Medan, Depok 2015

Tahun ini kami pulang lagi ke Indonesia setelah tahun lalu pulang dua kali. Tiket kali ini dibeli ketika ada promo AirAsia sebelum Risna hamil. Sebenarnya sempat juga terpikir untuk menghanguskan saja tiketnya (atau saya dan Jonathan saja yang pergi).

Kami memutuskan untuk terbang bareng-bareng setelah mempertimbangkan banyak hal. Saat ini udara Chiang Mai sedang buruk (polusi), dan Jonathan juga sedang libur paskah + songkran, plus kami tidak tahu kapan lagi akan pulang setelah adik Jonathan lahir nanti (Jonathan baru terbang setelah 1.5 tahun, kemungkinan nanti adiknya juga). Menurut dokter, Risna masih boleh terbang bolak-balik.

Tadinya tiket kami cuma Chiang Mai – Medan – Chiang Mai, dengan rencana jalan-jalan di Medan, Danau Toba, mengunjungi Institut Teknologi DEL (kami pernah mengajar di sana), dsb. Tapi dengan kondisi kehamilan Risna, kami memutuskan untuk tidak ke mana-mana di Medan (sekedar mengunjungi mertua dan keluarga), dan meneruskan ke Depok. Saat ini salah satu paman Risna (tulang saya) sedang dirawat, jadi kami berniat menjenguk.

Karena kami pergi dua minggu, hanya highlight perjalanan yang akan saya tuliskan di sini.

Ketika berangkat: Bandara Chiang Mai kini amat sangat ramai karena banyaknya turis dari China. Di sisi baiknya: saat ini Air Asia punya connecting flight, tidak perlu turun naik bagasi di Bangkok.

Hal pertama yang kami lakukan adalah ziarah ke makam mertua.

Di Medan, Jonathan bisa bermain dengan Abang Gio hampir tiap hari. Mereka berkejaran naik mobil dan sepeda:

Karena Jonathan sangat ingin sekali naik “kereta beneran”, maka kami jalan-jalan ke Binjai naik kereta, di sana kami ke Binjai Supermall. Jarak perjalanan kereta cuma sekitar 30 menit (tiketnya 10 ribu rupiah per orang), dan naik becak motor ke mall hanya beberapa menit saja. Waktu mengambil duit dari ATM (1 juta rupiah, pecahan 50 ribu), Jonathan kagum: “Papa, duitnya banyak keluarnya” (20 lembar). Biasanya di Thailand sini kalo ngambil pecahannya 1000 baht, dan paling saya mengambil 1-5 ribu baht saja (1-5 lembar saja).

Tentunya Jonathan bertemu juga dengan sepupunya yang lain:

Di Medan, Risna hanya sempat ketemu beberapa teman saja. Untuk pergi ke mall-nya, kami memakai Taxi Bluebird (dipanggil menggunakan app androidnya).

Jonathan disuapi Opungnya sebelum menuju Jakarta. Meski naik Lion Air menurut kami tidak nyaman, tapi Jonathan senang karena naik Airline lain selain Air Asia (sebenarnya dulu pernah juga Singapore Air, Silk Air, tapi dia belum ingat).

Di Depok, kami cuma pergi ke beberapa tempat yang dekat. Saya sempat ke kota sendiri naik kereta, dan pergi ke kantor Yosi naik Taxi Uber (lumayan gratis karena dapet 75 ribu rupiah ketika mendaftar).

Karena tidak ke mana-mana, Opung dan Inang Tua Jonthan yang mengunjungi kami ke Depok.

Setelah itu Bu Inge datang ke tempat kami. Saya teruskan dengan pertemuan di Fasilkom UI.

Sementara Jonathan dan Risna diajak Yosi sekeluarga jalan-jalan ke Jungle Land.

Sebelum pulang, kami sempat foto bersama keluarga besar Eyangnya Jonathan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.