Royal Flora Rajapruek Chiang Mai

Foto Royal Pavilion (diambil tahun 2009)

Tahun 2018 ini, tempat yang paling sering kami kunjungi adalah Royal Flora Ratchapruek (kadang dieja Rajapruek). Hampir setiap Jumat sore atau Sabtu pagi sejak Januari kami ke sana. Kadang-kadang bahkan 2 kali seminggu. Saking seringnya ke sana, saya pikir kami sudah pernah menuliskan tentang tempat itu, ternyata belum pernah. Kami pertama kali ke sana tahun 2009, biasanya hanya ke sana kalau ada yang berkunjung ke Chiang Mai.

Dulu, tempat ini terasa besar sekali, dan kurang menarik. Memang besar sih, tapi setelah sering di datangi jadi tau dan ga nyasar kalau mau ke tempat tertentu. Playgroundnya juga sempat beberapa tahun tidak bisa digunakan. Tahun kemarin waktu kami ke sana dengan Oppung, saya perhatikan mereka merenovasi playground dan sebelum akhir tahun sudah dibuka kembali. Saya juga baru dapat informasi kalau kita bisa membuat membership card seharga 400 baht/orang untuk bebas masuk selama setahun. Makin mantap deh kami memutuskan untuk bikin membership untuk 3 orang. Joshua masih gratis karena tingginya masih di bawah 100cm waktu kami membuat kartu.

Harga tiket masuk Royal Park Rajapruek

Di Royal Flora Rajapruek ada banyak Pokestop dan Pokegym. Jadi salah satu tujuan ke sana selain anak-anak main di playground, kami juga bisa main Pokemon Go :). Seringnya kami cuma mengunjungi 1 tempat setiap datang. Karena tempatnya luas dan di dalam cuma ada shuttle dan sepeda (sesekali ada motor dari pegawai yang membawa sesuatu), tempat ini cukup aman buat Joshua berlari-larian.

Kalau kami datang pagi hari, kami akan biarkan Joshua yang mencari tujuan, kalau kami datang agak sore biasanya langsung ke playground dan pulangnya naik shuttle hehe.

Shuttlenya tahun ini baru diupgrade, dari sebelumnya berbahan bakar minyak, digantikan dengan bahan bakar listrik dan lebih bagus kelihatannya. Shuttle yang lama digunakan sejak taman dibuka tahun 2006, jadi memang sudah waktunya diupgrade hehehe.

Shuttle bus yang lama

Shuttle yang baru bertenaga listrik

Selain playground, ada beberapa tempat yang menarik buat kami: Bug world (dengan butterfly garden), Amazing Mars Garden, taman anggrek dan rumah kaca, green house untuk hidroponik, skywalk di dekat shaded paradise dan Royal pavilion.

Butterfly Garden


Bug world dan butterfly garden ini letaknya persis di sebelah playground. Di dalam bugs world ada beberapa jenis serangga yang dikeringkan (Kumbang, kupu-kupu, ngengat dan beberapa serangga lainnya). Ada beberapa penjelasan dalam bahasa Thai mengenai masing-masing jenis serangga yang didisplay. Ada sudut untuk mewarnai juga buat anak-anak yang suka mewarnai.


Ke bug world waktu oppung datang

Di butterfly garden, bermacam warna kupu-kupu dilepas bebas dan tentunya kadang-kadang mereka diberi makan irisan buah-buahan selain bunga yang ditanam di dalam taman. Taman kupu-kupu ini ditutup dengan menggunakan tirai rantai besi supaya kupu-kupunya gak keluar dari taman. Ada beberapa display spider dan tarantula juga di taman ini.


Royal Flora Ratchpruek ini awalnya dibuat dengan konsep Internasional flower garden. Ada banyak tempat yang mewakili negara-negara tertentu termasuk Indonesia. Di taman Indonesia dibuat ada Joglo dan pintu selamat datang ala Bali. Tanamannya saya ga tahu namanya hehhee. Selain taman Indonesia, ada taman Cina, India, Cambodia, Jepang, Belanda, dan beberapa negara lain.



Selain taman negara-negara, sekarang ini banyak juga taman yang dikelola oleh bank ataupun perusahaan tertentu seperti maskapai penerbangan ataupun penjual makananan.

Sayangnya beberapa tempat seperti terbengkalai dan kurang dikelola dengan baik. Salah satu taman yang baru saja ada awal tahun kemarin namanya Amazing Mars Garden. Konsepnya memperkenalkan/ memberikan pengetahuan bagaimana dan apa yang perlu dilakukan kalau manusia ingin tinggal di Mars. Bagaimana kira-kira tanaman yang bisa tumbuh di Mars. Di awal tahun kemarin bahkan anak-anak diberi bibit tanaman untuk di bawa pulang dan ditanam di rumah.

Beberapa waktu belakangan ini saya perhatikan tidak ada yang menjaga tempat ini dan hampir selalu tutup. Bug world juga sekarang lebih sering tutup dan hanya dibuka bagian butterfly garden saja.

Salah satu tempat yang menarik buat Jonathan adalah taman Hidroponik. Di sana, ada penjelasan bagaimana langkah-langkah untuk memelihara tanaman secara hidroponik dan ada banyak tanaman mulai dari bibit sampai yang siap panen.

Tempat yang biasanya paling ramai dikunjungi orang kalau ke Ratchepreuk ini adalah Royal Pavilion. Sebuah arsitektur kerajaan Lanna yang dibangun tanpa menggunakan paku disekitar taman yang indah. Tempat ini merupakan tempat wajib foto dan instagramable banget hehehe. Beberapa waktu lalu Royal Pavilion ini baru di renovasi, dan sekarang saya perhatikan ada lift untuk naik ke atas walau sepertinya tidak dibuka untuk umum. Untuk masuk ke dalam bangunan sejenis istananya, kita harus naik tangga. Ga terlalu banyak sih, tapi ya lumayan kalau sambil gendong anak haha. Seperti umumnya di banyak tempat di di Thailand, kita harus membuka sepatu untuk melihat bagian dalamnya.

Setiap datang ke Rajapruek, tempatnya terasa sangat sepi dibanding luasnya area taman ini. Saya perhatikan walaupun sepi, tempat ini selalu berganti bunga di tengah tamannya. Tanaman hidroponiknya juga sepertinya hasilnya ya dijual, bukan cuma display, karena secara berkala saya liat ada yang berbuah, lalu diganti lagi dengan tanaman baru.

Sesekali ada event diselenggarakan di tempat ini, termasuk Jonathan pernah mengikuti kejuaraan taekwondo di sini. Event terakhir yang kami datangi tanpa sengaja event kids world di mana ada beberapa dinosaurus animatronic dari Hidden village selain bouncy houses.

Kekurangan dari tempat ini adalah, dulu ada coffee shopnya, sekarang gak ada lagi 🙁 untungnya masih ada yang jual ice cream. Penjualan makanan juga tidak selalu ada, dulu sempat ada roti bakar yang Joshua suka makan, eh karena tempatnya di renovasi, kami ga tau deh penjualnya pindah ke mana. Sekarang ini kami perhatikan ada makanan beku yang bisa di microwave, tapi ga tahu apakan makanan itu akan tetap ada atau menghilang seperti yang selalu terjadi. Untungnya kalau ada event besar, ada tukang jualan makanan dadakan, walau ga terlalu banyak pilihan makannya.

Sekarang ini, di bagian luar dari royal flora Ratchapruek disediakan beberapa alat untuk olahraga dan juga saya liat setiap jumat sore (dan sepertinya sabtu dan minggu pagi), banyak orang datang untuk berolahraga. Jumat sore kemarin ada event lari dan di luar ramai sekali. Ada juga yang suka berolahraga lari di dalam, tapi lebih banyak yang di luar lari, jalan, naik sepeda dan bawa anak-anak main balance bike. Beberapa orang juga membawa anjingnya ke bagian luar taman ini. Bagian membawa anjing ke taman ini menurut saya yang takut anjing rada bikin ngeri hehehe, tapi kalau buat yang punya anjing peliharaan pastinya menyenangkan bisa membawa anjingnya jalan-jalan di sana.

Mungkin akan ada yang bertanya-tanya, kalau jadi turis, menarik ga buat ke taman ini? Kalau menurut saya ya cukup menarik, tapi sebaiknya datang di musim dingin. Sepanjang tahun saya perhatikan tempat ini ramainya cuma di hari sabtu/minggu di musim dingin, Begitu musim panas, seringnya sepiiii sekali. Koleksi bunganya juga paling indah di musim dingin. Pernah juga sekali kami ketemu dengan rombongan turis dari Indonesia. Umumnya rombongan turis ini akan datang sekitar 1 – 2 jam saja. Kalau mau jalan-jalan santai sebenarnya bisa saja menghabiskan waktu 5 jam di taman ini, pastikan saja bawa bekal piknik karena ga selalu ada yang jual makanan di dalam, selain makanan ringan, mie instan dan minuman saja.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.