Kumpul Indonesia di Chiang Mai 2019

Hari ini ceritanya setelah sekian lama di tahun 2019 ini, orang Indonesia di Chiang Mai ngumpul lagi. Seperti biasa, ngumpulin lengkap itu tidak mudah, selalu ada yang lagi mudik dan atau tugas luar. Terakhir ngumpul itu waktu sosialisasi pemilu yang diadakan panitia pemilu, tapi gak lama, karena biasanya kalau bawa anak-anak ketemuan yang bukan di rumah itu anak-anak ga betah berlama-lama.

komunitas Indonesia Chiang Mai, Juni 2019

Komunitas Indonesia di Chiang Mai ini sangat dinamis dan sering berganti datang dan pergi, tapi silaturahmi tetap terjalin. Kebetulan beberapa waktu lalu, salah satu alumni Indo-CM berencana napak tilas ke sini setelah 3 tahun tak berkunjung ke Chiang Mai, nah kebetulan juga kan baru lebaran nih, dan kebetulan lain Joshua juga baru ulang tahun tanggal 6 lalu. Karena sudah ada beberapa alasan, ya jadilah saya mengajak teman-teman berkumpul dadakan. Ajakan ngumpulnya disambut dengan cepat dan senangnya karena banyak juga beberapa anggota baru yang baru menemukan kami karena baca blog ini hehehe.

Ibu guru yang pernah ngajar bahasa Indonesia di Chiang Mai untuk orang Thai.

Seperti biasa, kumpul-kumpul itu tentu tidak lengkap tanpa makan bersama. Nah senangnya di sini kalau ngumpul Indonesia artinya kesempatan makan makanan Indonesia. Masing-masing membawa apa yang bisa dimasak, lalu makan bersama. Senangnya lagi, kali ini warga baru Indonesia di Chiang Mai rajin masak dan bawain banyak masakan walaupun rumahnya jauh dari kota hehehe. Jadi hari ini makanan melimpah, dan saya masaknya seperti biasa cuma bakwan hehehe. Oh ya sekarang di Chiang Mai jadi ada 2 orang yang rajin masak rendang deh, yay.

Hari ini lupakan diet deh, semuanya sedap, lebih sedap lagi karena bisa ngobrol tanpa mikir terjemahan. Kumpul begini pengennya sih sering-sering, apa daya masing-masing punya kesibukan masing-masing jadi ya gak bisa sering-sering juga.

Oh ya, walau gak ada di foto, sebelum makan, pada minum mangga smoothies dulu, mumpung masih musim mangga. Selesai makan, setelah agak turun makanannya kita tiup lilin ulang tahun Joshua deh. Tiup lilin ini cuma alasan, sebenarnya biar bisa makan kue es krim coklat aja hehehe.

Senang deh bisa kumpul-kumpul begini. Anak-anak juga senang bisa main bareng dan tadi sih kedengarannya pada akur aja mainnya hehehe. Ibu-ibu senang bisa ngobrol santai karena ada pemuda pemudi baik hati yang jagain anak-anak pas main hehehe. Jonathan juga senang karena udah lama juga nih gak rame-rame begini. Terakhir ngumpul di rumah ini ya tahun lalu pas eyangnya di sini dan rayain ulang tahun Joshua hehehe. Mudah-mudahan sisa tahun 2019 ini masih bisa sering-sering ketemu dengan teman-teman Indonesia, apalagi kabarnya akan ada beberapa orang baru yang datang ke Chiang Mai (yay).

Oh ya, kalau ada yang ketemu tulisan kami ini, sedang tinggal di Chiang Mai dan ingin terhubung dengan orang Indonesia lain di Chiang Mai, bisa kontak kami lewat FB Page. Komentar di blog kadang-kadang tidak selalu ada notifikasinya, kalau kirim pesan di FB Page biasanya langsung bisa kami ketahui. Untuk yang rencana cari kerja di Chiang Mai, kami tidak bisa membantu karena kami juga pekerja biasa di sini. Untuk yang mau jalan-jalan ke Chiang Mai, kami belum tentu bisa menjawab semua pertanyaanya tapi ya kalau bisa dijawab akan kami jawab. Informasi seputar Chiang Mai juga sudah ada banyak di blog ini, bisa coba di cari dulu sebelum bertanya.

Keluarga Super Irit 28: Itu Irit Bukan Pelit!

Buku ini merupakan salah satu buku yang dibeli waktu mudik ke Indonesia kemarin. Buku terjemahan dari komik Korea mengenai jurus berhemat dari keluarga Bindae. Sudah banyak seri dari buku ini yang ditejemahkan dan bisa dibeli di Gramedia, tapi saya cuma beli 1 karena pengen coba liat isinya seperti apa. Buku ini termasuk dalam buku belajar mengelola uang, sehingga komiknya dikategorikan sebagai educomics.

Ada banyak tips mengenai hidup berhemat yang bisa dilihat di dalam buku ini. Sebagian besar sudah saya tahu, tapi sebagian lagi saya baru tahu dan belum coba. Beberapa tips spesifik untuk kondisi di Korea, tapi bisa diadaptasi idenya untuk berhemat.

Cerita berhemat ini mengambil setting dalam sebuah keluarga, bagaimana orangtua yang hemat mengatasi anaknya yang sangat hobi makan dan tetap bisa hemat. Ada 10 cerita dalam buku ini, ceritanya tidak harus dibaca dari depan ke belakang, tapi setiap cerita akan diakhiri dengan tips-tips atau rangkuman dari cara berhemat yang diceritakan sebelumnya.

Metode menghemat yang diceritakan dalam buku ke-28 ini bukan sesuatu hal yang baru, tapi bisa jadi sudah dilakukan oleh orangtua kita dari dulu. Saya akan mencoba menuliskan secara ringkas metode berhemat apa yang saya dapatkan dari buku ini yang bisa kita aplikasikan di jaman sekarang ini.

Dari cerita pertama, metode berhemat yang dikenalkan adalah menggunakan baking soda untuk berbagai hal, mulai dari membersihkan tumit dari kulit mati, menghilangkan noda, membuka pipa yang mampat, menghilangkan bau bahkan bisa untuk membersihkan sayuran. Trik menggunakan baking soda ini bukan hal yang baru lagi, saya sudah sering membacanya dan juga sudah mempraktekkan sebagian besar.

Cerita mengenai penggalian barang antik mengajarkan kita untuk memperhatikan nilai suatu barang sebelum membuangnya. Tidak semua barang punya nilai yang jadi mahal, tapi bisa jadi barang yang menumpuk di rumah orangtua kita bertahun-tahun ditumpuk debu ternyata masih punya nilai bahkan dicari-cari oleh kolektor jaman sekarang ini. Beberapa contoh yang bisa saja mempunya nilai lebih adalah: koin, perangko, lego seri tertentu, komik, boneka barbie. Di akhir cerita juga diberikan tips mengenai kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk diubah kalau kita sudah merasa berhemat tapi tetap merasa selalu kekurangan uang.

Berhemat itu teorinya memang dari yang sudah ada, beberapa orang mungkin berpikir bagaimana bisa menabung kalau pendapatan selama ini selalu kurang. Supaya bisa menabung ya berhemat, berhemat bukan saja mengurangi pengeluaran, tapi juga memikirkan bagaimana menghasilkan pemasukan dari apa yang sudah ada dan tidak kita gunakan lagi. Salah satunya ya dengan cara melihat apakah ada barang antik yang mungkin buat kita tidak begitu berharga tapi buat orang lain bernilai tinggi. Bisa juga dengan cara memperbaiki apa yang rusak daripada selalu membeli baru.

Di Thailand sini sih kami bisa berhemat dengan cara membeli mainan bekas yang masih bagus, atau dengan menjual kembali mainan atau baju-baju yang sudah tidak dipakai lagi. Cara menjual kembali ini berguna untuk kita dan orang yang membeli. Kita senang karena rumah jadi tidak menumpuk barang dan dapat sedikit uang, pembeli senang karena tidak harus membeli dengan harga toko yang pastinya lebih mahal daripada harga barang bekas.

Pernah dengar pepatah: rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya? Nah di buku ini ada diberikan daftar yang bisa kita gunakan untuk mengukur sudah sehemat mana kita. Ada 4 kategori yang diberikan:

  1. Pintu kekayaan tertutup rapat: kategori ini untuk orang yang selalu mengandalkan uang dari orang tua dan tidak pernah mau berusaha berhemat
  2. Mengetuk pintu kekayaan: kategori ini untuk orang yang sudah tau bagaimana berhemat tapi belum punya keinginan kuat untuk berhemat dan masih kurang melaksanakan cara berhemat yang diketahui
  3. Pintu kekayaan sedang terbuka: kategori ini untuk orang yang sudah tahu cara berhemat dan mulai melaksanakannya tapi masih perlu lebih giat berusaha lagi
  4. Pintu kekayaan terbuka lebar: aktivitas hidup hemat dan kemampuan gaya berhemat membuat pintu kekayaan terbuka lebar.

Mungkin akan ada yang merasa: ah masak dengan berhemat bisa kaya, kalau mau kaya ya harus kerja keras biar penghasilan tambah banyak. Tapi kalau menurut saya, berapapun penghasilan, pengeluaran itu akan menyesuaikan dengan penghasilan. Kalau gak terbiasa hidup hemat, waktu penghasilan sedikit mungkin cukup, tapi waktu penghasilan banyak tetap saja gak bisa ada tabungan karena selalu dihabiskan lagi.

Mungkin ada yang akan bertanya lagi: kenapa harus jadi kaya, kita kan cukup dengan hidup berkecukupan. Yah kalau menurut saya kaya itu kan sebutan lain untuk orang yang punya kebebasan finansial, kalau butuh sesuatu yang memang harus dibeli, bisa dengan mudah membelinya tanpa harus mikir lagi uangnya darimana. Kalau kita biasa berhemat, kita jadi tau mana yang memang benar-benar perlu untuk dibeli, dan otomatis kalau memang sesuatu itu benar-benar dibutuhkan, kita bisa beli tanpa berhutang.

Tips lain yang juga sangat berguna dari buku ini adalah tips berbelanja di supermarket. Bagaimana mengatasi godaan diskon, godaan membeli barang karena harga murah padahal kita gak butuh, godaan promosi beli 1 gratis 1 dan godaan karena melihat isi troli orang lain. Saya baru tahu dari buku ini kenapa desain troli itu dibuat besar dan bolong-bolong hehehehe.

alasan troli belanja desainnya seperti itu

Tips lainnya juga ada untuk orang yang suka mendatangi konser-konser budaya. Tapi tips ini mungkin spesifik Korea di mana ada hari-hari di mana ada promosi tiket gratis. Di Thailand sendiri ada juga beberapa tiket wisata yang suka dijual lebih murah daripada datang langsung ke tempatnya, tapi tiket seperti itu ada masa berlakunya.

Tiket promosi ini murah kalau memang kita sudah pasti akan pergi, tapi kalau kita beli lalu tidak terpakai, malah jadi pemborosan. Untuk hal pembelian tiket, yang pernah kami praktekkan itu mencari informasi diskon sebelum berangkat ke tempat wisata. Banyak tempat wisata yang memberikan kupon diskon di internet, atau bisa membeli melalui aplikasi travel tertentu. Sekali lagi promosi seperti ini jadi hemat kalau memang kita sudah akan pergi ke tempatnya. Beberapa tempat di sini juga bisa lebih murah kalau bayar dengan harga Thai, untuk itu saya merasa kemampuan bisa berbahasa Thai sudah membuat kami banyak berhemat hahaha.

Dalam buku ini ada juga tips untuk melihat kita masuk kategori belanja seperti apa. Buku ini membagi 4 grup tipe belanja:

  1. Grup tanpa berpikir: grup ini akan belanja seenaknya dan cenderung cepat menghabiskan uang tanpa sisa. Ibaratnya berapapun penghasilan, setiap bulannya ya habis.
  2. Grup standar: grup ini belanja sesuai dengan standar. Ada kalanya berhemat tapi masih sering juga dompetnya kosong karena belanja spontan. Kurang membuat perencanaan belanja
  3. Grup penuh arti: grup ini hanya membeli barang yang dibutuhkan saja, tapi masih ada kebiasaan konsumtif sedikit.
  4. Grup pertahanan kuat: grup ini jagoan belanja yang menjaga dompet dengan ketat. Sebelum membeli barang masih berpikir berkali-kali, jadi tidak ada uang keluar sia-sia.

Saya ingat, ajaran orangtua saya masuk kategori 4, banyak yang perlu beli yang paling perlu. Dalam prakteknya tapi saya masih sering gagal dan jatuh dalam grup 3 dan bahkan 2.

Tips yang juga sangat berguna dalam buku ini adalah bagaimana mengurangi biaya makan dengan menghabiskan makanan atau bahan makanan yang sudah dibeli. Ada tips cara menyelamatkan sayuran layu/menjaga sayuran tetap segar dan bagaimana menyimpan camilan yang tersisa. Ada juga diberikan tips berhemat kalau memang mau makan di restoran.

Diakhir dari buku ini, bahkan diberikan tips bagaimana mengatasi rasa kelelahan dalam berupaya hidup hemat. Harus diakui hidup hemat itu butuh effort, tapi hemat itu bukan berarti pelit. Kalau hemat sudah jadi gaya hidup, tentunya usaha berhemat itu tidak akan terasa sulit lagi.

Saya senang membaca buku ini karena jadi mengingatkan saya lagi kalau saya ini belum benar-benar hemat, pantesan aja belum jadi orang kaya hahahhaa. Jadi penasaran pengen tau buku lainnya kayak apa lagi tipsnya.

Review App iPusnas

Saya baru tahu ada aplikasi perpustakaan digital punya perpustakaan nasional Indonesia yang bisa diakses melalui aplikasi iPusnas. Waktu ke Perpustakaan Nasional akhir tahun 2018, saya gak melihat ada informasi soal ini (dan mungkin saya aja gak perhatian), padahal kalau melihat dari website dan facebooknya, aplikasi ini sudah ada sejak Agustus 2016. Kalau kata Joe, dia pernah tau soal aplikasi iPusnas ini, tapi koleksi bukunya belum banyak dan tidak ada yang menarik, jadilah kami melupakan aplikasi ini.

Beberapa waktu lalu, dari obrolan di grup KLIP, saya jadi tertarik mencoba aplikasi ini. Saya langsung mendownload dan menginstal di HP Android saya. Ternyata sekarang buku-bukunya sudah ada banyak. Berikut ini opini saya setelah beberapa hari menggunakan aplikasi iPusnas.

Instalasi dan Pendaftaran

Aplikasi ini tersedia untuk handphone Android maupun iOs, ada versi desktop juga untuk Mac dan Windows. Jadi pilihan untuk mengakses perpustakaan cukup banyak. Instalasi di desktop Mac akan meminta kita mengatur security nya sedikit, tapi setelah itu tidak ada masalah.

Pendaftaran bisa menggunakan facebook atau alamat email. Saya sudah mencoba mendaftar dengan Facebook, dan Joe mencoba mendaftarkan dengan e-mail. Setelah pendaftaran, kita diminta lagi memasukkan kata sandi terpisah untuk aplikasi ini. Pendaftarannya sangat mudah, dalam waktu 5 menit saya sudah bisa melihat ada buku apa saja dalam koleksinya.

Peminjaman dan Pengembalian

Karena sedang kepikiran mencari buku-buku SD berbahasa Indonesia untuk Jonathan, saya mencoba untuk melakukan pencarian dengan kata kunci SD. Hasil pencariannya cukup banyak buku yang bisa bermanfaat untuk homeschool kami.

Selain meminjam buku untuk SD, saya iseng juga mencari tahu apakah ada buku belajar bahasa Thai dan bahasa Korea di koleksinya. Hasilnya ternyata ada beberapa buku Thai dan Korea. Ah andai saja buku belajar bahasa Thai ini ada 12 tahun yang lalu sebelum kami ke sini hehehe.

Aplikasi ini hanya mengijinkan kita meminjam maksimum 3 buku, dan lamanya peminjaman tiap buku itu sekitar 3 hari. Kalau kita tidak kembalikan secara manual, akan ada pemberitahuan kalau bukunya sudah habis masa peminjamanya. Kita harus menghapusnya atau ya pinjam lagi kalau masih ingin baca lagi dan masih tersedia koleksi yang bisa dipinjam. Nah kalau kita sudah selesai sebelum waktu 3 hari atau ingin meminjam buku yang lain gimana? ya kita bisa kembalikan dulu salah satu buku yang tidak ingin kita baca dan pinjam buku yang ingin kita baca.

Awalnya saya tidak menemukan bagaimana cara mengembalikan bukunya, ternyata caranya adalah: dari rak buku/bookshelf kita bisa melihat di dekat info ada titik tiga di sebelah kanan buku, nah klik di situ akan ada menu share, rekomendasi dan return. Untuk mengembalikan tentunya klik return/kembalikan. Oh ya menunya mengikuti setting handset kita, karena setting di HP saya bahasa Inggris, menunya menggunakan bahasa Inggris, kalau setting HP nya bahasa Indonesia, tentunya menunya semua dalam bahasa Indonesia.

Untuk di ipad, menu return ini tidak kelihatan. Kita bisa delete/hapus, dan tindakan menghapus buku ini sama dengan mengembalikan buku yang kita pinjam.

Tampilan Buku

Setelah sukses meminjam buku, tentunya berikutnya membaca bukunya. Awalnya saya semangat 45 untuk membacanya, tapi ternyata tampilan di HP sangat kecil dan mata saya gak kuat. Tampilannya seperti menampilkan bentuk pdf nya saja yang tidak bisa diubah ukuran besar kecil hurufnya.

Begini contoh yang terlihat di layar HP, kalau mau lebih jelas membacanya, maka saya harus memperbesar tampilan dan menggeser secara manual sambil membaca, dan tentunya sangat tidak nyaman. Idealnya membaca bukunya menggunakan tablet/ipad atau di layar komputer. Padahal harapannya bisa membaca sambil nungguin anak les pakai HP hehehe. Tapi sekarang ini untung ada tablet yang bisa dipinjam kalau lagi mau baca.

Opini setelah memakai aplikasi beberapa hari

Kelebihannya:

  • Saya senang menemukan sumber untuk membaca buku-buku bahasa Indonesia yang bisa diakses dari luar Indonesia secara gratis.
  • Koleksinya cukup lengkap, ada banyak novel berbahasa Indonesia dan buku anak-anak selain buku pelajaran dan juga buku terjemahan yang dijual di Indonesia.

Kekurangannya:

  • waktu peminjamannya kurang lama hehehehe, dan cuma boleh pinjam 3 itu terlalu sedikit (banyak maunya yah)
  • tidak ada cara memasukkan buku ke wishlist atau daftar favorit. Karena cuma boleh pinjam 3, kadang-kadang perlu tempat untuk menyimpan daftar buku yang ingin dipinjam setelah 3 buku yang dipinjam selesai dibaca.
  • Saat ini hanya bisa memasukkan ke wishlist kalau buku tidak tersedia dan kita masukkan dalam antrian ingin meminjam saja. Oh ya, setiap judul buku ada batasan jumlah yang bisa dipinjam, jadi misalnya buku itu ada 5 stok, kalau sudah ada 5 orang yang meminjam maka kita harus antri menunggu giliran untuk bisa meminjamnya ketika ada yang mengembalikan.
  • Kalau bentuk e-book readernya seperti aplikasi kindle yang bisa mengubah ukuran hurufnya, pasti lebih betah bacanya di HP.
  • Aplikasinya sering crash dan prosesnya sering terasa lambat terutama waktu meminjam dan mendownload buku ke rak buku (padahal internet di sini kencang loh, gimana lagi kalau yang akses internetnya lambat), mudah-mudahan aplikasinya masih terus menerus diperbaiki.

Walaupun masih ada rasa tidak puas memakainya, ya saya tetap bersyukur ada aplikasi ipusnas ini. Sekarang jadi harus lebih rajin lagi membaca buku, dan bisa mulai mengajarkan Jonathan juga membaca buku bahasa Indonesia.

Sedikit tambahan usulan buat iPusnas, mungkin bisa ada menu membeli buku digitalnya, jadi bisa baca bukunya lebih lama dari 3 hari. Sekalian juga membantu buat penulis promosi bukunya.

Lagu-lagu Project Pop

Tulisan ini masih sambungan tulisan kemaren soal nyobain Apple Music. Nyari-nyari lagu Indonesia yang ketemu lagu cinta melulu. Aduh, nonton kdrama bolehlah isinya romance tapi kalau dengerin musik pengennya yang lebih memotivasi, bukan cuma dengerin kegalauan hati melulu, lagian kadang-kadang tujuannya buat didengerin pas nyetir biar gak ngantuk atau bosan kalau lagi lampu merah.

Membongkar-bongkar ingatan apa ya dulu lagu yang enak didengar, terus ingat sama Kahitna. Nah lagu Kahitna ini walaupun masih rada-rada lagu cinta, tapi masih dianggap enak di dengar (ah alasan, dasar aja gak biasa dengan lagu baru). Nah terus teringatlah dengan lagu-lagu Project Pop.

Dulu setiap kali Project Pop bikin album, saya akan beli kasetnya. Awalnya sejak masih bernama Padhyangan Project dengan lagu nasib anak kost, pertama beli pas jadi anak kost di Bandung hehehe, berasa lagu kebangsaan deh walaupun gak mengandalkan wesel lagi tapi udah pake transfer ke bank dan cek duit di atm saja. Senang aja dengerinnnya karena lagunya lucu-lucu.

Nih coba liat sebagian lirik lagu nasib anak kost

Nasib anak kost tak kenal lelah
Mengikuti mata kuliah
Ya nasib anak kost rajin belajar
Agar hidup tak susah la yaw ya nasib

Aku makan tiap hari
Kadang hanya makan mi
Gimana nggak kurang gizi

Wesel datang tak pasti
Ibu kost tak mau mengerti
Nagih sewa bulan ini ..

Padhyangan Project, Nasib Anak Kost

Padhyangan project ini berubah nama jadi P-Project dan jadi Project Pop. Terakhir beli CD audio Top Of The Pop waktu pulang ke Indonesia setelah di Chiang Mai. Nah setelah itu, saya gak pernah lagi ngikutin apakah ada album atau single yang baru dari Project Pop. Sebelum hari ini, saya hampir lupa dengan Project Pop hehehe.

Hari ini, saya bisa mendengarkan lagi lagu-lagu Project Pop yang lama maupun yang baru, sayangnya album dari Padhyangan Project tidak ada dalam Apple Music, jadi adanya album setelah mereka berubah nama jadi Project Pop. Itupun sudah lumayan banyak sih, dan hasilnya saya senyum-senyum sepanjang hari. Lagu-lagu mereka bukan cuma enak didengar dan nambah semangat, tapi liriknya juga lucu-lucu dan sebagian juga cerita soal persahabatan.

Ini satu potongan lirik lagu Ingatlah Hari Ini yang bikin saya jadi teringat masa-masa kuliah. Sayangnya, beberapa teman gak eksis di medsos dan menghilang dari peredaran. Walau demikian, mereka tetap istimewa sih di hati, dan saya ingat hari-hari itu. Hari-hari di mana teman-teman yang bantuin kalau lagi gak enak body karena sesama anak kost jauh dari orangtua dan keluarga.

Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
S’lamanya rasa ini
Jika tua nanti
Kita t’lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini


Ketika kesepian menyerang diriku
Gak enak badan resah tak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku
Don’t you worry just be happy

Project Pop, Ingatlah Hari Ini

Jadi kalau kamu belum pernah dengerin lagu Project Pop, dan lagi nyari lagu Indonesia buat didengerin dan nambah semangat, coba deh dengerin lagu mereka. Selain enak didengar, liriknya lucu dan menghibur karena mereka awalnya idenya memang bikin grup parodi tapi cukup kreatif.

Waktu mendengarkan lebih lanjut, eh ada lagu Gara-gara Kahitna, loh kok jadi nyambung dengan pencarian lagu sebelumnya yah. Lirik lagu ini juga lucu, dan musiknya mirip-mirip musik Kahitna.

Setahun kemarin aku enggak ngerti
Gaya merayuku tak sebebas merpati
Ketika ku dengarkan lagu karangan Yovie
Kini aku tahu cara menyatakan cinta
Ku bilang bukan ku ingin mengganggumu
Ijinkan lah aku menyayangimu


Gara-gara Kahitna
Kita pun punya cerita cinta
Gara-gara Kahitna
Bergolak rasa di dada
Tadinya oh tadinya
Aku hampir hampir insomnia
Gara-gara Kahitna
Kau jadi kasih tercinta

Project Pop, Gara-gara Kahitna

Setelah bertahun-tahun gak mengikuti soal Project Pop, saya nemu mereka baru ngeluarin single baru tahun 2017 dan 2018. Walapun baru dengar sekali, saya langsung suka denger lagu mereka. Tahun 2017 single Kalahkan Dengan Cinta, dan 2018 judulnya Coconut.

Nah gak tau deh kenapa mereka bikin judul gak nyambung kayak Coconut, tapi lagunya enak di dengar dan seperti liriknya bilang, lagunya lagu gembira hehehe. Memang ya kalau orang kreatif, apa aja dari ga nyambung bisa disambungin.

Coconut
Buah kelapa
Coconut
Yang aku suka
Coconut
Lagu gembira
Coconut
Mari berdansa
Kamu yang ganteng diujung sana
Kenapa kamu cemberut aja
Coba sini tengok-tengok saya
Kata orang saya mirip Raisa
Hai kamu yang cantik dan manis
Sini ku hibur pakai Bahasa Inggris
Are you smiling atau meringis
But I gonna say I love you may
Coconut
Buah kelapa
Coconut
Yang aku suka
Coconut
Lagu gembira
Coconut
Mari berdansa
Kamu yang single maupun yang double
Kids jaman now or kids jaman old
Hilangkanlah duka sedih di hati
Project pop sudah hadir di sini
Coconut
Buah kelapa
Coconut
Yang aku suka
Coconut
Lagu gembira
Coconut
Mari berdansa
Apapun yang kau rasakan
Dalam hatimu saat ini
Jangan sensi macak orang sakit gigi
Walau kamu sendirian
Asal hati nggak kesepian
Jangan ragu…

Project Pop, Coconut

Kalau mau dengerin lagu-lagu yang saya sebutkan (atau lagu-lagu Project Pop lainnya, saya lihat kebanyakan ada di YouTube juga, tapi lebih baik lagi kalau beli ya, kan mendukung karya anak bangsa. Saya belum beli sih, tapi kan udah langganan Apple Music hehehe. Mudah-mudahan Project Pop ada album baru deh, biar nambah koleksi di playlist.

catatan: tulisan ini opini pribadi dan saya gak dibayar sama sekali oleh Apple Music ataupun Project Pop.

Pemilu 2019: Bahagia itu Sederhana

Hari ini, 17 April 2019. Pesta Demokrasi terbesar sedang berlangsung di Indonesia. Melihat timeline hari ini hati rasanya bahagia. Belum jam 11 siang, udah hampir semua yang saya kenal menunjukkan jari ungu nya di timeline. Sejauh ini semua acara pencoblosan berlangsung tenang dan damai.

Beberapa posting menyatakan kalau melihat orang-orang ke TPS pakai baju bagus. Ada yang bilang ini pemilu rasa Lebaran. Tapi memang sayapun harus mengakui, timeline saya di medsos hari ini sungguh lebih ramai daripada Natal dan Tahun Baru digabung dengan Hari Raya.

Karena masih penasaran apakah cuma di timeline saya saja yang adem ayem, sayapun mencari berita di kompas dan detik. Hasilnya, semua berlangsung baik dan semoga tetap baik sampai nanti hasil penghitungan suara keluar.

Kalau timeline adem begini, perasaan jadi ikutan senang dan harapan untuk Indonesia yang lebih baik semakin besar. Masyarakat semakin pintar dalam berdemokrasi. Semoga yaaa sampai hari ini berakhir semua berita positif saja yang ada.

Ayo Indonesia, tunjukkan kamu bisa memilih dengan damai. Jangan karena sedikit berita pengalaman-pengalaman pemilu di beberapa tempat di luar negeri, lalu jadi ribut-ribut melulu. Pengalaman kami di Thailand sih sangat baik, mulai dari sosialisasi sampai surat suara kembali ke PPLN Bangkok semua berjalan baik.

Hari ini merupakan hari bahagia buat kita semua, karena Indonesia memilih wakilnya untuk 5 tahun ke depan. Siapapun yang terpilih, kita dukung dan semoga bikin bangsa kita lebih jaya lagi.

Hari ini setelah sekian lama, rasa optimisme muncul lagi. Terimakasih untuk semua panitia pemilu, terimakasih untuk badan pengawas pemilu, terimakasih untuk teman-teman volunteer yang menjaga di TPS, terimakasih untuk rakyat Indonesia yang memilih dengan damai. Sekarang saatnya berdoa, siapapun yang terpilih nantinya akan mewakili suara kita untuk membawa Indonesia semakin maju.

Sukseskan Pemilu 2019

Besok 17 April 2019, akan diadakan pemilu serentak di seluruh Indonesia. Buat teman-teman yang sudah terdaftar dan punya hak pilih, jangan sampai tidak menggunakan hak pilihnya. Jadilah bagian dari sejarah bangsa. Mungkin ada yang merasa, ah 1 suara hilang gak ada artinyalah, siapapun presidennya gak ngefek kok buat saya. Wah, ini sih pola pikir yang salah. Siapapun presiden terpilih tentunya kita akan dukung, tapi masa gak merasa bangga kalau bisa bilang saya jadi bagian dari pesta demokrasi Indonesia. Soal siapa yang terpilih itu apakah pilihan kita atau bukan, itu persoalan belakangan. Kalau kita gak milih, itu namanya kita ga perduli dengan nasib bangsa sendiri.

Saya gak suka ribut-ribut politik, saya termasuk yang pegel liat orang-orang debat kusir di sosmed ataupun saling berkata kasar karena perbedaan pendapat dalam pilihannya. Siapapun pilihan Anda, jangan sampai besok gak berangkat untuk menggunakan suara Anda. Gunakan hak suara Anda dan pastikan suara kamu sah!

Ada banyak alasan kenapa kita harus ikut memilih:

  1. Menggunakan hak pilih sebagai warga negara. Sebagai WNI, ya kita perlu memilih siapa yang akan menjadi wakil kita menjalankan roda pemerintahan di Indonesia. Dalam pemilu kita bukan cuma memilih presiden dan wakilnya, tapi kita juga memilih anggota legislatif yang menentukan arah kebijakan dan ngecek kerjaan Presiden. Dulu pernah belajar, kalau legislatif dan eksekutif itu sifatnya ya saling mengecek satu sama lain. Jadi bukan cuma presiden dan wakil yang penting, memilih anggota legislatif yang jelas program kerjanya juga penting (bukan cuma buat tidur di rapat yang ada).
  2. Pemilu besok di Indonesia merupakan pemilu terbesar di dunia yang diadakan dalam 1 hari. Kita memilih presiden dan wakilnya dan anggota legislatif di hari yang sama untuk pertama kalinya. Jadi, kita bisa jadi bagian dari sejarah dunia, bukan bagian dari sejarah Indonesia saja.
  3. Dengan memilih eksekutif dan legislatif, walau 1 suara tapi sudah berarti untuk masa depan bangsa.
  4. Dulu pahlawan kita berjuang untuk membebaskan negeri dari penjajah, nah sekarang kita ga harus angkat senjata bambu runcing atau bedil di medan perang, tapi tinggal coblos surat suara untuk memperjuangkan masa depan bangsa ke arah yang lebih baik.
  5. Abis nyoblos di Indonesia bisa santai-santai sama keluarga, dan rasanya ada banyak penawaran diskon yang menarik dengan menunjukkan jari ungu hasil nyoblos.

Beberapa tips untuk berpartisipasi di hari pemilu:

  • Datang pagi ke TPS, semakin cepat selesai tugas memilih, semakin cepat bisa santai dengan keluarga
  • Pahami cara memilih yang benar, jangan sampai surat suara tidak sah, kalau rajin bisa cari tau cara memilih yang benar banyak beredar di sosmed, kalau nggak ya besok dengerin deh penjelasan panitia dengan seksama
  • Awasi pemilu dan laporkan kalau ada kecurangan, kalau punya waktu lebih hadiri perhitungan suara di TPS anda memilih
  • Jangan kampanye di hari pemilu, ingat asas LUBER dalam pemilu jadi jangan juga paksa orang lain supaya pilihannya sama dengan pilihan Anda
  • Hargai kerja keras panitia, mereka jadi panitia karena mereka mau kerja ekstra untuk menyukseskan pemilu, nah kita tinggal datang milih tujuannya juga sama. Jadi jangan ada perasaan menuduh ah panitia pengen menyukseskan orang tertentu.

Harapan saya, apapun pilihan Anda, dan siapapun yang akan menjadi Presiden RI terpilih untuk 5 tahun mendatang, semua program kerjanya berjalan dan membawa kemajuan untuk bangsa Indonesia. Rakyatnya juga bisa aman tentram gak debat kusir lagi di medsos hehehe.

Selamat memilih Indonesia!

Pemilu 2019: Kami Sudah Memilih

Lanjutan dari postingan sebelumnya cerita pemilu Indonesia 2019. Surat suara yang sudah diterima dari beberapa waktu lalu, akhirnya kemarin kami kirimkan kembali ke KBRI Bangkok.

Isi amplop surat suara itu ada 3 amplop. Amplop nomor 2 merupakan amplop untuk mengirimkan kembali ke KBRI yang sudah ditempeli perangko, jadi tinggal dimasukkan ke kotak pos, atau diberikan ke petugas pos untuk yakin surat suaranya tiba sebelum tanggal 16 April 2019 di Bangkok.

3 amplop dalam amplop besar yang diterima untuk pemilu

Setelah dicoblos, surat suara masuk ke dalam amplop yang diberi nomor 3. Amplopnya jelas diberi label mana amplop suara memilih presiden dan wakilnya, dan mana amplop untuk memilih anggota DPR Pusat. Kalau memang gak sambil melamun, harusnya gak sampai salah masukin ke amplopnya. Masing-masing amplop jangan lupa di lem kembali, lalu dimasukkan ke dalam amplop nomor 2.

Selain 2 amplop surat suara, jangan lupa menandatangani formulir C6, memotong bagian bawahnya dan masukkan juga ke dalam amplop nomor 2. Setelah semua masuk, amplop nomor 2 nya juga di lem dan siap untuk dikirm kembali.

suara dari kami sudah dikirim ke KBRI Bangkok

Senang rasanya sudah menentukan pilihan dan mengirimkan kembali surat suara. Buat teman-teman yang memilih lewat pos, jangan sampai kelupaan kirim kembali segera ya. Batas waktunya harus diterima sebelum tanggal perhitungan suara (17 April 2019).

Pemilu di luar wilayah Indonesia diadakan serentak tanggal 10 April 2019, sedangkan pemilu di Indonesia diadakan serentak tanggal 17 April 2019. Untuk kamu-kamu yang sudah terdaftar memilih lalu mendadak ada tugas kantor, cobalah mencari tahu gimana caranya supaya hak pilihnya gak hilang.

Buat yang sudah siap memilih dan tau mau milih yang mana, ini ada petunjuk cara memilih supaya pilihannya sah. Jangan sampai suaranya jadi hilang karena surat suara tidak sah.

pastikan memberi tanda yang sah supaya suaranya tidak hilang

Saya mengajak teman-teman untuk menjadi warga negara yang baik dengan menggunakan hak suara kita. Jangan ribut-ributnya di timeline medsos aja hehehe. Jangan tanya kami milih siapa, karena itu rahasia 🙂

Yuk, kita sukseskan pesta demokrasi rakyat di Pemilu 2019 dengan menggunakan hak suara kita dengan datang ke TPS di mana kita terdaftar untuk memilih.