Menulis Blog vs Menulis Buku

Akhirnya selesai juga mengumpulkan tulisan yang dituliskan sepanjang tahun 2021 tentang apa yang ingin diingat seputar Chiang Mai. Tulisan lengkapnya bisa diunduh dalam bentuk pdf di sini. Kalau bukan karena tugas dari KLIP, rasanya saya tidak akan pernah mengumpulkan tulisan di blog menjadi buku begini.

Kumpulan tulisan tentang Chiang Mai 2021

Sebenarnya tulisan sepanjang tahun 2021 ada banyak sekali, semuanya ada tersebar di blog ini, selain blog Risna.info dan juga di blog komunitas lainnya. Tapi, sepertinya dari sekian banyak tulisan yang dituliskan, saya lebih ingin mengumpulkan cerita sepanjang 2021 tentang kehidupan kami dalam satu e-book.

Buku ini tentu saja bukan cerita yang informatif dan mungkin lebih ke catatan kecil-kecil dan berbagi pengalaman saja. Kenapa akhirnya memilih topik ini yang dibukukan? Karena sejujurnya merasa sedikit bersalah karena belakangan ini terlalu sibuk belajar ini itu, sehingga tulisan tentang kehidupan kami agak jarang diupdate.

Foto dari pexel

Tapi ternyata, setelah dikumpulkan, masih ada banyak cerita tentang Chiang Mai yang bisa dikumpulkan sesuai persyaratan yang diminta KLIP yang meminta minimum 19000 kata.

Berikut ini statistik dari dokumennya:

Statitik jumlah tulisan tentang Chiang Mai tahun 2021

Sejujurnya, saya itu paling malas mengumpulkan tulisan begini, jangan tanya ada berapa banyak tulisan. yang menghasilkan kata sebanyak ini, kalau penasaran boleh langsung di buka saja, hehehe. Tapi seperti saya sebut sebelumnya, tulisan ini sama saja dengan berbagai tulisan yang ada di blog ini dan tulisan di blog lainnya. Nggak ada tulisan baru, dan nggak juga terlalu diperiksa typonya, hehehe.

Pengalaman mengumpulkan tulisan blog

Pengalaman mengumpulkan tulisan ini membuat saya mengulik lagi fitur yang ada di Ms Word, dan juga bagaimana mengubah file word menjadi pdf yang hyperlinknya clickable. Memilih format/style document juga dari kerjaan sendiri.

Sebenarnya semua ini sekarang sudah mudah sekali, tinggal butuh komitmen untuk mengerjakannya saja dengan baik. Mudah-mudahan saja masih cukup rajin untuk mengumpulkan tulisan-tulisan lainnya yang ada di blog untuk dijadikan booklet sejenis ini dengan topik lainnya.

Kalau nggak jadi rajin, minimal tulisan saya tetap bisa dibaca langsung di blog dan bisa dicari dengan bantuan mesin pencarian. Karena saya memang belum terpikir untuk membuat sebuah buku, lebih suka menuliskan potongan-potongan topik yang sedang ingin dipelajari saat ini saja.

E-book ini menjadi ebook pertama saya, dan nggak janji akan ada e-book berikutnya. Buat yang mau kepo kehidupan sekitar Chiang Mai di tahun ke-2 pandemi yang menyebabkan kita harus lebih banyak di rumah saja, langsung saja unduh tulisannya di link yang sudah disebutkan di atas.

Menulis blog jadi buku?

Menulis setiap hari itu tidak mudah, tapi bisa dilakukan asal niat. Mengumpulkan tulisan dari blog juga tidak selalu mudah, kalau tidak punya alasan yang kuat. Saya tahu sudah banyak orang yang berhasil menerbitkan buku setelah tulisannya dikumpulkan di blog terlebih dahulu. Tapi sepertinya sampai dengan saat ini saya masih memilih menulis blog daripada menulis buku.

Mudah-mudahan saja di tahun-tahun berikutnya, saya tetap bisa konsisten menulis di blog tentang berbagai hal, tentang apa yang menarik dan sedang saya pelajari ataupun hal-hal menarik di sekitar kehidupan saya.

Penutup

E-book ini tidak mengikuti kaidah penulisan sebuah buku, tidak ada kata pengantar ataupun penutup. Hanya ada cover dan daftar isi yang membuat e-book ini menjadi seperti buku. Setiap tulisan juga disalin dari blog, dan saya sertakan alamat sumber asli tulisannya.

Akhir kata, untuk kamu yang memang ingin punya buku secara serius, sebenarnya bisa juga mengumpulkan tulisan blog dengan serius. Tapi saya sih milih tetap ngeblog saja, hehehehe..

Yang penting menulis dengan hati gembira, dan membacanya lagi semoga bisa membuat tetap bersyukur dengan semua yang pernah terjadi. Ketika mengumpulkan tulisan dari awal tahun sampai akhir November membuat saya melihat kembali kalau tahun 2021 ada banyak hal yang patut disyukuri.

Bagaimana dengan kamu? Mau ikut menulis secara konsisten di tahun 2022?

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.