Oh November Challengeku!

Hari Senin kemarin, bangun pagi setelah jalan-jalan, si kecil badannya hangat dan memang malam sebelumnya mulai batuk-batuk. Kami semuanya masih kecapean sepulang jalan-jalan. Setiap hari Senin kami ada kegiatan homeschool co-op dan kemarin merupakan hari terakhir dari term ini. Saya dan Joe akhirnya berbagi tugas, Papanya ijin kerja setengah hari untuk nemenin si kecil di rumah dan saya menemani si sulung ke co-op.

Hari terakhir co-op ada kegiatan penutupan juga, di mana sebagian kelas menunjukkan apa yang mereka pelajari sepanjang term ini, baik berupa prakarya yang dipamerkan maupun pertunjukan. Dari 3 kelas yang diikuti Jonathan, 2 diantaranya dijadwalkan untuk tampil unjuk kebolehan. Kalau saja dia ga harus tampil, pastinya saya ga akan datang ke acara itu karena Joshua masih demam. Akhirnya sore harinya Joshua ditinggal lagi dengan papanya.

Acaranya dimulai tepat waktu, kami terlambat sedikit tapi untungnya jadwal performnya bukan yang pertama. Kagum juga dengan kemampuan anak-anak homeschoolers yang mampu belajar sesuatu dalam 11 kali pertemuan. Jonathan mengikuti kelas beginning gymnastics dan menunjukkan kalau dia bisa rolling forward dan berjalan di balance beam tanpa jatuh. Kelas yang dia tampilkan berikutnya menampilkan gerakan tangan dari cerita What’s in the Bible. Untuk kelas Beginning Gymnastics mereka bahkan memberikan semacam sertifikat untuk peserta kelasnya.

Dengan kondisi kaki masih super pegal, saya juga berhasil menyelesaikan tugas mengajar kelas preschool di hari terakhir.  Karena minim persiapan, saya cuma bacakan 2: From Head to Toe nya Eric Carle dan buku interactive suara-suara hewan di Farm oleh Eric Carle juga: Around the Farm. Anak-anak saya ajak untuk menirukan gerakan di dalam buku pertama dan menirukan suara hewan di buku kedua.

Setelah membaca buku, karena masih ada waktu mereka main clay (yang sedikit lebih liat dibandingkan playdough) dan saya bebaskan berimajinasi menghiasnya dengan googly eyes dan pipe cleaner. Mengajar anak preschool kelas sensory merupakan pengalaman pertama saya untuk mencoba lebih kreatif, karena setiap minggunya saya harus memikirkan apa yang menarik untuk anak-anak usia 3 – 4 tahun.

Dan setelah semua kegiatan co-op hari ini, saya yang niatnya menemani Joshua tidur lalu bangun kemudian untuk menuliskan hal-hal ini ternyata sukses ketiduran! Terbangun jam 3 pagi rasanya ada yang kurang, dan kaget oh no, hari ke-19 terlewat begitu saja. So, belajar dari pengalaman, saya memutuskan untuk bangun menuliskan cerita hari kemarin sebelum akhirnya tertunda lagi karena berbagai alasan. 

Oh well, semoga setelah bolong 1 hari, untuk hari berikutnya saya ga patah semangat dan jadi berhenti meneruskan november challenge ini. Supaya ga lupa, baiklah di recite lagi mantranya: If it’s important to you, you will find a way. If not, you will find an excuse. Alasan capek jalan-jalan dan anak sakit harusnya tidak membuat berhenti menyelesaikan November challenge ini. 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.