Buku-buku Robert Galbraith dan Haruki Murakami

Setelah lama tidak menulis review buku, saya ingin menuliskan buku yang belum lama saya baca, sekaligus juga jadi catatan di blog bahwa saya masih rajin membaca buku fiksi tapi malas menuliskannya. Saya suka buku jenis science fiction, tapi tidak eksklusif membaca buku jenis itu, buku jenis apa saja akan saya baca kalau menarik.

Tahun lalu saya menghabiskan banyak waktu membaca buku 1-5 The Dresden Files karangan Jim Butcher. Isinya tentang penyihir, vampir, dan berbagai hal supernatural lainnya. Masih ada 12 lagi buku di seri itu, tapi saya sudah mulai bosan, jadi tidak diteruskan.

Cormoran Strike buku 5 (Troubled Blood)

Awal tahun ini saya baru sadar bahwa Robert Galbraith (nama pena JK Rowling) sudah menerbitkan buku kelima serial Cormoran Strike beberapa bulan sebelumnya. Biasanya saya sudah memesan duluan di Kindle supaya dapat notifikasi, tapi kali ini sepertinya terlewat. Saya sudah membaca buku ini dari sejak terbit beberapa tahun lalu, dan selalu mengikuti seri terbarunya.

Buku seri Cormoran Strike ini adalah jenis buku detektif untuk orang dewasa, cara berceritanya sangat mengingatkan saya pada seri Agatha Christie (salah satu posting pertama di blog ini adalah tentang buku Agatha Christie yang saya baca). Intinya adalah mewawancara banyak orang untuk menemukan jawaban atas suatu misteri. Settingnya modern, jadi pencarian bukan hanya dilakukan secara manual tapi juga menggunakan Facebook dan sumber online lainnya. Ada kisah romance yang menyangkut Strike dan Robin yang bikin gemes karena sampai buku 5 masih belum ada progress yang berarti.

Lanjutkan membaca “Buku-buku Robert Galbraith dan Haruki Murakami”

Klub Buku KLIP

Hari ini merupakan hari terakhir Zoom meeting Klub Buku KLIP tahun 2020. Karena pada malam hari Drakor Class ada IG Live FINALE juga, maka zoom meetingnya diadakan siang hari. Istimewanya, karena Drakor Class itu juga anggota KLIP juga, sebagian besar yang hadir di zoom meeting juga KLIPers yang anggota Drakor Class. Tapi tentunya, ketika kegiatan Klub Buku dimulai, cerita drakornya ditahan dulu yaa.. Hehehe.

Lanjutkan membaca “Klub Buku KLIP”

Klub Buku KLIP

Hari ini Klub Buku KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional) kembali mengadakan Zoom Meeting. Beberapa waktu belakangan hampir lupa membaca buku dan menuliskan reviewnya, nah sekarang KLIP mau mengingatkan lagi supaya kembali membaca buku. Katanya kan kalau mau menulis, kita juga perlu membaca buku (jangan cuma nonton drakor saja).

Sesi berbagi cerita buku yang sudah dibaca di Klub Buku KLIP

Ada 4 orang yang diminta untuk menceritakan buku yang sudah dibaca dan dituliskan reviewnya, selain itu siapa saja yang bisa hadir juga boleh membagikan buku menarik yang sedang mereka baca. Saya ingat, Zoom Klub Buku KLIP beberapa waktu lalu membuat saya mendapatkan beberapa bacaan menarik.

Lanjutkan membaca “Klub Buku KLIP”

“Alice in Wonderland,” Buku Klasik Kaya Inspirasi

Setelah membaca buku klasik The Wonderful Wizard of Oz sambil mendengarkannya di audible stories, saya jadi tertarik untuk membaca Alice’s Adventures in Wonderland. Iya, walau sudah sering sekali mendengarkan ceritanya dan garis besar ceritanya, saya baru menyadari ternyata saya belum pernah membacanya secara keseluruhan.

Cover Alice in Wonderland dari Amazon Classics

Buku Alice’s Adventures in Wonderland atau yang lebih sering disingkat menjadi Alice in Wonderland ini terbit tahun 1865. Penulisnya Charles Dodgson memakai nama pena Lewis Caroll, adalah seorang matematikawan yang menyenangi dunia literasi sejak kecil. Walaupun buku ini dalam kategori buku untuk anak-anak, tapi sebagai orang dewasa, saya cukup menikmati cerita dalam buku ini dan tidak bosan membacanya berkali-kali.

Lanjutkan membaca ““Alice in Wonderland,” Buku Klasik Kaya Inspirasi”

Big Bad Wolf Online di Thailand

Setelah tahun lalu tidak ada acara Big Bad Wolf (BBW) di Thailand, tahun 2020 ini, acara BBW kembali lagi dan berhubung pandemi, acaranya diadakan online tanggal 3-13 September 2020. Dan hari ini, buku-buku yang kami pesan sudah tiba semuanya.

Kalau 2 tahun lalu kami datang beberapa kali ke lokasi BBW, tahun ini juga kami memesan sebanyak 3 kali karena situsnya yang sempat lambat dan down. Sepertinya pandemi membuat banyak orang mencari buku bacaan bagus, dan BBW adalah waktunya membeli buku banyak dengan harga lebih murah.

Lanjutkan membaca “Big Bad Wolf Online di Thailand”

A Series of Unfortunate Events

Memikirkan hal-hal yang terjadi di 2020 di mana banyak kejadian yang tidak nenyenangkan datang silih berganti, saya jadi teringat dengan buku anak yang saya tonton filmnya di tahun 2004 dan sudah pula menjadi serial TV oleh Netflix yang berjudul A Series of Unfortunate Events.

Saya belum membaca bukunya, waktu itu pernah membeli buku versi bahasa Indonesianya, tapi kami tinggal di Indonesia. Saya tidak berhasil menyelesaikan membaca bukunya, karena dari awal ceritanya banyak kejadian menyedihkan.

Biasanya, buku anak-anak itu diberikan akhir yang membahagiakan, atau kisah yang menyenangkan. Tapi, buku ini berbeda. Dari judulnya dan dari bagian awal buku ini, sudah diberitahukan kalau mencari kisah yang membahagiakan, jangan baca buku tersebut.

Oh ya, karena ingat dengan buku tersebut, saya juga jadi ingat dan memulai menonton serialnya di Netflix. Serialnya di Netflix juga cukup menarik dan dari dialognya, saya merasa seakan-akan sedang dibacakan bukunya.

Lanjutkan membaca “A Series of Unfortunate Events”

Lebih Memilih Buku Digital

Hari Sabtu lalu, saya memulai membaca buku Mark Manson yang ke-2, judulnya “Everything is F*cked: A Book About Hope”. Awalnya, saya membaca buku fisik, dapat pinjaman dari teman yang baru beli sekaligus buku 1 dan 2 dari Book Depository.

Gayanya mau baca banyak, nyatanya?

Saya membaca sambil menunggu anak-anak yang sedang belajar gambar. Di lokasi yang sama ada coffee shop yang sepi dan nyaman untuk duduk membaca. Jadi saya pikir, saya akan bisa membaca paling tidak beberapa bab dari buku ini.

Ternyata, saya sudah lama sekali tidak membaca buku fisik yang tulisannya kecil. Walau suasana sepi dan harusnya saya bisa konsentrasi membaca, nyatanya saya tidak bisa mengikuti bagian awal dari buku yang bercerita fakta sejarah dari seseorang bernama Pilecki dari Polandia dalam usaha heroiknya membela negaranya Polandia melawan Soviet dan Nazi yang pada masa itu terjepit di tengah-tengah.

Saya baru mulai tertarik ketika bagian buku mulai dengan ciri khas Mark dengan gaya bahasa yang terdengar kasar tapi mengandung kebenaran. Lalu saya pikir, “Oh saya tidak suka dengan fakta sejarah, makanya saya tidak bisa menikmati bagian depan bukunya”.

Lanjutkan membaca “Lebih Memilih Buku Digital”