia)

Festival makanan vegetarian (เทศกาลกินเจ) ini diadopsi dari Nine Emperor Gods Festival, di mana dalam 9 hari yang berlangsung dalam bulan ke-9 dari kalendar Lunar Cina, mereka tidak akan makan daging dan hanya makan makanan vegetarian.

Untuk tahun ini, festival makanan vegetarian ini berlangsung dari tanggal 29 September sampai 7 Oktober 2019. Informasi lebih lengkap bisa dibaca-baca di link ini.

Kalau liat begini, sosis dan bakso mana percaya ini vegetarian
Menu makanannya ya seperti makanan non vegetarian juga
Melihat yang ini saya lapar hehehe…

Selain tempat jual makanan dadakan, biasanya restoran yang besar juga menyediakan menu khusus karena banyak orang yang memilih untuk makan vegetarian selama festival ini. Tapi walaupun banyak yang berjualan makanan vegetarian, makanan biasa yang dengan daging juga tetap ada dijual seperti biasa. Jadi jangan sampai salah pilih dank kalau mau beli makanan vegetarian pastikan saja menunya ada tulisan dengan tanda kuning dan 2 huruf berwarna merah.

Makanan vegetarian identik dengan makanan sehat
Penampilannya sama aja deh dengan menu makanan biasa

Tadi kami iseng nyobain makanan cemilan vegetarian, enak juga loh ternyata. Terus Joe juga coba pesen makanan yang katanya pakai “vegan chicken” alias ayam palsu. Terlihat mirip daging ayam, tekstur juga mirip, tapi rasanya tetep daging ayam lebih enak buat saya hahaha…

Festival makanan vegetarian ini kesempatan mencoba berbagai kuliner yang berbeda dari biasanya. Selain makanan untuk dimakan dengan nasi, ada banyak juga cemilan yang menggoda (lupakan diet). Jadi kalau yang lagi diet, jangan mentang-mentang katanya makanan vegetarian lebih sehat jadi malah makan kebanyakan ya hehehe.

Makin Banyak Penipu di dunia Maya

Waktu baru mengenal internet, dapat materi khusus mengenai etika berinternet dan perlunya berhati-hati di dunia maya. Dari dulu namanya orang jahat sudah ada, tapi di dunia maya sepertinya orang-orang jahatnya makin banyak dan makin kreatif cara menipunya.

Kalau dulu, orang-orang takut untuk bertransaksi online dengan menggunakan kartu kredit, sekarang ini belanja online sudah sangat mudah untuk dilakukan. Kita tidak harus pakai kartu kredit untuk bisa berbelanja online. Selain itu, dengan banyaknya bentuk uang digital, semakin membuat orang mudah sekali bertransaksi online.

Kalau dulu, orang jahat di dunia online yang dikenal cuma hacker (yang biasanya nguras kartu kredit ataupun nyebarin virus). Kebanyakan orang berpikir hacker ini harus jagoan komputer. Tapi sekarang yang namanya penipu sangat berbeda dengan hacker dan kebanyakan ya menipu dengan ‘ngomong doang’.

Penipu Identitas

Paling banyak itu menipu dengan mengaku sebagai orang lain. Dari jaman telepon saja, orang sudah sering telepon ke rumah bilang anggota keluarganya kenapa-napa dan harus kirim uang untuk biaya pengobatan. Setelah jaman sms, aplikasi chat dan media sosial, semakin banyak orang berusaha mengambil alih akun seseorang lalu dengan berbagai alasan berusaha meminta uang dari orang-orang yang ada di daftar kontak akun yang diambil alih tersebut.

Banyak juga penipuan dengan menyebarkan informasi perlombaan berhadiah tapi yang menerima harus kirim duit sekian persen dari hadiah.

Sebenarnya penipuan identitas ini bukan hal yang baru, dan saya tidak ingin menuliskan detail karena tidak ingin memberi ide, tapi intinya dengan adanya internet, orang jahatnya makin banyak dan makin bervariasi cara menipunya.

Penipu Sebagai Penjual

Dengan semakin gampangnya akses internet untuk semua orang, hampir semua orang bisa berjualan. Penjual penipu ini banyak berjualan di platform media sosial ataupun platform jual beli yang tidak menyediakan jasa penjamin transaksi.

Saya pernah baca teman saya membeli casing HP via FB dan setelah dia transfer uangnya, barangnya gak kunjung dikirim juga. Setiap kali teman saya bertanya di wall penjual tersebut, komentarnya selalu langsung dihapus dan akhirnya teman saya diblock sama penipunya supaya ga bisa komen dan komen yang tersisa di wall penjual ini seolah testimoni yang baik-baik saja.

Selain penjual yang tidak mengirimkan barang, ada juga penjual yang mengiklankan barang super murah dibandingkan toko lainnya, tapi ketika dikirimkan tidak sesuai dengan deskripsi. Pokoknya ada aja celah yang bikin gak bisa diklaim lagi walaupun itu dijual di platform yang ada penjamin transaksi.

Penipu Sebagai Pembeli

Nah untuk tipe ini saya baru dapat cerita dari teman saya. Jadi teman saya ini menjual benda yang sudah dia tidak pakai lagi tapi masih bagus. Begitu dia pasang iklan, 5 menit kemudian langsung ada yang bilang mau beli dan gak pake nanya banyak minta nomor rekening untuk transfer. Lalu dia akan nanya punya nomor rekening bank lain selain yang disebutkan sebelumnya gak.

Dengan alasan beda bank, dia kirim bukti transfer yang katanya pakai ponsel dan butuh diaktivasi untuk menerima duitnya masuk ke rekening. Beberapa yang saya baca di internet penipunya akan meminta kita memasukkan kode aktivasi di ATM.

Kalau dari cerita teman saya, orangnya bahkan menelpon untuk mendesak masukkan kode aktivasi yang diterima di SMS ke mbanking teman saya. Alasannya kalau tidak diaktivasi dana yang dia kirim jadi pending. Tapi setelah teman saya tidak mengerjakannya akhirnya dia diam dan ga mengontak lagi. Mungkin dia sadar ketahuan kedok menipunya jadi tidak meneruskan usahanya.

Aneh kan sebenarnya kalau ada orang mau beli udah transfer uang tapi gak bertanya lagi. Kalau orang itu beneran mau beli, pasti deh dia nanya lagi sampai transaksi selesai.

Kesimpulan

Mau di dunia nyata ataupun di dunia maya, kita harus hati-hati karena ya namanya orang jahat ada di mana-mana. Untuk transaksi online atau transfer uang, harus lebih berhati-hati. Kalau bisa punya 2 rekening terpisah, di mana 1 rekening untuk yang biasa digunakan transaksi online dan atm, dan rekening utama untuk menyimpan tabungan.

Perhatikan kalau ada usaha mengambil alih akun kita terutama akun e-mail yang kita pakai untuk daftar kegiatan perbankan kita. Bukan cuma pintu rumah yang perlu kunci ganda, kunci akun e-mail juga kadang-kadang perlu kunci lebih dari 1.

Ada yang mau berbagi pengalaman nyaris tertipu di internet?

Hukum Newton dan Menulis

Menurut wikipedia:

Hukum I: Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.

Artinya:

  • Sebuah benda yang sedang diam akan tetap diam kecuali ada resultan gaya yang tidak nol bekerja padanya.
  • Sebuah benda yang sedang bergerak, tidak akan berubah kecepatannya kecuali ada resultan gaya yang tidak nol bekerja padanya.

Kalau waktu belajarnya dulu, sederhananya begini: benda yang diam akan selalu diam sedangkan yang bergerak selalu bergerak.

Terus apa hubungannya dengan menulis? Jadi hari ini sebenarnya sudah ada beberapa ide untuk menulis, tapi ditunda dan tidak dimulai, hasilnya? tulisannya ya tidak ada (yang tidak bergerak cenderung tidak bergerak).

Terus waktu nunggu anak-anak, saya lanjutin baca bukunya Mark Manson: The Subtle Art of Not Giving a F*ck dan bertemu dengan prinsip: Do Something! Dari penjelasan panjang lebar yang kapan-kapan akan saya tuliskan review bukunya kalau sudah selesai baca semua, ada nasihat guru matematikanya katanya begini: “Kalau kamu lagi stuck dengan sebuah persoalan, jangan cuma duduk dan berpikir, tapi kerjakan aja. Walau kau gak tau apa yang sedang kau kerjakan, dengan mulai mengerjakannya nantinya kau akan dapat ide yang benar untuk mengerjakannya”.

Terus ada lagi katanya kadang-kadang jawaban dari pertanyaan ‘bagaimana caranya’ itu jawabannya sederhana: ‘ya kerjakan saja’. Jadi jawaban pertanyaan saya: mau nulis apa hari ini? ya mulai aja nulis, nanti juga idenya datang sendiri.

Jadi ingat juga selama beberapa bulan pertama gabung di grup menulis ODOP / KLIP, saya berusaha setiap hari menulis apa saja, pokoknya nulis. Mulai saja minimal 1 paragraph. Dan benar saja, setelah memulai 1 paragraph, ide untuk paragraph berikutnya bisa datang atau mungkin bahkan ganti topik hehehe. Belakangan setelah saya mengikuti kemalasan, bolos 1 hari bisa berkepanjangan jadi bolos nulis berhari-hari.

Jadi kembali dengan hukum Newton pertama. Kalau kita diam saja, ya ada kecenderungan kita akan tetap diam dan ga ada yang selesailah. Butuh usaha untuk menggerakkan benda dari diam ke bergerak. Tenang, saya gak akan kasih rumus fisika di sini hehehe.

Sejak mengisi goal di google calendar, setiap hari jadi lebih bersemangat kalau berhasil menyelesaikan apa yang ditargetkan. Kalau lagi malas, saya liat di calendar apa yang bisa saya selesaikan walau sambil agak malas-malasan hehehe. Jadi kalau kita sudah mulai melakukannya, kecuali ada hambatan yang super besar mudah-mudahan kita akan tetap melakukan kebiasaan baik menyelesaikan target harian.

Jadi ingat, hari ini juga kebetulan ada sesi sharing dengan Miyosi, seorang teman blogger/penulis yang sudah banyak karyanya. Tipsnya ada 2 untuk tetap produktif:

  1. Pilih apa yang menjadi prioritas kita, dan fokuslah dengan pilihan kita
  2. Tetap mau belajar dan lakukan (jadi bukan belajar teori tapi gak diaplikasikan).

Pilih prioritas ini buat saya sama seperti saya menetapkan target apa saja yang harus dikerjakan setiap harinya dan fokus utama ya menyelesaikan target tersebut. Nah karena target hari ini salah satunya nulis blog, ya udah deh nulis blog walaupun isinya semi curhat begini hehehehe.

senang setiap kali menyelesaikan target harian